Oleh : Abulwafa Romli
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Selama ini kita disuguhi paham pemikiran bahwa Khawarij itu suka menentang atau memberontak terhadap pemerintahan yang sah, bahwa Khawarij itu suka membawa-bawa ayat Alqur'an untuk tujuan politik kotor, dan bahwa Khawarij itu kelompok yang menolak dan mau merubah negara hasil kesepakatan para pendiri bangsa, anti NKRI dan Pancasila.
Padahal diantara indikasi suatu kelompok tergolong firqoh Khawarij adalah membuang ayat-ayat muhkamat serta mengikuti ayat-ayat mutasyabihat. Sebagaimana menolak kewajiban penerapan syariah Islam secara kaffah melalui penegakkan sistem pemerintahan Islam khilafah, hanya dengan dalih khurafat dan takhayul yang tidak jelas, seperti kewalian dan istikharah politik seseorang bahwa NKRI dan Pancasila itu sudah diridhoi Allah SWT dan Rasulullah SAW. Dan bahwa bendera Merah Putih adalah bendera Islam dan bendera Rasulullah SAW. Tujuannya adalah untuk menolak dan membatalkan syariah Islam dan menyesatkan masyarakat awam dari jalan Islam yang lurus.
Allah SWT berfirman :
هُوَ الَّذِي أَنزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُّحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ ۖ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ ۗ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ
"Dialah yang menurunkan Al Kitab (Alqur'an) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi Alqur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyabihat darinya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami". Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal". (QS Ali `Imron : 7).
•PENGERTIAN AYAT MUHKAMAT DAN MUTASYABIHAT
Imam Qurthubi RH berkata :
الثانية : اختلف العلماء في المحكمات والمتشابهات على أقوال عديدة ; فقال جابر بن عبد الله - وهو مقتضى قول الشعبي وسفيان الثوري وغيرهما - : المحكمات من آي القرآن ما عرف تأويله وفهم معناه وتفسيره ، والمتشابه ما لم يكن لأحد إلى علمه سبيل مما استأثر الله تعالى بعلمه دون خلقه .
قال بعضهم : وذلك مثل وقت قيام الساعة ، وخروج يأجوج ومأجوج والدجال وعيسى ، ونحو الحروف المقطعة في أوائل السور
Masalah kedua; Ulama berselisih mengenai ayat muhkamat dan mutasyabihat atas sejumlah pendapat. Maka Jabir bin Abdullah berkata (dengan mengikuti pendapat Asysyi`bi, Sufyan Atstsauri dan lainnya) : "Muhkamat dari ayat-ayat Alqur'an ialah ayat yang telah diketahui takwilnya dan dipahami makna dan tafsirnya. Sedang mutasyabihat ialah ayat dimana tidak ada jalan bagi seseorang untuk mengetahuinya, dari ayat-ayat yang Allah menyendiri dengan ilmunya tanpa diketahui makhluk-Nya.
Sebagian ulama berkata : "Mutasyabihat itu seperti waktu datangnya Kiamat, keluarnya Ya'juj Ma'juj, Dajjal, Nabi Isa AS, dan seperti huruf-huruf yang terputus-putus di awal-awal surat Alqur'an".
•PENGERTIAN TAFSIR DAN TAKWIL
Imam Qurthubi RH berkata :
التفسير بيان اللفظ ، كقوله لا ريب فيه أي لا شك
Tafsir ialah menjelaskan lafadz. Seperti Firman Allah "tidak ada roiba di dalamnya", yakni tidak ada syakk (keraguan).
والتأويل بيان المعنى ، كقوله لا شك فيه عند المؤمنين أو لأنه حق في نفسه فلا يقبل ذاته الشك وإنما الشك وصف الشاك .
Sedang takwil ialah menjelaskan makna. Seperti perkataan "tidak ada syakk (keraguan) di dalamnya", yakni menurut orang-orang mukmin. Atau karena Alqur'an baginya adalah haq, maka dzatnya tidak menerima syakk, karena syakk hanyalah sifat bagi orang yang ragu.
وكقول ابن عباس في الجد أبا لأنه تأول قول الله عز وجل : يابني آدم
Dan seperti perkataan Ibnu Abbas mengenai aljadd (kakek) sebagai ayah, karena ia menakwil Firman Allah : "Hai Bani Adam".
•KENAPA MEREKA MENGIKUTI AYAT-AYAT MUTASYABIHAT?
Imam Qurthubi RH berkata :
قوله تعالى : فيتبعون ما تشابه منه ابتغاء الفتنة وابتغاء تأويله قال شيخنا أبو العباس رحمة الله عليه : متبعو المتشابه لا يخلو أن يتبعوه ويجمعوه طلبا للتشكيك في القرآن وإضلال العوام ، كما فعلته الزنادقة والقرامطة الطاعنون في القرآن ، أو طلبا لاعتقاد ظواهر المتشابه ، كما فعلته المجسمة الذين جمعوا ما في الكتاب والسنة مما ظاهره الجسمية حتى اعتقدوا أن البارئ تعالى جسم مجسم وصورة مصورة ذات وجه وعين ويد وجنب ورجل وأصبع ، تعالى الله عن ذلك، أو يتبعوه على جهة إبداء تأويلاتها وإيضاح معانيها ، أو كما فعل صبيغ حين أكثر على عمر فيه السؤال
Firman Allah : "maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyabihat darinya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya".
Syaikhuna Abul Abbas RH berkata : "Orang-orang yang mengikuti ayat-ayat mutasyabihat itu tidak terlepas dari ;
Adakalanya mereka mengikuti dan mengumpulkannya untuk mencari-cari keraguan dalam Alqur'an dan menyesatkan orang awam. Sebagaimana perbuatan orang-orang zindiq dan Syiah Qoromithoh para pencela Alqur'an.
Atau untuk mencari keyakinan dari lahirnya ayat-ayat mutasyabihat. Sebagaimana perbuatan kaum Mujassimah. Yaitu mereka yang mengumpulkan di dalam Alqur'an dan Assunnah, ayat-ayat dan hadits-hadits yang lahirnya menjisimkan Allah. Sehingga mereka meyakini bahwa Allah Albaari' adalah jisim yang terbentuk, gambar yang terbentuk, punya muka, mata, tangan, lambung, kaki dan jari. Maha tinggi Allah dari semua itu.
Atau mereka mengikuti ayat-ayat mutasyabihat untuk menjelaskan takwil-takwilnya dan menjelaskan makna-maknanya. Atau sebagaimana yang dilakukan Shobigh ketika banyak bertanya kepada Umar tentangnya.
•KHAWARIJ SUKA MEMAKAI DAN MENAKWIL AYAT-AYAT MUTASYABIHAT
Sampai-sampai Imam Qurthubi RH telah menjadikan masalah Khawarij sebagai masalah pertama dari TUJUH masalah dalam tafsir terkait ayat. Beliau berkata :
فيه تسع مسائل :الأولى : خرج مسلم عن عائشة - رضي الله عنها - قالت : تلا رسول الله - صلى الله عليه وسلم - هذه الآية، قالت : قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - : إذا رأيتم الذين يتبعون ما تشابه منه فأولئك الذين سماهم الله فاحذروهم
Pada Firman Allah (Ali Imron ayat 7) terdapat TUJUH masalah; Masalah pertama, Imam Muslim mengeluarkan hadits dari Aisyah RA, ia berkata: Rasulullah SAW membaca ... (ayat diatas). Aisyah berkata : Rasulullah SAW bersabda : "Apabila kamu melihat orang-orang yang mengikuti ayat-ayat mutasyabihat dari Alqur'an, maka mereka itulah yang telah disebut oleh Allah. Maka jauhilah mereka!".
وعن أبي غالب قال : كنت أمشي مع أبي أمامة وهو على حمار له ، حتى إذا انتهى إلى درج مسجد دمشق فإذا رءوس منصوبة ، فقال : ما هذه الرءوس ؟ قيل : هذه رءوس خوارج يجاء بهم من العراق فقال أبو أمامة : ( كلاب النار ، كلاب النار ، كلاب النار ، شر قتلى تحت ظل السماء، طوبى لمن قتلهم وقتلوه - يقولها ثلاثا - ثم بكى. فقلت : ما يبكيك يا أبا أمامة ؟ قال : رحمة لهم، إنهم كانوا من أهل الإسلام فخرجوا منه ، ثم قرأ هو الذي أنزل عليك الكتاب منه آيات محكمات ... إلى آخر الآيات
Dari Abu Gholib, ia berkata : "Dulu aku berjalan bersama Abu Umamah dan ia di atas keledai miliknya. Sehingga ketika ia sampai ke tangga-tangga masjid Damaskus, maka terlihatlah kepala-kepala yang dipanjer (ditusuk dan diangkat dengan tombak/kayu). Lalu beliau bertanya : "Siapakah kepala-kepala itu?". Ada yang mengatakan : "Ini kepala-kepala Khawarij. Mereka didatangkan dari Iraq". Maka Abu Umamah berkata : "Anjing-anjing neraka, anjing-anjing neraka, anjing-anjing neraka, seburuk-buruk orang mati di bawah bayang-bayang langit. "Kebahagiaan bagi orang yang membunuh mereka atau mereka membunuhnya". Ia mengucapkan kalimat ini tiga kali, lalu ia menangis. Lalu aku berkata : "Kenapa engkau menangis, wahai Abu Umamah?". Ia berkata : "Aku kasihan sama mereka. Mereka adalah ahli Islam lalu keluar dari Islam. Kemudia beliau membaca هو الذي أنزل عليك الكتاب... sampai akhir ayat.
ثم قرأ وَلَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ تَفَرَّقُواْ وَٱخْتَلَفُواْ مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْبَيِّنَٰتُ ، فقلت : يا أبا أمامة هم هؤلاء ؟ قال نعم . قلت : أشيء تقوله برأيك أم شيء سمعته من رسول الله - صلى الله عليه وسلم - ؟ فقال : إني إذا لجريء إني إذا لجريء بل سمعته من رسول الله - صلى الله عليه وسلم - غير مرة ولا مرتين ولا ثلاث ولا أربع ولا خمس ولا ست ولا سبع ، ووضع أصبعيه في أذنيه ، قال : وإلا فصمتا - قالها ثلاثا - ) ثم قال : سمعت رسول الله - صلى الله عليه وسلم - يقول : تفرقت بنو إسرائيل على إحدى وسبعين فرقة واحدة في الجنة وسائرهم في النار ، ولتزيدن عليهم هذه الأمة واحدة واحدة في الجنة وسائرهم في النار
Kemudian beliau membaca : "Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Dan Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat". (QS Ali Imron : 105). Lalu aku berkata : "Ya Abu Umamah, apakah mereka itu adalah mereka?". Beliau menjawab : "Ya". Aku berkata : "Apakah anda mengatakan sesuatu dengan pendapatmu atau sesuatu yang engkau dengar dari Rasulullah SAW?". Lalu ia menjawab : "Kalau begitu aku sungguh berani, kalau begitu aku sungguh berani. Tetapi aku mendengarnya dari Rasulullah SAW, bukan sekali, dua kali, tiga kali, empat kali, lima kali, enam kali, dan bukan tujuh kali". Ia meletakkan dua jarinya di dua telinganya. Ia berkata : "Kalau tidak benar, maka kedua telinga ini tuli", diucapkannya tiga kali. Kemudian ia berkata : "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : "Bani Israil telah terpecah menjadi tujuh puluh satu firqoh, satu di surga dan lainnya di neraka. Dan sungguh umat ini akan menambah satu atas mereka, satu di surga dan lainnya di neraka".
•TERAKHIR
Dewasa ini siapa kelompok yang gemar membuang ayat-ayat muhkamat seperti haramnya riba, haramnya mengimani sebagian Alqur'an dan mengingkari sebagiannya, dan wajibnya menerapkan syariat Islam secara kaffah? Dan siapa yang gemar menggunakan ayat-ayat yang mutasyabihat terkait kewalian seseorang, karomah, sampai khurafat dan takhayul, untuk menolak dakwah syariah dan khilafah dan untuk mengokohkan sistem kufur demokrasi, NKRI dan Pancasila finalnya? Mereka lah Khawarij plus akal-akalan Muktazilah sejati! Mereka adalah kelompok moderat, liberal dan sekular, dari JIL sampai INUS!
Ingat, dalam konteks bahasa muhkamat adalah perkara yang jelas, sedang mutasyabihat adalah perkara yang tidak jelas / samar-samar.
Wallahu A'lam bish shawab
Semoga bermanfaat, aamiin