KHALIFAH TIDAK BISA DIPISAHKAN DARI PENERAPAN SYARIAH ISLAM KÂFFAH (01)

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

● Sistem pemerintahan Islam, khilafah, adalah sistem yang unik berbeda dari sistem-sistem yang lainnya yang ada di dunia seperti demokrasi, teokrasi, kerajaan, republik dan komumis. Tidak ada sistem khilafah tanpa penerapan syariah Islam Kâffah, begitupun tidak akan pernah ada penerapan syariah Islam Kâffah tanpa khilafah. Karena itu, khilafah tidak akan bisa disamakan dengan sistem ruhiyyah (spiritual) Kepausan Vatikan Roma, dan tidak seperti organisasi Khilafatul Muslimiin pimpinan Ustadz Abdul Qodir Ahmad Baraja yang berpusat di Bandar Lampung. Khilafah juga tidak akan membiarkan bentuk- bentuk negara lain seperti negara nasional atau kerajaan eksis di negeri-negeri kaum muslimiin di dunia, karena justru bentuk negara selain khilafah itu yang selama ini menggantikan khilafah dan menghalangi berdirinya khilafah, maka setelah khilafah tegak nanti, negara-negara itu otomatis akan lenyap dari dunia Islam, sebagaimana lenyapnya khilafah dan penerapan syariah Islam Kâffah saat ini.

● Semua sanad khalifah baik sebagai nâibun 'anillâhi (wakil, pengganti dari Allah swt), sebagaimana pendapat Albaghowi bagi Adam dan Daud 'alaihimas salâm dan Azzamakhsyari bagi para nabi; nâibun 'aninnabiy saw (wakil, pengganti dari Nabi saw), sebagaimana pendapat jumhur ulama termasuk Abu Ya'la, Almawardi dan Ibnu Kholdun; khalîfatu man qoblahu (pengganti dari orang sebelumnya), sebagaimana pendapat Qolqosyandi dan Atthobari; maupun sebagai nâibun 'anil ummah (wakil, pengganti dari umat), sebagaimana pendapat Syaikh Taqiyyuddin Anabhani dan Hizbut Tahrir.

Begitu pula dengan semua definisi khilafah, baik sebagai ;
الخلافة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم في تنفيذ ما آتى به من شرعة الإسلام
"Penganti dari Rasulullah saw dalam melaksanakan Syariat Islam yang telah dibawanya", sebagaimana pendapat Mushthofa Shobi Syaikhul Islam khilafah 'utsmaniyyah.

Atau sebagai ;
رياسة عامة في أمور الدين والدنيا لشخص من الأشخاص ، أو خلافة الرسول في إقامة الدين وحفظ حوزة الملة بحيث يجب اتباعه على كافة الأمة
"Kepemimpinan umum bagi seseorang dalam mengatur urusan agama dan dunia" atau "Pengganti Rasulullah SAW dalam menegakkan agama serta manjaga keutuhannya, dimana wajib diikuti oleh semua umat", sebagaimana pendapat 'Adhoduddin Al-Îjiy.

Atau sebagai ;
الإمام الأعظم القائم بخلافة النبوة في حراسة الدين وسياسة الدنيا
"Imam Agung yang melaksanakan khilafah nubuwwah dalam menjaga agama dan mengatur dunia", sebagaimana pendapat ulama syafi'iyyah.

Atau sebagai ;
خلافة عن صاحب الشرع في حراسة الدين وسياسة الدنيا به
"Pengganti dari pemilik syariat dalam menjaga agama dan mengatur dunia dengan agama", sebagaimana pendapat Ibnu Kholdun.

Atau sebagai ;
النيابة عن النبي صلى الله عليه وسلم فى عموم مصالح المسلمين
"Pengganti dari Nabi SAW dalam umumnya masholih kaum muslimiin", sebagaimana pendapat Syaikhul Islam Ibrahim Albaijuri.

Atau sebagai ;
رئاسة عامة للمسلمين جميعا في الدنيا لإقامة أحكام الشرع الإسلامي وحمل الدعوة الإسلامية إلى العالم
"Kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslimiin di dunia, untuk menegakkan hukum - hukum syariat Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia", sebagaimana pendapat Syaikh Taqiyyuddin Anabhani dan Hizbut Tahrir.
(Semua sanad khalifah dan definisi khilafah diatas dikutip dari Dr. Mahmud Al Khôlidiy, Qowâ'idu Nizhômil Hukmi fil Islâm, hal. 226 - 234, Maktabah Al Muhtasib).

Semuanya itu baik khalifah dengan berbagai sanadnya maupun khilafah dengan berbagai definisinya, semuanya memiliki dua peket kewajiban yang sama, yaitu :

1. Menerapkan hukum-hukum syara' atas semua rakyat. Maka khalifah mengumpulkan zakat serta membagikannya, menegakkan hudûd, mengatur urusan manusia dengan Islam, dan mengatur sistem kehidupan Islam secara umum.

2. Mengemban dakwah Islam keluar batas-batas negara khilafah sampai ke seluruh penjuru dunia, serta menghilangkan semua hambatan dan penghalang dari depan dakwah Islam melalui jalan jihad.
Inti dari dua tugas tersebut adalah penerapan syariah Islam Kâffah, udkhulû fis silmi kâffah, atau ber-Islam kâffah. Maka tidak ada khalifah tanpa penerapan syariah Islam Kâffah, dan tidak ada penerapan syariah Islam Kâffah tanpa khalifah / khilafah. Karena keduanya saling melengkapi, saling terikat, dan tidak dapat dipisahkan. Memisahkan khalifah/ khilafah dari penerapan syariah Islam Kâffah, adalah melenyapkan eksistensi Islam Kâffah sendiri, karena khalifah/ khilafah adalah bagian dari syariah Islam Kâffah, dimana tanpa khalifah/ khilafah tidak akan ada syariah Islam Kâffah.

● DALIL-DALIL BAHWA KHALIFAH MENYATU DENGAN PENERAPAN SYARIAH ISLAM KÂFFAH

Alloh swt berfirman :
وإذ قال ربك للمﻵئكة إني جاعل في الأرض خليفة
"Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi ...". (QS Albaqoroh ayat 30).

Alloh swt berfirman :
ياداود إنا جعلناك خليفة في الأرض فاحكم بين الناس بالحق ولا تتبع الهوى فيضلك عن سبيل الله إن الذين يضلون عن سبيل الله لهم عذاب شديد بما نسوا يوم الحساب
"Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan perkara di antara manusia dengan haq (adil) dan janganlah kamu mengikuti (hukum produk) hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Alloh. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Alloh akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan". (QS Shaad [38]:26).

Dan Rosululloh SAW pun diperintah agar memutuskan perkara diantara manusia dengan hukum Alloh swt. Alloh berfirman :
فاحكم بينهم بما أنزل الله ولا تتبع أهواءهم عما جآءك من الحق
"Maka putuskanlah perkara diantara mereka menurut apa yang Alloh turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu". (QS Almaidah ayat 48).

Dan firman-Nya :
وان احكم بينهم بما أنزل الله ولا تتبع أهواءهم واحذرهم أن يفتنوك عن بعض ما أنزل الله إليك
"Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang Alloh turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Alloh kepadamu". (QS Almaidah ayat 49).

Perintah Allah kepada Rasul-Nya agar berhukum dengan hukum-hukum-Nya, juga adalah perintah kepada umatnya agar mereka berhukum dengan hukum - hukum Allah swt. Dan termasuk umatnya adalah para khalifah sebagai wakil umat di sepanjang masa kekhilafahan, dimana mereka wajib memutuskan perkara diantara umat dengan hukum - hukum Allah swt.

(Bersambung...)

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.