SANGAT BERAT TAUBATNYA ORANG YANG MEMILIKI PEMIKIRAN NYIMPANG, SESAT, DUSTA DAN FITNAH

Oleh : Abulwafa Romli 

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim 
Sungguh tulisan ini adalah peringatan kepada saudara-saudara Kita yang memiliki pemikiran sesat dan menyesatkan, dari kaum liberal, sekular, moderat, nasionalis, pluralis dan sinkretis. Yaitu mereka yang memposisikan dirinya sebagai penghalang dakwah kepada Syari'ah dan khilafah oleh Hizbut Tahrir Global bersama Umat Islam.

Dan untuk mengokohkan dirinya sebagai penghalang dakwah, mereka terus menyebarkan pemikiran-pemikiran liberal, sekular, moderat, nasionalis, pluralis dan sinkretisnya ke tengah-tengah umat.

Mereka juga menyebarkan pemikiran dusta dan fitnah terhadap para pengemban dakwah syariah dan khilafah; bahwa mereka itu bughot, khawarij, maktazilah, qodariyyah, pemecah belah persatuan, suka mengkafirkan, mengingkari qodho' dan qodar, membolehkan berciuman dan meraba-raba ajnabiyah, mengingkari azab kubur, agen Yahudi, berkantor di Inggris serta menerima dana dari Inggris, hanya teriak khilafah! khilafah!, tanpa memperhatikan tauhid, dan seterusnya.

•PADAHAL Dusta itu Sangat Berat. Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda:

 عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا (رواه مسلم)

“Kalian harus jujur, karena kejujuran itu akan membimbing kepada kebaikan. Dan kebaikan itu akan membimbing ke surga. Seseorang yang senantiasa berlaku jujur dan memelihara kejujuran, maka ia akan dicatat sebagai orang yang jujur di sisi Allah. Dan hindarilah dusta, karena kedustaan itu akan menggiring kepada kejahatan dan kejahatan itu akan menjerumuskan ke neraka. Seseorang yang senantiasa berdusta dan memelihara kedustaan, maka ia akan dicatat sebagai pendusta di sisi Allah.” (HR. Muslim). Dan hadits-hadits yang lainnya.

•DAN FITNAH itu Sangat Berat. Allah subhanahu wata'ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيق 

"Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan (memfitnah) kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar." (QS Al-Buruj ayat 10).

•MENJADI Penghalang Dakwah Penegakkan Sistem Pemerintahan Islam Khilafah serta Menjadi Pejuang untuk Mempertahankan Sistem Kufur Demokrasi, juga Sangat Berat. Allah subhanahu wata'ala berfirman:

أَلَا لَعْنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلظَّٰلِمِينَ، ٱلَّذِينَ يَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا وَهُم بِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ كَٰفِرُونَ، أُو۟لَٰٓئِكَ لَمْ يَكُونُوا۟ مُعْجِزِينَ فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا كَانَ لَهُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِنْ أَوْلِيَآءَ ۘ يُضَٰعَفُ لَهُمُ ٱلْعَذَابُ 

"Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang zalim, (yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. Mereka itulah orang-orang yang tidak meyakini adanya hari akhirat. Mereka itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) di bumi ini. Sekali-kali tidak ada bagi mereka penolong selain Allah SWT. Siksaan itu dilipatgandakan atas mereka”. (QS. Hud ayat 18-20). Dan ayat-ayat lainnya.

•KEMUDIAN Bagaimana Pertaubatan Mereka?, juga Sangat Berat:

قال ابن رجب: ولقد ذكر لأبي عبد الله أحمد بن حنبل رجل من أهل العلم، كانت له زلة، وأنه تاب من زلته، فقال: لا يقبل الله ذلك منه حتى يظهر التوبة والرجوع عن مقالته، وليعلمن أنه قال مقالته كيت وكيت، وأنه تاب إلى الله تعالى من مقالته، ورجع عنه، فإذا ظهر ذلك منه حينئذ تقبل، ثم تلا أبو عبد الله ” إلا الذين تابوا وأصلحوا وبينوا ” (ذيل طبقات الحنابلة (٣٠١/١).
‎‎
Ibnu Rojab berkata; Sungguh pernah dituturkan kepada Abu Abdullah Ahmad bin Hambal, seorang ulama yang dulunya dia punya ketergelinciran (pemikiran salah atau sesat) dan dia telah taubat dari ketergelincirannya. Lalu Imam Ahmad berkata; 

"Allah tidak akan menerima tobatnya sampai dia menampakkan tobatnya dan merujuk dari perkataannya. Dia harus mengumumkan kalau dia pernah mengatakan perkataan demikian dan demikian, dan bahwa dia telah bertaubat kepada Allah ta'ala dari perkataannya dan telah merujuk darinya. Jika telah tampak hal tersebut darinya, maka ketika itu diterima (taubatnya)." 

Lalu Imam Ahmad membaca ayat; "Kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan." (QS al-Baqarah [2]: 160).

(Ibnu Rajab, Dzail Thabaqaat al-Hanabilah, Juz 1, hlm. 300).

Kalau tulisan ini saya lengkapi dengan ayat-ayat serta tafsir-tafsirnya, hadits-hadits serta syarah-syarahnya, dan pernyataan-pernyatan ulama lainnya, maka sungguh sangat panjang dan menakutkan. Tetapi yang tersedia diatas sudah cukup bagi orang yang cerdas dan ikhlas.

Yahdikumulloh, semoga bermanfaat aamiin 

#Khilafah #KhilafahAjaranIslam #KhilafahWarisanRasulullah #DemokrasiSistemKufur #DemokrasiWarisanPenjajah #IstiqomahdiJalanDakwah #JanganPalsukanKhilafah

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.