BERTAQWA DAN BERTAWAKKALLAH KEPADA ALLAH

BERTAKWA KEPADA ALLAH ITU BISA MEMBUKA JALAN KELUAR, MENDATANGKAN REZEKI TIDAK TERDUGA, MEMUDAHKAN URUSAN, MENGHAPUS DOSA DAN MELIPATGANDAKAN PAHALA

Oleh : Abulwafa Romli

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Allah SWT berfirman :
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menjadikan baginya jalan keluar." (QS Ath-Thalaq : 2).
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُو حَسْبُهُ
"Dan memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan mencukupkan (keperluan)nya". (QS Ath-Thalaq : 3).
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
"Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah memberikan kemudahan dalam urusannya". (QS Ath-Thalaq : 4).
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَي ِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا
"Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan melipatgandakan pahala baginya". (QS Ath-Thalaq : 5).

• DEFINISI TAQWA

Definisi taqwa yang sangat populer, karena biasa disampaikan oleh setiap khotib Jum'at, ialah :

امتثال أوامر الله واجتناب نواهيه
Imtitsâlu awâmirillâhi wajtinâbu nawâhihi
"Melaksanakan perintah-perintah Allah, dan menjauhi larangan-larangan-Nya".

Dari definisi taqwa diatas, tidak cukup seseorang bisa bertaqwa hanya dengan melaksanakan perintah Allah, tanpa menjauhi larangan-Nya. Tidak cukup seseorang bisa bertaqwa hanya dengan mengejar pahala dan fadhilah, tanpa menjauhi dosa dan sia-sia. Tidak cukup seseorang bisa bertaqwa hanya dengan mengejar surga, tanpa menjauhi neraka. Tidak cukup seseorang bisa bertaqwa hanya dengan menyembah Allah, tanpa menjauhi thaghut tandingan Allah.

• CONTOH BERTAQWA

1. Dalam kehidupan pribadi, orang-orang yang bertaqwa itu menegakkan shalat dan ibadah-ibadah wajib yang lainnya, serta menjauhi riya (ingin dilihat) dan sum'ah (ingin didengar). Mereka rajin datang ke masjid, serta menjauhi masjid dhirór, yaitu masjid yang takmir (pengurus)nya mengganggu dan menyakiti tetangga-tetangga di sekitarnya, baik tetangga yang di dalam atau yang di luar masjid, dengan suara-suara bacaan Alqur'an, dzikir dan doa, baik sebelum / setelah shalat, dimana semuanya dengan suara keras yang menyengat gendang telinga dan sangat menyakiti. Mereka orang-orang yang bertaqwa itu membaca Alqur'an, berdzikir dan berdoa dengan suara jiwa, rendah hati, suara samar, tidak berlebihan, tidak merusak suasana lingkungan yang tenang dan tentram, dan dengan ihsân, berbuat baik, baik sebelum berdzikir dan berdoa, ketika berdzikir dan berdoa, atau sesudah berdzikir dan berdoa, kepada semua yang ada di samping atau di sekitarnya.

2. Dalam kehidupan bermasyarakat, mereka bermuamalah tanpa menipu, tanpa curang, dan tanpa riba. Mereka sangat menjaga anak-anak perempuan, istri dan wanita-wanita yang ada dalam kekuasaan dan tanggungjawabnya dari segala hal yang dilarang oleh Islam, seperti membuka aurat di kehidupan umum meskipun hanya sehelai rambut, berkhalwat dengan selain mahrom, bertabarruj dan semua hal yang termasuk mendekati zina. Dan mereka juga paling berhati-hati dan menjaga diri dan keluarganya dari semua pemahaman, pemikiran, tradisi dan keyakinan yang tergolong bid’ah, kufur dan syirik. Karena menjaga diri dan keluarga dari api neraka adalah wajib.

3. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, mereka menerapkan ideologi Islam yang melahirkan sistem pemerintahan Islam, yakni khilafah karena kewajibannya bukan hanya mengangkat pemimpin (nashbul Imam), tetapi juga menerapkan syariat Islam (tathbiiqusy syarii'ah) oleh pemimpin, sistem ekonomi Islam, sistem pergaulan Islam, sistem pendidikan Islam, sistem uqûbat (sanksi hukum) Islam, dan sistem politik dalam dan luar negeri Islam. Dimana politik dalam negerinya adalah melaksanakan hukum-hukum Islam, seperti menegakkan hudûd, jinâyât, ta'zîr dan mukhâlafât, menjamin pelaksanaan syiar-syiar agama dan ibadah, menjaga akhlak, memberi keadilan kepada orang-orang yang terzalimi dari orang-orang yang zalim, dan menjaga batas-batas negara. Sedang politik luar negerinya adalah mengemban risalah Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad.

Di samping itu, orang-orang yang bertaqwa juga menolak dari meyakini, mendakwahkan, dan menerapkan ideologi kapitalisme serta semua yang lahir atau memancar dari padanya, seperti sistem pemerintahan demokrasi, sistem ekonomi kapitalis, sistem pendidikan sekular, sistem pergaulan liberal, HAM, liberalisme, pluralisme, sinkretisme dan isme-isme lainnya.
Mereka juga sangat menolak terhadap ideologi komunisme dan sosialisme yang melahirkan berbagai sistem, pemikiran, pemahaman dan keyakinan yang lebih rusak dan merusak dari ideologi kapitalisme sebelumnya.

Jadi kalau Anda butuh jalan keluar, butuh datangnya rezeki tidak terduga, butuh kemudahan dalam urusan dan butuh penghapusan kesalahan-kesalahan dan dilipatgandakan pahala, maka bertaqwa dan bertawakkallah kepada Allah sesanggup, semampu dan sebisa munkin.

Wallahu A`lamu bish shawwab
Semoga bermanfaat aamiin


Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.