JANGAN SAMPAI TURUN DERAJAT!
Oleh : Abulwafa Romli
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Pengemban Dakwah Jangan Turun Derajat. Ada yang ingin terus menetap iktikaf di masjid sambil kumat kamit. Ada yang ingin fokus infaq sedekah dan menggalang dana infaq sedekah untuk disalurkan kepada yang butuh. Ada yang ingin fokus puasa dan shalat sunnah lengkap. Ada yang ingin fokus membaca Al-Qur'an dan khatam berkali-kali. Ada yang ingin fokus doa dzikir ini itu untuk hajat ini itu. Ada yang ingin fokus berkhalwat di tempat sepi senyap untuk ritualan baca wazhifah dzikir doa ini itu, tidak keluar sampai menjadi waliwathor dan hajat dunianya terkabul. Dan seterusnya.
Padahal Dakwah Iqomatul Khilafah adalah Aktifitas Ibadah Tertinggi karena Dakwah Menuju Imam Yang Adil. Ingat Hadits Tujuh Golongan yang dapat perlindungan Allah pada Hari Kiamat kelak :
عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي ﷺ يقول ﷺ: سبعة يظلهم الله في ظله يوم لا ظل إلا ظله: إمام عادل، وشاب نشأ في عبادة الله، ورجل قلبه معلق بالمساجد، ورجلان تحابا في الله اجتمعا عليه وتفرقا عليه، ورجل دعته امرأة ذات منصب وجمال فقال: إني أخاف الله، ورجل تصدق بصدقة فأخفاها حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه، ورجل ذكر الله خاليًا ففاضت عينه
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Ada tujuh golongan yang akan Allah lindungi pada hari kiamat, di hari yang tidak ada perlindungan selain perlindungan-Nya ; (1) Imam yang adil, (2)) seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, (3) seorang laki-laki yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, (4) dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah, (5) seorang laki-laki yang diajak mesum oleh perempuan karir dan cantik lalu ia berkata, "Sungguh aku takut kepada Allah", (6) seorang laki-laki yang bersedekah lalu menyamarkannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diifakkan tangan kanannya, dan (7) seorang laki-laki yang berdzikir kepada Allah dalam keheningan lalu berlinang air mata". (HR Bukhari dan Muslim)
Pada hadits di atas, betapa tingginya derajat imam yang adil. Yaitu imam yang menerapkan hukum-hukum Allah atau syariat Islam secara kaffah dalam pemerintahannya dan adil dalam memimpin rakyatnya. Karena tidak ada keadilan, selain keadilan Islam. Dan tidak ada keadilan Islam tanpa menerapkan hukum-hukum Allah serta adil terhadap rakyatnya.
Perlu diketahui, bahwa keadilan imam itu tidak akan terwujud tanpa terlebih dahulu berdiri tegaknya sistem pemerintah Islam Khilafah. Karena imam yang adil itu hanya ada dalam sistem khilafah dan ia hanyalah khalifah. Bukan raja, perdana menteri atau presiden. Karena mereka tidak akan bisa menerapkan hukum-hukum Allah terkait negara atau syariat Islam secara kaffah. Karena itu, imam yang adil adalah sistemik komunal, bukan spiritual individual. Artinya, semua orang yang terlibat dalam proses keadilan imam itu akan mendapat perlindungan dari Allah pada hari kiamat dan berkumpul bersama imam. Mulai dari orang-orang yang berdakwah serta berjuang demi tegaknya khilafah ketika khilafah belum ada; orang-orang yang menjadi pendamping imam dari penasehat dan pembantu imam, sampai para penguasa di bawahnya dari para wali dan para amil, ketika khilafah telah tegak kembali. Mereka semua pada hari kiamat akan mendapat perlindungan dari Allah. Mereka berteduh di bawah payung perlindungan Allah di waktu semua manusia selain enam golongan di bawah imam sama tersiksa dalam banjir keringat dan panas menyengat melebihi sangat panasnya Arab Saudi.
Coba anda perhatikan, bahwa seorang laki-laki yang berkhalwat serta berdzikir kepada Allah hingga menangis berlinang air mata di hari kiamat hanya mendapat peringkat ketujuh terakhir, karena ia hanya menyendiri sendirian dalam beribadah, tidak berbaur berinteraksi dengan sesamanya. Pada saat yang lainnya berbaur dan berinteraksi dengan sesamanya; di masjid, saling mencintai karena Allah, saling interaksi dalam rayuan cinta syahwat dan aku takut kepada Allah kata lelakinya, juga dalam infaq sedekah ada interaksi yang membahagiakan. Dan ternyata yang paling banyak berbaur dan berinteraksi dengan sesama adalah imam yang adil dan penguasa di bawahnya, juga para pengemban dakwah yang katanya hanya modal omdo (omong doang/hanya bicara). Ya kalau dengan perang, adu otot jotos-jotosan, dan saling bunuh itu namanya bukan dakwah. Dan dakwah dengan modal omdo itu justru mendapat legalitas dari Allah. Allah subhanahu wata'ala berfirman:
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim (yang menyerah diri)" (QS Fussilat ayat 33).
Jangan sampai di akhirat amal dakwah kita dikalahkan oleh amal yang lainnya. Jangan sampai di akhirat kitab masuk surga dari selain pintu dakwah. Dan jangan sampai di akhirat kita tidak dikumpulkan bersama imam yang adil. Karena di akhirat itu balasan dari amal di dunia. Setiap orang akan dibalas sesuai amalnya. Setiap orang akan masuk surga dari pintu amal yang paling dominan. Ulama Nusantara Syaikh Nawawi bin Umar Banten rahimahullah berkata :
والحاصل ان كل من أكثر نوعا من العبادة خص بباب يناسبه ينادى منه جزاء وفاقا، وكل من يجتمع له العمل بجميع انواع الطاعات يدعى من جميع الأبواب على سبيل التكريم والدخول لا يكون إلا من باب واحد وهو باب العمل الذي يكون غلب عليه
"Walhasil, bahwa setiap orang yang telah memperbanyak jenis-jenis ibadah, maka ia dikhususkan dengan pintu (masuk surga) yang sesuai dan ia dipanggil dari pintu itu, sebagai balasan yang setimpal. Dan setiap orang yang terkumpul baginya amal-amal dari semua jenis-jenis ketaatan, maka ia dipanggil dari semua pintu itu sebagai penghormatan, sedang masuk (surganya) hanya dari satu pintu, yaitu pintu amal yang lebih dominan".
(Maroqil 'Ubudiyyah 'ala Matnil Bidayatul Hidayah, hal.152, Darul Kutubil 'Ilmiyyah (DKi), Beirut - Lebanon, 1971).
Jadi Anda sebagai pengemban dakwah syariah dan khilafah jangan sampai punya keinginan fokus pada jenis-jenis ibadah mahdhoh lainnya, dimana justru menjadikan turun derajat sejak hari kiamat di Padang Mahsyar sampai ketika masuk surga. Fokus dan Istiqomah lah di jalan dakwah. Apalagi di sepuluh hari terakhir bulan Romadhon ini. Dan sangat bijak jika semua jenis-jenis ibadah itu kita amalkan, tetapi amal dakwah tetap harus lebih dominan dan semuanya sebagai uslub dan wasilah untuk berinteraksi dengan mad'uw di setiap tempat.
Wallahu A'lam bish showwab
Semoga bermanfaat aamiin
Mari bersholawat Asyghil :
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَأَشْغِلِ الظَّالِمِينَ بِالظَّالِمِينَ، وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِينَ وَعلَى الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِين