Oleh : Abulwafa Romli
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Empat makrifat itu; dua pangkal dan dua cabang sebagai akibat dari dua makrifat pertama ;
1- makrifat terhadap dirinya
2- makrifat terhadap Robbnya
3- makrifat terhadap zamannya
4- makrifat terhadap musuhnya
Sehingga suluk, laku pampah, tindak tanduk atau amal perbuatannya tetap kokoh berada diatas jalan yang lurus (shiroth mustaqim) dan tidak menyimpang daripadanya sedikitpun.
Imam Ghazali rohimahulloh pernah menyampaikan suatu resep penting dan mujarab untuk bekal dalam mencari serta mengikuti haqq. Beliau berkata :
اعلم أن من عرف الحق بالرجال حار في متاهات الضلال فاعرف الحق تعرف أهله إن كنت سالكاً طريق الحق وإن قنعت بالتقليد والنظر إلى ما اشتهر من درجات الفضل بين الناس فلا تغفل عن الصحابة وعلو منصبهم
"Ketahuilah; bahwa siapa saja yang mengenali haqq (kebenaran) dengan pelantara tokoh, maka ia akan tersesat dalam lembah-lembah kesesatan. Maka kenalilah haqq itu (dari sumbernya, baik melalui ngaji kepada tokoh atau membacanya sendiri), pasti kamu akan tahu siapa yang ahli haqq (muhiqq), jika kamu meniti jalan yang haqq. Dan jika kamu telah puas dengan taqlid dan memandang tingkat-tingkat keutamaan manusia, maka jangan lupa (lihat dan pandanglah) shahabat dan ketinggian derajat mereka." (Ihya Ulumiddin, 1/173).
Empat makrifat; dua pangkal dan dua cabang. Dua pangkalnya makrifat terhadap diri dan zamannya, sedang dua cabangnya ialah makrifat terhadap Robb dan musuhnya.
Kalau dulu kaidahnya berbunyi;
مَنْ عرفَ نَفسَهُ عرفَ ربَّهُ
man 'arofa nafsahuu 'arofa robbahuu
"Barang siapa yang telah makrifat terhadap dirinya, maka ia bisa makrifat terhadap Robbnya".
Maka sekarang kaidahnya ditambah;
من عرفَ زمانه عرفَ عدوَّهُ
Man 'arofa zamaanahuu 'arofa 'aduwwahuu
"Barang siapa yang makrifat terhadap (perkembangan) zamannya, maka ia bisa makrifat terhadap (tantangan dari) musuhnya".
Karenanya, tidak sedikit orang-orang muslim yang tidak mengenal siapa musuhnya, itu hanya karena tidak mengenal tantangan dan problem pada zamannya. Bahkan mereka menganggap sahabat terhadap musuh-musuhnya dan sangat erat persahabatannya dengan musuh-musuhnya. Di sisi lain, mereka menganggap musuh terhadap saudara-saudara seimannya dan sangat dahsyat permusuhannya terhadap saudara-saudaranya.
Lebih-lebih terhadap saudara-saudaranya yang sedang berdakwah dan berjuang untuk menyelamatkan kaum muslimin dari segala jenis penjajahan di bawah komando negara-negara penganut ideologi kapitalisme dan komunisme. Dan betapa bengisnya terhadap saudara-saudaranya yang sedang berdakwah dan berjuang demi diterapkannya syariat Islam secara kaffah melalui penegakan daulah khilafah rosyidah mahdiyyah. Itu semua gegara mereka tidak mengenal (makrifat terhadap) tantangan dan problem pada zamannya.
Wallahu A'lam bish showwab
Semoga bermanfaat aamiin
#KhilafahAjaranIslam
#DemokrasiSistemKufur