Oleh : Abulwafa Romli
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Nama AlMahdi itu Muhammad bin Abdullah, bukan Muhammad Qosim bin Abdul Karim. Baca pelan-pelan dan perhatikan baik-baik hujjah di bawah ini:
•Dari Abdullah bin Mas'ud dari Nabi SAW, beliau bersabda:
لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا يَوْمٌ لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَبْعَثَ فِيهِ رَجُلًا مِنِّي - أَوْ : مِنْ أَهْلِ بَيْتِي - يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي ، وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمُ أَبِي ، يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا ، وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا
"Seandainya tidak tetap dari dunia kecuali sehari, maka Allah pasti memanjangkan hari tersebut, sehingga Allah mengutus pada hari itu seorang lelaki dariku -atau dari ahli baitku- dimana namanya menyamai namaku dan nama ayahnya (menyamai) nama ayahku. Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan, sebagaimana bumi dipenuhi kezaliman dan penyimpangan". (HR Abu Daud [4282] dan Tirmidzi [2230], dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shohih Abi Daud).
•Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:
الْأَحَادِيثَ الَّتِي يُحْتَجُّ بِهَا عَلَى خُرُوجِ الْمَهْدِيِّ أَحَادِيثُ صَحِيحَةٌ ، رَوَاهَا أَبُو دَاوُدَ، وَالتِّرْمِذِيُّ، وَأَحْمَدُ، وَغَيْرُهُمْ، مِنْ حَدِيثِ ابْنِ مَسْعُودٍ وَغَيْرِه
"Hadits-hadits yang dijadikan hujjah atas keluarnya AlMahdi adalah hadits-hadits shahih riwayat Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad dan lainnya". (Minhajus Sunnah Annabawiyyah, 8/254).
•Dari Abi Ishaq, ia berkata :
قَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، وَنَظَرَ إِلَى ابْنِهِ الْحَسَنِ ، فَقَالَ: إِنَّ ابْنِي هَذَا سَيِّدٌ ، كَمَا سَمَّاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَسَيَخْرُجُ مِنْ صُلْبِهِ رَجُلٌ يُسَمَّى بِاسْمِ نَبِيِّكُمْ
"Aly RA berkata, beliau melihat Hasan anaknya lalu berkata: "Sesungguhnya anakku ini adalah Sayyid, sebagaimana telah diberi nama oleh Nabi SAW. Dan akan keluar dari tulang rusuknya, seorang lelaki yang diberi nama dengan nama nabi kalian". (HR Abu Daud, no. 4290).
Hadits dan atsar diatas menunjukkan bahwa AlMahdi yang akan dibangkitkan di akhir zaman, namanya sesuai dengan nama Nabi SAW, dan nama ayahnya sesuai dengan nama ayah Nabi SAW. Berarti nama AlMahdi adalah Muhammad bin Abdullah. Inilah penjelasan para ulama. Diantaranya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rh. berkata :
أخبر النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أن اسمه "محمد بن عبد الله
"Nabi SAW telah memberi Khabar bahwa nama AlMahdi adalah Muhammad bin Abdullah". (Jami'ul Masail, 3/99).
•Syaikhul Islam juga berkata:
الْمَهْدِيُّ الَّذِي أَخْبَرَ بِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْمُهُ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ
AlMahdi yang telah dikabarkan oleh Nabi SAW, namanya adalah Muhammad bin Abdullah". (Minhajus Sunnah Annabawiyyah, 4/95).
•Syaikhul Islam juga berkata :
وَلِهَذَا لَمَّا كَانَ الْحَدِيثُ الْمَعْرُوفُ عِنْدَ السَّلَفِ وَالْخَلَفِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي الْمَهْدِيِّ: (يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمَ أَبِي) : صَارَ يَطْمَعُ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ فِي أَنْ يَكُونَ هُوَ الْمَهْدِيَّ ، حَتَّى سَمَّى الْمَنْصُورُ ابْنَهُ مُحَمَّدًا وَلَقَّبَهُ بِالْمَهْدِيِّ مُوَاطَأَةً لِاسْمِهِ بِاسْمِهِ وَاسْمِ أَبِيهِ بِاسْمِ أَبِيهِ ، وَلَكِنْ لَمْ يَكُنْ هُوَ الْمَوْعُودَ بِهِ
"Karena itu, ketika hadits yang populer bagi ulama salaf dan kholaf, bahwa Nabi SAW bersabda mengenai AlMahdi: "Namanya sesuai dengan namaku dan nama ayahnya sesuai dengan nama ayahku", maka banyak manusia berharap bahwa dialah Almahdi. Sehingga Khalifah AlManshur menamai putranya dengan Muhammad dan menjulukinya dengan Almahdi karena menyesuaikan namanya dengan namanya dan nama ayahnya dengan nama ayahnya. Tetapi ia bukan AlMahdi yang dijanjikan". (Minhajus Sunnah Annabawiyyah, 4/98).
•Ibnu Katsir rh. berkata:
وَهُوَ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْعَلَوِيُّ الْفَاطِمِيُّ الْحَسَنِيُّ ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ ، يُصْلِحُهُ اللَّهُ فِي لَيْلَةٍ وَاحِدَةٍ، أَيْ: يَتُوبُ عَلَيْهِ ، وَيُوَفِّقُهُ، يُلْهِمُهُ رُشْدَهُ
AlMahdi adalah Muhammad bin Abdullah Al'Alawiy AlFathimiy AlHasaniy, Wallahu A'lam, Allah akan MENGISHLAHNYA dalam satu malam. Maksudnya, Allah menerima taubat atasnya, memberinya pertolongan, dan mengilhamkan kepadanya petunjuknya ". (AlBidayah wanNihayah, 19/629).
•AlMula' Aly AlQoriy rh. berkata:
يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِيَ، وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمَ أَبِي، فَيَكُونُ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ ، فِيهِ رَدٌّ عَلَى الشِّيعَةِ ; حَيْثُ يَقُولُونَ: الْمَهْدِيُّ الْمَوْعُودُ هُوَ الْقَائِمُ الْمُنْتَظَرُ، وَهُوَ مُحَمَّدُ بْنُ الْحَسَنِ الْعَسْكَرِيُّ
"Sabda Nabi SAW , "Namanya sesuai dengan namaku, dan nama ayahnya sesuai dengan nama ayahku", maka nama AlMahdi adalah Muhammad bin Abdullah. Hadits ini membantah Syi'ah dimana mereka berkata: "AlMahdi yang dijanjikan itu alQoim alMuntazhor, yaitu Muhammad bin AlHasan Al'Askariy". (Mirqotul Mafatih, 8/3439, 'Aunul Ma'bud, 11/250, juga Qodhi 'Iyadh dalam AsySyifa', 2/470-471).
Juga untuk membantah AlMahdi dengan nama Muhammad Qosim bin Abdul Karim Sang pemimpi.
•KENAPA NAMA ALMAHDI ITU HARUS MUHAMMAD BIN ABDULLAH?
1. Karena Muhammad adalah nama Nabi SAW yang paling populer diantara nama-namanya. Nama yang disebut di dalam dua kalimat syahadat, adzan, tahiyat shalat dan lainya dari syi'ar-syi'ar ibadah. Dan nama yang selalu disebut dalam kebanyakan khithob di dalam Alqur'an dan dipakai dalam tafsir-tafsirnya oleh para mufassir terkait setiap ada khithob Allah kepada Nabi SAW.
2. Karena yang langsung dipahami dari sabda Nabi SAW "Nama ayahnya sesuai dengan nama ayahku" adalah ayah Nabi SAW secara langsung, bukan nama kakek-kakeknya. Maka nama Nabi dan nama ayahnya tidak bisa dibelokkan kepada selain nama Muhammad dan nama Abdullah kecuali dengan qorinah (indikasi) yang jelas.
Sampai-sampai Imam Bukhari telah membuat bab dalam kitab Shahihnya ;
بَاب مَا جَاءَ فِي أَسْمَاء رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَوْله عَزَّ وَجَلَّ : مُحَمَّد رَسُول اللَّه وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّار ، وَقَوْله : مِنْ بَعْدِي اِسْمه أَحْمَد
Lalu AlHafidz Ibnu Hajar dalam syarahnya berkata ;
كَأَنَّهُ يُشِير إِلَى أَنَّ هَذَيْنِ الِاسْمَيْنِ أَشْهَر أَسْمَائِهِ , وَأَشْهُرهمَا مُحَمَّد , وَقَدْ تَكَرَّرَ فِي الْقُرْآنِ , وَأَمَّا أَحْمَد فَذُكِرَ فِيهِ حِكَايَة عَنْ قَوْل عِيسَى عَلَيْهِ السَّلَام
"Seakan-akan Imam Bukhari memberi isyarat bahwa dua nama ini (Muhammad dan Ahmad) adalah yang paling populer, dan yang lebih populer dari keduanya adalah Muhammad dan telah disebut-sebut dalam Alqur'an. Sedang nama Ahmad hanya hikayat dari perkataan Nabi Isa AS". (Fathul Bariy, 6/555).
3. Karena Nabi SAW dengan sabdanya itu hendak menentukan kepada umatnya tentang nama AlMahdi sehingga umatnya mengetahuinya dan tidak ada kesamaran dan keraguan atas mereka. Dan umatnya ketika itu telah terdiam karena telah paham. Ketika yang dikehendaki Nabi SAW itu selain nama Muhammad dari nama-namanya yang lain, juga selain nama ayahnya Abdullah dari nama-nama kakeknya, maka tidak ada penentuan terkait nama AlMahdi, dan justru terjadi kesamaran dan keraguan atas umatnya. Dan tentu akan terjadi pemalingan terhadap maksud dari hadits itu.
Ini adalah dalil ketika Nabi SAW menyebut namanya, Muhammad dan Ahmad tanpa qorinah, dan ketika menyebut namanya yang lain dengan disertai qorinah, Nabi SAW bersabda:
أنَا مُحَمَّدٌ، وَأَنَا أَحْمَدُ ثم قال : وَأَنَا الْمَاحِي، الَّذِي يُمْحَى بِيَ الْكُفْرُ، وَأَنَا الْحَاشِرُ الَّذِي يُحْشَرُ النَّاسُ عَلَى عَقِبِي ، وَأَنَا الْعَاقِبُ وَالْعَاقِبُ الَّذِي لَيْسَ بَعْدَهُ نَبِيٌّ.
"Aku Muhammad dan Aku Ahmad". Kemudian bersabda: "Aku AlMahiy dimana dihapus denganku kekufuran. Aku AlHasyir dimana akan dikumpulkan manusia diatas kakiku. Dan Aku Al'Aqib dan Al'Aqib adalah orang yang tidak ada Nabi lagi setelahnya". (HR Bukhari [3532], Muslim [2354], dan lihat; Ibnul Qayyim, Zudul Ma'ad, 1/84).
•TERAKHIR
Alhamdulillah, InsyaaAllah telah jelas bahwa Nama AlMahdi adalah Muhammad bin Abdullah, bukan Muhammad Qosim bin Abdul Karim. Muhammad Qosim bin Abdul Karim adalah sosok yang oleh pengikutnya digadang-gadang sebagai AlMahdi dan sudah disebut sebagai AlMahdi. Padahal dalam hadits AlMahdi adalah seorang Khalifah dan tentu dalam sistem khilafah. Muhammad Qosim bin Abdul Karim sangat lucu. Bagaimana tidak lucu, khilafah belum berdir, AlMahdi sudah muncul dan dengan sejuta mimpinya yang menunjukkan kepalsuannya. Karena AlMahdi itu hanya butuh satu jam di waktu malam atau satu malam saja dimana Allah akan MENGISHLAHNYA. Ini sudah berapa malam dan berapa kali Muhammad Qosim bin Abdul Karim mengaku mimpi ini dan mimpi itu, dan mengaku bertemu dan berbicara dengan Allah di dalam sejuta mimpinya?
Wallahu A'lam bish showwab
Semoga bermanfaat aamiin
#istiqomahdijalandakwah
#janganpalsukankhilafah
#KhilafahAjaranIslam
#janganpalsukanajaranislam
#IslamRahmatanLilAlamin
#DemokrasiSistemKufur
#DemokrasiWarisanPenjajah
#WaspadaImamMahdiSyiah