KHILAFAH JANJI ALLAH subhanahu wata'ala

Oleh : Abulwafa Romli 

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim 
Ada saja orang-orang yang meragukan, bahkan menyalahkan Hizbut Tahrir dalam menisbatkan khilafah sebagai janji Allah. Karena menurut mereka menisbatkan khilafah sebagai janji Allah itu dalilnya harus qoth'i tsubut dan qoth'i dalalah. Sedang QS An-Nur ayat 55 dan hadits Imam Ahmad tentang pase kepemimpinan umat, menurut mereka, itu tidak memenuhi kriteria dalil yang qoth'i tsubut dan qoth'i dalalah. 

Benarkah demikian? Tidak benar! 
Karena cara istinbath dan pemahaman yang benar dan syar'i terhadap surat An-Nur ayat 55 itu sangat jelas menunjukkan bahwa Khilafah Adalah Janji Allah. 

Allah SWT berfirman :
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً ... 
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka para khalifah di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka para khalifah, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa...”. (QS an-Nuur [24]: 55).

Pada surat An-Nur ayat 55 diatas Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal soleh dengan tiga janji yang saling terkait satu sama lainnya. Janji Allah ini adalah pasti (qoth'i) karena bersumber dari Alqur'an dan Allah pasti akan memenuhi janji-Nya. Janji Allah yang pertama adalah akan menjadikan mereka para khalifah. Ini adalah pasti, karena lafadz istakhlafa atau yastakhlifu ( اسْتَخْلَفَ / يَسْتَخْلِفَ) maknanya adalah menjadikan / mengangkatnya sebagai khalifah. Di bawah adalah dalil syar'inya :

DALIL ASSUNNAH
Terkait istakhlafa bermakna mengangkat khalifah, Rasulullah SAW bersabda :
عن حذيفة قال: قالوا: يا رسول الله، ألا تستخلف علينا؟ قال: إني إن استخلفت عليكم فتعصون خليفتي ينزل عليكم العذاب. أخرجه الحاكم في المستدرك
Dari Hudzaifah berkata; Sahabat berkata; "Wahai Rasulullah, apakah Engkau tidak mengangkat khalifah atas kami?", Rasulullah bersabda : "Sesungguhnya apabila aku mengangkat khalifah atas kalian, lalu kalian durhaka kepada khalifahku, maka akan turun azab". (Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Hakim dalam kitab Al-Mustadrok). 

Dan dari Abdullah bin Umar dari Umar, bahwasanya telah dikatakan kepadanya ;
  ألا تستخلِفُ ؟ فقال: إنْ أترُكْ فقد ترَك مَن هو خيرٌ منِّي: رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم وإنْ أستخلِفْ فقد استخلَف مَن هو خيرٌ منِّي: أبو بكرٍ، فأثنى عليه وقال: إنِّي ودِدْتُ أنْ أتخلَّصَ منها لا علَيَّ ولا لي
 "Apakah kamu tidak mengangkat khalifah?", lalu Umar berkata; " Apabila aku meninggalkan (tidak mengangkat khalifah) , maka benar-benar telah meninggalkan orang yang lebih baik dariku, yaitu Rasulullah SAW. Dan apabila aku mengangkat khalifah, maka benar-benar telah mengangkat khalifah, orang yang lebih baik dariku, yaitu Abu Bakar". Lalu Umar memuji Abu Bakar dan berkata; "Aku senang bisa terlepas dari pengangkatan khalifah, tidak bahaya atasku dan tidak manfaat bagiku". (HR Bukhari [7218], Muslim [1823] dan Ibnu Hiban [4478]).

Allah sendiri pada An-Nur ayat 55 tidak memakai lafadz istawla (mengangkat wali / gubernur), ista'maro (mengangkat amir / pemimpin), istahkama (mengangkat hakim / penguasa), istamlaka (mengangkat malik / raja), tetapi hanya memakai lafadz istakhlafa (mengangkat khalifah) . 

PERNYATAAN ULAMA MUFASSIR TERKAIT JANJI ALLAH AKAN MENJADIKAN MEREKA PARA KHALIFAH

Dan terkait tafsir An-Nur ayat 55, Imam Ibnu Katsir berkata :
هذا وعد من الله لرسوله صلى الله عليه وسلم بأنه سيجعل أمته خلفاء الأرض ، أي : أئمة الناس والولاة عليهم ، وبهم تصلح البلاد ، وتخضع لهم العباد
"Ini adalah janji dari Allah kepada Rasulullah SAW, bahwa Allah akan menjadikan umatnya para khalifah di bumi. Yakni para pemimpin dan penguasa manusia, dimana dengan mereka negeri-negeri menjadi baik dan kepada mereka hamba-hamba sama tunduk". (Tafsir Ibnu Katsir terkait An-Nur ayat 55).

Perlu diketahui bahwa imam/aimmah adalah Imam a'zhom yaitu khalifah/khulafa'  sedang wali/wulat (gubernur) adalah jabatan di bawah khalifah. 

Imam Qurtuby berkata :
وقال قوم : هذا وعد لجميع الأمة في ملك الأرض كلها تحت كلمة الإسلام ؛ كما قال : عليه الصلاة والسلام - : زويت لي الأرض فرأيت مشارقها ومغاربها وسيبلغ ملك أمتي ما زوي لي منها 
"Ulama tafsir berkata : "Ini adalah janji kepada semua umat Islam dalam menguasai seluruh bumi di bawah kalimat Islam. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda : "Telah dihimpun (dilempit) kepadaku bumi. Lalu aku melihat semua arah timurnya dan semua arah baratnya. Dan  kekuasaan umatku akan sampai kepada seluruh bumi yang telah dihimpun kepadaku". (Tafsir Qurtuby terkait An-Nur ayat 55).

Jadi janji Allah akan menjadikan para khalifah diatas adalah kepada semua umat Islam sampai akhir zaman dan mereka akan menguasai seluruh penjuru dunia dalam satu kepemimpinan khalifah, bukan menguasai negara-negara nasional dengan banyak penguasanya. 

Imam Abullaits Assmarqondi (333 - 375 H) berkata :
ونزلت هذه الآية { وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ آمَنُواْ مِنْكُمْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي ٱلأَرْضِ } الآية ويقال: نزلت في شأن أبي بكر وعمر وعثمان وعلي رضي الله عنهم ليستخلفنهم يعني: يكونوا خلفاء بعد رسول الله - صلى الله عليه وسلم - واحداً بعد واحد
"Ayat ini (An-nur 55) telah turun mengenai Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali radhiyallahu 'anhum, yakni mereka akan menjadi para khalifah setelah Rasulullah SAW, satu demi satu". (Tafsir Bahrul 'Ulum). 

Pernyataan Abul Laits ini menjelaskan dengan sangat jelas bahwa makna islakhlafa adalah menjadikan khalifah, karena Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali ra adalah para khalifah yang saling berganti. Sebagaimana pernyataan Imam Ibnu Athiyah di bawah :

Imam Ibnu Athiyah (w.546 H) berkata : "Dan Imam Adh-Dhohak dalam kitab An-Niqosy berkata :
 هذه الآية تتضمن خلافة أبي بكر وعمر وعثمان وعلي لأنهم أهل الإيمان وعمل الصالحات، وقد قال رسول الله صلى الله عليه وسلم "الخلافة بعدي ثلاثون سنة"
"Ayat ini mencakup khilafahnya Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali, karena mereka ahlu iman dan amal shalih. Dan Rasulullah SAW benar-benar telah bersabda ; "Khilafah ('ala minhajin nubuwwah) setelahku itu tiga puluh tahun".
 قال الفقيه الإمام القاضي : والصحيح في 
الآية أنها في استخلاف الجمهور 
Al-Faqih Al-Imam Al-Qodhi berkata; "Pendapat yang benar terkait ayat, bahwa ayat itu mengenai menjadi khalifahnya mayoritas (para khalifah sepanjang zaman)". (Ibnu Athiyah, Almuharror Alwajiz fi Tafsiril Kitabil Wajiz). 

Kesimpulannya :
Dari dalil Assunnah dan pernyataan ulama mufassir di atas, menjadi pasti (qoth'i) bahwa lafadz istahklafa, yastakhlifu atau istikhlaf maknanya adalah mengangkat/menjadikannya sebagai khalifah. Dan makna ini juga bisa dicek dalam ma'ajim 'arobiyyah (kamus-kamus mukjam Arab). Maka dalil/hujjah bahwa khilafah adalah janji Allah, adalah dalil yang pasti (qoth'i tsubut dan qoth'i dalalah). Ini juga dikuatkan dengan ilmu shorof/tashrif berupa susunan ;
خَلُفَ يِخْلُفُ خِلَافَةً ومَخْلَفًا فَهُوَ خَلِيْفَةٌ - - أُخْلُفْ لَا تَخْلُفْ ...
Dalam susunan shorof itu saling kait-terkait antara lafadz khilafah (mashdar ghairu mim), khalifah (isim sifat), dan ukhluf (fi'il amar). Dan dalam Alqur'an juga lafadz khalifah dan ukhluf dipakai. Allah berfirman :
وَقَالَ مُوسَى لِأَخِيهِ هَارُونَ اخْلُفْنِي فِي قَوْمِي
"Berkata Musa kepada saudaranya, Harun, "Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku." (QS al-A'raf [7]: 142). Jadi nabi Musa mengangkat nabi Harun sebagai khalifah, karena ayat ini memakai fi'il amar ukhluf yang menunjukan kepada mashdar khilafah dan isim sifat khalifah. Sedang terkait khalifah di dalam Alqur'an, Imam Qurthubi berkata :
ودليلنا قول الله تعالى : {إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً} [البقرة : 30] ، وقوله تعالى : {يَا دَاوُدُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الأَرْضِ} [ص : 26] ، وقال : {وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأَرْضِ} [النور : 55] أي يجعل منهم خلفاء ، إلى غير ذلك من الآي
"Dalil kami (Ahlussunnah Waljama’ah) ialah firman Alloh SWT.: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (QS Albaqoroh : 30). Dan firman Alloh SWT.: “Hai Daud, Sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi,…”. (QS Shad : 26). Dan Alloh SWT berfirman : “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka para khalifah dimuka bumi”. (QS Annûr ayat 55). Yakni Alloh akan menjadikan dari mereka para khalifah. Dan ayat-ayat yang lain".
Jadi menurut Imam Qurtubi juga lafadz istakhlafa bermakna menjadikan khalifah. 

Intinya ketika ada lafadz khalifah maka pasti ada lafadz khilafah, atau sebaliknya. Sehingga bisa dipastikan bahwa khalifah adalah kepala negara dalam sistem pemerintahan Islam khilafah, bukan kepala negara sistem demokrasi, republik, teokrasi atau kerajaan yang tidak pasti. 

Faktanya juga penguasa setelah kepergian Rasulullah SAW adalah para khalifah. 
عن أَبي هريرةَ قَالَ: قالَ رَسُول اللَّه ﷺ: كَانَت بَنُو إسرَائِيلَ تَسُوسُهُمُ الأَنْبياءُ، كُلَّما هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبيٌّ، وَإنَّهُ لا نَبِيَّ بَعدي، وسَيَكُونُ بَعدي خُلَفَاءُ فَيَكثُرُونَ، قالوا: يَا رسول اللَّه، فَما تَأْمُرُنَا؟ قَالَ: أَوفُوا بِبَيعَةِ الأَوَّلِ فالأَوَّلِ، ثُمَّ أَعطُوهُم حَقَّهُم، وَاسأَلُوا اللَّه الَّذِي لَكُم، فَإنَّ اللَّه سائِلُهم عمَّا استَرعاهُم متفقٌ عليه
Dari Abu Hurairah ra berkata ; Rasulullah SAW bersabda ; "Dahulu Bani Israil itu urusan politiknya dipimpin oleh para nabi. Ketika seorang nabi wafat, maka digantikan oleh nabi yang lain. Sesungguhnya tidak ada nabi lagi setelahku. Dan setelahku akan ada para khalifah lalu mereka berjumlah banyak". Sahabat berkata; " Wahai Rasulullah apa yang engkau perintahkan kepada kami?", Rasulullah bersabda; "Penuhilah baiat khalifah yang pertama lalu khalifah yang pertama, kemudian berikan hak mereka kepada mereka, dan mintalah hak kamu kepada Allah. Karena Allah yang akan menanyai mereka tentang pengaturan rakyatnya". (Hadits Muttafaq 'alaih). 

WALHASHIL
Bahwa janji Allah akan menjadikan diantara orang-orang yang beriman dan beramal soleh sebagai para khalifah yang tentu dalam sistem pemerintahan islam khilafah, dalilnya adalah pasti (qoth'i tsubut dan qoth'i dalalah). Sehingga khilafah adalah janji Allah dalilnya juga pasti. Karena tidak ada khalifah kecuali di dalam sistem khilafah. 

Adapun yang dalilnya tidak pasti bahkan hanyalah wahen adalah janji Allah kepada orang-orang yang beriman dan beramal soleh bahwa Allah akan menjadikan mereka para raja atau perdana menteri dalam sistem kerajaan atau monarki, presiden dalam sistem republik atau demokrasi, dan amir dalam sistem keamiran. 
(Postingan berikutnya, KHILAFAH BUSYRO RASULULLAH)

Wallahu A'lam bish Showwab Yahdikumulloh, semoga bermanfaat, aamiin 
#Khilafah #KhilafahAjaranIslam #IstiqomahdiJalanDakwah #JanganPalsukanKhilafah
Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.