MEMBONGKAR FITNAH SANG MANTAN (1)

Oleh : Abulwafa Romli 

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim 

Berikut adalah tulisan Muafa (saya potong-potong lalu saya bongkar biar lebih mudah dibaca) :

===== M u a f a =====
APAKAH ULAMA SELAIN HIZBUT TAHRIR SEMUANYA MASUK NERAKA KARENA TIDAK MENERIAKKAN KHILAFAH?

Oleh: Muafa

Kira-kira memang seperti itu ajaran implisit Hizbut Tahrir terhadap kader-kader awamnya.
Secara eksplisit memang mereka tidak akan pernah berani mengatakan “semua ulama/orang Islam selain Hizbut Tahrir akan masuk neraka”. Tapi secara implisit dan keyakinan, bisa ditegaskan memang itulah yang mereka simpan dalam hati mereka.
===== j e d a=====

Tanggapan saya :

Pernyataan tersebut adalah murni dari otak Muafa sendiri dimana tidak ada hubungan dengan Hizbut Tahrir, karena Hizbut Tahrir tidak pernah menyatakannya, juga su-uzhzhon (buruk sangka) dan sok tahu dengan isi hati orang-orang Hizbut Tahrir, bahkan tergolong fitnah yang keji. Maka kelak di Padang Mahsyar Muafa akan dimintai pertanggung jawabannya di pengadilan Allah SWT.

===== M u a f a =====
Apa buktinya?
Buktinya adalah ajaran Taqiyyuddīn al-Nabhānī dalam al-Syakhṣiyyah al-Islāmiyyah yang diimani/diyakini aktivis Hizbut Tahrir berikut ini,

والقعود عن إقامة خليفة للمسلمين معصية من أكبر المعاصي، لأنها قعود عن القيام بفرض من أهم فروض الإسلام، ويتوقف عليه إقامة أحكام الدين، بل يتوقف عليه وجود الإسلام في معترك الحياة. فالمسلمون جميعاً آثمون إثماً كبيراً في قعودهم عن إقامة خليفة للمسلمين الشخصية الإسلامية الجزء الثاني (ص: 12)

Artinya,
“Berdiam diri dari menegakkan khalifah untuk kaum muslimin adalah di antara kemaksiatan terbesar. Sebab itu bermakna berdiam diri untuk melaksanakan salah satu kewajiban di antara kewajiban-kewajiban terpenting yang mana penegakan hukumnya din tergantung padanya. Bahkan keberadaan Islam dalam kancah kehidupan bergantung kepadanya. Seluruh kaum muslimin berdosa dengan dosa yang besar saat mereka berdiam diri menegakkan khalifah untuk kaum muslimin” (al-Syakhṣiyyah al-Islāmiyyah hlm 12)
Dalam kitab di atas Taqiyyuddīn al-Nabhānī menegaskan bahwa berdiam diri tidak mau menegakkan khalifah adalah di antara KEMAKSIATAN TERBESAR.

Dalam teks yang lain Taqiyyuddīn al-Nabhānī menegaskan bahwa orang-orang seperti itu bukan hanya berdosa, tapi juga layak untuk DIAZAB ALLAH DAN DIHINAKAN OLEHNYA di dunia maupun akhirat, Taqiyyuddīn al-Nabhānī menulis,

ولذلك استحقوا الإثم فاستحقوا عذاب الله وخزيه في الدنيا والاخرة ( الشخصية الإسلامية الجزء الثاني, ص: 12)

Artinya,
“Oleh karena itu, mereka layak disiksa Allah dan dihinakan olehNya baik di dunia maupun akhirat” (al-Syakhṣiyyah al-Islāmiyyah hlm 12)
Bahkan Taqiyyuddīn al-Nabhānī berani mengatakan bahwa orang yang seperti itu akan di siksa Allah dengan siksaan yang paling pedih. Taqiyyuddīn al-Nabhānī menulis,

والتقصير في القيام به معصية من أكبر المعاصي يعذِّب الله عليها أشد العذاب (الشخصية الإسلامية الجزء الثاني (ص: 6)

Artinya,
“Melalaikan pelaksanaan kewajiban ini (mengangkat khalifah) adalah kemaksiatan di antara kemaksiatan terbesar yang Allah akan menyiksanya dengan azab yang paling pedih” (al-Syakhṣiyyah al-Islāmiyyah hlm 6)

Maksud berdiam diri dalam definisi Taqiyyuddīn al-Nabhānī adalah tidak mendirikan kelompok politik islami untuk menegakkan khilafah atau bergabung di dalamnya. Sebab, menurut Taqiyyuddīn al-Nabhānī hanya melalui kelompok politik islami sajalah khilafah bisa tegak. Tidak mungkin pakai amal individu atau amal jama'i yang tidak fokus ke politik.
===== j e d a =====

Sanggahan saya :

Tiga pernyataan Syaikh Taqiyuddin Annabhani rh diatas adalah benar dan apa adanya, juga tidak keliru dan tidak sesat. Karena ;

1- Syaikh Taqiyuddin secara normatif, tidak secara subyektif, beliau hanya membicarakan satu qodhiyah / masalah berupa kewajiban besar yang fardhu kifayah, dosa meninggalkannya besar, dan azabnya juga besar. Ini adalah fakta yang sangat jelas, baik secara naqli maupun secara aqli. 

Secara naqli Allah berfirman :
أَفَتُؤۡمِنُونَ بِبَعۡضِ ٱلۡكِتَٰبِ وَتَكۡفُرُونَ بِبَعۡضٖۚ فَمَا جَزَآءُ مَن يَفۡعَلُ ذَٰلِكَ مِنكُمۡ إِلَّا خِزۡيٞ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰٓ أَشَدِّ ٱلۡعَذَابِۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعۡمَلُونَ.
"Apakah kalian mengimani sebagian Al-Kitab dan mengingkari sebagian yang lain? Tidak ada balasan bagi orang yang berbuat demikian di antara kalian, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada Hari Kiamat mereka dikembalikan ke dalam siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kalian perbuat." QS. Al-Baqarah [2]: 85).

Menegakkan khilafah adalah kewajiban besar karena bergantung kepadanya kewajiban-kewajiban besar lainnya. Dan dengan tiadanya khilafah otomatis kewajiban-kewajiban besar lainnya itu tidak dapat diterapkan. Sehingga kaum muslimin terjatuh kedalam jurang sekularisme, yaitu mengimani sebagian kitab Alqur'an dan mengingkari sebagian yang lainnya. Karena arti mengimani Alqur'an adalah termasuk menerapkan dan mempraktikkannya. Sebab iman tanpa amal itu tidak diterima. Karenanya, didalam Alqur'an terus diulang-ulang kalimat الذين آمنوا وعملوا الصالحات (orang-orang yang beriman dan beramal shalih). Jadi surat Albaqoroh ayat 85 diatas sudah sangat jelas menunjukkan bahwa dosa besar itu azabnya juga besar (asyaddal 'adzab).

Kewajiban-kewajiban besar yang tidak dapat diterapkan tanpa khilafah itu tergolong dalam lima sistem Islam ; sistem pemerintahan, sistem ekonomi, sistem pendidikan, sistem pergaulan dan sistem 'uqubat. Sedang meninggalkan banyak kewajiban besar tersebut, tentu dosanya besar dan azabnya juga besar :

https://abulwafaromli.blogspot.com/2022/03/azab-bagi-kaum-sekular.html?m=1

Secara aqli, siapa saja orang yang akalnya waras, ia pasti paham bahwa wadah yang besar isinya bisa besar (banyak), api besar bisa membakar benda besar, alam semesta yang besar pasti Penciptanya juga besar bahkan lebih besar. Sehingga sangat aqli (rasional) bahwa dosa besar, azabnya juga besar. Syirik dosa besar dan azabnya besar, zina dosa besar dan azabnya besar, riba dosa besar dan azabnya besar, dan seterusnya.

2- sebagaimana diatas, Syaikh Taqiyuddin hanya sedang membicarakan satu qodhiyyah, sebagaimana Allah dalam surat Albaqoroh ayat 85 membicarakan satu qodhiyyah saja. Tidak membicarakan qodhiyah-qodhiyah lainnya seperti ampunan dan rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya yang istighfar dan taubat, timbangan amal perbuatan (Mizan) sehingga kebaikannya lebih unggul, syafaat dan seterusnya. Sehingga hamba-hamba yang membawa dosa besar diatas itu pada akhirnya dimasukkan ke surga tempat rahmat-Nya. Jadi masalah akhirnya masuk neraka atau masuk surga itu qodhiyyah lain diluar pembicaraan Syaikh Taqiyuddin. Dimana Syaikh Taqiyuddin atau Hizbut Tahrir menyatakan bahwa kaum muslimin yang tidak ikut memperjuangkan khilafah itu masuk neraka? Di otaknya Muafa!

3- sebagai perbandingan, ulama lain juga menyatakan bahwa menegakkan khilafah adalah diantara kewajiban yang besar (paling penting).
Imam Ibnu Hajar Al Haitami berkata :
اعلم أيضًا أن الصحابة رضوان الله عليهم أجمعوا على أن نصب الإمام بعد انقراض زمن النبوة واجب، بل جعلوه أهم الواجبات حيث اشتغلوا به عن دفن رسول الله

“Ketahuilah juga, bahwa para shahabat -semoga Allah meridhai mereka- telah bersepakat bahwa mengangkat seorang imam (khalifah) setelah berakhirnya zaman kenabian adalah wajib, bahkan mereka menjadikannya sebagai kewajiban paling penting dimana mereka menyibukkan diri dengan kewajiban itu dengan meninggalkan kewajiban menguburkan jenazah Rasulullah SAW.” (Ibnu Hajar Al Haitami, As Shawa’iqul Muhriqah, hlm. 7).

KH. Abu al-Fadhol As-Sinori Tuban (w. 1411 H) ketika menjelaskan matan Jauharat Tauhid yang berbunyi:
وواجب نصب إمام عدل # بالشرع فاعلم لا بحكم العقل
Wajib hukumnya mengangkat seorang imam/khalifah yang adil # ketahuilah bahwa itu berdasarkan syara' bukan akal.
Beliau mengatakan :

هذا شروع في بيان الإمامة، والإمام ذو الإمامة. وهي رياسة عامة في الدين والدنيا خلافة عن النبي صلى الله عليه وسلم. فإذا عرفت ذلك فاعلم أن نصب الإمام العدل واجب على المسلمين بإجماع الصحابة بعد وفاة النبي صلى الله عليه وسلم على نصبه، حتى جعلوه أهم الواجبات، وقدموه على دفنه.

"Bait ini mulai menjelaskan tentang imamah/khilafah, dan imam/khalifah adalah yang berkuasa atas imamah/khilafah tersebut. Yaitu kepemimpinan umum (umat Islam) dalam urusan agama (Islam) sekaligus urusan dunia menggantikan peran Nabi -shallallahu alaihi wasallam-. Bila anda sudah mengerti hal itu maka ketahuilah bahwa mengangkat seorang imam/khalifah yang adil itu hukumnya wajib atas kaum muslim, karena berdasarkan ijmak (konsensus) sahabat pasca wafatnya Nabi -shallallahu alaihi wasallam- untuk mengangkat seorang imam/khalifah. Sampai-sampai mereka menganggapnya sebagai kewajiban yang paling prioritas, sehingga mendahulukannya daripada pemakaman beliau. ..." 
(Ad-Durr Al-Farîd [Rembang: Al-Maktabah Al-Anwariyya] hlm 476-477).

Dan pernyataan senada dari ulama lainnya. Jadi ketika menegakkan khilafah adalah kewajiban besar, maka secara naqli dan aqli, dosa meninggalkannya juga besar dan siksanya juga besar (lebih berat), asyaddul 'adzab.

===== M u a f a =====
Masalahnya, semua kelompok yang ada bagi Taqiyyuddīn al-Nabhānī adalah salah dan hanya Hizbut Tahrir yang benar dan satu-satunya yang mengikuti metode Rasulullah SAW dalam mendirikan negara. Jadi kesimpulannya, ulama manapun, termasuk orang Islam manapun yang tidak bergabung dengan Hizbut Tahrir berarti dia dinilai berdiam diri dan akan masuk neraka!
===== j e d a =====

Sanggahan saya :

Ini juga dusta dan fitnah Muafa yang nyata, dan sebagai كلمة هو قائلها (perkataan dia sendiri yang mengatakannya), bukan perkataan orang lain dan bukan pernyataan Hizbut Tahrir. Karena dalam kitab Manhaj Hizbut Tahrir hal. 33 dan lainnya Syaikh Taqiyuddin justru menyatakan :

فإنه بعد كل ذلك تبنى حزب التحرير أفكارا وآراء وأحكاما تفصيلية تتعلق بالفكرة الإسلامية وبطريقة تنفيذها، وهي أفكار وآراء وأحكام إسلامية ليس غير، وليس فيها أي شيء غير إسلامي، ولا تتأثر بأي شيء غير إسلامي، بل هي إسلامية فحسب، لا تعتمد إلا على أصول الإسلام ونصوصه، وقد تبناها بناء على قوة الليل، حسب اجتهاده وفهمه، لذلك فإنه يعتبرها صحيحة وفيها قابلية الخطأ.

"Sesungguhnya setelah melakukan semua itu (kajian panjang dan berlapis), Hizbut Tahrir mengadopsi afkar, aro' dan ahkam yang perinci yang berkaitan dengan fikroh Islam dan thoriqoh untuk melaksanakannya. Semuanya adalah afkar, aro' dan ahkam Islami, tidak ada lainnya, tidak ada padanya sesuatu yang tidak Islami, dan tidak terpengaruh dengan sesuatu yang tidak Islami, tetapi semuanya Islami, cukup Islami. Dan tidak bersandar kecuali kepada ushul dan nushush Islam. Hizbut Tahrir telah mengadopsi semuanya atas dasar kuatnya dalil, sesuai ijtihad dan fahamnya. Karena itu, Hizbut Tahrir menganggap SEMUANYA BENAR DAN PADANYA ADA KEMUNGKINAN SALAH".

Sebagaimana Imam Syafi’i rh mengatakan :

رايي صواب يحتمل الخطأ ورأي غيري خطأ يحتمل الصواب

"Pendapatku benar, tetapi mengandung kemungkinan keliru. Pendapat orang lain keliru, tapi mengandung kemungkinan benar”.

===== M u a f a =====
Hanya satu pemikiran ini saja sebenarnya sudah cukup untuk membuktikan kebatilan kelompok Hizbut Tahrir. Sebab tidak masuk di akal ulama-ulama besar di luar Hizbut Tahrir semua masuk neraka dan hanya orang-orang Hizbut Tahrir yang selamat dari neraka. Ini membatasi rahmat Allah. Terasa sungguh ujub dan angkuh.
Maha Suci Allah untuk menyiksa hambaNYa hanya gara-gara tidak bicara khilafah seperti maunya Hizbut Tahrir.
Justru tindakan para ulama yang tidak mengangkat isu khilafah dan tidak mengusahakan untuk mengangkat khalifah itu sudah benar dan sesuai dengan prinsip ilmu yang kokoh. Banyak ulama ahlussunah yang melarang membesarkan isu khilafah. Saya sudah pernah membuat catatan khusus masalah ini. Itu yang lebih dekat dengan kebenaran dan lebih sesuai dengan prinsip ajaran Al-Qur’an dan hadis. Tidak seperti Hizbut Tahrir yang terlalu ambisi kekuasaan lalu mengerahkan segala sesuatu demi memperoleh kekuasaan tersebut.
===== j e d a =====

Sanggahan saya :

Ini juga dusta dan fitnah yang nyata dan sebagai كلمة هو قائلها (perkataan yang dia sendiri yang mengatakannya), bukan Hizbut Tahrir. Dan ini tujuan dakwah Hizbut Tahrir :

غاية حزب التحرير 
هي اسنئناف الحياة الإسلامية، وحمل الدعوة الإسلامية إلى العالم. وهذه الغاية تعني إعادة المسلمين إلى العيش عيشا إسلاميا في دار الإسلام، وفي مجتمع إسلامي، بحيث تكون جميع شؤون الحياة فيه مسيرة وفق الأحكام الشرعية، وتكون وجهة النظر فيه هي الحلال والحرام في ظل دولة إسلامية، التي هي دولة الخلافة، والتي ينصب المسلمون فيها خليفة يبايعونه على السمع والطاعة على الحكم بكتاب الله وسنة رسوله، وعلى أن يحمل الإسلام رسالة إلى العالم بالدعوة والجهاد

Tujuan Hizbut Tahrir 
Ialah melanjutkan kehidupan Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh Dunia. Ghoyah ini berarti mengembalikan kaum Muslimin kepada kehidupan secara Islam di dalam Darul Islam dan Masyarakat Islam, dimana semua urusan kehidupannya dijalankan sesuai hukum-hukum syariah, dan sudut pandangnya adalah Halal - Haram, di dalam naungan negara Islam, yaitu negara Khilafah. Negara dimana kaum Muslimin mengangkat seorang khalifah yang mereka membaiatnya atas dasar (mereka) mendengar dan ta'at (kepada khalifah), atas dasar (khalifah) memerintah (memutuskan perkara) dengan kitab Allah dan sunnah Rasulullah, dan atas dasar (Khalifah) mengemban risalah Islam ke seluruh Dunia dengan dakwah dan jihad.

والحزب يهدف إلى إنهاض الأمة النهضة الصحيحة، بالفكر المستنير، ويسعى إلى أن يعيدها إلى سابق عزها ومجدها، بحيث تنتزع زمام المبادرة من الدول والأمم والشعوب، وتعود الدولة الأولى في العالم، كما كانت في السابق، تسوسه وفق أحكام الإسلام

Hizbut Tahrir bertujuan membangkitkan umat dengan kebangkitan yang benar, dan dengan pemikiran yang cemerlang. Hizbut Tahrir berusaha mengembalikan umat kepada kemuliaan dan keagungannya yang dulu pernah diraihnya. Dimana umat bisa memegang kendali percaturan negara-negara, umat-umat dan bangsa-bangsa lain, dan mengembalikan negara adidaya Dunia sebagaimana pernah terjadi dahulu. Yaitu negara yang mengatur Dunia sesuai hukum-hukum Islam.

كما يهدف إلى هداية البشرية، وإلى قيادة الأمة للصراع مع الكفر وأنظمته وأفكاره، حتى يعم الإسلام الأرض

Sebagaimana Hizbut Tahrir bertujuan memberikan hidayah kepada seluruh manusia, dan memimpin umat bertarung dengan kekufuran, sistem-sistem kufur dan pemikiran-pemikiran kufur, sehingga Islam bisa merata ke seluruh Dunia.
(Taqiyyuddin An-Nabhani, Hizbut Tahrir, hal. 13).

Jadi Hizbut Tahrir hanya semata-mata bertujuan menerapkan Islam secara Kaffah sesuai perintah Allah dalam Albaqoroh ayat 208, dan sabar serta Istiqomah sesuai Sunnah Rasulullah dalam meraih kekuasaan, bukan ambisi dengan cara apa saja untuk memperoleh kekuasaan.

===== M u a f a =====
Kaum muslimin saat ini tidak punya qudrah untuk mengangkat khalifah. Malah mudaratnya sangat besar mengangkat isu khilafah saat ini. Jadi tenaga para ulama justru malah wajib diarahkan untuk melaksanakan fardu kifayah yang lebih penting di negeri masing-masing sesuai kondisi, semisal membina umat agar bebas dari kemusyrikan, mendakwahi ilmu-ilmu fardu ain, membentengi umat dari pemurtadan, melakukan layanan sosial seperti pendidikan, rumah sakit, panti asuhan dan lain-lain.
اللهم أعذنا من مضلات الفتن
===== s e l e s a i =====

Sanggahan saya :

Ini asumsi liar yang salah fatal. Karena kaum muslimin bukan tidak punya qudroh untuk menegakkan khilafah, tapi hanya belum mau. Karena menegakkan khilafah itu fardhu kifayah, artinya kewajibannya dibebankan kepada kaum muslimin (على المسلمين) sedunia. Sebab khilafah itu milik kaum muslimin sedunia. Kalau mereka sudah mau, maka tidak perlu sedunia, tetapi senegara saja sudah cukup untuk menegakkan khilafah. Kenapa mereka belum mau? Karena masih banyak gentayangan tukang fitnah sejenis Muafa ;

https://abulwafaromli.blogspot.com/2022/10/belum-bisa-belum-mampu-atau-belum-mau.html?m=1

Muafa juga buruk sangka, jahil atau pura-pura jahil, bahwa amaliah membina umat dan seterusnya juga sudah dan terus dilakukan oleh individu-individu anggota Hizbut Tahrir meskipun mereka tidak menamakan dan disuruh oleh Hizbut Tahrir.

Terakhir :

Kesimpulan dari rangkaian tulisan Muafa itu menunjukkan dengan sangat jelas atas karakter Muafa sendiri, yaitu sebagai aladdul khishom dan jauh dari karakter seorang akademis ;

https://abulwafaromli.blogspot.com/2016/02/meningkatkan-kewaspadaan.html?m=1

اللهم أعذنا من مضلات فتن الدجالين الكذابين آمين

Wallahu A'lam bish showwab 
Semoga bermanfaat aamiin
Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.