INILAH BUKTI KHILMUS KHILAFAH PALSU

(Kritik Khilmus | Edisi 14)

Bismillahir Rohmanir Rohiim

Berikut adalah bagian kecil dari logika khilmus yang terus disebarkan ke tengah-tengah umat, mereka menolak kepalsuan khilmus dengan mengatakan ;

"Masa satu-satunya di bilang palsu. Logis dikit lah. Kata palsu di sematkan ketika ada yang asli. Kata palsu di sematkan untuk yang kedua dan seterusnya. Kalau satu-satunya di bilang palsu lantas mana yang asli ?".

"Cara membuktikan keasliannya adalah ketika ada yg palsu. Cara membuktikan kepalsuannya adalah ketika ada yg asli.
Gitu aja repot. Ada asli dan palsu itu ketika lebih dari 1. Kalau satu-satunya terpaksa asli."

Logika-logika tersebut sebenarnya jawabannya sangat ringan. Cukup dikatakan; "sekarang kelompok yang mengklaim khilafah bukan hanya satu, bukan hanya Khilmus. Tapi di sana ada ISIS/IS dan Khilmus secara resmi telah mengucapkan selamat atas berdirinya ISIS/IS sejak awal berdirinya. Maka mana yang asli dan mana yang palsu? Padahal ketika Khilmus mengucapkan selamat, ini menunjukkan Khilmus lah yang palsu. Karena Khilafah yang asli gak bakalan mau mengucapkan selamat kepada yang palsu. Seperti ini redaksinya ketika menyambut baik ISIS ;

“Dengan apa yang baru saja terjadi di Syam (Suriah), inilah sikap Khilafatul Muslimin yang berpusat di Indonesia. Kami menyambut gembira dan bersyukur atas pendeklarasian khilafah yang berpusat di Syam. Kami ucapkan selamat kepada kaum muslimin di Syam khususnya, dan kaum muslimin dunia umumnya. Semoga ini menjadi awal terwujudnya Izzatul Islam wal Muslimin seluruhnya.” (Copas dari laman website Khilafatul Muslimin. Mungkin sekarang sudah dihapus).

•BAGAIMANA MEMBUKTIKAN BAHWA KHILMUS ADALAH KHILAFAH PALSU?

Maksudnya dengan apa kita bisa menghukumi bahwa Khilmus (Khilafatul Muslimin) adalah khilafah palsu? Pertama, dengan Assunnah, baik Sunnah Rasulullah saw maupun Sunnah Sahabat Alkhulafa' Arrosyidiin Almahdiyyiin. Kedua, dengan memahami fakta Khilafah ala minhajin nubuwwah sebagai khilafah yang asli, lalu fakta khilafah islamiyyah sepanjang masa kekhilafahan, mulai dari khilafah Umawiyyah, Abbasiyyah sampai Utsmaniyah. Sebelum membicarakan semuanya, terlebih dahulu kita ketahui apa arti palsu.

APA ITU PALSU?
Dalam kamus Al-Munawwir edisi Indonesia Arab pada halaman 630 palsu adalah :
زَائِفٌ، عِيْرَةٌ، مُسْتَعَارٌ
Sedang ketiga kata tersebut dalam bahasa Arab memiliki arti :
 خائن؛ خطأ؛ غير حقيقيّ؛ غير صحيح؛ غير طبيعيّ؛ 
 كاذِب؛ كَذّاب؛ مُبْطَل؛ مُخطئ مُدلِّس؛ مصطنع؛ مُصنَّع؛ 
مُضِلّ؛ مَغْلُوط؛ مَكْذُوب؛ ...
Yang hkhianat, salah, tidak otentik, tidak sah, tidak natural, yang dusta, pendusta, yang batal/batil, yang salah, penipu, peniru/gadungan, tiruan, yang menyesatkan, yang keliru, yang didustakan, ...

Jadi kerika dikatakan Khilmus khilafah palsu, maka bisa berarti seperti diatas.

•SUNNAH RASULULLAH SAW SERTA FAKTA BAI'AT IN'IQOD

Yang dikehendaki disini adalah Sunnah Rasulullah saw terkait dakwah serta perjuangannya dalam menegakkan daulah nubuwwah atau daulah islamiyyah agar bisa menerapkan Islam secara sempurna. Sunnah ini adalah sisi lain dari kapasitas beliau sebagai Annabi dan Arrosul yang bertugas menyampaikan wahyu (tabligh) serta memimpin umatnya secara umum.

Sunnah Rasulullah saw dalam dakwah menegakkan daulah itu terbagi menjadi tiga fase; fase pengkaderan, fase interaksi dengan umat manusia dan fase menerima (meraih) kekuasaan. Perincian semuanya bisa dibaca di tulisan lain. Kita fokus pada fase menerima kekuasaan.

Dalam menerima kekuasaan, Rasulullah saw telah melalui metode tholabun nushroh (mencari pertolongan / dukungan riil) dari ahli nushroh (orang-orang yang memiliki kekuatan dan memiliki wilayah otonomi yang talah siap menjadi tempat berdirinya daulah sebagai pusat kekuasaan). Terkait tholabun nushroh juga bisa dipelajari diri tulisan lain.

Penerimaan kekuasaan itu diawali dengan peristiwa bai'at aqobah kesatu dan bai'at aqobah kedua sebagai bai'at in'iqod yang menandai sahnya Rasulullah saw sebagai pengusa seluruh kaum muslimin, meskipun secara riilnya baru terjadi setelah beliau hijrah ke Madinah.

Penting diketahui, bahwa kaum muslim yang membai'at serta diterima bai'atnya, adalah kaum muslimin yang telah memiliki wilayah sebagai tempat berdiri tegaknya daulah nubuwwah sebagaimana sahabat Anshor, bukan yang tidak memiliki wilayah sebagaimana sahabat Muhajirin. Karenanya, sahabat Muhajirin sekelas Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan lainnya tidak punya hak sedikitpun dalam membaiat Rasulullah saw, kecualai bai'at ta'at setelah hijrah ke Madinah dan setelah Rasulullah saw menjadi penguasa secara riil, bukan bai'at in'iqod. Karena bai'at itu diberikan kepada Rasulullah saw sebagai penguasa daulah, bukan sebagai Annabi dan Arrosul dimana cukup iman dan ta'at kepada beliau, tanpa memerlukan bai'at.

Demikianlah sunnah Nabi Muhammad saw serta fakta bai'at in'iqod terkait dengan kepemimpinan kekuasaan dalam daulah nubuwwah.

•SUNNAH ALKHULAFA' ARROSYIDIN

Sunnah Alkhulafa Arrosyidin, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan Hasan bin Ali ra, adalah sunnah dalam menjalankan kekuasaan daulah Islam warisan Rasulullah saw, yakni daulah khilafah. Karena mereka semua adalah para khalifah. Dan dalam menjadi khalifah semuanya melalui metode bai'at, meskipun berbeda teknis pencalonan dan pengangkatannya. Baik sahabat Anshor maupun sahabat Muhajirin semuanya punya hak membaiat khalifah dengan bai'at in'iqod, karena sudah ada wilayah kekuasaan terbentang luas dimiliki mereka semua. Tidak seperti bai'at in'iqod kepada Rasulullah saw dimana hanya dimiliki atau menjadi hak sahabat Anshor.

•FUTUHAT ADALAH BUKTI TIDAK TERBANTAHKAN TERKAIT WAJIB ADANYA WILAYAH KEKUASAAN

Futuhat adalah bagian dari Sunnah Rasulullah saw dan Sunnah Alkhulafa' Arrosyidin. Futuhat ialah penaklukan terhadap wilayah suatu entitas negeri maupun negara untuk perluasan wilayah daulah islam, baik nubuwwah maupun khilafah, baik khilafah ala minhajin nubuwwah maupun khilafah islamiyyah, dari khilafah Umawiyyah, khilafah Abbasiyyah sampai khilafah Utsmaniyyah.

Futuhat yang paling populer pada masa Nabi saw adalah fathu Mekkah sehingga dinamakan dengan "yauma fathil akbar" atau "yauma fathil a'zhom" (hari penaklukkan terbesar atau teragung) dan setelah itu Allah swt menurunkan surat Annasher (pertolongan) ;
إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ ، وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا ، فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا .
"Benar-benar telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, maka bertasbihlah dalam dengan Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat." (QS An-Nasher, 1-3).

Pada tanggal 20 Romadhon tahun ke delapan hijriyah Rasulullah saw dengan 10.000 tentara berangkat ke Mekkah. Beliau menaklukkan dan memasuki Mekkah dengan sangat tawadhu. Beliau manaiki unta qoshwa dengan menundukkan kepalanya tawadhu kepada Allah.

Terkait tafsir surat An-Nasher, Imam Qurthubi rh berkata :
المراد بهذا النصر نصر الرسول على قريش ؛ الطبري . وقيل : نصره على من قاتله من الكفار ؛ فإن عاقبة النصر كانت له . وأما الفتح فهو فتح مكة ؛ عن الحسن ومجاهد وغيرهما . وقال ابن عباس وسعيد بن جبير : هو فتح المدائن والقصور . وقيل : فتح سائر البلاد . وقيل : ما فتحه عليه من العلوم . و ( إذا ) بمعنى قد ؛ أي قد جاء نصر الله ؛ لأن نزولها بعد الفتح
"Yang dikehendaki dengan An-Nasher (pertolongan) ini adalah pertolongan Allah kepada Rasulullah saw atas orang Quraisy (Aththobari). Dikatakan; "Pertolongan Allah kepada Nabi saw atas kaum kuffar yang memeranginya sebab hpuncak pertolongan diraih oleh Nabi saw". Adapun alfathu (penaklukan/ kemenangan) adalah Fathu Mekkah, sebagaimana riwayat Alhasan, Mujahid dan lainnya. Ibnu Abbas dan Sa'id bin Jubair mengatakan, bahwa Alfathu adalah penaklukan atas kota-kota dan kerajaan-kerajaan. Dikatakan; "penaklukan atas seluruh negeri". Dan dikatakan; "Ilmu-ilmu yang dibukakan kepada Nabi saw". Sedang kata "idzaa" itu bermakna "qod/ benar-benar", yakni "Benar-benar telah datang pertolongan Allah". Karena turunnya surat Annasher setelah fathu Mekkah.

Di sana terdapat data futuhat pada masa Rasulullah saw, masa Alkhulafa' Arrosyidin, dan masa-masa khilafah yang sangat panjang, dimana tulisan ini bukan tempat pemaparannya. Sedang yang saya sampaikan sudah cukup menjadi bukti tak terbantahkan, bahwa daulah nubuwwah, khilafah ala minhajin nubuwwah, khilafah umawiyyah, khilafah abbasiyyah sampai khilafah utsmaniyah, semuanya telah memiliki wilayah kekuasaan, sehingga luasnya mencapai 2/3 dunia.

•LIMA PASE KEPEMIMPINAN UMAT ISLAM

Terkait lima fase kepemimpinan umat Islam, Rasulullah saw bersabda :
ﺗﻜﻮﻥ ﺍﻟﻨﺒﻮﺓ ﻓﻴﻜﻢ ﻣﺎ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﺛﻢ ﻳﺮﻓﻌﻬﺎ ﺇﺫﺍ ﺷﺎﺀ ﺃﻥ ﻳﺮﻓﻌﻬﺎ ﺛﻢ ﺗﻜﻮﻥ ﺧﻼﻓﺔ ﻋﻠﻰ ﻣﻨﻬﺎﺝ ﺍﻟﻨﺒﻮﺓ ﻓﺘﻜﻮﻥ ﻣﺎ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﺛﻢ ﻳﺮﻓﻌﻬﺎ ﺇﺫﺍ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﺮﻓﻌﻬﺎ ﺛﻢ ﺗﻜﻮﻥ ﻣﻠﻜﺎ ﻋﺎﺿﺎ ﻓﻴﻜﻮﻥ ﻣﺎ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺛﻢ ﻳﺮﻓﻌﻬﺎ ﺇﺫﺍ ﺷﺎﺀ ﺃﻥ ﻳﺮﻓﻌﻬﺎ ﺛﻢ ﺗﻜﻮﻥ ﻣﻠﻜﺎ ﺟﺒﺮﻳﺔ ﻓﺘﻜﻮﻥ ﻣﺎ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﺛﻢ ﻳﺮﻓﻌﻬﺎ ﺇﺫﺍ ﺷﺎﺀ ﺃﻥ ﻳﺮﻓﻌﻬﺎ ﺛﻢ ﺗﻜﻮﻥ ﺧﻼﻓﺔ ﻋﻠﻰ ﻣﻨﻬﺎﺝ ﺍﻟﻨﺒﻮﺓ ﺛﻢ ﺳﻜﺖ
“Sedang ada daulah nubuwwah di tengah-tengah kalian. Ia tetap ada atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya ketika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah. Ia tetap ada atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya ketika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Kekuasaan yang menggigit (Mulkan ‘Aadhdhon). Ia tetap ada atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya ketika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan yang diktator (Mulkan Jabriyyah). Ia tetap ada atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya ketika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah. Kemudian beliau (Nabi) diam.” (Musnad Ahmad, Juz IV, hlm, 273, nomor hadits 18.430).

Perincian :
1. Fase daulah nubuwwah dimulai dari Hijrahnya Rasulullah saw ke Madinah.
2. Fase khilafah ala minhajin nubuwwah dimulai dari khalifah Abu Bakar sampai Hasan bin Ali ra.
3. Fase mulkan 'adhdhon dimulai dari khilafah umawiyyah sampai khilafah utsmaniyyah.
4. Fase mulkan jabriyyah dimulai dari runtuhnya khilafah secara keseluruhannya, yaitu sejak 3 Maret 1924.
5. Fase khilafah ala minhajin nubuwwah.

Sejarah telah membuktikan bahwa semua fase kepemimpinan tersebut telah memiliki wilayah kekuasaan. Maka sangat menggelikan ketika Khilmus telah mengklaim sebagai khilafah ala minhajin nubuwwah dan memakai term daulah Sumatra, daulah Jawa dan seterusnya untuk pembagian struktur organisasinya, tidak memiliki wilayah kekuasaan, bahkan mengingkarinya.

Fakta-fakta di atas, semuanya, adalah bukti bahwa Khilmus hanyalah sebuah organisasi kecil, dan pecahan dari organisasi, bukan daulah, bukan khilafah, bukan khilafah ala minhajin nubuwwah. Ketika Khilmus ngotot mengklaim sebagai daulah, sebagai khilafah, apalagi sebagai khilafah ala minhajin nubuwwah, maka semua klaim tersebut adalah bukti kuat, bahwa Khilmus adalah khilafah palsu. Dan karena khilafah palsu, maka semua aktifitasnya mulai dari bai'at, mendengar dan ta'at kepada khalifah, dana infak, dakwah dan lainnya adalah aktifitas palsu karena dilakukan untuk sesuatu yang palsu.

Terus solusinya bagaimana? Taubat nasuha, ganti semua nama struktur dan administrasinya yang terkait khilafah, dan mengaku sebagai organisasi dakwah atau lainnya. Ketika tidak memiliki fikroh dan thoriqoh dakwah yang jelas, lurus dan ilmiah, maka bergabung atau bersinergi dengan Hizbut Tahrir adalah jalan terbaik. Karena Hizbut Tahrir telah memiliki semuanya. Selesai.

Jadi khilafah yang asli untuk perbandingan khilafah yang palsu, itu telah dan tetap ada, fakta riilnya maupun ciri-cirinya. Fakta riilnya memang sedang pergi, tapi sebentar lagi akan kembali. Sedang ciri-cirinya sangat jelas laksana jelasnya siang hari dengan langit yang cerah. Hanya orang buta yang mengingkarinya. Buta mata dan buta hati. Wallahu A'lam. [].

https://t.me/abulwafaromli


Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.