Oleh : Abulwafa Romli
Orang jahil berkata seraya merendahkan, bahwa Imam Taqiyuddin Annabhani rh itu tidak mewarisi turots ilmu dan makrifat datuknya yaitu Syaikh Yusuf Annabhani rh.
Dia tidak mengerti;
Pertama; kalau Imam Taqiyuddin itu sama dalam tema-tema kitab-kitabnya dan karya-karya ilmiahnya dengan yang telah ditulis oleh datuknya, maka Imam Taqiyuddin malah bisa dituduh menjiplak / copas dari karya-karya datuknya. Jadi pintu membodohkan Imam Taqiyuddin oleh orang-orang jahil malah terbuka lebar.
kedua; perbedaan tema-tema karya-karya ilmiah antara Imam Taqiyuddin dan datuknya justru menunjukkan bahwa Imam Taqiyuddin mempunyai kelebihan dan keunggulan, yaitu layak disebut sebagai mujtahid plus mujaddid. Karena setiap ulama mujtahid dan mujaddid itu menulis kitab-kitab karya-karya ilmiahnya sesuai tantangan penyimpangan dan penyesatan yang terjadi pada zamannya. Yaitu dengan mengembalikannya kepada ajaran Islam yang murni, yakni kepada Sunnah Rasulullah dan Sunnah Alkhulafa' Arrosyidiin Almahdiyyiin.
Ketiga; faktanya pada zaman Imam Taqiyyuddin hidup tantangan zaman berupa penyimpangan dan penyesatan itu justru datang dari akidah sekularisme yang melahirkan ideologi kapitalisme yang melahirkan sistem pemerintahan republik-demokrasi serta ide-ide liberalisme, moderatisme, pluralisme, sinkretisme dan seterusnya. Dan datang dari akidah materialisme yang melahirkan Ideologi komunisme-sosialisme yang melahirkan sistem pemerintahan komunis-sosialis yang melahirkan berbagai ide dan paham anti tuhan dan anti agama.
Keempat; inti dari tugas dan karakter seorang mujtahid dan mujaddid adalah mengajak dan menuntun umat manusia agar selalu bertaqwa kepada Allah di setiap zaman, di setiap tempat dan di setiap kondisi. Sehingga seorang mujtahid dan mujaddid harus menjelaskan agama Islam yang apa adanya, yang murni, yang tidak dikurangi dan tidak dilebihi, sebagaimana yang telah datang pada masa Rasulullah dan sahabatnya. Serta membongkar berbagai penyimpangan pada zamannya yang belum dibongkar oleh mujtahid dan mujaddid sebelumnya.
Rasulullah SAW bersabda :
اتق الله حيثما كنت، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن. رواه الترمذي وقال: حديث حسن، وفي بعض النسخ: حسن صحيح
Ittaqillâha haitsumâ kunta, wa atbi'is sayyiatal hasanata tamhuhâ, wa khôliqin nâsa bi khuluqin hasanin
"Bartaqwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada, ikutilah keburukan dengan kebaikan sehingga menghapusnya, dan perlakukan manusia dengan khuluq (akhlak) yang baik". (Hadits Arba'în Nawawi ).
Maksud hadits :
1. Bertaqwalah kepada Allah, di zaman manapun kamu ada, di tempat manapun kamu ada, dan dalam kondisi apapun kamu ada.
2. Di zaman manapun ada keburukan, gantilah dengan kebaikan. Di tempat manapun ada keburukan, gantilah dengan kebaikan. Dan dalam kondisi apapun ada keburukan, gantilah dengan kebaikan.
3. Di zaman manapun, di tempat manapun, dan dalam kondisi apapun, perlakukan manusia dengan khuluq (akhlak) yang baik.
Sedang khuluq yang baik adalah Alqur'an. Aisyah ra berkata :
كان خلق رسول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ القرآن
Kâna khuluqu rosûlillahi shollallôhu 'alaihi wasallama alqur'ana
"Khuluq Rasulullah SAW adalah Alqur'an".
Jadi Rasulullah SAW telah menyuruh agar umat manusia di zaman manapun, di tempat manapun dan dalam kondisi apapun diperlakukan dengan Alqur'an. Inilah hakekat taqwa, yaitu menjadikan Alqur'an sebagai pedoman dan aturan kehidupan, masyarakat dan negara.
Karenanya, Imam Taqiyuddin sangat tepat disebut sebagai mujtahid plus mujaddid. Karena semua karya-karya dan tema-tema ilmiahnya tercurah dan terfokus untuk menjelaskan Islam sebagai akidah rasional yang melahirkan ideologi Islam yang melahirkan sistem pemerintahan Islam (Khilafah), sistem ekonomi Islam, sistem pendidikan Islam, sistem pergaulan Islam, sistem 'uqubat Islam, dan ide-ide Islam lainnya. Serta membongkar keburukan, kesesatan dan kerusakan yang datang dari akidah sekularisme dan akidah materialisme serta Ideologi dan ide-ide yang lahir keduanya.
MENEGUHKAN SYAIKH TAQIYYUDDIN ANNABHAHI SEBAGAI MUJTAHID MUTLAK
(Edisi buka link)
1. Meneguhkan Syaikh Taqiyyuddin Annabhani sebagai mujtahid mutlak (01) :
https://romliabulwafa.blogspot.com/2021/11/meneguhkan-syaikh-taqiyyuddin-annabhani.html?m=1
https://www.facebook.com/103035125219211/posts/267751348747587/
2. Meneguhkan Syaikh Taqiyyuddin Annabhani sebagai mujtahid mutlak (02) :
https://romliabulwafa.blogspot.com/2021/11/meneguhkan-syaikh-taqiyyuddin-annabhani_19.html?m=1
https://www.facebook.com/103035125219211/posts/267752182080837/
3. Meneguhkan Syaikh Taqiyyuddin Annabhani sebagai mujtahid mutlak (03) :
https://romliabulwafa.blogspot.com/2021/11/meneguhkan-syaikh-taqiyyuddin-annabhani_52.html?m=1
https://www.facebook.com/103035125219211/posts/267753962080659/
Terima kasih atas kunjungannya.
Kunjungi juga;
https://t.me/abulwafaromli
Alhamdulillaahi Robbil 'Aalamiin
Wallahu A'lam bish showwab
Semoga bermanfaat aamiin