BERKHILAFAH ITU HARUS BENAR, JUJUR DAN TIDAK DUSTA

(Kritik Khilmus | Edisi 18)

Oleh : Abulwafa Romli

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

=========m u l a i=========
"MAKLUMAT TERBENTUKNYA KEMBALI KHILAFAH ISLAMIYYAH
Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat As-Syura [42] ayat 13:
شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ
“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)".
Diumumkan kepada seluruh kaum muslimin/muslimat dan segenap umat manusia bahwa pada hari Jum’at 13 Rabiul Awwal 1418 H, bertepatan dengan 18 Juli 1997 M, telah terbentuk sebuah organisasi Islam sebagai wadah umat Islam dalam berjamaah melalui sistem kekhalifahan dan disebut “KEKHALIFAHAN KAUM MUSLIMIN (KHILAFATUL MUSLIMIN)” yang dipimpin oleh seorang Khalifah/ Amirul mukminin dan insya Allah akan mendirikan perwakilannya di seluruh dunia di bawah seorang Amir bagi tiap-tiap wilayah atau negara".
========c u k u p========

PROLOG diatas adalah contoh nyata dari ketidak jujuran dan dusta dalam berkhilafah oleh Khilmus (Khilafatul Muslimin) pimpinan Abdul Qodir Hasan Baraja yang didaulat sebagai khalifah. "Berkhilafah" sendiri bisa berarti menggunakan, mempunyai dan mengakui sudah menegakkan khilafah dan sudah punya khalifah sebagaimana warga Khilmus; atau menyatakan perbuatan mengenai diri sendiri atau kelompok sebagai pejuang khilafah sebagaimana para aktivis pejuang Syariah dan Khilafah Hizbut Tahrir.

Berkhilafah itu meniscayakan pemahaman serta pengakuan yang jujur dan tidak dusta terhadap tiga fakta sekaligus ; khilafah, khalifah, dan bai'at. Ketika ada satu fakta saja yang salah memahaminya, tidak jujur dan dusta dalam menerapkan dalil-dalil syara' terhadapnya, maka akan merambat kepada yang lainnya, sehingga semuanya menjadi salah, tidak jujur dan dusta. Kemudian khilafah yang diklaim berdiri menjadi khilafah palsu, khilafah dusta dan menipu, sesat dan menyesatkan. Karena dari tiga fakta itu  berkembang fakta-fakta cabang. Mulai dari syarat-syarat menegakkan khilafah, syarat-syarat khalifah, siapa yang berhak membaiat pertama kali ketika khilafah tiada seperti saat ini, sampai pada kewajiban mendengar dan ta'at kepada khalifah dst. Sama halnya ketika para aktivis pejuang khilafah salah, tidak jujur dan dusta dalam memahami tiga fakta di atas. Maka yang terjadi justru menjauhkan umat dari proyek penegakkan khilafah ala minhajin nubuwwah yang sesungguhnya.

DEFINISI JUJUR DAN DUSTA

1. Jujur :
Menurut Ibnu Aqil rh :
الصدق: هو الخبر عن الشيء على ما هو به، وهو نقيض الكذب
"Jujur (dalam terminologi fuqaha) ialah berita tentang sesuatu sesuai dengan faktanya. Lawan jujur ialah dusta".
(Ibnu Aqil, Alwadhih fii Ushulil Fiqhi, 1/129).

Menurut Al Bajiy rh :
الصدق الوصف للمخبَر عنه على ما هو به
"Jujur adalah menyifati sesuatu yang diberitakan dengan sesuai faktanya".
(Albajiy, Ihkamul Fushul, hal. 235).

2. Dusta :
Menurut Ibnu Hajar Al-Asqolani rh :
هو الإخبار بالشيء على خلاف ما هو عليه سواء كان عمدًا أم خطئًا
"Dusta ialah menyampaikan berita tentang sesuatu tidak sesuai faktanya, sama saja dengan sengaja atau keliru".
(Ibnu Hajar, Fathul Bariy, 1/201).
 
Menurut Annawawiy rh :
هو الإخبار عن الشيء على خلاف ما هو، عمدًا كان أو سهوًا، سواء كان الإخبار عن ماض أو مستقبل
"Dusta ialah menyampaikan berita tentang sesuatu tidak sesuai faktanya, baik dengan sengaja atau lupa, sama saja menyampaikan berita tentang masa lalu maupun masa mendatang".
(Annawawiy, Syarhun Nawawi 'alal Muslim, 1/69).

DALIL-DALIL PERINTAH JUJUR DAN LARANGAN DUSTA

1. Alqur'an :
Allâh swt berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allâh, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur”. (QS At-Taubah [9] : 119).

Allâh swt berfirman :
لِيَجْزِيَ اللَّهُ الصَّادِقِينَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ إِنْ شَاءَ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا
"Agar Allâh memberikan balasan kepada orang-orang yang jujur itu karena kejujurannya, dan mengadzab orang-orang munafik jika Dia kehendaki, atau menerima taubat mereka. Sungguh, Allâh Maha Pengampun dan Maha Penyayang". (QS Al-Ahzâb [33] : 24).

Allah swt berfirman :
وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَٰذَا حَلَالٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ (116) النحل
"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung". (QS Annahl :116).
Dan terlalu banyak ayat-ayat Alqur'an terkait jujur dan dusta.

2. Assunnah :
Dari Ibnu Mas'ud ra, Rasulullah saw bersabda :
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا ، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا
"Hendaklah kalian selalu jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong).’”
(H.R. Ahmad (I/384); al-Bukhâri (no. 6094) dan dalam kitab al-Adabul Mufrad (no. 386); Muslim (no. 2607 (105)); Abu Dawud (no. 4989); At-Tirmidzi (no. 1971).

Dari Abu Hurairoh ra berkata; Rasulullah saw bersabda :
سيَأتي علَى النَّاسِ سنواتٌ خدَّاعاتُ يصدَّقُ فيها الكاذِبُ ويُكَذَّبُ فيها الصَّادِقُ ويُؤتَمنُ فيها الخائنُ ويُخوَّنُ فيها الأمينُ وينطِقُ فيها الرُّوَيْبضةُ قيلَ وما الرُّوَيْبضةُ قالَ الرَّجلُ التَّافِهُ في أمرِ العامَّةِ 
"Akan datang tahun-tahun penuh dusta (tipu daya) yang menimpa manusia, dimana pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang terpercaya dikhianati, dan Ruwaibidlah turut bicara". Dikatakan; "Siapakah ruwaibidhoh itu?", Nabi bersabda; "Laki-laki bodoh mengurusi urusan umum". (Sunan Ibnu Majah [4036]).
Dan hadits-hadits yang lainnya.

FAKTA KHILAFAH

Definisi Khilafah adalah :
اَلْخِلاَفَةُ هِيَ رِئَاسَةٌ عَامَّةٌ لِلْمُسْلِمِيْنَ جَمِيْعاً فِي الدُّنْيَا لإِقَامَةِ أَحْكَامِ الشَّرْعِ الإِسْلاَمِيِّ، وَحَمْلِ الدَّعْوَةِ الإِسْلاَمِيَّةِ إِلَى الْعَالَمِ
“Kepemimpinan umum bagi kaum muslimin seluruhnya di dunia untuk menerapkan hukum-hukum syariah Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia.” (Taqiyuddin An Nabhani, Al Syakhshiyyah Al Islamiyyah, 2/13 ; Dr. Mahmud Alkholidi, Qowa'idu Nizhomul Hukmi fil Islam, hal. 230).

Ini adalah definisi khilafah yang sangat sempurna diantara definisi-definisi yang lainnya yang tidak kurang dari sepuluh definisi sebagaimana telah disebutkan oleh Dr. Mahmud Alkholidy dalam kitabnya, Qawa'idu Nizhomul Hukmi fil Islam. Dan berdasarkan definisi tersebut, Khilafah mempunyai 3 (tiga) tugas pokok, yaitu; pertama, mempersatukan umat Islam di seluruh dunia. Kedua, menerapkan hukum-hukum syariah Islam secara menyeluruh (kaffah) dalam segala bidang kehidupan. Ketiga, mengemban (menyebarkan) risalah Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad fi sabilillah.

FAKTA KHALIFAH
Definisi Khalifah adalah :
الخليفة هو الذي ينوب عن الأمة في الحكم والسلطان وفي تنفيذ أحكام الشرع
"Khalifah adalah orang yang mewakili umat dalam pemerintahan dan kekuasaan, dan dalam melaksanakan hukum-hukum syara".
(Ajhizatu Daulatil Khilafati fil Hukmi wal Idaroti, hal. 20 ; Dr. Mahmud Alkholidi, Qowa'idu Nizhomul Hukmi fil Islam, hal. 234).

Definisi khalifah ini adalah definisi yang sempurna, jaami' (lengkap) dan maani' (kokoh) sehingga mencegah masuknya selain yang didefinisikan. Alasannya, karena Islam telah menjadikan pemerintahan dan kekuasaan itu milik umat. Islam juga telah mewajibkan kepada umat agar melaksanakan semua hukum-hukum syara'. Kemudian umat mewakilkan dalam pemerintahan dan kekuasaan, dan dalam melaksanakan hukum-hukum syara' kepada seseorang yang bisa melaksanakannya, yaitu khalifah. Berbeda jauh dengan definisi khalifah yang lain seperti نائب عن الله تعالى (wakil Allah), نائب عن النبي (wakil dari Nabi) dan خليفة من قبله (pengganti orang sebelumnya), dimana ketiganya adalah definisi yang lemah.

FAKTA BAI'AT
Definisi Bai'at :
البيعة هي الطريقة في الإسلام لتنصيب الخليفة
"Bai'at adalah metode pengangkatan khalifah dalam Islam".
(Ajhizatu Daulatil Khilafati fil Hukmi wal Idaroti, hal. 20). Atau;
البيعة هي الطريقة الشرعية لنصب الخليفة
"Bai'at adalah metode syar'i untuk mengangkat khalifah".
Bai'at itu terbagi menjadi dua; bai'at in'iqod (legal formal) dan bai'at ta'at (bai'at umum dari kaum muslimin). Dengan bai'at in'iqod, seseorang yang dibaiat telah sah menjadi khalifah. Sedang bai'at 'ammah atau bai'at ta'at, adalah bai'at dari kaum muslimin atas dasar ta'at kepada khalifah yang sah.
(Dr. Mahmud Alkholidi, Qowa'idu Nizhomul Hukmi fil Islam, hal. 262).

Dalil bai'at In'iqod ialah hadits-hadits bai'at aqobah kesatu dan bai'at aqobah kedua oleh sahabat Anshor yang telah memiliki wilayah otonomi untuk berdiri tegaknya daulah Islam pertama. (Bisa dilihat di link ini :)
https://abulwafaromli.blogspot.com/2021/10/baiat-aqobah-adalah-metode-syari-untuk.html?m=1
Dan bai'atnya Ahlul Halli wal 'Aqdi kepada Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali rodhiyallohu 'anhum ajma'in.

Sedang dalil bai'at ta'at adalah bai'atnya kaum muslimin dari sahabat Muhajirin dan Anshor yang tidak terlibat dalam bai'at aqobah kesatu dan kedua, kepada Rasulullah saw setelah hijrah ke Madinah.
Dan baiatnya kaum muslimin kepada Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali ra. Karena mereka adalah Alkhulafa' Arrosyidin yang sunnahnya wajib diikuti setelah sunnah Nabi saw.

Ibnu Ishaq telah meriwayatkan dari Anas bin Malik ra, ia berkata :
"Ketika Abu Bakar telah dibaiat di Saqifah Bani Sa'idah bin Ka'ab bin Khozroj, besok paginya, Abu Bakar duduk diatas mimbar. Lalu Umar berdiri dan berkata sebelum Abu Bakar berkhotbah. Maka Umar memuji dan menyanjung Allah dengan pujian dan sanjungan yang layak bagi Allah. Kemudian Umar berkata : "... Sesungguhnya Allah benar-benar telah mengumpulkan perkara kalian atas sebaik-baik kalian, teman Rasulullah saw, kedua dari dua orang, ketika keduanya di dalam gua. Maka berdirilah kalian! Lalu berbaiatlah kalian kepadanya! Maka manusia sama berbaiat kepada Abu Bakar dengan bai'at umum setelah bai'at saqifah". (Siroh Ibnu Hisyam, 4/211, cet. Alhalaby, 1936).

Mengenai bai'at ta'at, Ibnu Qutaibah juga berkata:
"Abu Bakar telah dibai'at pada hari wafatnya Rasulullah saw di saqifah Bani Saidah bin Ka'ab bin Khzroj. Kemudian Abu Bakar dibai'at dengan bai'at umum pada hari selasa dari pagi harinya hari itu (bai'at pertama). (Ibnu Qutaibah, Alma'arif, hal. 74).

Dan fakta terjadinya dua baiat; bai'at in'iqod dan bai'at ta'at, itu tetap berlangsung sepanjang sejarah khilafah, dari khilafah ala minhajin nubuwwah, khilafah umawiyyah, khilafah abbasiyyah sampai khilafah utsmaniyyah.

INILAH FAKTA KHILMUS KHILAFAH PALSU

Setelah saya mengikuti perkembangan Khilmus sejak tahun 2008, sejak saya punya akun fb, dari berbagai medianya, baik yang telah terblokir atau yang masih eksis hingga saat ini. Maka secara global akan saya sebutkan 10 (sepuluh) pemikiran dan pemahaman Khilmus serta fakta kepalsuannya :

1. Khilmus mengklaim sedang menegakkan agama dan tidak bertafarruq.

Fakta : Khilmus sedang memalsukan ajaran agama yang Agung yaitu khilafah ala minhajin nubuwwah. Dan khilmus sedang bertafaruq, karena termasuk pecahan dari NII.

2. Khilmus mengklaim telah menegakkan khilafah ala minhajin nubuwwah, bukan ala minhajis shahabat, sebagai konsekuensi dari menegakkan agama.

Fakta ; Khilmus sedang memalsukan khilafah, karena khilafah ala minhajin nubuwwah itu punya wilayah kekuasaan dan terus menambah wilayah kekuasaannya dengan terus menerus melakukan futuhat. Sedang khilafah ala minhajis shahabat, dengan arti sunnah Alkhulafa' Arrosyidin adalah khilafah ala minhajin nubuwwah. Maka klaim bukan ala minhajis shahabat hanyalah kejahilan, ketidak jujuran dan medustaan.

3. Khilmus mengklaim sebagai Aljama'ah (Jama'atul Muslimiin). Karena menurut mereka khilafah adalah Aljama'ah.

Fakta ; Khilmus adalah Aljama'ah palsu. Karena Aljama'ah yang asli baru ada setelah khilafah yang asli benar-benar tegak. Karena Aljama'ah adalah bersatunya kaum muslimin di bawah komando seorang khalifah. Sehingga tahun turun tahtanya Hasan bin Ali dan ia menyerahkan khilafah kepada Muawiyah, tahun itu dinamakan tahun Aljama'ah ('aamul jama'ah).

4. Khilmus menganggap bahwa khilafah itu bukan negara dan bukan sistem pemerintahan.

Fakta ; Khilmus menyambut dan mengucapkan selamat, ketika berdirinya ISIS pertama kali. Dan perwakilan Khilmus mengatakan bahwa dalam Khilmus selalu ditanamkan, bahwa ketika sudah ada khilafah yang lurus dan sudah punya wilayah, maka Khilmus akan bergabung dengannya. Ini menunjukkan atas kepalsuan khilafah Khilmus.

5. Khilmus menyatakan bahwa membaiat seseorang menjadi khalifah adalah wajib, meskipun belum ada sejengkal pun wilayah kekuasaan otonomi dimiliki oleh orang-orang yang talah membaiat pertama kali. Karena bagi mereka kukuasaan itu milik Allah akan diberikan kepada yang dikehendakinya. Jadi kekuasaan itu tidak wajib diraih lebih dahulu. Sedang yang wajib hanya membaiat khalifah agar tidak mati jahiliyah.

Fakta ; Khilmus telah memalsukan kewajiban membaiat khalifah. Karena kewajiban membaiat khalifah itu setelah tersedianya wilayah kekuasaan, seperti baiat aqobahnya sahabat Anshor kepada Rasulullah dan tidak terlibatnya sahabat Muhajirin dalam baiat tersebut karena tidak punya wilayah kekuasaan. Masalah kekuasaan itu milik Allah, hanyalah dalih pembenaran kepalsuan Khilmus. Karena ketika Allah belum memberi wilayah kekuasaan untuk tempat berdirinya khilafah, berarti Allah belum mengizinkan kepada kita untuk membaiat khalifah. Sedang kewajiban kita adalah terus berdakwah sampai Allah benar-benar memberikan wilayah kekuasaan melalui ahli nushroh.

6. Khilmus menuduh orang-orang yang tidak mengikuti langkah-langkah Khilmus dalam berkhilafah sebagai orang-orang musyrik.

Fakta ; Khilmus telah memalsukan ajaran agama yang Agung, khilafah ala minhajin nubuwwah, adalah termasuk syirik, karena telah menyekutukan Allah dalam ajaranNya atau hukum-hukumNya. Apalagi Khilafah ala minhajin nubuwwah adalah proyek Allah. Berarti Khilmus memalsukan proyek Allah.

7. Warga Khilmus itu berbaiat kepada Allah di hadapan ulil amri, khalifah atau wakilnya.

Fakta ; hal ini menunjukkan bahwa khilmus benar-benar memalsukan khilafah. Karena sejak masa Nabi saw semua kaum muslimin itu berbaiat kepada Rasulullah, kemudian kepada para khalifah sepanjang sejarah khilafah. Tidak ada yang berbaiat kepada Allah. Apalagi bai'at adalah metode syar'i untuk mengangkat khalifah. Fakta yang telah terjadi adalah berbaiatnya kaum muslimin kepada Rasulullah saw dan para khalifah setelahnya di hadapan Allah. Karena Allah selalu memonitor hamba-hambaNya. Praktek berbaiat kepada Allah dihadapan ulil amri itu termasuk pelecehan terhadap Zat Allah berada di bawah monitor makhkukNya. Karena berbaiat kepada Allah di hadapan ulil amri ini berarti ulil amri yang sedang memonitor Allah dan orang yang berbaiat kekadaNya. Inilah kesyirikan yang nyata telah dipraktekkan oleh warga Khilmus.

8. Khilmus telah mewajibkan mendengar dan ta'at kepada khalifah Abdul Qodir Hasan Baraja layaknya khalifah sungguhan sebagai konsekuensi dari bai'at.

Fakta ; sudah jelas Khilmus itu khilafah palsu. Berarti mereka mendengar dan ta'at kepada khalifah palsu. Ini artinya mendengar dan ta'at dalam maksiat kepada Allah dan RasulNya. Menerjang larangan Allah dan RasulNya. Jelas sesat dan menyesatkan. Mengajak umat manusia masuk neraka bareng-bareng.

9. Khilmus telah memiliki baitul mal untuk harta zakat dan infaq dari warganya yang telah berbai'at.

Fakta ; mereka sedang tolong-menolong dalam maksiat kepada Allah. Karena memberikan infaq dan zakat kepada khilafah palsu itu termasuk mengokohkan kepalsuannya.

10. Khilmus mengklaim khilafah bukan negara dan bukan sistem pemerintahan, tapi telah membagi-bagi wilayah administrasi nya dengan sebutan daulah, seperti daulah Sumatra, daulah Jawa, dan seterusnya.

Fakta ; Khilmus sedang mempertontonkan kebodohannya. Karena daulah itu bahasa Arab dan ketika di-Indonesia-kan menjadi negara. Ini juga menunjukkan kepalsuannya. Karena berkhilafah ala minhajin nubuwwah itu wajib bedasarkan ilmu dan tsaqofah yang matang, jujur dan tidak dusta.

MARI BERKHILAFAH YANG BENAR

Berkhilafah dengan benar itu menjalankan khilafah sesuai sunnah Nabi saw dan sunnah Alkhulafa' Arrosyidin, ketika khilafah sudah berdiri tegak. Dan mengikuti metode dakwah Nabi saw pada fase Mekkah dalam upayanya menegakkan daulah nubuwwah, ketika khilafah belum tegak, sampai khilafah benar-benar tegak.

Karena untuk tegaknya khilafah itu ada syarat-syaratnya. Selagi syarat-syarat itu belum terpenuhi, maka kewajiban kita adalah berupaya memenuhi syarat-syaratnya. Bukan malah malah membaiat seseorang menjadi khalifah dulu, kemudian baru berupaya memenuhi syarat-syaratnya. Seperti halnya kewajiban menegakkan shalat, tentu terlebih dahulu berusaha memenuhi syarat-syarat sahnya shalat. Bukan takbir dulu kemudian berusaha memenuhi syarat-syaratnya.

Masalah khilafah tidak tegak-tegak atau kapan dan dimana khilafah akan tegak, maka hal ini menjadi hak Allah dan dalam ilmu dan kehendak Allah. Sedang kewajiban kita adalah berdakwah secara maksimal dengan tetap istiqomah mengikuti metode dakwah Nabi saw tanpa menyimpang darinya sehelai rambut pun. Allah tidak membebani kepada hambaNya dengan sesuatu yang tidak sanggup dipikul oleh hambaNya, termasuk dengan sesuatu yang belum datang masa panennya. Ketika kita tergesa-gesa mengunduh sesuatu yang belum tiba masa panennya, justru kita terhalang dari faedah memanennya :
من استعجل الشيء قبل أوانه عوقب بحرمانه
"Siapa saja yang tergesa-gesa melakukan sesuatu sebelum masanya, maka ia dikenai sanksi berupa terhalang darinya".

Jadi kalau kita tergesa-gesa membaiat seseorang menjadi khalifah sebelum memenuhi syarat-syarat sah berdirinya khilafah, maka khalifah dan khilafah palsulah yang didapat lalu kita berdosa dan masuk neraka.

Mari kita berkhilafah dengan benar, jujur dan tidak dusta, bersama Hizbut Tahrir partai politik Islam terbesar di dunia, Hizbut Tahrir sebagai Hizbullah yang telah menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam berkhilafah, sejak dakwah sampai berdiri tegaknya! Mari sambut para aktivis Hizbut Tahrir di manapun Kalian berada! Kalian akan dituntun dan dibina meniti jalan yang lurus, jalannya orang-orang yang telah diberi nikmat, bukan jalannya Yahudi dan Nasrani. Tidak ada dusta diantara Kita. Wallahu A'lam. []


Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.