JANGAN MENJADI PENDUKUNG ORANG / REZIM / KELOMPOK YANG ZALIM

Oleh : Abulwafa Romli


Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Menjadi pendukung orang / rezim / kelompok yang zalim itu umum dalam semua kezalimannya dan dengan semua kondisi yang menunjukkan adanya dukungan terhadapnya, baik dengan perkataan, tulisan maupun tindakan nyata seperti duduk-duduk menyertai dan menyambut atau berjalan bersamanya. Karena semuanya termasuk tolong menolong dalam dosa dan kezaliman yang diharamkan Allah dan Rasulnya. 


Allah SWT berfirman :
وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan kezaliman. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya." (QS Al-Maidah: 2).


•Menolong Orang Zalim Untuk Menyanggah Dan Membatalkan Haq :
Nabi SAW bersabda :
 عن عبدالله بن عباس رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم، قال : مَنْ أعانَ ظالِمًا لِيُدْحِضَ بباطِلِهِ حقًّا ، فَقَدْ بَرِئَتْ منه ذمَّةُ اللهِ ورسولِهِ. 
Dari Abdullah bin Abbas RA dari Nabi SAW, beliau bersabda : "Siapa saja yang menolong orang zalim untuk membatalkan haq dengan kebatilannya, maka ia benar-benar telah lepas dari jaminan (penjagaan) Allah dan Rasulullah". (HR Ibnu Hibban dalam Almajruhin, 1/365; Thabrani dalam Almukjam Alawsath, 2944; dan Abu Nu'aim dalam Huliyatul Awliya, 5/248).


•Berjalan Bersama Orang Zalim Untuk Menguatkannya :
Nabi SAW bersabda :
مَنْ مَشَى مَعَ ظالِمٍ ليُقَوِّيَهُ وهوَ يعلمُ أنَّهُ ظالِمٌ ، فقدْ خرجَ مِنَ الإسلامِ
"Siapa saja yang berjalan bersama orang zalim untuk menguatkannya padahal ia mengerti bahwa dia orang zalim, maka ia keluar dari Islam". (HR Ibnu Abi 'Ashim dalam Al Ahad wa Al Matsani, 2252; Thabrani, 1/227 - 662; dan Baihaqi dalam Syu'ubul Iman, 7675; dari Aus bin Syarhabil RA).


Dalam kitabnya Almirqoh, terkait syarah hadits, Syaikh Ali Al Qori berkata : 
 فقد خرجَ من الإسلام أي من كمال الإيمان أو من حقيقة الإسلام المقتضي أن يسلمَ المسلمونَ مِن لِسَانِهِ وَيَدِهِ 
"..., maka ia benar-benar keluar dari Islam", yakni dari sempurnanya iman atau dari hakekatnya Islam yang mengharuskan selamatnya orang-orang Islam dari kejahatan lisan dan tangannya".


Abdullah ibn Mas'ud RA berkata : 
 لو أنّ أحدَكم عبدَ ربّه سبعين عاماً بين الكعبة ومقامِ إبراهيم ثم أتى يوم القيامة وهو يُحبُّ ظالماً، حُشر معه في نار جهنّم 
"Seandainya salah seorang dari kalian beribadah kepada Robbnya diantara Ka'bah dan maqom Ibrahim selama tujuh puluh tahun, kemudian ia datang pada hari kiamat, sedang ia mencintai orang zalim, maka ia dikumpulkan bersamanya di neraka Jahanam".


•Allah SWT Telah Melarang Condong Kepada Orang-Orang Zalim :
Allah SWT berfirman :
 وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ 
"Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan." (QS Hud : 113).


Imam Qurthubi RH dalam kitab Tafsirnya berkata :
قوله تعالى : (ولا تركنوا) الركون حقيقةً : الاستناد والاعتماد، والسكون إلى الشيء والرضا به، قال قتادة: معناه لا تودوهم ولا تطيعوهم.
Firman Allah, "Dan janganlah kamu cenderung..."; hakekat cenderung ialah bersandar, berpegang, condong dan ridha kepada sesuatu. Qotadah berkata; "Artinya ; "Janganlah kamu menyintai orang-orang zalim dan jangan pula ta'at kepada mereka".


قوله تعالى : (إلى الذين ظلموا) قيل: أهل الشرك. وقيل : عامة فيهم وفي العصاة ... وهذا هو الصحيح في معنى الآية ، وأنها دالة على هجران أهل الكفر والمعاصي، من أهل البدع وغيرهم ، فإن صحبتهم كفر أو معصية ، إذ الصحبة لا تكون إلا عن مودة " انتهى من "تفسير القرطبي" (11 / 225 - 226).
Fiman Allah; "... kepada orang-orang yang zalim", dikatakan, "(mereka adalah) Ahli syirik". Dan dikatakan, umum mengenai ahli syirik dan ahli maksiat ...". Inilah yang benar terkait makna ayat. Dan ayat ini menunjukkan atas wajibnya menjauhi ahli kufur dan maksiat dari ahli bid'ah dan lainnya. Karena persahabatan dengan mereka adalah kufur atau maksiat, sebab tidak ada persahabatan kecuali karena adanya cinta". (Tafsir Al-qurthubi, 11/225-226).


•Orang / Rezim Zalim Pasti Hancur :
Allah SWT berfirman :
وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ
 “Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.” (QS Ibrahim 42). 


Dari ayat tersebut jelas dinyatakan bahwa Allah akan memberikan balasan siksa kepada setiap pelaku kezaliman kelak di hari kiamat yang bisa dimulai dari waktu menjelang kematian di mana setiap mata manusia akan terbelalak menyaksikan berbagai siksa yang terjadi di hari kiamat atas orang-orang zalim.


•Doa Orang Yang Terzalimi Pasti Terkabul :
Nabi SAW bersabda :
وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ الله حِجَابٌ
“Dan berhati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah.” (H.R. Bukhori, kitab Almazhalim, no. 2448 dan Muslim, kitab Al Iman, no. 91).


Dan Nabi SAW bersabda :
اتّقوا دعوة المظلوم، وإن كان كافراً، فإنّه ليس دونها حِجاب
“Hendaklah kamu waspada terhadap doa orang yang dizalimi sekalipun ia adalah orang kafir. Karena tidak ada penghalang diantaranya (untuk diterima oleh Allah).” (HR Ahmad, Musnad Ahmad, no.12549).


Dan Nabi SAW bersabda :
Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda :
دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ مُسْتَجَابَةٌ وَإِنْ كَانَ فَاجِرًا فَفُجُورُهُ عَلَى نَفْسِهِ 
"Doanya orang yang terzalimi itu dikabulkan, meskipun ia orang fasik (ahli maksiat/cabul /pezina), karena kefasikannya kembali kepada dirinya". (HR Ahmad, Musnad Ahmad, 14/398, no.8795).


Dan Nabi SAW bersabda :
عن هُرَيْرَةَ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ
Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Tiga doa yang tidak diragukan lagi kemustajabannya ; doa orang yang terzalimi, doa orang yang bepergian, dan doa orang tua untuk anaknya". (HR Abu Daud [1536], Tirmidzi [1905], Ibnu Majah [3862] dan Ahmad Nomor [7501]).


Wallahu A'lam bish shawab 
Semoga bermanfaat, aamiin
Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.