MUHAMMAD QOSIM BIN ABDUL KARIM ITU BUKAN NAMA IMAM MAHDI

Oleh : Abulwafa Romli

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim 

Dari Abdullah bin Mas'ud dari Nabi SAW, beliau bersabda: 

لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا يَوْمٌ لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَبْعَثَ فِيهِ رَجُلًا مِنِّي - أَوْ : مِنْ أَهْلِ بَيْتِي - يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي ، وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمُ أَبِي ، يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا ، وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا

"Seandainya tidak tersisa dari dunia kecuali sehari, niscaya Allah akan memanjangkan hari itu, hingga Allah mengutus pada hari itu seorang lelaki dariku -atau dari ahli baitku- dimana namanya sesuai namaku dan nama ayahnya (sesuai) nama ayahku. Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan, sebagaimana bumi dipenuhi kezaliman dan penyimpangan". (HR Abu Daud [4282] dan Tirmidzi [2230], dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shohih Abi Daud).

Fokus pada kalimat :
يواطئ إسمه إسمي وإسم أبيه إسم ابي
"namanya sesuai namaku dan nama ayahnya sesuai nama ayahku"
Sekarang benarkah saya menerjemah kata يواطئ dengan sesuai? 

Dalam kamus Al-Lisan Al-Arobiy disebutkan :
واطأَ، يواطئ ، مُواطأةً ووِطاءً ، فهو مُواطِئ ، والمفعول مُواطَأ
واطأ عدوًّا : اتَّفق معه سِرًّا :بمعنى شخص لاحق اتفق و اتبع رأي شخص آخر سبقه بهذا الرأي
واطأ فلانًا على كذا : وافقه عليه واطأه على هدفه : بمعنى فلانا لديه هدف سابق و جاء آخر لاحق و وافقه عليه
واطأ في شِعْره : أَوْطأ ؛ كرّر القافية فيه لفظًا ومعنًى: بمعنى أن القافية اللاحقة أو 
الموالية وافقت القافية السابقة في اللفظ والمعنى 
Jelas bahwa makna kata يواطئ adalah ; اتفق (sepakat, sesuai, selaras), موافقة (kesepakatan, kesesuaian, keselarasan) dan اتبع (mengikuti), juga يشبه (yusybihu / menyerupai) seperti dalam hadits berikut :

عن عبد الله رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وآله وسلم قال : لن تذهب الدنيا حتى يملك الدنيا رجل من أهل بيتي، يواطئ اسمه اسمي. قلت: يا أبا عبد الرحمن، ما يواطئ؟ قال: يشبه (عقد الدرر في أخبار المنتظر ليوسف بن يحيى السلمي، ص : 30)

Dari Abdullah bahwa Nabi SAW bersabda : “Dunia tidak akan pernah lenyap sehingga dunia dikuasai oleh seorang lelaki dari ahli baitku, dimana namanya menyerupai namaku.” Aku berkata : “Hai Aba Abdurrahman, apakah arti kata yuwaathiu?". Ia menjawab ; “Menyerupai”. (Yusuf bin Yahya Assulamy, 'Uqdud Duror fi Akhbaaril Muntazhar, hal.30).

QOSIM DALAM HADITS

Dari Muawiyah ra. Beliau berkata: Aku pernah mendengar Nabiyullah SAW bersabda: 

مَن يُرِدِ اللَّهُ به خَيْرًا يُفَقِّهْهُ في الدِّينِ، وإنَّما أنا قاسِمٌ واللَّهُ يُعْطِي، ولَنْ تَزالَ هذِه الأُمَّةُ قائِمَةً علَى أمْرِ اللَّهِ، لا يَضُرُّهُمْ مَن خالَفَهُمْ 
حتَّى يَأْتِيَ أمْرُ اللَّهِ

"Siapa saja yang Allah menghendaki kebaikan kepadanya, maka Allah memahamkan kepadanya dalam agama. Aku hanyalah Qosim (orang yang membagi ilmu fiqih), sedang Allah itu memberi. Dan umat ini akan selalu tegak diatas perkara (agama) Allah sehingga datang perkara Allah (yaitu angin yang harum sebelum hari kiamat yang mencabut arwah orang-orang muslim)". (HR Bukhari, no. 719).

Hadits ini tidak menjelaskan bahwa Nabiyyullah SAW bernama Qosim, tetapi Nabiyyullah sedang memberi khabar bahwa siapa saja yang Allah menghendaki kepadanya suatu kebaikan yang besar dan manfaat yang banyak, maka Allah memahamkan kepadanya dalam urusan agama. Allah memberinya ilmu syara' yang tidak bisa disaingi oleh kebaikan dunia dalam keutamaan, kemuliaan dan tingginya derajat. Karena ilmu syara' itu warisan para nabi yang tidak mewariskan selainnya.

Kemudian Nabiyyullah SAW memberi khabar bahwa yang memberi hakekatnya hanyalah Allah, sedang Aku bukanlah pemberi, tetapi aku hanyalah Qosim (orang yang membagikan) sesuatu yang aku disuruh untuk membagikannya sesuai ukuran yang telah diperintahkan. 

Dari Jabir bin Abdullah RA, Bahwa Rasulullah SAW bersabda:
تَسَمُّوا باسْمِي و لا تَكَنُّوا بكُنْيَتِي ؛ فإِنَّما أنا أبو القاسِمِ أَقْسِمُ بينَكُمْ
"Namailah (anak kamu) dengan namaku dan janganlah pakai kunyah dengan kunyahku, karena Aku adalah Abul Qosim (Ayahnya Qosim) dimana aku membagi (ilmu syara') diantara kamu". (HR Bukhari, no.3114, dan Muslim, no.2133).

Anas bin Malik RA berkata:
‏ ‏نادى رجل بالبقيع يا أبا القاسم ‏,‏ فالتفت إليه رسول الله صلى الله عليه وسلم ، فقال : يا رسول الله لم أعنك ، إنما عنيت فلانا، فقال تسموا باسمي ، ولا تكنوا بكنيتي ‏
"Seorang lelaki di Baqi' memanggil; "Wahai Abalqosim (bapaknya Qosim)", lalu Rasulullah SAW berpaling kepadanya, lalu lelaki itu berkata; "Ya Rasulullah, aku tidak menghendakimu, aku hanya menghendaki sifulan". Lalu Rasulullah bersabda: "Namailah dengan namaku dan janganlah memakai kunyah dengan kunyahku". (HR Bukhari dan Muslim).

Pada hadits diatas, tidak ada nama Qosim, tapi hanya menjelaskan bahwa kunyah Nabiyyullah SAW adalah Abul Qosim dan bahwa Beliau adalah yang membagi ilmu kepada siapa saja yang Allah menghendaki kebaikan kepadanya. Sedang nama AlMahdi itu Muhammad bin Abdullah, bukan Qosim bin Abdul Karim. Seperti pada tulisan saya sebelumnya :

https://abulwafaromli.blogspot.com/2023/08/nama-khalifah-almahdi-itu-muhammad-bin.html?m=1

Meskipun Qosim diawali dengan Muhammad (Muhammad Qosim), tapi dalam klaim mimpi-mimpinya yang katanya sudah 500 kali bertemu Allah, Allah memanggilnya dengan nama "Qosim", bukan dengan nama "Muhammad" atau "Muhammad Qosim". Padahal nama "Muhammad" adalah yang lebih kuat dan lebih benar untuk nama AlMahdi. Ini panggilan Allah kepada Muhammad Qosim. Muhammad Qosim berkata :

قال لي الله ﷻ في رؤى كثيرة : " قاسم، قم وانشر النّور في العالم كما هو في الظّلام الآن." في إحدى الرّؤى، قال لي الله ﷻ: " قاسم، لأدافعنّ عن باكستان و لأنقذنّ باكستان

"Allah jalla jalaaluh berkata kepadaku dalam mimpi yang banyak ; "Qosim, bangunlah dan sebarkan cahaya di alam (seluruh dunia) sebagaimana alam sekarang dalam kegelapan". Dalam salah satu mimpi, Allah jalla jalaaluh berkata kepadaku; "Qosim, sungguh Aku akan membela Pakistan dan sungguh Aku akan menyelamatkan Pakistan". 

Apalagi Muhammad Qosim (dua kata menjadi satu) itu bukan nama Nabi SAW, nama Nabi SAW itu hanya Muhammad, sedang Qosim itu diantar nama-nama yang lainnya. Dari sisi katanya, Muhammad bukan Qosim dan Qosim bukan Muhammad. Rasulullah SAW juga tidak pernah dipanggil dengan "Ya Muhammad Qosim atau Ya Qosim". Dan dalam hadits tersebut Nabi SAW melarang sahabatnya memanggil Nabi dengan kunyahnya yaitu Abul Qosim, dan tidak menyuruh memanggil dengan nama "Qosim", tapi hanya menjelaskan namanya yaitu "Qosim", sebagai respon dari panggilan kepada seseorang dengan kunyah "Abul Qosim". 
Dalam hadits syafaat riwayat Imam Bukhari, Allah memanggil Nabiyyullah dengan nama "Muhammad", 

فَيَقُولُ يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ وَقُلْ يُسْمَعْ لَكَ وَسَلْ تُعْطَ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَقُولُ يَا رَبِّ أُمَّتِي أُمَّتِي 

"Lalu Robb berfirman: "Hai Muhammad, angkat kepalamu, katakan maka kamu didengar, mintalah maka kamu diberi, dan berilah syafaat maka syafaatmu diterima". Lalu aku berkata : "Wahai Robbku, umatku umatku...".
juga Jibril dalam hadits Islam, Iman dan Ihsan serta tanda-tanda kiamat ... hingga sahabat badui memanggilnya dengan "Muhammad". Jadi Muhammad adalah nama Nabiyyullah SAW dari dunia sampai akhirat.

Dan ketika Kita menggabung dua hadits, yaitu hadits ;
يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي ، وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمُ أَبِي 
"dimana namanya (AlMahdi) sesuai namaku dan nama ayahnya (sesuai) nama ayahku", dan hadits ;
تسمُّوا باسمي و لا تَكَنُّوا بكُنْيَتِي 
"Berilah nama (anak-anak kamu) dengan namaku dan janganlah memakai kunyah dengan kunyahku", dan kaum muslimin juga banyak memakai nama-nama buat mereka dan anak-anak mereka dengan nama Nabiyyullah SAW, yaitu "Muhammad".

Maka hasilnya adalah bahwa nama dan panggilan AlMahdi adalah dengan nama dan panggilan "Muhammad", bukan "Qosim". Sebagaimana nama dan panggilan Nabiyyullah Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam. 

Dari semua yang saya sampaikan diatas, menjadi jelas, bahwa Muhammad Qosim bin Abdul Karim itu bukan nama AlMahdi. Berarti Muhammad Qosim bin Abdul Karim juga bukan calon AlMahdi. Dan para ulama terkemuka juga telah menamai AlMahdi dengan nama Muhammad bin Abdullah seperti pada tulisan saya sebelumnya pada link ini ;

https://abulwafaromli.blogspot.com/2023/08/nama-khalifah-almahdi-itu-muhammad-bin.html?m=1

Wallahu A'lam bish showwab 
Semoga bermanfaat aamiin
Tags

Posting Komentar

1 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
  1. AlMahdi dari keturunan Fatimah namanya Ahmad bin Abdullah atau Muhammad bin Abdullah (Diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim)

    BalasHapus