Oleh : Abulwafa Romli
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Tulisan ini InsyaaAllah bisa membongkar pemikiran liberal penghalang dakwah Islam Kaffah & Khilafah.
=====mulai=====
Kamsudin Husen :
Orang HTI itu tidak bisa membedakan konsep khilafah dan Khalifah.
Mereka mencoba mendefinisikan secara bersamaan agar mereka punya dasar untuk berargumen padahal nilainya nol.
* Salam Demokracy *✊
>>>dan<<<
Nurahmah Soleh:
Ketika Hizbut Tahrir mencoba mencoba mengajak Cak Nun mendukung mereka, begini jawaban cak nun.
"Kalo anti Khilafah ala HTI itu enggak apa apa, HT keliru memaknai Khalifah dan khilafah"
Namun di Medsos mereka memanipulasi seolah-olah cak nun mendukung ide Hizbut Tahrir.
Hizbut Tahrir memaknai Khalifah dan khilafah secara serampangan.
Monggo disimak penjelasan Cak nun soal Khilafah yang disalah pahami oleh Hizbut Tahrir.
=====Selesai=====
KOMENTAR saya :
Bagi kaum muslimin hanya khilafah sebagai thoriqoh muktabar dalam bernegara. Khilafah itu berbeda dengan sistem pemerintahan demokrasi dengan semua jenisnya termasuk sistem republiknya. Khilafah juga bukan teokrasi, bukan kerajaan, bukan imperium, dan bukan federasi.
•Sanad demokrasi:
Sanad demokrasi itu dari Plato dari Yunani kemudian dikembangkan oleh Aristoteles, Monstesqueu, JJ Reuseu, dan para tokoh demokrasi kafir lainnya.
Semua sistem dan bentuk pemerintahan selain khilafah adalah thoriqoh bernegara yang tidak muktabar, salah dan sesat, dimana akan melahirkan berbagai kerusakan, kezaliman, penderitaan, kesengsaraan, kemunkaran, kemaksiatan, bahkan kekufuran dan kesyirikan yang tidak mendapat solusi syar'i. Berbagai khayalan dan penipuan keadilan dan kesejahteraan demokrasi adalah mantra sihir yang terus ditiupkan ke ubun-ubun kaum muslimin melalui buhul-buhul para penjajah dan antek-anteknya. Demokrasi itu sendiri hanyalah khayalan dan penipuan yang tidak memiliki fakta selain dusta dan pengkhianatan. Khianat kepada Tuhan Pencipta dan khianat kepada rakyat tercipta. Tidak ada keadilan dan kesejahteraan sama sekali dalam demokrasi. Karena tujuan dari penerapan demokrasi hanyalah penjajahan dan melanggengkan penjajahan.
•Sanad khilafah:
Sedang sanad khilafah sebagai thoriqoh bernegara itu dari para Imam mujtahidin sepanjang zaman (termasuk tabi'in dan tabi'it tabi'in) dari sahabat dari Rasulullah dari Jibril dari Allah azza wajalla. Allah sendiri yang berfirman :
وإذ قال ربك للملائكة إني جاعل في الأرض خليفة...
"Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi ...". (QS Albaqoroh ayat 30).
Dalam ayat lain Allah swt menjelaskan tugas khalifah :
ياداود إنا جعلناك خليفة في الأرض فاحكم بين الناس بالحق ولا تتبع الهوى فيضلك عن سبيل الله ...
"Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan perkara di antara manusia dengan haq (adil) dan janganlah kamu mengikuti (hukum produk) hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Alloh...". (QS Shaad [38]:26).
•Khilafah dalam Al-Qur'an:
Memang dalam Alqur'an Allah hanya menyebut kata khalifah, bukan khilafah. Tetapi kata khalifah sebagai isim shifat itu menunjukkan adanya kata khilafah sebagai mashdar ghairu mim sebelumnya, dimana keduanya saling terkait, tidak ada khalifah tanpa khilafah dan sebaliknya. Ini bisa dipahami dari susunan tashrifnya sebagai berikut;
خلف يخلف خلافة ومخلفا فهو خليفة
Kholufa yakhlufu khilaafatan wa makhlafan fahuwa khaliifatun. Juga dibahas dalam ilmu nahwu terkait tashrif (shorof). Jadi tidak ada kata khalifah tanpa khilafah. Karenanya sudah populer di kalangan ulama bahwa khalifah itu pemangku jabatan khilafah, sebagaimana waaliy pemangku jabatan wilayah. Assunnah Annabawiyah juga banyak membicarakan khilafah, bukan hanya khalifah. Diantaranya ialah, Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda:
ﺗَﻜُﻮﻥُ ﺍﻟﻨُّﺒُﻮَّﺓُ ﻓِﻴﻜُﻢْ ﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻥْ ﺗَﻜُﻮﻥَ ﺛُﻢَّ ﻳَﺮْﻓَﻌُﻬَﺎ ﺇِﺫَﺍ ﺷَﺎﺀَ ﺃَﻥْ ﻳَﺮْﻓَﻌَﻬَﺎ ﺛُﻢَّ ﺗَﻜُﻮﻥُ ﺧِﻠَﺎﻓَﺔٌ ﻋَﻠَﻰ ﻣِﻨْﻬَﺎﺝِ ﺍﻟﻨُّﺒُﻮَّﺓِ ... ﺛُﻢَّ ﺗَﻜُﻮﻥُ ﺧِﻠَﺎﻓَﺔً ﻋَﻠَﻰ ﻣِﻨْﻬَﺎﺝِ ﺍﻟﻨُّﺒُﻮَّﺓِ ﺛُﻢَّ ﺳَﻜَﺖَ . ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺣﻤﺪ
“Di tengah kalian sedang ada daulah kenabian, yang dengan izin Allah ia akan tetap ada, kemudian Allah mengangkatnya, ketika Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti tuntunan daulah kenabian, … Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti tuntunan daulah kenabian". Kemudian Nabi diam". (HR Ahmad Dari Hudzaifah bin al-Yaman RA).
Dan sabdanya:
ﺍﻟﺨﻼﻓﺔ ﻓﻰ ﺃﻣﺘﻲ ﺛﻼﺛﻮﻥ ﻋﺎﻣﺎ ﺛﻢ ﻣﻠﻚ ﺑﻌﺪ ﺫﻟﻚ
"Khilafah (‘ala minhajin nubuwwah) pada umatku adalah tiga puluh tahun, kemudian setelah itu kerajaan (khilafah ‘ala minhajil muluk)". (HR Ahmad dari Safinah).
Dalam riwayat lain;
ﺧﻼﻓﺔ ﺍﻟﻨﺒﻮﺓ ﺛﻼﺛﻮﻥ ﺳﻨﺔ ﺛﻢ ﻳﺆﺗﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺃﻭ ﻣﻠﻜﻪ ﻣﻦ ﻳﺸﺎﺀ
"Khilafah (ala Minhajin) Nubuwah itu tiga puluh tahun, kemudian Allah memberikan kekuasaan (khilafah ala minhajil muluk), atau kekuasaan-Nya kepada orang yang dikehendaki". (HR Abu Daud dari Safinah).
Jadi Khalifah dan khilafah itu laksana dua sisi mata uang yang saling kait terkait. Khalifah adalah kepala negaranya, sedang khilafah adalah sistem pemerintahan dan bentuk negaranya. Sehingga memisahkan antara keduanya adalah pemikiran liberal yang menjadikan Khalifah palsu dan khilafah palsu.
•Tugas serta pungsi khilafah:
Sedang tugas khalifah yang asli secara global adalah menerapkan hukum Allah secara total atau berislam kaffah. Sedang secara perinci adalah menerapkan 6 (enam) sistem; 1) sistem pemerintahan Islam, 2) sistem ekonomi Islam, 3) sistem pendidikan Islam, 4) sistem pergaulan Islam, 5) sistem uqubat Islam, dan 6) politik dalam dan luar negeri Islam, yaitu menerapkan syariah Islam secara sempurna di dalam negeri dan menyebarkan risalah Islam ke seluruh dunia dengan dakwah dan jihad fisabilillah.
Keenam sistem tersebut mustahil bisa dijalankan oleh sistem pemerintahan selain khilafah. Karenanya tidak ada khalifah kecuali dalam sistem khilafah. Dan tidak ada Khilafah tanpa penerapan syariah Islam secara kaffah.
Khalifah juga bertugas menyatukan seluruh negeri-negeri kaum muslimin di seluruh dunia dengan terus melakukan futuhat. Karena sulit, bahkan mustahil kaum muslimin bisa bersatu tanpa terlebih dahulu menyatukan negeri-negerinya.
Sedang penyebutan khalifah kepada presiden, raja, perdana mentri, dan penguasa lainnya, juga kepada setiap pemimpin, meskipun setingkat RT dan RW, adalah penipuan dan penyesatan yang terus dihembuskan dan dipropagandakan oleh setan-setan pasukan Iblis dari jenis manusia dari para penjajah kafir, musyrik dan atheis bersama anjing-anjing peliharaannya yang tidak henti menggonggong agar bisa terus tanpa rintangan melanggengkan penjajahan dan penjarahannya terhadap SDA negeri-negeri terjajah. Juga karena, semua penguasa dan pemimpin selain khalifah itu mustahil bisa melaksanakan tugas-tugas khalifah sebagaimana tersebut diatas.
Yahdikumulloh
Semoga bermanfaat aamiin