BUKAN ASHOBIYYAH, TAPI SYI'AR DAKWAH

Oleh : Abulwafa Romli

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Berangkat dari tagar #SayaHTI atau judul tulisan "Saya Aktivis dan Pendukung Hizbut Tahrir" yang sedang viral, Apakah jika ada aktivis Hizbut Tahrir merasa bangga menjadi anggota Hizbut Tahrir itu disebut ashobiyah?

Apakah jika aktivis Hizbut Tahrir bangga dengan Hizbut Tahrir, mengajak kaum muslimin berjuang menegakkan Khilafah, mengajak mengaji dan menjadi anggota Hizbut Tahrir, bisa disebut Ashobiyah?

Jawabnya, tidak. Karena Allah subhanahu wata'ala berfirman :

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

"Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan (Islam), menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung." (QS Ali 'Imran 104)

Ayat ini memerintahkan umat Islam untuk mendirikan jamaah dakwah, organisasi dakwah, partai politik Islam. Muhammadiyyah berdiri terinspirasi dengan ayat ini. Nahdhatul Ulama berdiri mengamalkan ayat ini. Dan Hizbut Tahrir juga berdiri dilatarbelakangi ayat ini.

Ketika warga Muhammadiyyah bangga dan mengajak masyarakat menjadi anggota Muhammadiyyah, itu syar'i, bukan Ashobiyyah. Karena Muhammadiyyah adalah ormas yang menyeru kepada Islam, mengajak dakwah, dan amar Ma'ruf Nahi Mungkar. Substansinya, menyeru kepada Islam. Tentu dengan catatan ini dan itu..

Ketika warga NU bangga dan mengajak masyarakat menjadi anggota NU, itu syar'i, bukan Ashobiyyah. Karena NU adalah ormas yang menyeru dakwah kepada Islam, dan amar Ma'ruf Nahi Mungkar. Substansinya, menyeru kepada Islam. Tentu ada catatan ini dan itu..

Ketika pengikut Imam Syafi'i bangga dan mengajak masyarakat menjadi penganut mahzab Syafi'i, itu juga syar'i, bukan Ashobiyyah. Karena ajaran dari Mahzab Syafi' adalah ajaran Islam.

Saat pengikut Imam Malik bangga dan mengajak masyarakat menjadi penganut mahzab Maliki, itu juga syar'i, bukan Ashobiyyah. Karena ajaran dari Mahzab Maliki adalah ajaran Islam.

Sedang yang terkategori Ashobiyyah, adalah mengajak kepada akidah sekularisme, akidah materialisme, ideologi kapitalisme, ideologi komunisme-sosialisme, sistem pemerintahan demokrasi, komunis-sosialis, pluralisme, sinkretisme, nasionalisme, pribumiisme, arabisme, jawaisme, maduraisme dan seterusnya. Jadi, bangga dengan Hizbut Tahrir, menjadi anggota Hizbut Tahrir dan mengajak ngaji ke Hizbut Tahrir itu bukan Ashobiyyah, sebagaimana kita bangga dan mengajak ngaji ke ustadz dan guru ngaji kita. Bahkan, itu terkategori seruan dan syi'ar dakwah kepada Islam Kaffah.

Faktanya mereka berbangga dengan Khilafah. Karena mereka menjadi pejuang khilafah, maka mereka bangga. Karena mereka ngaji kitab dan bab Khilafah, maka mereka bangga. Dan karena mereka bangga, maka mereka ngajak yang lainnya untuk ngaji dan gabung dengan Hizbut Tahrir sebagai partai politik Islam yang berdakwah kepada iqomatul Khilafah, sedang tujuannya adalah melanjutkan kehidupan Islam.

Sedang bangga yang dilarang adalah bangga menjadi bagian dari orang-orang musyrikin dan bangga kepada partai-partai politik syirik dan musyrik, baik agamanya maupun ideologinya. Allah subhanahu wata'ala berfirman :

مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَٱتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَلَا تَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ، مِنَ ٱلَّذِينَ فَرَّقُوا۟ دِينَهُمْ وَكَانُوا۟ شِيَعًا ۖ كُلُّ حِزْبٍۭ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

"Dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,
Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka." (QS an-Nuur ayat 31-32)

Sangat jelas pada ayat diatas, Allah melarang kaum muslimin menjadi bagian dari kaum musyrikin, baik agamanya maupun ideologinya. Maka juga seperti diatas, bahwa yang dimaksud Ashobiyyah yang diharamkan adalah berpegang teguh dan bangga kepada akidah sekularisme, akidah materialisme, ideologi kapitalisme, ideologi komunisme - sosialisme, sistem pemerintahan demokrasi, komunis-sosialis, pluralisme, sinkretisme, nasionalisme, pribumiisme, arabisme, jawaisme, maduraisme dan seterusnya. Karena semuanya itu menjadi bagian dari syirik dan kaum musyrikin, baik agamanya maupun ideologinya. Jadi yang dilarang itu memiliki kata kunci syirik, musyri dan musyrikin. Yaitu kembali ke zaman dan ajaran jahiliyyah, baik ortodoks maupun modern. Yaitu bangga dengan hukum-hukum jahiliyyah serta menerapkannya. Dan selain hukum-hukum Islam adalah hukum-hukum jahiliyah.

JANGAN ELERGI DENGAN SEBUTAN HIZBUN/PARTAI

Tidak sedikit dari saudara-saudara kita yang sangat elergi dan anti dengan sebutan hizb (partai) dan menganggap semua hizb adalah perpecahan dan kesesatan sebagaimana perpecahan dan kesesatan kaum musyrikin, hanya karena membaca satu dua ayat seperti diatas, yaitu :

مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، مِنَ الَّذِيْنَ فَرَّقُوْا دِيْنَهُمْ وَكَا نُوْا شِيَعًا ۗ كُلُّ حِزْبٍ بِۢمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُوْنَ

"Dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya, dan tegakkanlah sholat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah,
Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka". (QS Ar-Ruum [30] : 31-32).

Padahal tidak semua hizb itu buruk. Justru ketika ada hizb yang buruk dan tercela, maka ada hizb yang baik dan terpuji, karena segala sesuatu selain... itu saling berjodohan. Dan terkait hizb yang baik Allah swt berfirman :

وَمَن يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ

"Dan barangsiapa menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, maka sungguh hizb (pengikut agama) Allah itulah yang menang". (QS Almaidah : 56). Jadi hizb bermakna pengikut.

Ibnu Katsir rh dalam tafsirnya berkata :

فكل من رضي بولاية الله ورسوله والمؤمنين فهو مفلح في الدنيا والآخرة [ ومنصور في الدنيا والآخرة ] ; ولهذا قال [ الله ] تعالى في هذه الآية الكريمة : ( ومن يتول الله ورسوله والذين آمنوا فإن حزب الله هم الغالبون

"Maka setiap orang yang ridho dengan pertolongan Allah, Rasulullah dan orang-orang beriman, maka dia orang yang beruntung di dunia dan akhirat (mendapat pertolongan di dunia dan akhirat). Karenanya dalam ayat ini Allah ta'ala berfirman; "Dan barang siapa menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, maka sungguh hizbulLah itulah yang menang".

Dan ayat Alqur'an lainnya terkait term hizbulLah (حِزْبُ اللّٰه / partai Allah).

Terkait kebolehan kaum muslimin mendirikan banyak Hizb (partai), InsyaaAllah pada tulisan berikutnya.

Wallahu A'lam bish shawab
Semoga bermanfaat aamiin 

Mari bersholawat Asyghil :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَأَشْغِلِ الظَّالِمِينَ بِالظَّالِمِينَ، وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِينَ وَعلَى الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِين

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.