KENAPA SOSOK AMIR HT TIDAK NAMPAK?

Oleh : Abulwafa Romli 

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim 

Pertanyaan diatas sangat pantas dan jamak dilontarkan oleh orang-orang yang belum mengenal HT lebih dekat, bahkan oleh yang sudah kenal dekat, tetapi belum mau mampir dan memasuki rumah besarnya serta menikmati hidangan lezatnya.

Bagi Anda dan siapa saja yang serius mencari haq dengan menanyakan keberadaan Amir HT, maka sebagai pengantar bisa dibuka, dibaca dan dipelajari di link ini ;
https://abulwafaromli.blogspot.com/2016/08/kekuatan.html?m=1

Kemudian kenapa sosok amir dan kantor pusat HT tidak nampak?, Kecuali setelah wafat baru dipublikasikan dan kecuali kantor-kantor wilayahnya seperti kantor HTI di Jakarta selatan. 

Syaikh Taqiyuddin rh sebagai Amir HT pertama dalam kitab Nizhamul Islamnya telah merumuskan Qiyadah Fikriyyah (kepemimpinan ideologis / fikroh Islam), kebalikan dari Qiyadah Syakhshiyyah (kepemimpinan figuritas). Dalam HT siapa pun pemimpinnya asalkan sesuai garis Islam dan tidak keluar dari syariah, maka tetap wajib ditaati. Karena hakikinya sedang dipimpin oleh syariah Islam. Sedang seorang amir hanya sebatas formalitas saja sebagai perintah dari Allah bahwa berjamaah itu wajib dan harus memiliki amir yang didengar dan ditaati. Beda dengan Jamaah yang lainnya, dimana penampakan sosok seorang amir sangat menentukan bagi kesolidan dan kedisiplinan aktifitas anggotanya. Dan hanya HT yang memiliki Qiyadah Fikriyyah Islam seperti ini. Selain HT tidak/belum punya.

Qiyadah Fikriyyah HT itu bukan sekedar teori, tapi dari teori mampu menjelma menjadi fakta, dan realitanya pun demikian. Siapapun peneliti yang jujur pasti berpendapat demikian. HT sedunia bisa menyatu dan bersatu, satu pemikiran, satu pemahaman dan satu perasaan, bahkan satu interaksi. Bersatu, disiplin, super solid dan Istiqomah.

Rumor bahwa amir dan markas HT tidak jelas dan tidak nampak, ini hanya bagi orang luar saja atau orang dalam yang tidak mau tahu karena sudah mencukupkan diri dengan qiyadah fikriyyahnya, dan bagi orang yang tidak jelas. Bagi Kami, amir HT itu sangat jelas. Kapan saja kita bisa berdiskusi dan menikmati analisa politiknya, sebagaimana menikmati postingan-postingan ilmiahnya seperti melalui akun facebooknya. Dan sangat dekat dengan/kepada aktifis HT manapun. Setiap saat Kita dipantau dan dikoreksi. Maka tidaklah berlebihan ketika ada seseorang berkata, Amir HT itu waliyyullah. Beliau ada dimana-mana dan dimana saja, tapi tidak bisa ditembus oleh mata intelijen manapun. Sedang intelijen HT di manapun, InsyaaAllah mampu menembus intelijen negara manapun dan di manapun meskipun berada di dalam dinding yang kokoh. 

Sekali lagi, kerahasiaan keberadaan amir dan markas pusat HT adalah kelebihan, bahkan keistimewaan, juga sebagai bukti bahwa Qiyadah Fikriyyah HT adalah teori mederen yang telah menjadi fakta terindra, dan realitanya pun tidak terbantahkan, terindra oleh siapapun orang waras yang punya Indra. 

Tidak akan pernah paham, mereka yang belum masuk ke rumah HT secara sempurna. Tidak hanya mengintip sebagiannya, dari jendela-jendela diantara kamar-kamarnya, serta melirik sebagian isinya di sekitar mata, lalu manjadi mantan yang tidak punya malu dan rasa. Mereka belum melihat semua kamar dan isinya dari rumah HT yang sangat luas, lalu tidak punya malu mengkritik dengan penuh dusta dan fitnah murahan.

Mari mengaji dan bergabung dalam barisan pengemban dakwah syariah dan khilafah yang cerdas, lurus, Istiqomah dan ikhlas, bersama para aktivis HT di manapun. Dan setelah bergabung dengan HT, pastikan Anda ngaji bab Qiyadah Fikriyyahnya serta benar-benar memahaminya. InsyaaAllah Anda menjadi bagian dari hamba-hamba Allah ;

وَالَّذِيْنَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوْتَ اَنْ يَّعْبُدُوْهَا وَاَنَابُوْٓا اِلَى اللّٰهِ لَهُمُ الْبُشْرٰىۚ فَبَشِّرْ عِبَادِۙ
الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ اَحْسَنَهٗ ۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ هَدٰىهُمُ اللّٰهُ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمْ اُولُوا الْاَلْبَابِ

"Dan orang-orang yang menjauhi taghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, mereka pantas mendapat berita gembira; sebab itu sampaikanlah kabar gembira itu kepada hamba-hamba-Ku, (yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat." (TQS Azzumar : 17-18).

Lengkapnya buka link ini;
https://abulwafaromli.blogspot.com/2018/10/menjadi-hamba-alloh.html?m=1

Wallahu A'lam bish showwab 
Semoga bermanfaat aamiin 

Posting Komentar

1 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.