JANGAN JADIKAN PANCASILA SEPERTI LIMA JARI TANGAN KIRI

Oleh : Abulwafa Romli
 
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Tulisan ini bukan untuk melecehkan, tapi ikhtiar pemikiran, bagaimana bisa menerapkan Pancasila secara kaffah. Pancasila itu seperti lima jari tangan kiri, sedang lima jari tangan kanannya itu Piagam Jakarta / Jakarta Charter. Dan Indonesia merdeka pada 17 Agustus  1945 itu dengan Pancasila versi Piagam Jakarta.

•Piagam Jakarta adalah rumusan Pancasila tanggal 22 Juni 1945, yang terdiri dari :
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
 
Pancasila 01 Juni 1945 itu terdiri dari :
1. Kebangsaan Indonesia
2. Peri Kemanusiaan
3. Mufakat atas Demokrasi
4. Keadilan Sosial
5. Ketuhanan
 
Dan Pancasila 18 Agustus 1945 yang berlaku hingga sekarang terdiri dari :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang Adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat  kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi seluruh Rakyat Indonesia.

•Ibaratnya Kita minta tolong kepada seorang manusia untuk mengerjakan sesuatu di dalam rumah. Lalu telapak tangan kiri orang itu, agar lima jarinya tidak tercecer, Kita potong dan Kita bawa masuk ke dalam rumah. Jelas lima jari itu tidak akan bisa berbuat apa-apa karena sudah menjadi bangkai. Seharusnya orangnya yang Kita ajak masuk ke dalam rumah, bukan cuma lima jari tangan kirinya.
 
Seperti itulah Pancasila yang diklaim telah digali dan diambil dari dalil-dalil / nilai-nilai Islam sehingga dikatakan Islami. Pancasila tidak akan bisa diterapkan ketika Islamnya ditolak untuk diterapkan. Pancasila tidak akan bisa diterapkan secara kaffah, ketika Islamnya tidak diterapkan secara kaffah. Jadi untuk bisa menerapkan Pancasila secara kaffah tidak ada jalan lain selain menerapkan syariah Islam secara kaffah. Karena hanya mengambil Pancasila serta menolak penerapan Islamnya itu seperti memotong dan membawa masuk lima jari tangan kiri serta membiarkan orangnya diluar rumah.
 
Sedang Islam tidak akan bisa diterapkan secara kaffah kecuali dengan penegakkan khilafah. Apalagi khilafah adalah bagian dari ajaran syariat Islam, sehingga tidak ada penerapan syariat Islam secara kaffah tanpa penegakkan khilafah.

•DULU SAYA PERCAYA PANCASlLA ITU ISLAMI

SEJAK saya nyantri di Pondok Pesantren Ternama (1984 - 1994), saya telah mendapat doktrin bahwa Pancasila itu Islami karena digali dari dalil-dalil atau nilai-nilai Islam. Bahkan ketika itu saya telah ikut Penataran P4 dan mendapat sertifikat. 

Seperti inilah dalil-dalil Pancasila yang saya kenal dan saya hapal ketika itu :

1. Ketuhanan yang Maha Esa
Dalilnya :
 قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ
“Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.” (QS Al-Ikhlash ayat 1).

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab 
Dalilnya :
اِنَّ اللّٰهَ يَاۡمُرُ بِالۡعَدۡلِ وَالۡاِحۡسَانِ وَاِيۡتَآىِٕ ذِى الۡقُرۡبٰى وَيَنۡهٰى عَنِ الۡفَحۡشَآءِ وَالۡمُنۡكَرِ وَالۡبَغۡىِ‌ۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُوۡنَ
“Sesungguhnya Alllah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. An-Nahl : 90)

3. Persatuan Indonesia
Dalilnya :
 يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ 
“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (QS Al-Hujurot : 13).

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan
Dalilnya :
 وَالَّذِيْنَ اسْتَجَابُوْا لِرَبِّهِمْ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَۖ وَاَمْرُهُمْ شُوْرٰى بَيْنَهُمْۖ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ 
“Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan dan melaksanakan salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka,” (QS As-Syura : 38).

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Dalilnya :
 اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS An-Nahl : 90).

Dan masih banyak lagi ayat-ayat terkait Pancasila yang mereka sampaikan di berbagai forum, baik dengan lisan maupun tulisan.

•SEKARANG SAYA RAGU PANCASlLA ITU ISLAMI

BELAKANGAN saya mulai ragu kalau Pancasila itu Islami atau digali dari nilai-nilai Islam. Karena di hadapan saya, sangat nyata, Pancasila hanya dipakai untuk membungkam gerakan dakwah Islam kaffah. Kaum muslimin yang memperjuangkan syariat Islam dan Khilafah dituduh radikalis, ekstrimis, teroris dan anti Pancasila.

Tetapi dalam kasus penguasaan tambang emas oleh PT Freeport dan saat oligarki menguasai seluruh kekayaan tambang yang telah diciptakan oleh Allah SWT untuk dimiliki bersama, Pancasila tidak terdengar dipakai untuk menolaknya oleh mereka yang mengklaim "Aku Pancasila".
 
Pancasila juga tidak muncul untuk menolak berbagai UU yang menyengsarakan rakyat, yang tidak berperikemanusiaan, tidak adil, tidak beradab, dan tidak memberikan kesejahteraan, seperti UU Minerba, UU KPK hingga UU Cipta Kerja. 

Pancasila baru muncul dalam isu penggunaan cadar, aktif di masjid, rajin mengaji, celana cingkrang, memanjangkan jenggot, hingga upaya perjuangan untuk menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam naungan institusi Khilafah. Seluruh perjuangan umat Islam, yang ingin kembali hidup di bawah naungan sistem-sistem Islam, dituding radikal, dituding ekstrim hingga dituding teroris dan digebuki dengan tameng anti Pancasila.
 
HTI dan FPI digebuk, dibungkam dan dibubarkan, dengan dalih memperjuangkan Khilafah, Anti Pancasila. Padahal khilafah adalah ajaran Islam yang mujmak 'alaihi dan maklum minaddien bidhdhoruriy. Khilafah dituduh akan mengganti atau merubah Pancasila, mengubah UUD 1945. Padahal, UUD sudah 4 kali amandemen, dan mau diamandemen lagi untuk menunda Pemilu untuk melanggengkan kekuasaan rezim, semua itu dilakukan oleh politisi dan partai, tapi mereka tidak dituduh anti Pancasila.

Pancasila tidak digunakan untuk menolak ideologi Kapitalisme liberal yang saat ini benar-benar diterapkan di negeri ini, tidak pula digunakan untuk melawan narasi dan geliat kebangkitan ideologi komunisme. Pancasila hanya digunakan untuk membelenggu umat Islam yang ingin taat kepada Allah SWT, ingin menerapkan syariat Islam, melalui penegakkan sistem pemerintahan Islam, Khilafah ala Minhajin Nubuwwah.

•MENJADIKAN PANCASlLA SEBAGAI ALAT PEMURTADAN? JANGAN!

KALAU Kita yakin sepenuh hati dan nerima sepuas akal bahwa Pancasila itu Islami, maka jangan jadikan Pancasila sebagai alat pemurtadan. Minimal Pancasila itu didukung oleh lima ayat Alqur'an sebagai dalilnya. Dan Kita dipaksa atau memaksa orang lain untuk menerapkan dan mempraktikkan Pancasila dengan lima ayat Alqur'annya itu. Serta Kita dilarang atau melarang orang lain menerapkan dan mempraktikkan semua ayat-ayat ahkam Alqur'annya. Padahal hanya dengan menolak dan mengingkari kewajiban menerapkan dan mempraktikkan satu hukum syariat yang mujmak 'alaihi saja, seorang muslim bisa tergolong menjadi murtad / kafir. Lalu bagaimana dengan puluhan hukum yang mujmak 'alaihi?

Imam Nawawi rh berkata :
أطلق الإمامُ الرَّافعي القَولَ بتكفيرِ جاحِدِ المجمَعِ عليه، وليس هو على إطلاقِه، بل من جحد مجمَعًا عليه فيه نَصٌّ، وهو من أمورِ الإسلامِ الظَّاهرةِ التي يشترِكُ في مَعرِفتِها الخواصُّ والعوامُّ؛ كالصَّلاةِ، أو الزكاةِ، أو الحَجِّ، أو تحريمِ الخَمرِ أو الزِّنا، ونحوِ ذلك- فهو كافِرٌ،
ومن جحد مجمَعًا عليه لا يعرِفُه إلَّا الخواصُّ؛ كاستحقاقِ بنتِ الابنِ السُّدُسَ مع بنتِ الصُّلبِ، وتحريمِ نِكاحِ المعتَدَّةِ، وكما إذا أجمع أهلُ عَصرٍ على حُكمِ حادثةٍ؛ فليس بكافرٍ؛ للعُذْرِ.
"Imam Rofi'i telah memutlakkan perkataan dengan mengkafirkan orang yang mengingkari mujmak 'alaihi. Padahal tidak bisa dimutlakkan. Tetapi siapa saja yang mengingkari mujmak 'alaihi yang ada nashnya, dan termasuk perkara Islam yang jelas yang diketahui bersama oleh orang-orang khusus dan orang-orang umum, seperti shalat, zakat, haji, pengharaman khomer atau zina, dan sesamanya, maka ia kafir.
Dan siapa saja yang mengingkari mujmak 'alaihi yang tidak diketahui kecuali oleh orang-orang khusus, seperti bintul ibni (anak perempuan dari anak laki-lakinya mayat) mendapat warisan seperenam bersama bintush shulbi (anak perempuannya mayat), pengharaman nikahnya perempuan yang masih dalam iddah, dan seperti ijmaknya ahli masa atas hukum sebuah peristiwa, maka ia tidak kafir, karena adanya udzur". (Raudhotut Tholibiin, 2/146).
 
HANYA MENGIMANI AYAT-AYAT DALIL PANCASlLA SERTA MENGINGKARI AYAT-AYAT LAINNYA ADALAH AKIDAH SEKULARISME, BUKAN AKIDAH ISLAM ATAU ASWAJA

SEKULARISME adalah akidah kufur, yang melahirkan ideologi kufur kapitalisme, yang melahirkan sistem pemerintahan kufur demokrasi, yang melahirkan ide-ide kufur HAM, pluralisme, sinkretisme dan seterusnya. Sekularisme itu kontradiksi dengan akidah Islam / rukun iman yang enam, apalagi dengan akidah Aswaja yang rumit dan bercabang. Karena itu, jangan jadikan Pancasila untuk melegalkan akidah sekularisme. 

Terkait sekularisme, Allah swt berfirman :
 أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ۚ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَٰلِكَ مِنْكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰ أَشَدِّ الْعَذَابِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
"Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat". (QS Albaqoroh : 85).

•TERAKHIR 

KALAU benar Pancasila itu Islami dan digali dari dalil-dalil atau nilai-nilai Islam, maka Pancasila tidak akan pernah bisa diterapkan, kecuali ketika Islam diterapkan secara Kaffah dalam wadah institusi Khilafah. Hanya mengambil Pancasila serta menolak penerapan Islam kaffahnya, hanyalah seperti memotong lima jari kanan kiri untuk suatu aktifitas serta menolak manusia yang punya jarinya.

Jadi dengan penerapan syari'at Islam secara kaffah melalui penegakkan Khilafah, Pancasila baru bisa diterapkan dan dipraktekkan secara kaffah pula. Ini adalah bukti bahwa HTl tidak akan merubah Pancasila, tetapi justru sedang berusaha menerapkan dan mempraktekkannya dalam kehidupan, berbangsa dan bernegara. 

Sedang yang berusaha merubah Pancasila adalah mereka yang berusaha memeras Pancasila menjadi Trisila yaitu sosio-nasionalisms, sosio-demokrasi dan ketuhanan. Lalu Trisila mau diperas menjadi Ekasila yaitu gotong royong. Sebagaimana pernah disampaikan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri, dan sangat mudah mencari jejak digitalnya.

Wallahu A'lam bish showwab
Semoga bermanfaat. Dan Terimakasih Anda membantu membagikan atau copas tulisan ini. Semoga Allah memudahkan urusan dan hajat kebutuhan Kita semua aamiin 

#KhilafahAjaranIslam #Pancasila 
Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.