(Memorial ngaji di Lirboyo)
Oleh : Abulwafa Romli
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Problem seperti ini sering kali ditanyakan oleh teman-teman yang punya perhatian serius terhadap kondisi umat Islam dan tokoh-tokohnya, dimana sudah bukan rahasia lagi, dan sudah tidak malu-malu lagi, bahwa mereka biasa menerima pemberian, bahkan memintanya, dari orang-orang fasiq dan zalim, dari para pejabat dan musuh-musuh Islam dan kaum muslimin.
Aqwal Ulama Shufiyyah di bawah insyaallah adalah versi jawaban terbaik bagi saya :
(وإياك) أن تكسر قلب مسلم برد صنيعته عليه، وأنت تعلم أن الواصل إليك على يده إنما هو من الله حقيقة وإنما هو واسطة مسخر مقهور وفي الحديث: من أتاه شيء من غير مسألة ولا استشراف نفس فرده فإنما يرده على الله
Menolak pemberian :
Janganlah kau sakiti hati seorang muslim dengan menolak pemberiannya terhadapnya, sedang kamu mengerti bahwa yang menyampaikan kepadamu melalui tangannya hakikatnya hanyalah dari Allah. Sedangkan ia hanya sebagai perantara yang ditundukkan dan tekanan dari Allah.
Sabda Rasulullah saw.:
مَنْ أَتَاهُ شَيْءٌ مِنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ وَلَا اسْتِشْرَافِ نَفْسٍ فَرَدَّهُ فَإِنَّمَا يَرُدُّهُ عَلَى اللَّهِ وَفِي الرَّآدِّ أَفَةٌ عَظِيْمَةٌ
“Barangsiapa diberi sesuatu tanpa permintaan dan pengharapan untuk memperolehnya lalu ia menolaknya, maka hakekatnya ia menolak atas pemberian Allah, dan bagi penolak terdapat bencana yang besar.”
وفي الرد آفة عظيمة وهي أن العامة مجبولون على تعظيم من يرد صلاتهم عليهم، فربما كان الحامل لبعض النساك على الرد التظاهر بالزهد؛ حرصاً منه على حصول المنزلة عندهم، ومن ههنا كان بعض المحققين يأخذ من أيدي الناس ظاهراً ثم يتصدق به سراً
Dan dalam menolak terdapat bencana yang besar, yaitu bahwa orang-orang awam biasa mengagungkan orang yang menolak pemberian mereka. Kadang-kadang yang mendorong sebagian ahli ibadah menolak pemberian adalah menampakkan kezuhudan, karena menginginkan kedudukan di sisi orang-orang awam. Karenanya, sebagian ulama muhaqqiqin mengambil pemberian manusia secara terang-terangan kemudian menyedekahkannya secara rahasia.
وقد يجب الرد في مسائل، وقد يندب:
Terkadang wajib menolak pemberian dalam beberapa problem dan terkadang sunnah menolak :
“منها” أن يحمل إليك ما تعلم أو تظن بعلامة أنه حرام، أو تحمل إليك صدقة واجبة على ظن أنك من أهلها وأنت لست كذلك
Diantaranya, apabila kamu mendapat pemberian, sedang kamu mengerti atau menduga dengan indikasi, bahwa pemberian itu haram. Atau kamu mendapat sodaqoh wajib (zakat) dikiranya kamu berhak mendapatkannya, padahal kamu tidak demikian (tidak berhak mendapatkannya).
“ومنها” أن يكون المسدي إليك ظالماً مصراً على الظلم وتخشى إذا قبلت معروفه أن قلبك يميل إليه أو تداهنه في الدين أو يغلب على ظنك أنك متى قبلت شيئا يصير بحيث لا يقبل منك ما تلقيه إليه من الحق
Diantaranya, apabila orang yang memberi pemberian kepada kamu adalah orang zalim yang terus menerus atas kezalimannya, sedang kamu khawatir apabila kamu menerima kebaikannya, maka hatimu akan condong kepadanya,atau kamu menjilatnya dalam perkara agama, atau kamu menduga berat bahwa apabila kamu menerima sesuatu, maka si pemberi menjadi tidak mau menerima haq yang kamu sampaikan kepadanya.
“ومنها” أن تعلم من حال إنسان أنه يقصد بصلته إضلالك عن سبيل الله بمساعدته على باطل أو ترك حق، ومن هذا القبيل ما يأخذه القاضي والعامل وغيرهما من ولاة الأمور من الخصمين أو أحدهما إذا ترافعا إليهم، وهذا هو الرشا المحرم، وله تتمات مذكورة في مواضعها فعليك بالرد في جميع هذه المسائل المذكورة
Dan diantaranya, apabila kamu mengerti dari kondisi seseorang bahwa ia dengan pemberiannya bermaksud menyesatkan kamu dari jalan Allah dengan menolong kebatilan atau meninggalkan kebenaran. Dan termasuk kelompok ini, adalah pemberian yang diambil oleh hakim, pejabat dan ulil amri lainnya, dari dua orang yang bersengketa atau dari salah satunya, ketika keduanya melaporkan perkaranya kepada mereka. Ini adalah suap yang diharamkan (terkait suap dibahas secara tuntas pada tempatnya). Maka dalam semua problem diatas, kamu harus menolak pemberian!.
(Al-Habib Abdullah Bin `Alwi Al-Haddad Al-Hadhromi Asy-Syafi'i, Risalatul Mu'awanah, hal.28).
Wallahu A’lamu bish showab..
Semoga bermanfaat, aamiin
Sumber :
رسالة المعاونة والمظاهرة والمؤازرة للراغبين من المؤمنين في سلوك طريق الآخرة، للحبيب عبد الله بن علوي الحداد الحضرمي الشافعي رحمه الله تعالى
https://drive.google.com/drive/folders/1BvFW7MC1P99TzqF0Qjy7olXHJq_0qoqG