Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Tulisan ini bukan untuk menyalahkan saudara-saudaraku yang sedang bergembira merayakan maulid Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam, tetapi hanya menyuguhkan fakta dan data dari Alqur'an dan masyarakat ketika Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam dilahirkan.
Diawali dari pertanyaan, sejak kapan Kanjeng Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam menjadi Rahmat?
Ini jawabannya. Allah azza wajalla berfirman :
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
"Dan tidaklah Kami mengutusmua melainkan sebagai Rahmat bagi semesta alam". (Al-Anbiya [21]: 107).
Imam Thobari dalam kitab tafsirnya berkata:
وقوله ( وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ ) يقول تعالى ذكره لنبيه محمد صلى الله عليه وسلم: وما أرسلناك يا محمد إلى خلقنا إلا رحمة لمن أرسلناك إليه من خلقي
"Firman Allah "Dan tidaklah Kami mengutusmu melainkan sebagai Rahmat bagi semesta alam", Allah berfirman kepada Nabi-Nya Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam; "Dan Aku tidaklah mengutusmu, wahai Muhammad, kepada makhluk-Ku, melainkan sebagai Rahmat bagi siapa saja yang Aku telah mengutusmu kepadanya dari makhluq-Ku".
Jadi jelas ya bahwa Kanjeng Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam menjadi Rahmat setelah diangkat menjadi Rasulullah, bukan sejak lahirnya.
Kemudian Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam menjadi Rahmat bagi siapa saja?
Ini jawabannya. Imam Thobari rh dalam kitab Tafsirnya berkata :
ثم اختلف أهل التأويل في معنى هذه الآية ، أجميع العالم الذي أرسل إليهم محمد أريد بها مؤمنهم وكافرهم؟ أم أريد بها أهل الإيمان خاصة دون أهل الكفر؟ فقال بعضهم: عني بها جميع العالم المؤمن والكافر.
"Kemudian ahli takwil (tafsir) berselisih mengenai makna ayat, apakah semua penduduk dunia dimana Muhammad diutus kepada mereka, itu dimaksud dengan ayat, baik mukmin maupun kafirnya? Ataukah yang dimaksud dengan ayat hanya ahli iman, bukan ahli kufur? Maka sebagian ahli takwil berkata; "Yang dimaksud dengan ayat semua penduduk dunia, baik mukmin maupun kafir".
Imam Thobari menuturkan ahli takwil yang mengatakan hal diatas:
ذكر من قال ذلك: حدثني إسحاق بن شاهين ، قال : ثنا إسحاق بن يوسف الأزرق ، عن المسعودي ، عن رجل يقال له سعيد ، عن سعيد بن جُبير ، عن ابن عباس ، في قول الله في كتابه ( وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ ) قال: من آمن بالله واليوم الآخر كُتب له الرحمة في الدنيا والآخرة ، ومن لم يؤمن بالله ورسوله ، عوفي مما أصاب الأمم من الخسف والقذف
Telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Syahin, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Yusuf Al-Azroq, dari al-Mashudy, dari laki-laki bernama Sa'id, dari Sa'id bin Jubair, dari Ibnu Abbas mengenai Firman Allah dalam kitab-Nya; "Dan tidaklah Kami mengutusmu melainkan sebagai Rahmat bagi semesta alam", Ibnu Abbas berkata; "Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka ditulis baginya Rahmat di dunia dan akhirat. Dan siapa saja yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka diselamatkan dari dari hal-hal yang menimpa umat-umat dahulu yaitu ditenggelamkan ke dalam bumi dan dilempari batu dan api dari langit".
Sedang ahli takwil yang lain berpendapat bahwa yang dimaksud ayat hanyalah ahli iman, bukan ahli kufur. Dan Imam Thobari mengunggulkan pendapat pertama, yaitu dari Ibnu Abbas diatas.
Catatan yang diambil dari penjelasan diatas:
1. Kanjeng Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam menjadi Rahmat bagi semesta alam sejak diangkat menjadi Rasulullah, bukan sejak lahirnya.
2. Sehingga yang layak diperingati dengan suka cita dan gembira ria ialah hari dimana Kanjeng Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam diangkat menjadi Rasulullah. Dan yang paling layak lagi ialah hari dimana Rasulullah hijrah ke Madinah lalu menegakkan daulah nubuwwah sehingga bisa menerapkan syari'at Islam secara Kaffah dalam kehidupan, bermasyarakat dan bernegara.
3. Dahulu yang merayakan dan bergembira dengan maulid Kanjeng Nabi Muhammad shollallahu 'alaihi adalah orang-orang musyrikin Quraisy, yaitu orang-orang jahiliah. Sehingga sampai hari inipun peringatan maulid Nabawi didominasi dan dibesar-besarkan oleh orang-orang yang mempertahankan budaya dan hukum jahiliah. Dan orang-orang yang berpegang teguh kepada akidah sekularisme, ideologi kapitalisme, sistem pemerintahan republik demokrasi, serta ide-ide liberalisme, mederatisme, pluralisme, sinkretisme dan seterusnya. Lebih parah lagi diperingati oleh orang-orang yang menganut akidah materialisme, ideologi komunisme, sosialisme dan sistem pemerintahan komunis, sosialis dan seterusnya.
4. Karenanya, yang lebih layak diperingati dengan suka cita dan gembira ria adalah peristiwa besar setelah Muhammad diangkat menjadi Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam, yaitu peristiwa hijrahnya. Dan sekarang adalah satu Muharram, tahun baru Islam dan umat Islam. Karena Rahmat Rasulullah dan Rahmat penerapan syariat Islam secara Kaffah bisa dirasakan oleh seluruh penduduk dunia, baik mukmin maupun kafir.
5. Sedang setelah Rasulullah wafat, maka digantikan oleh para Khalifahnya sebagai pengendali Rahmat, yaitu kepala negara dalam sistem pemerintahan Islam Khilafah.
Endingnya, mari Kita bersama gunakan dengan sebaik-baiknya momentum Maulid Nabawi untuk agenda dakwah dan berjuang demi tegaknya khilafah ala Minhajin Nubuwwah, institusi penerap Islam Kaffah agar dunia penuh Rahmat, baik dari langit maupun dari bumi, sehingga umat Islam di seluruh dunia benar-benar bersaudara, kemanapun pergi tidak perlu paspor dan visa.
Urutannya begini ;
Dakwah → Khilafah → Islam Kaffah → Rahmatan lil'alamiin → Ukhuwwah Islamiyyah .
Wallahu A'lam bish showwab
Semoga bermanfaat aamiin
#istiqomahdijalandakwah
#janganpalsukankhilafah
#KhilafahAjaranIslam
#janganpalsukanajaranislam
#IslamRahmatanLilAlamin
#DemokrasiSistemKufur
#DemokrasiWarisanPenjajah
#WaspadaImamMahdiPalsu