Oleh : Abulwafa Romli
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Berita nubuwwah akan terbunuhnya semua Yahudi itu sudah datang sejak empat belas abad lalu. Sebagaimana berita nubuwwah akan ditaklukkannya Konstantinopel, Romawi dan lainnya. Berita nubuwwah tersebut, sebenarnya anjuran atas umat Islam agar berusaha dan berjuang untuk mewujudkan semua yang terkandung di dalamnya, dari waktu ke waktu dan dari generasi ke generasi yang tidak terbatas sejak berita itu datang. Sebagaimana usaha penaklukan Konstantinopel dulu sudah dimulai sejak kurun sahabat hingga memakan waktu tujuh abad lamanya kemudian baru bisa ditaklukkan di tangan Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk.
Sejak datangnya Yahudi kemudian berdirinya negara Israel di atas tanah Palestina pada tanggal 14 Mei 1948, sejak itu, melalui berita nubuwwah, sudah dianjurkan atas umat IsIam sejak masa itu untuk memerangi dan membunuh Yahudi sebagai bangsa pengkhianat. Maka apa yang dilakukan oleh semua mujahidin di Palestina dari masa ke masa terhadap Yahudi adalah kebenaran dan termasuk usaha mewujudkan berita nubuwwah :
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا تقومُ الساعةُ حتى يقاتلَ المسلمون اليهودَ ، فيقتلُهم المسلمون ، حتى يختبيءَ اليهوديُّ من وراءِ الحجرِ و الشجرِ ، فيقولُ الحجرُ أو الشجرُ : يا مسلمُ يا عبدَ اللهِ هذا يهوديٌّ خلفي ، فتعالَ فاقْتلْه . إلا الغَرْقَدَ ، فإنه من شجرِ اليهودِ
Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah SAW bersabda : "Tidak akan datang hari kiamat sampai kaum muslimin memerangi Yahudi lalu mereka dibunuh oleh kaum muslimin. Sehingga orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon lalu batu atau pohon itu berbicara : " Hai muslim, Hai Abdullah, ini Yahudi di belakangmu, kemarilah, bunuhlah ia", kecuali pohon ghorqod, ia adalah dari pohon Yahudi". (HR Muslim, dikeluarkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jaamik, hal. 7427).
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا تَقُومُ السَّاعَةُ حتَّى تُقاتِلُوا اليَهُودَ، حتَّى يَقُولَ الحَجَرُ وراءَهُ اليَهُودِيُّ: يا مُسْلِمُ، هذا يَهُودِيٌّ وَرائي فاقْتُلْهُ.
Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah SAW bersabda : "Tidak akan datang hari kiamat sampai kalian memerangi umat Yahudi, sehingga batu yang di belakangnya ada Yahudi berbicara; Hai Muslim, ini Yahudi di belakangku, bunuhlah dia". (HR Bukhari, Shahih Al-Bukhari, No. 2926).
•DARAH SYUHADA
Pada dua hadits di atas, Rasulullah SAW telah menyampaikan berita satu alamat diantara alamat-alamat datangnya kiamat. Yaitu terjadinya peperangan diantara kaum muslimin dan Yahudi. Rasulullah berbicara kepada sahabat yang hadir ketika itu, tetapi yang dimaksud adalah umatnya yang akan datang di akhir zaman; "Tidak akan datang hari kiamat sampai kalian memerangi Yahudi". Jadi kalian umat Islam yang memerangi, bukan yang diperangi. Kalian yang harus memulai perang atas Yahudi.
Meskipun ulama menerangkan bahwa hal itu terjadi ketika turunnya Nabi Isa Ibnu Maryam AS. Dimana kaum muslimin bersama Nabi Isa, sedang Yahudi bersama Dajjal. Sehingga dalam perang tersebut benda-benda mampu menolong kaum muslimin mujahidin. Dan batu dan pohon pun dapat berbicara ketika ada Yahudi bersembunyi di belakangnya; "Hai muslim, ini Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia!". Sedang bisa berbicaranya benda-benda itu adalah fakta (haqiqoh), bukan kinayah ataupun majaz, kecuali pohon ghorqod, yaitu pohon Yahudi. Tetapi bagi Kita, umat Islam saat ini, anjuran memerangi Yahudi adalah sejak berdirinya negara Yahudi yang merampas tanah-tanah milik kaum muslimin di Palestina. Kemudian mencapai klimaksnya itu terjadi ketika datangnya Nabi Isa AS. Jadi dua hadits diatas adalah pembenaran perang terhadap Yahudi oleh Hamas bersama mujahidin yang lainnya dan akan terus berlangsung sampai Nabi Isa AS turun ke Bumi.
•TINTA ULAMA
Sejak berdirinya negara Israel, dan di tengah-tengah peperangan antara Yahudi dan mujahidin yang tidak pernah berakhir, di tengah-tengah gelinang darah syuhada, seorang mujtahid dan mujaddid, Imam Taqiyyudin An-Nabhani rh bangkit mengatur strategi bagaimana umat Islam ke depannya bisa mewujudkan kandungan berita nubuwwah. Beliau menghabiskan hidupnya untuk menyusun berjuta kata dalam puluhan kitab, juga menyusun berjuta laki-laki yang kelak akan menjelma menjadi para mujahidin yang mampu mewujudkan kandungan berita nubuwwah. Pada tahun 1953 beliau mendirikan partai politik Islam ideologis Hizbut Tahrir dengan tujuan untuk melanjutkan kehidupan Islam melalui penegakkan Khilafah ala minhajin nubuwwah. Sehingga dengan berdiri tegaknya Khilafah ini, berita nubuwwah bisa terwujud dengan sempurna, karena umat Islam sedunia bisa bersatu di bawah naungan khilafah dan dengan komando seorang khalifah.
Imam Taqiyyudin An-Nabhani menyatakan :
إسرائيل ؛ ظل الأنظمة العربية، فإذا زال الشيئ زال ظله
"Negara Israel adalah bayangan dari sistem pemerintahan negara-negara Arab. Ketika benda itu hilang, maka hilanglah bayangannya".
Maksudnya, negara Israel adalah bayangan dari negara-negara Arab. Sedang negara-negara Arab yang diumpamakan seperti benda-benda yang memiliki bayangan, itu telah diletakkan oleh negara-negara kafir Barat, Inggris sampai Amerika. Maka untuk bisa mengalahkan Yahudi harus mengalahkan dulu negara Israel, harus mengalahkan dulu negara-negara Arab, harus mengalahkan dulu negara-negara kafir Barat, Inggris, Amerika dan seterusnya. Jadi musuh umat Islam sesungguhnya adalah negara-negara kafir Barat pengusung akidah sekularisme, ideologi kapitalisme, sistem pemerintahan republik - demokrasi, dan yang membiarkan eksis sistem pemerintahan bid'ah kerajaan dan keamiran.
Dengan musuh sebesar itu, bisakan mujahidin Palestina seperti halnya Hamas memerangi, membunuh sampai memusnahkan bangsa Yahudi? Tentu sangat sulit, kalau tidak mustahil. Lalu bagaimana ketika raja sihir dan pemimpin Yahudi sedunianya, yaitu Dajjal yang punya kekuatan supernya datang?, maka tanpa berdiri tegaknya khilafah terlebih dahulu, mustahil umat IsIam bisa mewujudkan kandungan berita nubuwwah, yaitu memerangi dan membunuh bangsa Yahudi dengan bantuan petunjuk dari pohon dan batu.
Dengan akalnya yang jenius, dan dengan hatinya yang ikhlas, Imam Taqiyyudin An-Nabhani mampu melihat sesuatu di balik tembok yang tebal dan kokoh, dan menerawang ke lorong alam bawah sadar yang sangat jauh. Hal seperti ini adalah karakteristik seorang mujahid, mujtahid dan mujaddid yang benar-benar telah dibangkitkan oleh Allah SWT.
Meskipun ada saja dari ulama assuu' yang mencibir Imam Taqiyyudin karena beliau tidak terjun langsung di medan jihad seperti halnya Syaikh Ahmad Yassin dengan Hamasnya. Maka perumpamaan Imam Taqiyyudin dan Syaikh Ahmad Yassin adalah seperti Imam Ibnu Taimiyah dan Imam Ghazali ketika terjadi perang Salib dahulu. Dimana Imam Ghazali dan Imam Taqiyyudin sesuai petunjuk sunnah Rasulullah SAW ;
استفت قلبك وإن أفتاك الناس وأفتوك
Istafti qolbaka wa in aftaakan naasu wa aftauka
(mintalah fatwa kepada hatimu, meskipun orang-orang telah memberi fatwa kepada kamu, dan orang-orang yang lain juga telah memberi fatwa kepada kamu), keduanya telah menerima fatwa dari hatinya untuk lebih memilih menumpahkan tinta lalu menyusunnya menjadi jutaan kata dalam puluhan kitab yang sangat dibutuhkan oleh umat Islam setelahnya.
Rasulullah SAW bersabda:
يُوْزَنُ يومَ القيامة مِدادُ العلماءِ ودَمُ الشُّهَداءِ فَيَرْجَحُ مِدادُ العلماءِ عَلَى دَمِ الشهداءِ.
"Akan ditimbang pada hari kiamat tintanya ulama dan darahnya syuhada, lalu unggul tintanya ulama diatas darahnya syuhada". (HR Asy-Syairozi dari Anas, Al-Mauhibi dari Imron bin Hushain, Ibnu Abdul Barri dari Abid Darda', dan Ibnul Juzi dalam kitab Al-'Ilal dari An-Nu'man bin Basyir. Al-Munawi berkata; "Sanad-sanadnya lemah, tetapi saling menguatkan satu sama lainnya". Terkait hadits; lihat kitab Kasyful Khofa', 2/400).
Bagi Imam Taqiyyudin An-Nabhani bukan hanya tumpahan tintanya yang bermanfaat bagi umat IsIam, tetapi puluhan juta laki-laki setelah kepergiannya telah memenuhi dunia dari Barat sampai Timur. Mereka hanya menunggu waktu serta izin dari Allah SWT untuk segera menegakkan khilafah ala minhajin nubuwwah kemudian berjihad dengan komando seorang khalifah rosyid mahdi sehingga Palestina benar-benar bisa dibebaskan kembali dan bangsa pengkhianat Yahudi bisa dibunuh dengan bantuan petunjuk dari pohon dan batu.
Wallahu A'lam bish showwab
Semoga bermanfaat aamiin