Oleh Abulwafa Romli
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Generasi Khawarij tidak pernah vakum dari menyebarkan pemikiran serta menjual dalil-dalil serta aqwal agama demi melanggengkan sistem kufur demokrasi. Maksudnya, mereka memakai dalil-dalil serta aqwal agama yang haq untuk tujuan bathil yang nyata. Sungguh dosanya sangat besar. Di bawah adalah secuil fakta tertulisnya :
=====mulai=====
Negara Dan Islam
Oleh: Kamsudin Husen
Konsep menjaga suatu keamanan negara dan bangsa bukan hanya tugas TNI, Polri, dan Pemerintah melainkan suatu kewajiban bagi umat beragama termasuk umat Islam.
Karna itu adalah sebagai bentuk rasa nasionalisme beragama.
Maka Islam itu sebagai agama yang komprehensif ( Din Syamil khamil ) tidak mungkin melewatkan persoalan negara dan pemerintah dari agenda pembahasannya .kendati tidak dalam konsep utuh namun dalam bentuk nilai -nilai dan prinsip - prinsip dasar ( Mabadi' asasiyah ) sehingga Islam itu telah memberikan panduan dasar bagi Umatnya.
Sehingga dalam konsep memilih pemimpin ( Nashb Al-Imam ) wajib hukumnya. Karna pemimpin itu sebagai jembatan untuk menyelesaikan persoalan" kehidupan umat manusia .
Maka negara dan agama itu dua saudara kembar dan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. karna agama itu sebagai pondasi sedangkan negara pengawalnya, maka sesuatu yang tidak memiliki fondasi akan runtuh dan sesuatu yang tidak memiliki pengawal akan tersis siakan.
Dan sesungguhnya tugas mengatur dan mengelola urusan orang banyak dalam sebuah pemerintahan dan negara adalah termasuk kewajiban agama yang paling agung. Hal itu disebabkan oleh tidak mungkin agama dapat tegak dan kokoh tanpa adanya dukungan negara .
Dalam Islam Umat itu diberikan kewenangan sendiri untuk mengatur dan merancang sistem pemerintahan sesuai dengan tuntutan perkembangan kemajuan zaman dan tempat ,.
Namun yang lebih penting dari negara itu harus bisa melindungi dan menjamin warganya untuk mengamalkan dan menerapkan ajaran agamanya dan menjadi tempat yang kondusif, bagi kemakmuran, kesejahteraan dan keadilan.
* Salam demokrasi *✊
=====selesai=====
TANGGAPAN SAYA :
Setidaknya ada EMPAT TANGGAPAN ; 1) Islam agama yang Syamil dan Kamil, 2) nashbul imam, 3) agama dan kekuasaan saudara kembar, dan 4) umat Islam diberi kewenangan (bebas) mengatur dan merancang sistem pemerintahan sesuai dengan tuntutan perkembangan kemajuan zaman dan tempat.
•PERTAMA
Betul sekali bahwa Islam itu agama yang Kamil (sempurna) dan Syamil (universal).
Allah berfirman :
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
"Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Al-Maaidah: 3).
Allah SWT berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
“Dan tiadalah Kami utus engkau (ya Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam” (TQS. AL Anbiya 107).
Mengenal Islam Yang Rahmatan Lil'alamin klik disini;
https://romliabulwafa.blogspot.com/2016/04/dua-sisi-islam-rahmatan-lil-alamin_17.html?m=1
https://romliabulwafa.blogspot.com/2016/03/mewujudkan-islam-rahmatan-lil_26.html?m=1
•KEDUA
Nashbul Imam (mengangkat pemimpin negara) adalah kebutuhan manusia, bahkan kebutuhan makhluk selain manusia. Tetapi harus dibedakan mana nashbul imam yang wajib yang untuk menerapkan syari'at Islam secara Kaffah sehingga mendatangkan rahmat dan berkah, dan mana nashbul imam yang haram yang untuk menerapkan hukum-hukum jahiliyyah sehingga mendatangkan bencara atas alam semesta. Kalau asal nashbul imam dan tidak memperhatikan syariat dan hukum apa yang diterapkan oleh imam, maka apa bedanya Kita sebagai umat Islam dari umat-umat lain yang juga sama mempraktikkan nashbul imam?
Mengenal dua macam nashbul imam klik disini;
https://romliabulwafa.blogspot.com/2020/08/dua-macam-nashbu-imam.html?m=1
•KETIGA
Agama dan kekuasaan saudara kembar. Benar, tapi bukan sembarang kekuasaan yang justru menghancurkan agama seperti halnya kekuasaan dalam sistem kufur demokrasi, republik, komunis, sosialis, dan teokrasi-kerajaan. Kekuasaan sebagai saudara kembar agama hanyalah kekuasaan dalam sistem pemerintahan Islam khilafah, yaitu kekuasaan sang Khalifah, bukan lainnya seperti presiden, perdana menteri dan raja. Ini yang dimaksud oleh Hujjatul Islam Al-Ghozali.
Al-Ghozali berkata rahimahullah ta'ala :
اَلدِّيْنُ وَالسُّلْطَانُ تَوْأَمَانِ، اَلدِّيْنُ أُسٌّ وَالسُّلْطَانُ حَارِسٌ وَمَا لاَ أُسَّ لَهُ فَمَهْدُوْمٌ وَمَا لَا حَارِسَ لَه فَضَائِعٌ
"Agama dan kekuasaan (ibarat) saudara kembar. Agama adalah pondasi dan kekuasaan adalah penjaga. Sesuatu yang tanpa pondasi niscaya runtuh dan sesuatu tanpa penjaga niscaya lenyap (Al-Ghazali, Al-Iqtishod fîl I’tiqod).
Dan karena menjadi penjaga agama, maka Khalifah dalam kekuasaannya wajib didengar dan ditaati, karena tidak ada taat kepada makhluk dalam maksiat kepada Al-Kholiq. Dalam hal ini, Sayyid Husain Afandi Al-Jaser At-Thorobulisi dalam kitabnya, Al-Hushun Al-Hamidiyyah, beliau berkata ;
ويجب طاعة الإمام على جميع الرعايا ظاهرا وباطنا فيما لا يخالف الشرع الشريف لقوله تعالى : "أطيعوا الله وأطيعوا الرسول وأولي الأمر منكم" وهم العلماء والأمراء، ولقوله عليه الصلاة والسلام : "من أطاع أميري فقد أطاعني ومن عصى أميري فقد عصاني"، وفي صحيح البخاري عن النبي صلى الله عليه وسلم : "من أطاعني فقد أطاع الله ومن عصاني فقد عصى الله، ومن يطع الأمير فقد أطاعني، وإنما الإمام جنة يقاتل من ورائه ويتقى به".
Dan semua rakyat wajib ta'at kepada Imam secara lahir dan batin dalam perkara yang tidak menyalahi syariat, karena firman Allah ta'ala: "taatlah kamu kepada Allah, taatlah kamu kepada Rasulullah dan ulil amri dari kamu". Dan ulil amri minkum adalah ulama dan umaro. Dan sabda Nabi SAW : "Siapa saja yang ta'at kepada amirku maka ia benar-benar ta'at kepadaku, dan siap saja yang membangkang terhadap amirku maka ia benar-benar membangkang terhadapku". Dan dalam shahih Al Bukhari dari Nabi SAW bersabda : "Siapa saja yang ta'at kepadaku maka ia benar-benar ta'at kepada Allah, barang siapa yang durhaka terhadapku maka ia benar-benar durhaka terhadap Allah, siapa saja yang ta'at kepada amir maka ia benar-benar ta'at kepadaku, dan sesungguhnya Imam adalah perisai yang dibuat perang dan berlindung dari belakangnya".
(Assayyid Husain Afandi Al-Jaser At-Thorobulisi, Al-Hushun Al-Hamidiyyah, hal. 204 - 205, maktabah Muhammad bin Ahmad Nabhan, Surabaya Indonesia).
•KEEMPAT
Umat Islam diberi kewenangan (bebas) mengatur dan merancang sistem pemerintahan sesuai dengan tuntutan perkembangan kemajuan zaman dan tempat.
Ini sangat liberal dan tidak benar. Karena faktanya sistem pemerintahan yang sedang diterapkan oleh umat Islam di seluruh negeri-negeri Islam seperti demokrasi, republik, teokrasi, kerajaan sampai keamiran, semuanya bukan hasil rancangan pemikiran umat Islam sendiri, tetapi hasil rancangan pemikiran orang-orang kafir penjajah.
Umat Islam wajib terikat dengan sistem pemerintahan Islam khilafah. Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda :
أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى إِخْتِلَافًا كَثِيْرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسَنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ، عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُوْرِ، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِى النَّارِ. رواه أحمد وأبو داود والترميذي وابن ماجه عن العرباض بن سارية رضي الله عنه.
"Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah SWT, mendengar dan taat (kepada khalifah atau amir), meskipun kalian dipimpin oleh seorang hamba sahaya, karena sesungguhnya siapa saja di antara kalian yang masih diberi hidup, maka ia akan melihat banyak perselisihan. Maka hendaklah kalian berpegang teguh (meyakini, mempraktekkan dan memperjuangkan) kepada sunnahku dan sunnah para khalifah yang cerdas dan mendapat petunjuk, gigitlah ia dengan gigi-gigi geraham, dan jauhilah segala perkara yang baru, karena setiap perkara yang baru adalah bid'ah, setiap bid'ah adalah sesat dan setiap sesat itu di neraka". (HR Imam Ahmad, Abu Daud, Turmudzi dan Ibnu Majah dari Irbadl bin Sariyah ra.)
Lengkapnya klik disini;
https://romliabulwafa.blogspot.com/2019/04/tiga-dalil-wajibnya-menegakkan-khilafah.html?m=1
Lalu kenapa harus khilafah?
Karena hanya khilafah saja yang bisa melindungi dan menjamin warganya untuk mengamalkan dan menerapkan ajaran agamanya dan menjadi tempat yang kondusif, bagi kemakmuran, kesejahteraan dan keadilan.
•TERAKHIR
Tanpa disadari, dia telah berperan sebagai "KHAWARIJ SEJATI".
Karena inti standar ideologi khawarij adalah :
كلمةُ حقٍّ يُرادُ بها باطلٌ
Kalimatu haqqin yuroodu bihal baathilu
"Perkataan yang haq untuk tujuan yang batil".
Sebagaimana yang dikatakan khalifah Ali radhiyallahu 'anhu. Bukan ayat,
إنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلّٰهِ
"Sesungguhnya penetapan hukum itu hanya milik Allah".
Yang dipakai oleh kaum khawarij.
Dan bukan hafal Al-quran 30 juznya, juga bukan suka shalat tahajud dan puasanya, karena para sahabat, tabi'in dan ulama salaf juga banyak rata-rata hafal Alqur'an 30 juz, juga biasa shalat malam dan puasa siang harinya.
Jadi yang harus dipakai untuk menetapkan standar inti ajaran khawarij itu ya perkataan Ali ra, bukan ayat yang dipakai khawarij untuk mengelabuhinya.
Jadi siapa saja yang memakai kalimat haq untuk tujuan batil, dari kaum liberal, Islam Nusantara dan wahhabi, maka dialah khawarij tulen, karena memakai perkataan hak untuk mendukung kebatilan dan untuk menolak hak. Perkataan haq untuk menolak penerapan Islam Kaffah dan khilafah, dan untuk mendukung sepenuh jiwa dan raga terhadap penerapan sistem bid'ah kerajaan, sistem kufur demokrasi-republik atau sistem atheis komunis.
Bahkan dia itu bisa dikata Iblis khawarij karena sering kali terlibat dengan,
كلمةُ باطلٍ يُرادُ بها باطِلٌ
"Perkataan batil untuk tujuan batil".
Jadi lebih daripada khawarij, ya namanya iblis khawarij.
Wallahu A'lam bish Showwab
Yahdikumulloh, semoga bermanfaat aamiin
#DemokrasiWarisanPenjajah
#DemokrasiSistemKufur
#KhilafahWarisanRasulullah
#KhilafahAjaranIslam