KHALIFAH TIDAK BISA DIPISAHKAN DARI PENERAPAN SYARIAH ISLAM KÂFFAH (02)

AQWAL ULAMA TENTANG WAJIBNYA MENEGAKKAN KHALIFAH SATU PAKET DENGAN KEWAJIBAN MENERAPKAN SYARIAH ISLAM KÂFFAH

Perhatikan baik-baik aqwal ulama, diataranya adalah Imam Ibnu Hazem rh dalam kitab Almilal wal Ahwâ' wan Nihal, juz 4, hal. 87, beliau  menegaskan :
اتفق جميع أهل السنة وجميع المرجئة وجميع الشيعة وجميع الخوارج على وجوب الإمامة وأن الأمة واجب عليها الإنقياد لإمام عادل يقيم فيهم أحكام الله ويسوسهم بأحكام الشريعة التي أتى بها رسول الله صلى الله عليه وسلم حاشا النجدات من الخوارج فإنهم قالوا لا يلزم الناس فرض الإمامة وإنما عليهم أن يتعاطوا الحق بينهم ...{ الملل والأهواء والنحل، الجزء الرابع، ص: 87}.
“Semua Ahlussunnah, semua Murjiah, semua Syiah dan semua Khawarij telah sepakat atas wajibnya imamah (khilafah), dan bahwa umat wajib tunduk kepada imam yang adil, yang menegakkan hukum-hukum Allah pada mereka, dan yang memimpin mereka dengan hukum-hukum syariat yang telah dibawa oleh Rasulullah SAW, selain sekte Najdah dari Khawarij, karena mereka berkata, kewajiban imamah itu tidak mengikat manusia, dan manusia hanya wajib menjalankan hak di antara mereka…”.

Sayyid Husain Afandi rh dalam kitab AlHushûn AlHamîdiyyah, hal. 189-190, beliau menegaskan :
اعلم أنه يجب على المسلمين شرعا نصب إمام يقوم بإقامة الحدود وسد الثغور وتجهيز الجيوش وأخذ الصدقات وقهر المتغلبة والمتلصصة وقطاع الطريق وتزويج الصغار والصغائر الذين لا أولياء لهم وقطع المنازعات الواقعة بين العباد وقبول الشهادات القائمة على الحقوق وإقامة الجمع والأعياد ولا يتم جميع ذلك بين المسلمين إلا بإمام يرجعون إليه فى أمورهم: يدرأ المفاسد ويحفظ المصالح ويمنع مما تتسارع إليه الطباع وتتنازع عليه الأطماع يعول الناس إليه ويصدرون عن رأيه على مقتضى أمره ونهيبه. وقد أجمعت الصحابة رضي الله تعالى عنهم على نصب الإمام بعد وفاته عليه الصلاة والسلام. قال أبو بكر رضي الله تعالى عنه: لا بد لهذا الأمر من يقوم به فانظروا وهاتوا آراءهم، فقالوا من كل جانب: صدقت صدقت، ولم يقل أحد منهم لا حاجة بنا إلى إمام. ويجب طاعة الإمام على جميع الرعايا ظاهرا وباطنا فيما لا يخالف الشرع الشريف لقوله تعالى: {أطيعوا الله وأطيعوا الرسول وأولى الأمر منكم} وهم العلماء والأمراء ولقوله عليه الصلاة والسلام: من أطاع أميري فقد أطاعني ومن عصي أميري فقد عصاني. وفى صحيح البخاري عن النبي صلى الله عليه وسلم: من أطاعني فقد أطاع الله ومن عصاني فقد عصى الله ومن يطع الأمير فقد أطاعني وإنما الإمام جنة يقاتل من ورائه ويتقى به ...{الحصون الحميدية، ص: 189-190}.
“Ketahuilah bahwasanya secara syara’ wajib atas kaum muslim mengangkat imam yang menegakkan hudûd, menutup perbatasan negara, mempersiapkan tentara, mengambil zakat, mengatasi pemberontak, penyamun dan begal, mengawinkan laki-laki dan perempuan kecil yang tidak memiliki wali, memutuskan persengketaan yang terjadi di antara manusia, menerima kesaksian yang berdiri di atas hak, menegakkan shalat jum’at dan shalat hari raya, dan semuanya itu tidak akan dapat sempurna di antara kaum muslim, kecuali dengan adanya imam (khalifah) yang dibuat rujukan dalam perkara mereka, yaitu imam yang menolak bahaya, menjaga maslahat, mencegah berbagai persengketaan, tempat manusia bersandar kepadanya dan mengikuti perintah dan larangannya. Dan sahabat ra benar-benar telah ijmak atas mengangkat imam setelah Nabi saw wafat. Abu Bakar ra berkata: “Harus ada orang yang menegakkan perkara (agama) ini, maka berpikirlah dan keluarkan pendapat kalian!” Lalu dari setiap arah sahabat berkata: “Anda benar, anda benar!”, dan tidak ada seorangpun dari mereka yang mengatakan, “Kami tidak membutuhkan imam!”. Dan semua rakyat wajib taat kepada imam, lahir dan batin, pada perkara yang tidak menyelahi syariat yang mulia, karena Allah berfirman: “Taatlah kalian kepada Allah, taatlah kepada Rasulullah dan kepada ulil amri di antara kalian”, dan mereka adalah para ulama dan umara, dan karena Nabi saw bersabda: “Barang siapa yang taat kepada amirku, maka ia taat kepadaku, dan barang siapa yang maksiat kepada amirku, maka ia maksiat kepadaku”. Dan dalam shahih al-Bukhari, Nabi saw bersabda: “Barang siapa taat kepadaku, maka ia taat kepada Allah, barang siapa maksiat kepadaku, maka ia maksiat kepada Allah, dan barang siapa taat kepada amir, maka ia taat kepadaku. Sesungguhnya imam adalah perisai yang (tentara) berperang dari belakangnya dan dibuat perlindungan…”. 

Sayyid Muhammad Amin rh dalam Ta'lîq kitab Bulûghul Marôm, beliau  menegaskan :
واتفق الأئمة الأربعة  على أن الإمامة فرض وأنه لا بد للمسلمين من إمام يقيم شعائر الدين وينصف المظلومين من الظالمين، وعلى أنه لا يجوز أن يكون للمسلمين فى وقت واحد فى جميع الدنيا إمامان لا متفقان ولا مفترقان...{بلوغ المرام، ص: 265، وانظر الميزان الكبرى فى باب حكم البغاة، ج 2، ص: 153}.
“Empat imam madzhab (Abu Hanifah, Malik, Syafi’iy dan Ahmad) telah sepakat bahwa imamah (khilafah) adalah fadhu, dan bahwa kaum muslim wajib memiliki imam yang menegakkan syiar-syiar agama, memberi keadilan kepada orang-orang yang teraniaya dari orang-orang yang menganiaya, dan bahwa kaum muslim dalam satu masa di seluruh dunia tidak boleh memiliki dua orang imam, sama saja yang keduanya sepakat (rukun) atau yang keduanya berselisih…”.
Tiga aqwal ulama diatas, InSyaaAlloh, sudah cukup jelas sehingga tidak butuh penjelasan lagi, dan sudah cukup mewakili dari semua aqwal ulama mujtahid serta ulama pengikutnya.

● DALAM SISTEM KUFUR DEMOKRASI KAUM MUSLIMIIN TIDAK AKAN BISA MENERAPKAN SYARIAH ISLAM KÂFFAH

Berbeda dengan para khalifah dalam sistem khilafah yang berlomba-lomba menerapkan syariah Islam Kâffah, para pemimpin dalam sistem demokrasi justru berlomba-lomba menerapkan hukum produk hawa nafsu manusia pengkhianat hukum Allah. Mereka memutuskan perkara dengan hukum produk hawa nafsu manusia pengkhianat hukum Alloh yang bernama dewan terhormat legislatif. Para Nabi dan Rosul saja berkewajiban menerapkan hukum Alloh, juga dewanerhormat dan tertinggi dari para khalifah dan majlis ummat masih berjuang dan bersungguh-sungguh dalam menjaga kewajiban itu. Lalu dewan pengkhianat legislatif demokrasi sangat beraninya membuang hukum Alloh dan menggantinya dengan hukum produk hawa nafsunya sendiri. Apakah mereka merasa lebih terhormat dan lebih tinggi derajatnya di atas para nabi, para rosul, para khalifah dan majlis ummah ?

Fakta dari pekerjaan dewan legislatif demokrasi yang membuang hukum Alloh dan menggantinya dengan hukum produk hawa nafsunya sendiri, adalah menunjukkan bahwa mereka telah berani memproklamirkan dirinya sebagai tuhan-tuhan kerdil pesaing Tuhan Yang Maha Besar Pencipta kehidupan, alam semesta dan manusia, Alloh swt. Sungguh keterlaluan. Dan sama keterlaluannya, adalah orang-orang yang masih mau memilih dan mengangkat mereka menjadi wakil dan pemimpinnya dalam sistem kufur demokrasi.

● PADAHAL YANG TIDAK BERHUKUM DENGAN HUKUM ALLAH ADALAH ORANG-ORANG KAFIR, ZALIM ATAU FASIK, TIDAK ADA YANG KEEMPATNYA

Allah swt berfirman :
ومن لم يحكم بما أنزل الله فؤلئك هم الكافرون ، ومن لم يحكم بما أنزل الله فؤلئك هم الظالمون ، ومن لم يحكم بما أنزل الله فؤلئك هم الفاسقون
"Dan barang siapa yang tidak memutuskan perkara sesuai hukum yang telah diturunkan Allah,  maka mereka adalah orang - orang kafir... Dan barang siapa yang tidak memutuskan perkara sesuai hukum yang telah diturunkan Allah, maka mereka adalah orang - orang zalim... Dan barang siapa yang tidak memutuskan perkara sesuai hukum yang telah diturunkan Allah, maka mereka adalah orang - orang fasik". (QS Almaidah ayat 44, 45 dan 47).

● WALHASHIL

Tidak ada khalifah tanpa penerapan syariah Islam Kâffah, karena khalifah adalah wakil Allah, wakil Nabi saw, pengganti orang sebelumnya, atau wakil ummat, dalam / untuk kewajiban menerapkan syariah Islam Kâffah, atau menerapkan hukum - hukum Allah secara sempurna. Dan tidak ada penerapan syariah Islam Kâffah tanpa khalifah, karena khalifah (tentu dengan khilafahnya) adalah metode syar'iy untuk menerapkan syariah Islam Kâffah atau menerapkan hukum - hukum Allah secara sempurna. Dan meskipun khalifah sebagai metode, tetapi keberadaannya adalah bagian dari syariah Islam Kâffah, dimana tanpa khalifah tidak sempurna syariah Islam Kâffah. Khalifah juga termasuk kedalam kaidah :
ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب
"Sesuatu dimana kewajiban tidak dapat sempurna kecuali dengannya, maka sesuatu itu adalah kewajiban".
Wallohu A’lamu Bishshawâb. []

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.