Bismillaahir Rohmaanir Rohiiml
Islam yang apa adanya. Islam yang datang dari Rasulullah saw. Islam yang mengajarkan jihad dan khilafah. Islam yang udkhuluu fissilmi kaaffah dan yang rahmatan lil'alamin. Dan Islam yang innamal mu'minuuna ikhwatun. Islam yang demikian itu sudah moderat diantara agama Yahudi yang tafrith (terlaku meremehkan) sehingga membunuh nabi-nabi dan mengganti kitab-kitab yang diturunkan, dan agama Nasrani yang ifroth (terlalu melebihkan) sehingga menuhankan Nabi Isa AS dan menuduh Allah swt mengambil anak...
Begitu pula kaum Muslimin yang berpegang teguh kepada agama Islam secara kaffah, mereka adalah umat yang moderat. Allah swt berfirman :
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطاً لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيداً
“Dan yang demikian itu Kami telah menjadikan kalian (umat Islam) sebagai umat pertengahan (adil) agar kalian menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas perbuatan kalian” (QS Al Baqarah: 143).
Umat yang moderat adalah umat terbaik diantara seluruh umat manusia, umat yang menyuruh kebaikan dan mencegas kemunkaran. Allah swt berfirman:
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah (QS Ali 'Imron ayat 110).
Ketika Islam yang sudah moderat diantara Yahudi dan Nasrani ini dimoderisasi (dimoderatkan) lagi diantara Islam dan Yahudi atau diantara Islam dan Nasrani, maka menjadi islam sekuler yang diambil sebagiannya dan dibuang sebagiannya. Pelakunya juga menjadi orang sekuler, yaitu munafik yang akan bertempat di neraka paling bawah selama-lamanya sampai hangus tidak mati-mati.
Terkait orang sekuler, munafiq, yang moderat diantara Islam dan Yahudi atau Islam dan Nasrani atau agama lainnya, Allah swt berfirman :
مُّذَبْذَبِيْنَ بَيْنَ ذٰلِكَۖ لَآ اِلٰى هٰٓؤُلَاۤءِ وَلَآ اِلٰى هٰٓؤُلَاۤءِ ۗ وَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهٗ سَبِيْلًا
"Mereka dalam keadaan ragu antara yang demikian (iman atau kafir), tidak termasuk kepada golongan ini (orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang kafir). Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya" (Annisa' : 143).
Terkait azab orang munafiq, Allah swt berfirman :
اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ فِى الدَّرْكِ الْاَسْفَلِ مِنَ النَّارِۚ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًاۙ
"Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka" (Annisa' : 145)
Sebagaimana makanan yang sudah matang lalu dimatangkan lagi, maka menjadi hangus tidak bisa dimakan. Sedang dalam bahasa fikihnya dinamakan tahshiilul haashil.
Terkait orang sekuler, Allah swt berfirman :
ۚ أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ۚ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَٰلِكَ مِنْكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰ أَشَدِّ الْعَذَابِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
"Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat". (QS Albaqoroh : 85).
Meskipun sebab turunnya ayat ini terkait orang-orang Yahudi, tetapi kaidah ushul mengatakan :
العبرة بعموم اللفظ لا بخصوص السبب
"Penilaian itu pada keumuman katanya, bukan pada kekhususan sebabnya".
Secara rasional, ketika kaum Yahudi yang sekuler saja akan mendapat kehinaan di dunia dan azab yang berat pada hari kiamat, apalagi ketika dilakukan oleh kaum muslimin, tentu lebih berhak mendapatkannya.
Kaum munafiq telah membuat pemikiran tengah diantara Islam dan Kafir atau Islam dan musyrik. Hal itu tidak dapat dilakukan kecuali dengan membuang sebagian syariah Islam dan mengambil sebagiannya. Sebagaimana juga orang munafik berada di tengah-tengah antara kaum muslimin dan kaum kuffar dan musyrikin. Inilah hakekat sekularisme dan hakekat kaum moderat dan sekuler.
Demikian adalah fakta yang mudah disentuh dengan ketajaman akal yang cerdas. Dan mudah diterima dengan hati yang ikhlas. Jadi akal yang cerdas dan hati yang ikhlas adalah kunci untuk menerima haq. Tidak ada dusta diantara kita.
#KhilafahAjaranIslam #IslamRahmatanLilAlamim #KhilafahWarisanRasulullah #DemokrasiWarisanPenjajah #DemokrasiSistemKufur