CALON IMAM MAHDI BUKAN PEMIMPI DAN MENGOBRAL MIMPI

CALON IMAM MAHDI ADALAH PEJUANG SYARIAH DAN KHILAFAH 

Oleh : Abulwafa Romli

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Allah SWT berfirman:

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik". (QS An-Nur Ayat 55).

Pada ayat di atas, Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Allah benar-benar akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi. Dan Imam Mahdi adalah penguasa yang kekuasaannya meliputi seluruh dunia. Maka Imam Mahdi harus beriman dan beramal shaleh dalam barisan para pengemban dakwah penegakkan khilafah, bukan hanya amal shaleh shalat berjamaah dan lainnya layaknya jamaah tabligh atau jaulah. Karena sudah menjadi sunnatullah seseorang hanya bisa memanen apa yang ia tanam. Menanam padi memanen padi, menanam jagung memanen jagung, menanam semangka memanen semangka, dan seterusnya. Juga dalam urusan politik kekuasaan, memperjuangkan demokrasi berkuasa dengan demokrasi, memperjuangkan kerajaan berkuasa dengan kerajaan, memperjuangkan khilafah berkuasa dengan khilafah, dan seterusnya. Tidak mungkin seseorang yang tidak pernah terlibat dalam perjuangan menegakkan khilafah bisa diangkat menjadi Khalifah. Hal ini adalah sunnatullah yang telah dipraktikkan oleh generasi sahabat dan setelahnya.

Terkait sunnatullah, Allah SWT berfirman:

سُنَّةَ ٱللَّهِ فِى ٱلَّذِينَ خَلَوْا۟ مِن قَبْلُ ۖ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ ٱللَّهِ تَبْدِيلًا

"Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum(mu), dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati peubahan pada sunnah Allah". (QS Al-Ahzab Ayat 62).

Imam Thobari dalam Tafsirnya berkata:

وقوله (وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلا) يقول تعالى ذكره لنبيه محمد صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم: ولن تجد يا محمد لسنة الله التي سنها في خلقه تغييرًا

Firman Allah: "dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati peubahan pada sunnah Allah", Allah SWT berfirman kepada NabiNya Muhammad SAW; "Wahai Muhammad, kamu tidak akan pernah menemukan perubahan pada sunnatullah yang telah ditetapkan pada makhluqNya".

Allah SWT berfirman:

اسْتِكْبَارًا فِي الْأَرْضِ وَمَكْرَ السَّيِّئِ ۚ وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ ۚ فَهَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا سُنَّتَ الْأَوَّلِينَ ۚ فَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَبْدِيلًا ۖ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَحْوِيلًا 

"Karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu". (QS Al-Fathir ayat 43).

Imam Thobari dalam Tafsirnya berkata :

(فَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلا) قوله
يقول: فلن تجد يا محمد لسنة الله تغييرًا.
وقوله ( وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَحْوِيلا ) يقول: لن يغير ذلك ولا يبدله؛ لأنه لا مرد لقضائه. 

Firman Allah : "Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnatullah", Allah berfirman : "Wahai Muhammad, kamu tikan akan pernah menemukan perubahan sunnatullah pada makhluqNya".
Sedang firman Allah : "dan sekali-kali kamu tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnatullah itu", Allah berfirman: "Sunnatullah itu tidak akan pernah dirubahNya dan tidak akan digantiNya, karena tidak ada penolakan bagi qodhoNya".

ALLAH MENG-ISHLAH (MERUKUNKAN) IMAM MAHDI DALAM WAKTU SEMALAM

Rasulullah SAW bersabda:

المَهديُّ منَّا أَهلَ البيتِ، يصلحُهُ اللَّهُ في ليلةٍ 

"AlMahdi itu dari Kami ahlalbait, Allah akan MENGISHLAHNYA dalam semalam".

الراوي : علي بن أبي طالب | المحدث : الألباني | المصدر : صحيح ابن ماجه | الصفحة أو الرقم : 3316 | خلاصة حكم المحدث : حسن | التخريج : أخرجه ابن ماجه (4085)، وأحمد (645) سنن ابن ماجه | كتاب الفتن باب خروج المهدي (حديث رقم: 4085 )

Syarah Hadits :

Dalam Hasyiyah Assindy atas Sunan Ibnu Majah, Abulhasan Muhammad bin Abdulhadi Nuruddin Assindy (w. 1138 H) berkata:

‏ ‏قَوْله ( يُصْلِحهُ اللَّه فِي لَيْلَة ) ‏ ‏قَالَ اِبْن كَثِير أَيْ يَتُوب عَلَيْهِ وَيُوَفِّقهُ وَيُلْهِمهُ رُشْده بَعْد أَنْ لَمْ يَكُنْ كَذَلِكَ

"Sabda Nabi "Allah MENGISHLAHNYA dalam semalam", Ibnu Katsir berkata; "Yakni Allah menerima taubat atasnya, memberinya pertolongan, dan memberi Ilham kepadanya kecerdasannya setelah sebelumnya tidak demikian".
Dalam Adduroru Assaniyah AlMausu'ah AlHaditsiyah, Musyrif Alwy bin Abdulqodir Assaqof berkata :

يُصْلِحُه اللهُ في ليلةٍ، أي: يُصْلِحُ أمرَه ويرفَعُ قدْرَه في ليلةٍ واحدةٍ، أو في ساعةٍ واحدةٍ مِن اللَّيلِ، حيث يتَّفقُ على خِلافتِه أهلُ الحَلِّ والعَقْدِ فيه، وقيل: وهو أنَّ المهديَّ يَتفضَّلُ اللهُ عليه بتعليمِه وإرشادِه وتَوفيقِه ويتوبُ عليه في ليلةٍ

"Allah MENGISHLAHNYA dalam semalam", yakni Allah mengishlah perkaranya dan mengangkat derajatnya dalam satu malam atau dalam satu jam dari malam, dimana ahlulhalli wal'aqdi sepakat atas khilafahnya padanya. Dan dikatakan; ialah bahwa Almahdi, Allah memberi keutamaan atasnya dengan mengajarkan ilmu kepadanya, memberinya petunjuk, memberinya pertolongan dan menerima taubat atasnya dalam semalam".

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam kitab Sulsilatul Huda Wannur, hal.219, berkata :

فيصلحه الله ليكون قائدا للأمة في ليلة واحدة وليس معنى ذلك يكون فاسقا ثم يصبح صالحا ، ليس معنى ذلك أن يكون جاهلا ويصبح عالما ما بين عشية وضحاها
لا ، إنما يصلحه لقيادة الأمة 

"Maka Allah MENGISHLAHNYA supaya menjadi pemimpin umat dalam satu malam. Maknanya bukan Almahdi itu orang fasik kemudian menjadi shaleh. Maknanya bukan Almahdi itu orang bodoh dan menjadi alim dalam waktu antara sore dan paginya. Tidak, Allah hanya MENGISHLAHNYA untuk memimpin umat".

Terakhir :

Saya lebih condong kepada makna, bahwa Allah akan MENGISHLAH Almahdi untuk memimpin umat. Sehingga ahlulhalli wal'aqdi sepakat atas khilafahnya. Dari sini menjadi jelas, bahwa makna YUSHLIHU / ISHLAH adalah merukunkan / mendamaikan setelah terjadi perselisihan terkait khilafah atau siapa yang akan menjadi khalifah. Ini juga cocok dengan hadits-hadits yang menjelaskan bahwa sebelum Imam Mahdi sudah ada Khalifah atau khilafah sudah berdiri. Apalagi adanya term ahlulhalli wal'aqdi sebagai struktur dalam sistem pemerintahan Islam, khilafah.

Terkait ISHLAH bermakna mendamaikan / merukunkan, Allah SWT berfirman :

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْن 

"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat". (QS Alhujurot ayat 10).

Wallahu A'lam bish showwab 
Semoga bermanfaat aamiin 

#WaspadaImamMahdiSyiah
#istiqomahdijalandakwah
#janganpalsukankhilafah
#KhilafahAjaranIslam
#janganpalsukanajaranislam
#IslamRahmatanLilAlamin
#DemokrasiSistemKufur
#DemokrasiWarisanPenjajah
Tags

Posting Komentar

1 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.