SEBELUM MENULIS MAKLUMAT ABDUL QADIR HASAN BARAJA DIDATANGI MALAIKAT?

Oleh : Abulwafa Romli


Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Semakin tersingkap siapa yang datang dan mengajari Abdul Qadir Hasan Baraja menulis maklumat Khilafatul Muslimin, yaitu Iblis yang datang kepadanya dan yang dikira malaikat olehnya. Berikut adalah pengakuan dari orang dekatnya :


Agus Mashudi (warga khalifah palsu Abdul Qadir Hasan Baraja) bercerita (komentar di postingan facebook saya pada 10 Nopember 2022) :
"Ternyata sejak awal didirikan khilafatul muslimin tidak mempermasalahkan mazdhab bahkan tidak mempermasalahkan agama atau keyakinannya, semua boleh menjadi anggota khilafatul muslimin.
Apalagi beliau (Abdul Qadir Hasan Baraja, pen.) pernah cerita sebelum nenulis Maklumat yang sampai saat ini tidak dirubah satu huruf pun beliau didatangi oleh seorang malaikat yang memberitahu bahwa perjuangan beliau selama ini (sebelum mendirikan Khilafatul Muslimin, pen.) salah dan beliau menangis sejadi jadinya lalu seperti otomatis beliau dengan mudahnya menulis maklumat itu yang sampai saat ini ternyata muatannya lengkap dan sempurna. Apakah Sebenarnya beliaukah yang ditunggu tunggu oleh dunia islam dan dunia kafir ini? Wallahu alam".


*****


Berikut adalah maklumat yang ditulisnya :


MAKLUMAT TERBENTUKNYA KEMBALI KHILAFAH ISLAMIYYAH


Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat As-Syura [42] ayat 13:


شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ


“Dia Telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang Telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang Telah kami wahyukan kepadamu dan apa yang Telah kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).


Diumumkan kepada seluruh kaum muslimin/muslimat dan segenap umat manusia bahwa pada hari Jum’at 13 Rabiul Awwal 1418 H, bertepatan dengan 18 Juli 1997 M, telah terbentuk sebuah organisasi Islam sebagai wadah umat Islam dalam berjamaah melalui sistem kekhalifahan dan disebut “KEKHALIFAHAN KAUM MUSLIMIN (KHILAFATUL MUSLIMIN)” yang dipimpin oleh seorang Khalifah/ Amirul mukminin dan insya Allah akan mendirikan perwakilannya di seluruh dunia di bawah seorang Amir bagi tiap-tiap wilayah atau negara.


JAMAAH/KHILAFATUL MUSLIMIN ini berazaskan Islam dan kemerdekaan, bertujuan memakmurkan bumi dan mensejahterakan umat, melalui pelaksanaan ajaran Allah dan Rasul-Nya bersama kebebasan penerapan ajaran semua agama sebagai “PRINSIP DASAR JAMAAH” tanpa memperkenankan seorang warganya membuat aturan/ketentuan/norma-norma yang bertentangan dengan ajaran agamanya sendiri.


JAMAAH/KHILAFATUL MUSLIMIN ini akan menyelesaikan suatu perkara atau urusan yang menyangkut kepentingan umat melalui musyawarah kekhalifahan secara transparan/penuh keterbukaan dan kebebasan berlandaskan al-Akhlaq al-Karimah.


JAMAAH/KHILAFATUL MUSLIMIN ini akan berusaha maksimal untuk mewujudkan kerjasama antar umat manusia sesuai ajaran demi keadilan dan kesejahteraan mereka serta kelestarian alam semesta/rahmatan lil ‘alamin.


JAMAAH/KHILAFATUL MUSLIMIN ini cinta akan kedamaian dan tidak akan melancarkan permusuhan, apalagi peperangan terhadap golongan manapun, kecuali hanya berkewajiban membela diri dari serangan kelompok/golongan yang memeranginya.


KHALIFAH/AMIRUL MUKMININ dan para AMIR serta warganya akan berupaya membangun segala sarana kemanusiaan dan bergerak di segala bidang, di berbagai aspek kehidupan yang memungkinkan.
Setiap AMIR dalam suatu wilayah perwakilan/negara harus bersedia bila dicalonkan sebagai pemimpin di negerinya sendiri, dengan tetap mempertahankan “PRINSIP DASAR JAMA’AH” dan pelestarian norma-norma/ hukum-hukum yang tidak bertentangan dengan ajaran agama.


WARGA JAMAAH/KHILAFATUL MUSLIMIN ini adalah para pendaftar yang telah mendapatkan kartu tanda anggota warga Khilafatul Muslimin yang terdiri dari:

Muslim/muslimah tanpa diskriminasi rasial, golongan, kebangsaan maupun jabatan dan berkewajiban menyerahkan infaq dan zakatnya ke- BAITUL MAAL KEKHALIFAHAN ISLAM.

Nonmuslim yang mendambakan keadilan dan kesejahteraan umat serta bersedia patuh terhadap KHALIFAH/ AMIRUL MUKMININ sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran agama yang diyakininya, dan rela menyerahkan sumbangan menurut kemampuannya ke BAITUL MAAL KEKHALIFAHAN ISLAM, demi kesejahteraan bersama lahir dan batin.


JAMAAH/KHILAFATUL MUSLIMIN ini telah menunjuk seorang figur sebagai KHALIFAH/AMIRUL MUKMININ untuk sementara yaitu: “Al- Ustadz ABDUL QADIR HASAN BARAJA” sampai saat terselenggaranya musyawarah di tingkat internasional yang akan diikuti insya Allah oleh para AMIR dan CENDEKIAWAN MUSLIM untuk memilih dan menetapkan KHALIFAH/AMIRUL MUKMININ bagi segenap umat Islam secara konvensional.

Diharapkan kepada seluruh cendekiawan muslim dan para pakar umat dimanapun berada, baik secara pribadi ataupun atas nama kelompok/golongan untuk dapat kiranya berpartisipasi dan menyampaikan tanggapannya ke alamat:
“Kantor Pusat Kekhalifahan Islam” (KHILAFATUL MUSLIMIN)
d/a. MASJID AL-KHILAFAH
Jl. WR. Supratman, Bumi Waras, Teluk Betung
No Fax/telp. (0721) 474926480093
TELUK BETUNG, BANDAR LAMPUNG
INDONESIA


***


TANGGAPAN SAYA


Maklumat diatas sangat ngawur dan sesat menyesatkan. Tidak berlebihan kalau saya katakan, Khilmus (Khilafatul Muslimin) adalah khilafah palsu. Karena;


1- Redaksi "MAKLUMAT TERBENTUKNYA KEMBALI KHILAFAH ISLAMIYYAH", mengkonfirmasi pengakuan adanya Khilafah Islamiyyah sebelumnya, yaitu Khilafah yang dimulai dari khilafah ala minhajin nubuwwah, khilafah umawiyyah, khilafah abbasiyyah dan khilafah utsmaniyyah sampai 3 Maret 1924, karena semuanya oleh para ulama disebut khilafah islamiyyah. Kemudian umat manusia khususnya umat islam berada dalam kepemimpinan mulkan jabriyyah yang didominasi oleh sistem demokrasi dengan berbagai macamnya.


2- Dalam hadits Hudzaifah bin Yaman terkait kepemimpinan umat islam yang terbagi menjadi lima, dimana setelah masa kepemimpinan mulkan jabriyyah akan ada lagi masa kepemimpinan khilafah ala minhajin nubuwwah kedua sebagaimana khilafah ala minhajin nubuwwah pertama, dimana Puncak kebaikan dan kejayaannya ketika dipimpin oleh khalifah / Imam Mahdi. Ketika khilafah ala minhajin nubuwwah pertama adalah sistem pemerintahan / negara islam yang menerapkan syariat islam secara kaffah, maka khilafah ala minhajin nubuwwah kedua juga sama persis dengan yang pertama. Yaitu dimulai sejak berdirinya sebagai  negara islam yang menerapkan syariah Islam secara Kaffah, bukan dimulai sejak fase dakwah kepadanya, sebagaimana sedang dilakukan oleh Hizbut Tahrir Global.


3- Fakta / hakekat khilmus hanyalah organisasi atau jama'ah. Ini diakui sendiri sebagaimana termaktub dalam maklumatnya. Organisasi / jama'ah yang mengklaim memakai sistem khilafah dan sebagai khilafah islamiyyah, bahkan khilafah ala minhajin nubuwwah. Padahal sama sekali tidak menerapkan hukum-hukum khalifah. Yaitu lima kelompok hukum syariah islam berupa lima sistem; sistem pemerintahan islam, sistem ekonomi islam, sistem pendidikan islam, sistem pergaulan islam, sistem uqubat islam, serta politik dalam dan luar negeri islam yaitu menerapkan syariah islam di dalam negeri dan menyebarkan risalah islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad. Tidak ada satu sistem pun yang diterapkan oleh khilmus, selain hukum-hukum terkait individu dan organisasi / jama'ah. Dan Khilmus juga tidak memiliki wilayah kekuasaan hakiki / otonomi sebagai obyek untuk menerapkan hukum syariah terhadap rakyatnya dan sebagai syarat sah untuk berdirinya khilafah.


Dari tiga poin diatas, jelas sekali kepalsuan dan kesesatan khilmus. Khilmus hanya punya nama tanpa substansi, hanya sekedar asma' tanpa musammayat, dari khilafah, khalifah, baiat, ta'at, daulah, amir daulah sampai baitul mal, semuanya hanya nama-nama yang kosong dari substansi. Sebagai mana nama-nama manusia baik kafir dan musyrik maupun muslim yang punya nama muslim, mukmin, muhsin, islam, iman, Muhammad, Ahmad, khalifah, dst.; nama-nama tempat ibadah, baitul mukminin, baitul iman, baitul muslimin, baitul islam, almujahidin, almukminun, almuslimun, dst.; dan nama-nama organisasi / jama'ah, muhammadiyah, nahdlotul ulama, persatuan islam, alkhairot, islam jama'ah, dst. Dan nama-nama tersebut paling tinggi hanya untuk tafaulan seperti nama muhammad biar terpuji, syukur kalau benar-benar terpuji, dst.


Karena fakta khilmus adalah khilafah palsu dan sesat menyesatkan dan sudah banyak muslim yang menjadi warganya, maka besar kemungkinan sosok yang datang kepada ustadz Abdul Qadir Hasan Baraja, yang diklaim sebagai malaikat, adalah Iblis atau syetan utusan Iblis. Ia datang kepada ustadz AQHB untuk menyesatkannya lalu dengannya menyesatkan umat Islam. Hal demikian sudah biasa terjadi pada para ulama, khususnya shufiyyah. Iblis pernah datang untuk menyesatkan Syaikh Abdul Qodir Jailani ra. dan gagal, lalu ia mengaku sudah menyesatkan tujuh puluh ulama terkemuka dengan cara tersebut. Kisah ini sangat populer. Seorang keturunan Nabi saw dari Alqodry juga pernah bercerita kepada saya, bahwa ia pernah didatangi sosok bercahaya yang sangat berwibawa yang mengaku bernama Amin Abdullah. Ia datang untuk menghalalkan yang haram. Setelah Alqodry berta'awud maka sosok itu langsung menghilang tanpa meninggalkan jejak. Iblis sangat perlu menyesatkan para ulama yang punya pengaruh besar sebagai jalan mulus untuk menyesatkan murid-murid dan para muhibbinnya.


Tipuan Iblis juga selalu bergandengan dengan tipuan kehidupan dunia yang nyaman dan menyenangkan. Allah SWT berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا ۚ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ 
"Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah". (QS Lukman [31]: 33).


Faktanya juga, khalifah palsu AQHB setelah menulis maklumat, ia telah tertipu  oleh kehidupan dunia yang mencukupi keluarga dan orang-orang dekatnya dari jajaran pengurus teras atas / warga senior Khilmus. Beberapa bulan yang lalu polisi telah membongkar berangkas simpanan uangnya. Masalah uang ini hanya sekedar pelengkap. Karena siapapun boleh memilikinya dengan cara halal. Akan tetapi saya mengutarakannya karena kehidupan dunia ini sangat kuat mengikat kesesatan sehingga sulit dilepaskan. Inti pembahasan ini hanya pada khilafah dan khalifah palsunya.


Dalam hal kepiawaian Iblis menyesatkan ulama, Waliyullah Syaikh Abdul Wahhab Sya’roni rh menjelaskan :


ﻓﻘﺪ ﻳﻜﻮﻥ ﺩﺧﻞ ﻛﺸﻔﻪ ﺍﻟﺘﻠﺒﻴﺲ ﻣﻦ ﺇﺑﻠﻴﺲ، ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻗﺪ ﺃﻗﺪﺭ ﺇﺑﻠﻴﺲ ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻐﺰﺍﻟﻲ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻳﻘﻴﻢ ﻟﻠﻤﻜﺎﺷﻒ ﺻﻮﺭﺓ ﺍﻟﻤﺤﻞ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺄﺧﺬ ﻋﻠﻤﻪ ﻣﻨﻪ ﻣﻦ ﺳﻤﺎﺀ ﺃﻭ ﻋﺮﺵ ﺃﻭ ﻛﺮﺳﻲ ﺃﻭ ﻗﻠﻢ ﺃﻭ ﻟﻮﺡ ﻓﺮﺑﻤﺎ ﻇﻦ ﺍﻟﻤﻜﺎﺷﻒ ﺃﻥ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻋﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﺄﺧﺬ ﺑﻪ ﻓﻀﻞ ﻭﺃﺿﻞ، ﻓﻤﻦ ﻫﻨﺎ ﺃﻭﺟﺒﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﻜﺎﺷﻒ ﺃﻥ ﻳﻌﺮﺽ ﻣﺎ ﺃﺧﺬﻩ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻣﻦ ﻃﺮﻳﻖ ﻛﺸﻔﻪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﺑﻪ ﻓﺈﻥ ﻭﺍﻓﻖ ﻓﺬﺍﻙ ﻭﺇﻻ ﺣﺮﻡ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﺑﻪ . ‏( ﺍﻟﻤﻴﺰﺍﻥ ﺍﻟﻜﺒﺮﻯ، ﺝ 1 ، ﺹ 12 ).


“Bisa saja tipuan Iblis memasuki dunia kasyafnya (melihat perkara ghaib), karena Alloh SWT telah memberikan kemampuan kepada Iblis –sebagaimana diungkapkan oleh Imam Ghazali dan lainnya- untuk membuat bagi mukasyif (orang yang melihat perkara ghaib) gambar tempat dimana ia mengambil ilmu dari tempat itu, seperti langit, ‘Arasy, Kursi, Qalam, atau Lauh Mahfudz. Maka terkadang si mukasyif menyangka bahwa ilmu itu dari Alloh SWT, lalu ia mengambilnya, lalu ia tersesat dan menyesatkan. Oleh karenanya, para ulama telah mewajibkan atas mukasyif supaya menghadapkan ilmu yang telah diambilnya melalui kasyaf kepada Alkitab (Alqur’an) dan Assunnah. Ketika sesuai dengan AlKitab dan Assunnah, maka ia mengamalkannya. Dan ketika tidak sesuai, maka haram mengamalkannya”. (al-Mizan al-Kubro, 1/12).


Jadi ketika Iblis mampu membuat gambar langit, ‘Arasy, Kursi, Qalam, atau Lauh Mahfudz sebagai makhlunya Alloh yang besar-besar dan tinggi, maka menyerupai makhluk yang dikira malaikat dan membantu seseorang menulis kesesatan seperti menulis maklumat khilmus, tentu lebih mudah bagi Iblis. Maka tidak ada cara untuk membongkar penyesatan Iblis, selain kembali kepada Alqur'an dan Assunnah. Kembalikan makna dan fakta khilafah islamiyyah, khilafah ala minhajin nubuwwah, bai'at, ta'at, khalifah, Imam dan amirul mu'minin, kembalikan semuanya kepada Alqur'an  dan Assunnah termasuk sunnah Alkhulafa' Arrosyidiin, serta dengan penerangan para ulama mujtahidin dan ulama-ulama pengikutnya yang lurus-lurus.


Wallohu A’lamu bish shawab
Semoga bermanfaat, aamiin
#istiqomahdijalandakwah
#janganpalsukankhilafah
#khilafahajaranislam
Anda setuju, bantu share ke yang lain.


Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.