MEMBONGKAR FITNAH SANG MANTAN (24)

"Jangan Ragukan Infaq Tabaru'at Kepada Hizbut Tahrir!"

Oleh : Abulwafa Romli 

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim 
Pada seri APAKAH ELIT HIZBUT TAHRIR DIGAJI ke (1) & (2), Muafa hanya memenuhinya dengan asumsi-asumsi dimana tidak perlu saya tanggapi semuanya. Karena kalaupun ada hal-hal yang benar sebagaimana kata Muafa, maka adalah wajar dan dibolehkan, bahkan keharusan. Dan setiap jama'ah, organisasi, partai politik atau perkumpulan apapun bentuk dakwahnya, semuanya melakukan hal-hal yang sama. Karena dakwah itu dijalankan oleh manusia terhadap manusia, dimana semuanya memiliki naluri dan kebutuhan jasmani yang harus terpenuhi.

Kalaupun ada hal-hal yang tidak benar dituduhkan oleh Muafa, maka cukup jawab, ini tidak benar, serta sumpah ketika harus sumpah, sedang Muafa sendiri wajib mendatangkan bukti-buktinya. Rasulullah SAW bersabda :

لو يُعْطَى الناسُ بدعواهُم لادّعَى قومٌ دماءَ قومٍ وأموالهُم ، ولكنّ البيّنَة على المُدّعِي ، واليمينُ على من أنكرَ

“Jika semua orang diberi hak (hanya) dengan dakwaan (klaim) mereka (semata), niscaya (akan) banyak orang yang mendakwakan (mengklaim) harta orang lain dan darah-darah mereka. Namun, bukti wajib didatangkan oleh pendakwa (pengklaim), dan sumpah harus diucapkan oleh orang yang mengingkari (tidak mengaku).” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Al-Baihaqi). 

Pada seri ke (2) Muafa menyatakan; 
"Yang paling ngenes itu para musyrif. Yakni para pembina halaqah.
Ujung tombak perekrutan Hizbut Tahrir itu sebenarnya ya di musyrif ini.
Mereka ini malah tidak dapat uang apapun dan justru paling banyak keluar uang untuk kepentingan Hizbut Tahrir..."

Penggalan perkataan Muafa ini adalah bukti bahwa Muafa itu jahil. Karena semua struktur Hizbut Tahrir sebagaimana dikatakan oleh Muafa pada seri ke (1);
1.Mu’tamad/Direktur dibantu Anggota Majelis Wilayah/AMW
2.Asisten Direktur (ASDIR)
3.Mas’ul/Mas’ulah
4.Musā‘id/Musā‘idah
5.Musyrif/Musyrifah", 
semua mereka adalah musyrif. Karena jabatan idari Hizbut Tahrir setinggi mu'tamad bahkan amir pun tetap menjadi musyrif, dan tidak ada yang berhenti tanpa udzur syar'i dari tugas serta kewajibannya sebagai musyrif. Dan dari mereka semua juga ditarik infaq dakwah fisabilillah. Karenya, semakin tinggi jabatan idari syabab, semakin berat tugas dan tanggungjawabnya. Sehingga waktu untuk nyari nafkah keluarganya pun tidak tersisa karena habis buat aktivitas dakwah. Nah karena ini, mereka harus digaji (diberi tunjangan) sesuai kebutuhan dirinya dan keluarganya yang wajib dinafkahi. Kejahilan Muafa seperti ini merembet pada yang lainnya. Sehingga sah saya katakan bahwa Muafa itu si jahil yang usil, sok tahu lagi.

Sekarang fokus membongkar tulisan Muafa pada APAKAH ELIT HIZBUT TAHRIR DIGAJI seri ke (4) sebagai berikut :

=====Muafa=====
APAKAH ELIT HIZBUT TAHRIR DIGAJI  (4-selesai)?

Oleh: Muafa

Sekarang saya menyeru dan menasihati para awam Hizbut Tahrir.

Jangan terlalu lugu lalu menyangka bahwa uang yang Anda setorkan itu murni digunakan untuk “aktivitas dakwah” sebagaimana sering ditanamkan oleh pejabat-pejabat Hizbut Tahrir.

Anda tidak pernah diberitahu rincian penggunaan uang Anda.

Anda juga  tidak diberitahu bahwa sebagian uang Anda ternyata dipakai untuk menggaji elit mereka.

Jadi, uang Anda adalah sumber hidup utama sebagian elit-elit Hizbut Tahrir.

Bahkan sebagian uang Anda juga dipakai untuk menyewa rumah mewah untuk menyambut mandub amir, dipakai untuk menginap dari satu hotel ke hotel lainnya saat melakukan “kunjungan kerja ke daerah”, rapat di rumah makan mewah atau di hotel mewah, bahkan saya juga pernah dapat info dipakai juga untuk membelikan jajan, es krim dll untuk anak yang dibawa oleh elit-elit Hizbut Tahrir itu.

Jadi ada lho fenomena seperti “perjalanan dinas” di tubuh Hizbut Tahrir itu.

Ada juga kasus pembelian mobil dari kas Hizbut Tahrir, lalu mobil inventaris organisasi itu dipakai untuk kepentingan pribadi ke tempat tertentu, mengantar anak, mengantar istri, dipakai mudik lebaran pulang kampung saat hari raya dan lain-lain.

Perkara Anda rela apa tidak itu urusan lain.

Saya hanya menyoroti masalah transparansi penggunaan uang Hizbut Tahrir yang selama ini disembunyikan tanpa ada pertanggungjawaban sama sekali terhadap pemberi dana.

Sebab uang Anda dipakai untuk gaji elit-elitnya ternyata.

Dipakai untuk nginap dari satu hotel ke hotel lainnya.

Dipakai rapat dari di restoran-restoran mewah.

Dipakai untuk beli  kantor pusat yang mewah.

Dipakai untuk aktivitas politik menggulingkan kekuasaan.

Agar nanti kekuasaan bisa diberikan ke amir Hizbut Tahrir.
=====jeda=====

SANGGAHAN saya :

1- Muafa jahil dengan apa itu dakwah dan apa itu aktivitas dakwah. Dakwah itu menyeru manusia kepada... Dan aktivitas dakwah itu interaksi manusia dengan manusia. Seperti telah saya katakan bahwa pengemban dakwah itu manusia yang memiliki naluri dan kebutuhan jasmani yang harus terpenuhi. Mereka bukan malaikat. Sehingga hal-hal yang disampaikan oleh Muafa diatas itu memang harus, sangat wajar dan dianjurkan. Membangun kantor dakwah dan memberi pasilitas mewah sesuai kemampuan dan tidak ada takalluf, kepada utusan dakwah, ulama dan tokoh-tokoh masyarakat, apalagi sebagai tamu-tamu undangan, adalah hal yang dianjurkan dalam Islam. Apalagi dalam rangka dakwah dan fisabilillah.

2- Sedang terkait transparansi penggunaan uang Hizbut Tahrir, Muafa juga sangat jahil. Karena kebutuhan, masukan dan pengeluaran dana dakwah di Hizbut Tahrir itu selalu diaudit oleh petugasnya masing-masing dan sangat transparan sekali. Kalau tidak diaudit, maka dari mana diketahui kelebihan serta kekurangannya? Memang hal ini tidak ngasih tahu kepada Muafa. Karena, apalagi dia lebih banyak diberi infaq oleh syabab dari pada memberi infaq dakwah. Sehingga dia bisa kuliah kemudian menjadi dosen pun banyak menerima dari infaq dari syabab. Seharusnya dia malu, kalau dia masih punya malu yang bagian dari iman, bukan hanya punya kemaluan.

3- Infaq dakwah Hizbut Tahrir itu benar-benar dipakai untuk dakwah dan hampir semua syabab itu tahu. Bahkan mereka rela dan bangga dengan infaq dakwah serta pengaturan penggunaannya. Karena mereka selalu diberi tahu setiap agenda dan tempat dakwahnya. Sehingga mereka bisa mengira harus berapa besar dana yang dibutuhkannya, dari mana dan siapa munfiq (orang yang memberi infaq) besarnya, karena setiap mereka merasa infaqnya terlalu kecil. Setiap mereka merasa malu untuk sekedar menanyakan berapa dananya dan dari mana asalnya, apalagi untuk minta audit dan transparansi keuangan. Betapa malunya mereka. Ya karena mereka punya iman di dalam dadanya. Bukan hanya punya kemaluan seperti halnya sang mantan.

4- Muafa juga jahil bahwa tujuan dakwah Hizbut Tahrir itu bukan untuk menggulingkan kekuasaan. Tetapi ini tujuan dakwah Hizbut Tahrir :
"Tujuan (dakwah) Hizbut Tahrir  
Ialah melanjutkan kehidupan Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh Dunia. Tujuan ini berarti mengembalikan kaum Muslimin kepada kehidupan secara Islam di dalam Darul Islam dan Masyarakat Islam, dimana semua urusan kehidupannya dijalankan sesuai hukum-hukum syariah, dan sudut pandangnya adalah Halal - Haram, di dalam naungan negara Islam, yaitu negara Khilafah. Negara dimana kaum Muslimin mengangkat seorang khalifah yang mereka membaiatnya atas dasar (mereka) mendengar dan ta'at (kepada khalifah), atas dasar (khalifah) memerintah (memutuskan perkara) dengan kitab Allah dan sunnah Rasulullah, dan atas dasar (Khalifah) mengemban risalah Islam ke seluruh Dunia dengan dakwah dan jihad". (Imam Taqiyyuddin An-Nabhani, Hizbut Tahrir, hal.13).
Lengkapnya klik disini; https://romliabulwafa.blogspot.com/2024/05/tujuan-dakwah-hizbut-tahrir.html?m=1

=====Muafa=====
Setoran yang Anda berikan ke Hizbut Tahrir bagi saya adalah setoran yang dipertanyakan jika disebut amal saleh atau infak di jalan Allah.

Sebab levelnya tidak jauh beda dengan tarikan wajib seperti di NII atau JOKAM. 

Yang lebih sesuai dengan dalil dan lebih dekat dengan rida Allah adalah jika uang Anda diberikan untuk  nafkah anak istri, memenuhi kebutuhan orang tua, melunasi utang saudara, meminjami kerabat yang butuh untuk makan, menyantuni kerabat yang perlu untuk pendidikan, membantu kerabat untuk biaya pengobatan, bersedekah kepada tetangga dan semisalnya.

Yang seperti ini pahalanya jauh lebih besar dan lebih bermanfaat karena dalinya lugas dan jelas daripada disetor kepada orang-orang Hizbut Tahrir yang dalilnya tidak ada dan terkesan dicari-cari, padahal intinya setoran uang Anda sebenarnya ya dipakai untuk gerakan politik menggulingkan kekuasaan agar amir HT mendapatkan kekuasaan. (selesai).
اللهم  أعذنا من مضلات الفتن
=====selesai=====

TANGGAPAN saya :
1- Setoran (Iltizamat Tabaru'at) yang diberikan kepada Hizbut Tahrir itu sangat jelas sebagai infaq dakwah atau infaq fisabilillah. Hal ini sudah saya jelaskan pada edisi Membongkar Fitnah Sang Mantan edisi ke (23) sebelum ini. Klik disini; https://romliabulwafa.blogspot.com/2024/07/membongkar-fltnah-sang-mantan-23.html?m=1

2- Sedang terkait uang untuk nafkah anak istri, memenuhi kebutuhan orang tua, melunasi utang saudara, meminjami kerabat yang butuh untuk makan, menyantuni kerabat yang perlu untuk pendidikan, membantu kerabat untuk biaya pengobatan, bersedekah kepada tetangga dan semisalnya, maka InsyaaAllah para syabab sudah ngerti dan sudah praktek. Tidak perlu nasehat dari Sang Mantan yang jahil dan usil, juga tidak punya malu, bahkan Sang Mantan yang tidak amanah. Sedang penasehat itu harus muslim yang punya amanah.

Dalam hadits Tirmidzi dari Abu Hurairah ra :
 أن النبي صلى الله عليه وسلم قال لأبي الهيثم بن التيهان : ” هل لك خادم ؟ فقال : لا . قال : ” فإذا أتانا سبي فأتنا . فأتي النبي – صلى الله عليه وسلم – برأسين ، فأتاه أبو الهيثم ، فقال النبي صلى الله عليه وسلم : اختر منهما . فقال : يا نبي الله ! اختر لي فقال النبي صلى الله عليه وسلم : إن المستشار مؤتمن . خذ هذا فإني رأيته يصلي واستوص به معروفا

Bahwa Nabi SAW bersabda kepada Abu Haitsam bin Tayyihan : "Apakah kamu mempunyai budak (pembantu)?", dia menjawab : "Tidak". Nabi bersabda : "Apabila datang kepada kami boyongan, maka datanglah kamu kepada kami". Kemudian didatangkan kepada Nabi dua budak laki-laki. Lalu Abu Haitsam datang kepada Nabi lalu Nabi bersabda : "Pilihlah satu dari keduanya". Abu Haitsam berkata : "Wahai Nabiyallah, pilihkanlah untuk aku". Lalu Nabi shallallaahu alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya penasihat itu orang yang dapat dipercaya (punya amanah). Ambillah budak ini, karena aku melihatnya melalukan shalat. Berwasiatlah kepadanya dengan makruf".

TERAKHIR 

Alhamdulillah fitnah sang mantan terbongkar lagi.
Ketika Sang Mantan masih jahil dan usil dengan urusan dapur orang lain, terutama terkait keuangan, tidak transparan dan harus diaudit misalnya, maka urus saja keuangannya sendiri. Silakan diaudit secara transparan. Berapa besaran dia telah memberi infaq Tabaru'at ke Hizbut Tahrir dan berapa besaran infaq dari para syabab Hizbut Tahrir ke dia sehingga bisa kuliah kemudian menjadi dosen di sebuah universitas. Lalu kalau dia tidak ikhlas, maka saya anjurkan agar dia minta dikembalikan semuanya oleh Hizbut Tahrir. Para syabab juga saya anjurkan semua infaqnya minta dikembalikan dari Sang Mantan. Kalau Sang Mantan tidak bisa melakukannya, maka bertanyalah kepada Allah dan merasa malulah minimal kepada dirinya sendiri. Jangan hanya punya kemaluan.

Juga kalau Sang Mantan minta ganti rugi nilai waktu yang dihabiskan di Hizbut Tahrir ketika masih menjadi syabab, maka Hizbut Tahrir juga minta ganti rugi waktu selama membina sang mantan ketika itu. Cukup.

Yahdikumulloh 
Semoga bermanfaat aamiin 
Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.