Oleh : Abulwafa Romli
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Alqur'an masih tetap, Assunnah masih utuh, Ijmak Sahabat masih kuat, Qiyas syar'i masih berlaku, kok menjadikan mimpi sebagai dalil? Iya kalau mimpinya Nabiyyullah SAW adalah bagian dari wahyu dan nubuwwah.
Imam Mahdi itu Khalifah sebagai jabatan politik tertinggi. Dan nanti para Khalifah akan bertarung dengan negara-negara adidaya di dunia. Bahkan akan bertarung dengan kekuatan politik super canggih karena dipadukan dengan kekuatan sihir Dajjal. Mana bisa Imam Mahdi hanya mengandalkan mimpi.
Memang, kekuatan hati dan mimpi juga bermanfaat, tetapi hanya sebagai pelengkap dan bumbu-bumbu ilmu pengetahuan terhadap hukum-hukum syariah terkait kehidupan berbangsa dan bernegara. Sedang ilmu pengetahuan itu hanya bisa didapat dengan belajar, ngaji dan mengkaji, bukan dengan mimpi. Karena mimpi itu hanya untuk menambah pemahaman terhadap ilmu pengetahuan yang telah didapat.
Khalifah juga wajib paham tentang konstelasi politik internasional dan ini harus dengan belajar ilmunya dan membiasakan menganalisa setiap peristiwa politik nasional dan internasional dari setiap negara, baik negara yang berideologi maupun yang tidak berideologi.
Allah SWT berfirman:
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan yang beramal shalih.
لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ
"Bahwasanya, sungguh Allah akan menjadikan mereka (para) khilafah yang berkuasa di muka bumi, sebagaimana Allah telah menjadikan orang-orang sebelum mereka (para) khalifah yang berkuasa." (QS Annuur ayat 56).
Dan Imam Mahdi itu salah seorang Khalifah dalam sistem khilafah yang akan berkuasa di muka bumi. Maka Imam Mahdi itu harus muslim yang benar-benar beriman dan beramal shalih. Sedang benar-benar beriman dan beramal shalih itu tidak akan bisa tanpa ilmu yang mencukupi.
Kiai Nazhim itu berkata :
ومن يكن بغير علم يعمل أعماله مردودة لا تقبل
Wa man yakun bi ghairi ilmin ya`malu a`maaluhuu marduudatun laa tuqbalu
"Siapa saja yang beramal tanpa ilmu, maka amal-amal nya tertolak, tidak diterima".
Jadi Imam Mahdi itu bukan orang bodoh yang tidak punya ilmu dan bukan orang yang ahli maksiat dan munkar. Sedang ada hadits bahwa Allah akan MENGISHLAH Imam Mahdi dalam satu malam atau satu jam dari satu malam, maka yang lebih tepat adalah mengishlahnya dalam arti merukunkannya setelah ada perselisihan dengan pihak lain sehingga ia layak untuk diangkat dan dibaiat menjadi Khalifah.
Apalagi khilafahnya Imam Mahdi itu Khilafah ala Minhajin Nubuwwah dimana sudah ada contoh faktanya, yaitu khilafah ala Minhajin Nubuwwah Alkhulafa' Arrosyidiin Almahdiyyiin. Mereka adalah Abu Bakar, Umar, Utsman dan Aly rodhiyallohu 'anhum ajma'iin. Tidak ada dari Empat Khalifah itu orang yang bodoh dari ilmu syariat, dan tidak ada dari mereka itu orang yang mengandalkan mimpi dan mimpi yang berjilid. Sampai-sampai dalam mimpinya, Allah menjadi nasionalis akan membela dan menyelamatkan Pakistan.
Terus Muhammad Qosim bin Abdul Karim dengan mimpi-mimpinya itu niru siapa diantara Alkhulafa Arrosyidiin Almahdiyyiin?
Bahkan Khilafah ala Minhajin Nubuwwah yang akan tegak nanti, khalifahnya harus lebih segalanya dari Alkhulafa Arrosyidiin Almahdiyyiin. Karena wilayah kekuasaannya akan meliputi seluruh dunia. Juga musuh-musuh dan tantangan-tantangannya lebih kuat dan lebih dahsyat. Menyatunya kekuatan Iblis yang mengeluarkan seluruh aji pamungkasnya dengan kekuatan sihir Dajjal yang habis-habisan, semuanya itu menuntut kepada Imam Mahdi harus benar-benar menguasai ilmu-ilmu syariat dan harus benar-benar syakhshiyyah Islamiyyah dimana telah benar-benar Islami nafsiyyah dan aqliyyahnya. Hatinya penuh hidayah dan ikhlash, juga akalnya berstandar Ulul albaab.
Lalu bagaimana dengan Muhammad Qosim bin Abdul Karim? Layakkah dia diklaim AlMahdi oleh orang-orang yang terpesona dengan kegantengan wajahnya?
Di samping itu, adakah tahi lalat di pipi kanannya?
وفي مرفوع عمران بن حصين أنه حين ذكره رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : يا رسول الله كيف لنا بهذا حتى نعرفه ؟ قال " هو رجل من ولدي كأنه من رجال بني إسرائيل عليه عباءتان قطوانيتان في وجهه الكوكب الدري في اللون في خده الأيمن خال أسود ابن أربعين سنة " أخرجه الإمام أبو عمرو الداني في سننه
Dalam hadits marfunya Imron bin Hushain, bahwa ketika Rasulullah SAW menuturkan AlMahdi, maka Imron bin Hushain berkata: "Wahai Rasulullah, jelaskan kepada kami AlMahdi sehingga kami mengenalnya". Rasulullah bersabda: "Dia laki-laki dari anakku. Dia seperti pemuda Bani Israil. Dia memakai dua jubah Qathwaniyyah. Mukanya bagai bintang yang bersinar-sinar. Di pipi sebelah kanannya terdapat tahi lalat hitam. Dia berumur 40 tahun".
وأخرج أبو نعيم من حديث أبي أمامة رضي الله عنه مرفوعا " المهدي من ولدي ابن أربعين سنة ، كأن وجهه كوكب دري في خده الأيمن خال أسود عليه عباءتان قطوانيتان كأنه من رجال بني إسرائيل يستخرج الكنوز ويفتح مدائن الترك "
Dan Abu Nu'aim telah mengeluarkan dari hadits marfuk Abu 'Umamah :
"AlMahdi itu dari anak cucuku. Dia berumur 40 tahun. Mukanya bagai bintang yang bersinar-sinar. Di pipi sebelah kanannya terdapat tahi lalat hitam. Dia memakai dua jubah Qathwaniyyah bagaikan pemuda Bani Israel. Dia mengeluarkan harta-harta dan menaklukkan negeri-negeri Turki".
Mari mikir, jangan hanya percaya mimpi!
Wallahu A'lam bish showwab
Semoga bermanfaat aamiin