KHILAFAH ADALAH SOLUSI UTAMA UNTUK PROBLEM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT DAN BERNEGARA

Oleh: Abulwafa Romli 

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim 

Ketika kerusakan di darat dan di lautan itu akibat dari perbuatan manusia sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT :
L
ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)". (QS Ar-Rum Ayat 41).

Dan orang-orang kafir-zalim juga telah menyesatkan manusia sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT:

وَقَدْ أَضَلُّوا كَثِيرًا ۖ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا ضَلَالًا 

"Dan sungguh, mereka telah menyesatkan banyak orang; dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan". (QS Nuh ayat 24).

Imam Ibnu Katsir rh terkait tafsir nya berkata : 

(Dan sungguh, mereka telah menyesatkan banyak orang); yakni berhala-berhala yang dijadikan (oleh orang-orang kafir) untuk menyesatkan banyak manusia. Karena penyembahan terhadap berhala-berhala itu terus berlangsung sejak dahulu hingga sekarang ini, oleh orang Arab, ajam dan seluruh manusia di dunia. Kholilullah Ibrohim AS juga telah berdoa minta dijauhkan dan anak cucunya dari menyembah berhala;

رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ اٰمِنًا وَّاجْنُبْنِيْ وَبَنِيَّ اَنْ نَّعْبُدَ الْاَصْنَامَ ۗ رَبِّ اِنَّهُنَّ اَضْلَلْنَ كَثِيْرًا مِّنَ النَّاسِۚ ...

“Ya Tuhan, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala. Ya Tuhan, berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak dari manusia...". (QS Ibrohim ayat 34-36).

Dari ayat-ayat di atas, jelas bahwa kerusakan itu ada dua macam ; kerusakan alam di darat dan lautan, dan kerusakan keyakinan dan perilaku manusia sehingga jauh dari agama yang diridhoi Allah, yaitu Islam. Akibat manusia menyembah berhala-berhala, baik berhala fisik di zaman jahiliah ortodok maupun berhala ideologi dan pemikiran di zaman moderen saat ini.

Kerusakan tersebut dilakukan oleh manusia-manusia kafir-musyrik. Dan kerusakan itu merata ke semua lini kehidupan; private, masyarakat dan negara. Sehingga solusi untuk mengatasinya adalah solusi untuk manusia tanpa memandang dari mana asalnya dan apa agamanya. Karena manusialah penyebab dan pelaku kerusakan itu. Solusi untuk manusia harus datang dari pencipta manusia, bukan dari manusia. Yaitu syariat Islam kaffah dalam naungan daulah Khilafah. Karena untuk solusi kehidupan, masyarakat dan negara itu harus dengan hukum-hukum yang terakumulasi menjadi sistem-sistem kehidupan, masyarakat dan negara. Dimana terbagi menjadi lima sistem Islam; sistem pemerintahan, sistem ekonomi, sistem pendidikan, sistem pergaulan dan sistem sanksi hukuman. Lalu dikokohkan dengan sistem politik dalam dan luar negeri. Politik dalam negerinya adalah menerapkan lima sistem diatas. Sedang politik luar negerinya adalah menyebarkan lima sistem diatas ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad fisabilillah. 

Semua sistem diatas tidak akan pernah bisa diterapkan, kecuali oleh daulah Khilafah sebagai sistem pemerintahan Islam. Oleh karena itu, khilafah sebagai sistem pemerintahan adalah solusi utama untuk semua problem kehidupan, masyarakat dan negara.

Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada Kita bahwa sistem pemerintahan Islam lah yang pertama kali lepas. Beliau bersabda :

عن أبي أمامة الباهلي رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال :
لَتُنْقَضَنَّ عُرى الإسلامِ عُروةً عُروةً، فكُلَّما انتَقَضَت عُروةٌ تَشَبَّث النَّاسُ بالتي تليها، فأَوَّلُهنَّ نَقضًا الحُكمُ، وآخِرُهنَّ الصَّلاةُ

Dari Abu Umamah Albahily RA dari Annabi SAW, bahwa beliau bersabda : "Sungguh pasli akan terlepas tali-tali (syariat) Islam satu demi satu. Ketika telah terlepas satu tali, maka orang-orang berpegang dengan tali berikutnya. Tali yang pertama kali lepas adalah (sistem) pemerintahan (Khilafah ala Minhajin Nubuwwah). Sedang yang terakhir lepas adalah shalat". (HR Imam Ahmad dalam Musnadnya, Thabrani dalam Almukjam Alkabir, dan Ibnu Hiban dalam Shahihnya dengan sanad yang baik/jayyid).

Pada hadits ini jelas, bahwa syariat Islam yang pertama kali lepas adalah pemerintahan, yakni sistem pemerintahan Islam Khilafah ala Minhajin Nubuwwah. Lalu berganti menjadi Khilafah ala Minhajil Muluk dimulai dari khilafah Umawiyyah dari Bani Umayyah, lalu Khilafah Abbasiyyah dari Bani Abbas, lalu Khilafah Utsmaniyyah dari Bani Utsman. Sehingga Khilafah ala Minhajil Muluk pun terlepas menjadi sistem pemerintahan bid'ah dan kafir, dari kerajaan, teokrasi, republik, demokrasi sampai komunis-sosialis.

Kemudian akibat lepasnya tali Islam pertama yaitu sistem pemerintahan, tali-tali Islam berikutnya terlepas satu demi satu beruntun terjun cepat seperti terlepasnya butiran-butiran tasbih yang putus benang. Sehingga kemaksiatan, kemungkaran, kebid'ahan, kekufuran dan kesyirikan pun merajalela. Dan terakhir sudah tidak terhitung, saking banyaknya, jumlah orang-orang Islam yang tidak mengerjakan shalat, apabila yang menegakan shalat.

Karena itu, kalau Kita ingin mengembalikan tali-tali Islam menjadi utuh sebagaimana semula, maka caranya kembalikan tali Islam yang pertama lepas, maka semua tali berikutnya akan kembali. Yaitu dengan berdakwah menegakkan Khilafah ala Minhajin Nubuwwah. Sebagaimana yang telah digariskan dan diperjuangkan oleh Syaikh Taqiyuddin serta Hizbut Tahrir yang didirikannya.

Imam Malik bin Anas RH berkata :

لن يُصلِحَ آخرَ هذه الأمة إلا ما أصلَحَ أولَها

"Tidak akan pernah bisa memperbaiki akhir umat ini kecuali sesuatu yang telah memperbaiki awal umat"
(Ibnu Taimiyah, Iqtidhoush Shirothil Mustaqim, hal. 367; Majmu'ul Fatawa, 20/375, 27/384-396).

Dalam riwayat lain memakai redaksi :

لن يَصلُحَ آخرُ هذه الأمة إلا بما صَلَح به أولها؛ فما لم يكن يومئذٍ دينًا، لا يكون اليوم دينًا

"Akhirnya umat ini tidak akan pernah baik kecuali dengan sesuatu yang awal umat menjadi baik dengannya".
(Qodhi 'Iyadh, Asysyifa, 2/87-88).

Dan Asy-Syathibi dalam kitab Al-I'tishomnya (1/111), menuturkan dengan redaksi :

لن يأتيَ آخرُ هذه الأمة بأهدى مما كان عليه أولُها 

"Akhir umat ini tidak akan pernah bisa mendapatkan petunjuk yang lebih lurus daripada petunjuk yang dimiliki oleh awal umat".

Sama seperti diatas, bahwa generasi pertama umat Islam itu mendapat petunjuk, kebaikan dan kemuliaan setelah memiliki dan menerapkan sistem pemerintahan Islam, yaitu Daulah Nubuwwah Pimpinan Nabi SAW dan Khilafah ala Minhajin Nubuwwah Pimpinan Alkhulafaa Arrosyidiin.

Oleh karena itu, generasi terakhir umat Islam juga bisa meraih petunjuk, kebaikan dan kemuliaan setelah berhasil menegakkan khilafah ala Minhajin Nubuwwah atau Khilafah Rosyidah Mahdiyyah. Dan InsyaaAllah dalam waktu dekat akan segera tegak Khilafah ala Minhajin Nubuwwah kedua. Aamiin...

Wallahu A'lam bish showwab 
Semoga bermanfaat aamiin 

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.