(Sebagai pemisah antara khilafah yang asli dan khilafah yang palsu)
Oleh : Abulwafa Romli
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Assayyid Husain Afandi Al-Jaser At-Thorobulisi RH dalam bagian akhir (khatimah) dari kitabnya Al-Hushun Al-Hamidiyyah berkata :
علم أنه يجب علي المسلمين شرعا نصب إمام يقوم بإقامة الحدود وسد الثغور وتجهيز الجيوش وأخذ الصدقات وقهر المتغلّبة والمتلصّصة وقطاع الطريق وتزويج الصغار والصغائر الذين لا أولياء لهم، وقطع المنازعات الواقعة بين العباد، وقبول الشهادات القائمة على الحقوق، وإقامة الحج، والأعياد، ولا يتم جميع ذلك بين المسلمين إلا بإمام يرجعون إليه في أمورهم؛ يدرأ المفاسد ويحفظ المصالح ويمنع مما يسارع إليه الطباع وتتنازع عليه الأطماع، يعول الناس عليه، ويصدرون عن رأيه على مقتضى أمره ونهيه
"Ketahuilah bahwasanya wajib syar'i atas kaum muslimin mengangkat Imam (khalifah) yang bertugas menegakkan hudud, menutup batas-batas negara, menyiapkan tentara, memungut zakat, menundukkan pemberontak, penyamun dan begal, menikahkan laki-laki dan perempuan kecil yang tidak memiliki wali, menyelesaikan pertikaian yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, menerima persaksian atas sejumlah hak, menegakkan haji dan hari-hari raya, dimana semua itu tidak bisa sempurna diantara kaum muslimin kecuali dengan Imam yang menjadi rujukan dalam perkara mereka; Imam yang menolak kerusakan, menjaga kebaikan, mencegah perebutan yang ditimbulkan oleh tabiat dan keserakahan masyarakat. Dan imam yang menjadi sandaran serta rujukan masyarakat sesuai perintah dan larangannya.
وقد أجمعت الصحابة رضي الله تعالى عنهم على نصب الإمام بعد وفاته عليه الصلاة والسلام قال أبو بكر رضي الله تعالى عنه : لا بد لهذا الأمر ممن يقوم به فانظروا وهاتوا آراءكم، فقال من كل جانب صدقت صدقت، ولم يقل أحد منهم لا حاجة بنا إلى إمام
Sahabat radhiyallahu ta'ala anhum benar-benar telah ijmak atas wajibnya mengangkat Imam pasca wafatnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Abu Bakar ra berkata: "Agama ini harus ada orang yang menegakkannya. Maka perhatikan dan sampaikan pendapat kalian!". Lalu dari setiap arah berkata: "Anda benar, anda benar!". Dan tidak ada seorangpun dari sahabat yang berkata: "Kami tidak butuh Imam".
ويجب طاعة الإمام على جميع الرعايا ظاهرا وباطنا فيما لا يخالف الشرع الشريف لقوله تعالى : "أطيعوا الله وأطيعوا الرسول وأولي الأمر منكم" وهم العلماء والأمراء، ولقوله عليه الصلاة والسلام : "من أطاع أميري فقد أطاعني ومن عصى أميري فقد عصاني"، وفي صحيح البخاري عن النبي صلى الله عليه وسلم : "من أطاعني فقد أطاع الله ومن عصاني فقد عصى الله، ومن يطع الأمير فقد أطاعني، وإنما الإمام جنة يقاتل من ورائه ويتقى به".
Dan semua rakyat wajib ta'at kepada Imam secara lahir dan batin dalam perkara yang tidak menyalahi syariat, karena firman Allah ta'ala: "taatlah kamu kepada Allah, taatlah kamu kepada Rasulullah dan ulil amri dari kamu". Dan ulil amri minkum adalah ulama dan umaro. Dan sabda Nabi SAW : "Siapa saja yang ta'at kepada amirku maka ia benar-benar ta'at kepadaku, dan siap saja yang membangkang terhadap amirku maka ia benar-benar membangkang terhadapku". Dan dalam shahih Al Bukhari dari Nabi SAW bersabda : "Siapa saja yang ta'at kepadaku maka ia benar-benar ta'at kepada Allah, barang siapa yang durhaka terhadapku maka ia benar-benar durhaka terhadap Allah, siapa saja yang ta'at kepada amir maka ia benar-benar ta'at kepadaku, dan sesungguhnya Imam adalah perisai yang dibuat perang dan berlindung dari belakangnya".
ومما ينبغي نصرة الإمام على أعداء الدين والمفسدين ومحبته ونصحه والدعاء له بالصلاح والتوفيق والرشاد والنصر والسداد فإن في صلاحه صلاح الأمة، وقد قال بعض السلف ما معناه : "لو أعطيت من الله دعوة صالحة لجعلتها في الخليفة".
Dan dianjurkan menolong Imam atas musuh-musuh agama dan orang-orang yang berbuat kerusakan, mencintainya, menasihatinya, dan mendoakannya mendapatkan kebaikan, taufiq, petunjuk, kemenangan dan kebenaran, karena pada kebaikan Imam terdapat kebaikan umat. Salah seorang dari ulama salaf berkata seperti ini : "Andaikan aku diberi oleh Allah do'a yang dikabulkan, niscaya aku menjadikannya pada KHALIFAH".
(Assayyid Husain Afandi Al-Jaser At-Thorobulisi, Al-Hushun Al-Hamidiyyah, hal. 204 - 205, maktabah Muhammad bin Ahmad Nabhan, Surabaya Indonesia).
Sungguh sangat bijak apa yang disampaikan oleh Assayyid Husain Afandi rh diatas. Dimana beliau telah menutup penjelasan panjangnya terkait kewajiban mengangkat Imam, tugas Imam dan kewajiban rakyat kepada Imam, dengan term "KHALIFAH". Ini menunjukkan bahwa Imam yang dimaksud hanyalah khalifah, bukan asal Imam seperti presiden dan lainnya.
Pernyataan diatas terkait tugas Imam, juga menunjukkan atas kepalsuan khilafah dan khalifah yang tidak bisa melaksanakan tugas-tugas tersebut seperti Khilafatul Muslimin dengan khalifah palsunya Abdul Qodir Hasan Baraja. Ia hanya bisa melaksanakan tugas-tugas ketua organisasi, sinetron, atau majlis taklim. Dan sama sekali tidak bisa melaksanakan hukum-hukum khilafah dan khalifah yang lainnya seperti malakukan futuhat dan penyebaran risalah Islam ke penjuru dunia dengan dakwah dan jihad fisabilillah.
#istiqomahdijalandakwah
#janganpalsukankhilafah
Wallahu A'lam bish shawab
Anda setuju, tinggalkan jejak dan sebarluaskan!