(Jalan taubat khalifah palsu dan warga Khilmus)
Oleh : Abulwafa Romli
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَأَشْغِلِ الظَّالِمِينَ بِالظَّالِمِينَ، وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِينَ وَعلَى الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِين
Kalau Kita belum mampu menegakkan Khilafah karena bulum memenuhi syarat-syaratnya, maka tegakkanlah Jama'ah Dakwah yang sesuai Alqur'an dan Assunnah. Jangan malah mendirikan khilafah palsu dan menyesatkan umat. Kalau Kita belum bisa membaiat khalifah karena khilafahnya belum bisa ditegakkan, maka angkat saja amir Jama'ah, atau gabung kepada amir Jama'ah dakwah global yang sudah mapan dan solid, juga telah memiliki tsaqofah, fikroh dan thoriqoh yang lengkap dan mencukupi mulai dari pendirian Jama'ah dakwah hingga untuk diterapkan ketika akan/telah berdiri tegaknya khilafah ala minhajin nubuwwah nanti. Tidak ada sombong dan tidak ada dusta. Jangan malah membai`at, mendengar dan ta'at kepada khalifah palsu yang menipu dan menyesatkan umat dari jalan yang lurus.
•DALIL WAJIBNYA MENEGAKKAN JAMA'AH DAKWAH
Untuk menegakkan khilafah harus diawali dari penegakkan Jama'ah dakwah yang berjuang tanpa henti sampai khilafah benar-benar tegak. Tidak ujug-ujug membaiat khalifah palsu dan mengklaim telah menegakkan khilafah ala minhajin nubuwwah kemudian baru berdakwah berjuang untuk melengkapi syarat-syaratnya. Seperti orang yang takbir shalat dulu sebelum memenuhi syarat-syaratnya kemudian baru berusaha memenuhi syarat-syaratnya.
Kita wajib uswah dan ittibak kepada Rasulullah SAW. Pada fase Mekkah, beliau sebagai Rasulullah yang bertugas menyampaikan Wahyu, juga membentuk dan mengkader kelompok dakwah dari orang-orang yang telah memeluk Islam. Rasulullah serta sahabatnya terus berdakwah dan berjuang tanpa kekerasan fisik untuk bisa sampai kepada kekuasaan untuk bisa menerapkan Islam secara kaffah. Selama lebih dari sebelas tahun dakwah di Mekkah, Nabi tidak pernah meminta dan tidak pula menerima bai'at dari sahabatnya yang berada di barisan pengemban dakwah. Baru setelah sahabat dari Yatsrib memberikan nushrohnya, Nabi meminta dan menerima bai'at dari mereka dan terjadilah baiat aqobah satu dan dua sebagai metode pengangkatan Rasulullah SAW sebagai kepala negara. Meskipun secara riilnya baru terjadi setelah beliau hijrah ke Madinah. Kenapa sahabat yang baru masuk Islam setahun dua tahun diminta dan diterima baiatnya? Karena mereka telah memiliki dan menyiapkan wilayah otonomi untuk tempat berdiri tagaknya kekuasaan daulah Islam pertama. Sedang sahabat muhajirin yang telah lama masuk Islam tidak memilikinya. Jadi baiat adalah pemisah antara berdirinya Jama'ah dakwah dan dan berdirinya daulah atau khilafah. Dan baiat setalah/sebelum tersedianya wilayah otonomi juga menjadi pemisah antara khilafah yang asli dan khilafah yang palsu. Intinya, mau uswah dan ittibak kepada Rasulullah atau tidak.
•Perintah menegakkan Jama'ah dakwah berupa hizbun siyasiyyun dari Allah swt :
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung". (QS Ali `Imron : 104).
•Imam Abu Ja'far Aththobariy rh.(224-310 H) dalam kitab Tafsirnya berkata :
قال أبو جعفر : يعني بذلك جل ثناؤه: "ولتكن منكم" أيها المؤمنون. "أمة"، يقول : جماعة "يدعون" الناس "إلى الخير"، يعني إلى الإسلام وشرائعه التي شرعها الله لعباده "ويأمرون بالمعروف"، يقول : يأمرون الناس باتباع محمد صلى الله عليه وسلم ودينه الذي جاء به من عند الله، "وينهون عن المنكر"، : يعني وينهون عن الكفر بالله والتكذيب بمحمد وبما جاء به من عند الله
"Berkata abu Ja'far : Allah Maha Agung pujian kepada-Nya menghendaki : "Wal takun minkum" (Hendaknya ada di antara kalian), yakni wahai orang-orang mukmin. "ummatun", Abu Ja'far berkata : yakni Jamaa'ah. "Yad`uuna" (yang menyeru), yakni kepada manusia. "Ilal khoiri" (kepada kebajikan), yakni kepada Islam dan syari'at-syari'at Islam yang telah disyari'atkan oleh Allah kepada hamba hamba-Nya. "Ya'muruuna bil ma`ruuf" (yang menyeru kepada yang ma'ruf), beliau berkata : yakni yang menyuruh manusia agar mengikuti Nabi Muhammad saw dan agamanya yang datang kepadanya dari sisi Allah Swt. "Wayanhauna `anil munkari" (yang mencegah dari yang munkar), yakni mencegah manusia dari kufur kepada Allah dan mendustakan Nabi Muhammad SAW dan apa-apa yang datang dari sisi Allah Swt ...". (Tafsir Aththobari, 7/90).
•Dan dalam kitab Hizbut Tahrir, hal. 2-4 dijelaskan :
"Allah telah menyuruh kaum muslimin agar menegakkan Jama'ah yang melaksanakan dua aktivitas ;
1- dakwah kepada Alkhair, yakni dakwah kepada Islam.
2- amar ma'ruf dan nahi munkar.
Perintah menegakkan Jama'ah ini hanya murni tuntutan. Tetapi terdapat indikasi yang menunjukkan atas tuntutan yang tegas. Karena aktivitas yang telah ditentukan oleh ayat agar ditegakkan oleh Jama'ah, yaitu dakwah kepada Islam dan amar ma'ruf dan nahi munkar, adalah fardhu atas kaum muslimin. Sebagaimana telah tetap dalam banyak ayat dan hadits yang menunjukkan kepardhuannya.
Rasulullah SAW bersabda :
عَنْ حُذيفةَ رضي الله عنه، عن النَّبيِّ ﷺ قَالَ: والَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَتَأْمُرُنَّ بالْمَعْرُوفِ، ولَتَنْهَوُنَّ عَنِ المُنْكَرِ، أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّه أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ، ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلا يُسْتَجابُ لَكُمْ رواه الترمذي وَقالَ: حديثٌ حسنٌ.
Dari Hudzaifah ra. dari Nabi SAW bersabda : "Demi Tuhan yang jiwaku di tangan-Nya, hendaklah kalian menyuruh dengan ma'ruf dan hendaklah kalian mencegah dari munkar. Atau niscaya Allah akan segera mengirim azab dari sisiNya terhadap kalian. Kemudian kalian berdoa kepadaNya lalu doa kalian tidak dikabulkan!". (HR Tirmidzi. Tirmidzi berkata: "Hadits Hasan").
Hadits ini indikasi tuntutan yang tegas. Maka perintah amar ma'ruf dan nahi munkar berfaedah wajib.
Sedang Jama'ah yang wajib ditegakkan itu harus berupa partai politik Islam. Karena aktivitas yang telah ditentukan oleh ayat dan yang wajib ditegakkan oleh Jama'ah adalah dakwah kepada Islam dan amar ma'ruf nahi munkar. Sedang amar ma'ruf dan nahi munkar yang mencakup mengkoreksi dan menasihati penguasa adalah aktifitas politik, bahkan aktifitas politik yang paling menonjol dan paling urgen.
Rasulullah SAW bersabda :
عنْ أَبِي سَعيدٍ الْخُدريِّ رضي الله عنه عن النبيِّ ﷺ قَالَ: أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عندَ سُلْطَانٍ جائِرٍ رواه أَبُو داود والترمذي وَقَالَ: حديثٌ حسنٌ.
Dari Abu Said Al-khudri ra, dari Nabi SAW, beliau bersabda : "Jihad yang paling utama adalah perkataan yang adil di hadapan penguasa yang zalim". (HR Abu Daud dan Tirmidzi. Tirmidzi berkata, "Hadits Hasan").
Jadi ayat itu menunjukkan atas wajibnya menegakkan partai politik Islam. Karena aktivitas dakwah kepada Islam kaffah dan amar ma'ruf nahi munkar yang sesuai hukum-hukum Islam itu tidak bisa ditegakkan kecuali oleh partai politik Islam. Yaitu partai politik yang berdiri diatas asas aqidah Islam, mentabanni pemikiran, hukum-hukum dan solusi-solusi Islam, dan metode perjalanan dakwahnya mengikuti metode perjalanan dakwah Rasulullah SAW. dari fase Mekkah hingga fase Madinah.
JAMA'AH DAKWAH MANA YANG KITA WAJIB BERGABUNG BERSAMANYA?
Rasulullah SAW telah memberikan indikasi terkait Jama'ah dakwah itu, yaitu yang lahir dan selalu ada di sekitar Baitul Maqdis Palestina.
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ لَعَدُوِّهِمْ قَاهِرِينَ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ إِلَّا مَا أَصَابَهُمْ مِنْ لَأْوَاءَ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَأَيْنَ هُمْ قَالَ بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ وَأَكْنَافِ بَيْتِ الْمَقْدِسِ
Dari Abi Umamah ra. beliau berkata, Rasulullah saw bersabda: "Tidak akan hilang kelompok dari ummatku yang berdiri diatas haqq, yang mengalahkan musuh musuhnya. Tidak bisa membahayakan mereka, orang orang yang menentang mereka, kecuali hanya kesukaran/cobaan hidup. Sampai datang kepada mereka keputusan Allah (hari kiamat) dan mereka tetap dalam keadaan demikian". Para sahabat bertanya : "Ya Rasuulallah, di manakah mereka itu berada?", Rasulullah saw menjawab : "Di Baitul Maqdis (al-Quds) dan sekitar Baitul Maqdis". (Musnad imam Ahmad, juz 45/281, no. 21286).
Dari hadits ini kita tahu, bahwa termasuk Jama'ah dakwah berupa partai politik Islam yang lahir dari dalam masjidil Aqsha, baitul Maqdis, yang metode dakwahnya mengikuti metode dakwah Rasulullah SAW. Kemudian berkembang ke penjuru dunia dan tetap tidak meninggalkan tempat lahirnya hingga kini sebagai tempat pengkaderan, adalah Hizbut T4hrir yang didirikan oleh Syaikh Taqiyyuddin Annabhani rh.
KENAPA DINAMAKAN HIZBUT TAHRIR?
Muhammad Muhsin Radhi dalam tesisnya berkata :
"Dinamai Hizbut Tahrir, karena berdiri untuk membangkitkan umat Islam dari kemunduran yang parah dan membebaskan umat dari pemikiran-pemikiran kufur, sistem-sistem kufur, hukum-hukum kufur, dan dari dominasi serta pengaruh negara-negara kafir. Karena itu, ia dinamakan Hizbut Tahrir (Partai Pembebasan, bukan partai liberal). Karena Hizbut Tahrir mengajak kepada pembebasan umat dari segala jenis penjajahan; pemikiran, ekonomi, politik dan militer.
Dalam penamaan Hizbut Tahrir ini terdapat hikmah, bahwa Allah ta'ala telah mengutus Muhammad Rasulullah untuk mengeluarkan manusia dari ibadah kepada sesama manusia menuju ibadah kepada Tuhan pencipta manusia, dan dari kezaliman agama-agama kepada keadilan agama Islam. Maka sangat pantas dinamakan Hizbut Tahrir, karena telah berdiri untuk membebaskan umat dari setiap bentuk penjajahan...". (Hizbut Tahrir Tsaqofatuhu wa Manhajuhu fi Iqomati Daulatil Khilafatil Islamiyyah, hal. 9-10).
JANGAN ELERGI DENGAN SEBUTAN HIZBUN / PARTAI
Tidak sedikit dari kaum muslimin yang sangat elergi atau tidak suka dengan sebutan hizbun (partai) dan menganggap semua hizbun adalah perpecahan dan kesesatan sebagaimana kaum musyrikin, hanya karena membaca satu dua ayat :
مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ
"Dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta tegakkanlah sholat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah"
مِنَ الَّذِيْنَ فَرَّقُوْا دِيْنَهُمْ وَكَا نُوْا شِيَعًا ۗ كُلُّ حِزْبٍ بِۢمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُوْنَ
"Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka". (QS Ar-Rum [30] : 31-32).
Padahal tidak semua hizb itu buruk. Justru ketika ada hizb yang buruk dan tercela, maka ada hizb yang baik dan terpuji, karena semuanya berjodohan. Dan terkait hizb yang baik Allah swt berfirman :
وَمَن يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ
"Dan barangsiapa menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, maka sungguh hizb (pengikut agama) Allah itulah yang menang". (QS Almaidah : 56). Jadi hizb bermakna pengikut.
Ibnu Katsir rh dalam tafsirnya berkata :
فكل من رضي بولاية الله ورسوله والمؤمنين فهو مفلح في الدنيا والآخرة [ ومنصور في الدنيا والآخرة ] ; ولهذا قال [ الله ] تعالى في هذه الآية الكريمة : ( ومن يتول الله ورسوله والذين آمنوا فإن حزب الله هم الغالبون
"Maka setiap orang yang ridho dengan pertolongan Allah, Rasulullah dan orang-orang beriman, maka dia orang yang beruntung di dunia dan akhirat (mendapat pertolongan di dunia dan akhirat). Karenanya dalam ayat ini Allah ta'ala berfirman; "Dan barangsiapa menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, maka sungguh hizbulLah itulah yang menang".
Dan ayat Alqur'an lainnya terkait term hizbulLah (حِزْبُ اللّٰه / partai Allah).
Wallahu A'lam bish shawab
Semoga bermanfaat, aamiin