(bantahan atas tulisan Ayik Heriansyah dgn judul INTEGRASI AGAMA DAN PANCASILA YANG DITAKUTI HTI)
Oleh: Abulwafa Romli
TS ini sangat kontradiksi dgn karakteristik HTI dan terbilang hoaxs kelas berat. Penulisnya pun sdh lari dari tanggung jawab secara ilmiah dan akademis, sebagaimana banyaknya pertanyaan dan komentar penting yg tdk bisa dijawabnya.
Justru sebaliknya :
1. HTI itu anti sekularisasi Pancasila. Kalau Pancasila itu benar adanya digali dari Islam atau nilai-nilai Islam, kenapa yg diterapkan malah sistem pemerintahan demokrasi yg lahir dari ideologi kapitalisme dari akidah sekularisme. Kenapa tidak boleh menerapkan sistem pemerintahan khilafah yg lahir dari ideologi Islam dari akidah Islam?
2. Kalau Pancasila itu benar adanya digali dari Islam atau nilai-nilai Islam, kenapa Pancasila mau diperas menjadi gotong-royong yg berarti tolong-menolong secara mutlak, tanpa batas, dalam hal apa saja. Padahal Allah swt telah menyuruh kita agar ber tolong-menolong dalam hal kebaikan dan takwa, bukan dalam hal dosa dan kezaliman.
Dan kenapa Pancasila tdk diperas menjadi tauhid? Padahal perasan dari Islam adalah tauhid, tauhid dalam menyembah dan tauhid dalam penetapan hukum.
3. Kalau Pancasila itu benar adanya digali dari Islam atau nilai-nilai Islam, kenapa Pancasila dipakai untuk menolak syariat Islam yg lainnya seperti syariat jinayat, hudud dll.?
Padahal syariat Islam itu satu sama lainnya saling terikat dan saling mengokohkan seperti halnya semua surat dan semua ayat Alqur'an, tdk saling bertabrakan.
4. Kalau Pancasila itu benar adanya digali dari Islam atau nilai-nilai Islam, maka tdk boleh ada sekularisasi Pancasila. Dan fakta serta realita sekularisasi Pancasila itu digalakkan oleh kaum nasionalis sekular bahu membahu dengan kaum liberal nusantara. Bukan oleh HTI. Malah HTI itu sejak lahirnya sdh mengharapkan praktek sekular, termasuk sekularisasi Pancasila. Karena yg fakta serta realita sekular adalah mengimani sebagian ayat Alqur'an dan mengingkari sebagian yg lainnya, atau mengambil sebagian syariat Islam serta membuang sebagian yg lainnya.
5. Kalau benar syariat Islam itu telah terintegrasi dgn Pancasila atau sebaliknya, maka pertanyaannya syariat yg mana?
Kalau cuma shalat, puasa, zakat, haji, ritual kematian, dll., maka syariat tersebut tdk butuh Pancasila, krn di negara yg tdk punya Pancasila pun bisa dipraktekkan, sehingga di nagara kafir barat sekalipun.
Kita harus memahami, syariat apa yg harus diterapkan oleh negara, dan tdk bisa diterapkan selain oleh negara, dan tdk ada bentuk negara yg bisa menerapkannya, kecuali negara Islam Khilafah.
Yaitu lima jenis syariat yg terintegrasi ke dalam lima jenis sistem; sistem pemerintahan termasuk bentuk pemerintahannya (nizhamul hukmi fil islam), sitem ekonomi (nizhamul iqtishadi fil islam), sistem pendidikan (siasatut ta'lim fil islam), sistem pergaulan (nizhamul ijtima'iy fil islam), dan sistem persanksian / sanksi hukum (nizhamul 'uqubat fil islam). Jadi syariat2 tersebut yg harus diterapkan oleh negara. Dan fakta serta realitanya tidak ada satu pun dari lima jenis sistem tersebut yg diterapkan oleh negara Indonesia dgn Pancasilanya.
Shalat bisa diterapkan di dalam negara demokrasi atau pancasila, tapi sanksi bagi orang yg tdk shalat tdk bisa diterapkan. Padahal Imam Malik, Imam Syafii dan Imam Ahmad sepakat bhw sanksinya adalah penggal leher atau bunuh, kecuali menurut Imam Abu Hanifah bhw sanksinya dibuih atau dipenjara sampai mau mengerjakan shalat. Juga sangsi-sangsi hukum yg lainnya.
6. Para aktifis HTI itu tdk hidup di zaman sebelum kemerdekaan tentu tdk ikut berjuang untuk kemerdekaan, tapi mereka adalah anak cucu dari para pejuang kemerdekaan. Ini dalah fakta yg tdk ada dusta di dalamnya. Sebagaimana juga fakta bhw mereka yg getol menolak dakwah syariah dan khilafah itu bukan para pejuang kemerdekaan yg ikut berperang mengusir penjajah.
Bedanya, kalau para syabab HTI itu sdg berjuang untuk menyempurnakan kemerdekaan. Karena Indonesia yg sekarang ini baru merdeka dari penjajahan fisik atau militer, tapi masih tetap terjajah dalam hal politik, budaya, dan ekonominya.
Sdg para penolak khilafah justru sdg menjual kemerdekaan bahkan sdg menjadi agen-agen penjajahan. Ini terbukti dgn ikut mendukung dgn sepenuh hati dan sepenuh saku atas diterapkannya sistem kufur demokrasi yg merupakan alat penjajah untuk melanggengkan penjajahannya di negara-negara terjajah, dengan bertameng Pancasila final dan NKRI finalnya.
7. Sdg kalau ada yg mengkhawatirkan, bhw ketika khilafah diterapkan di Indonesia maka Pancasila bisa hilang, maka sy jawab:
Bukan hilang, tapi tdk terlihat. Kenapa? Karena yg namanya asas (pondasi) itu terpendam di dalam tanah. Tidak terlihat dan tidak perlu kelihatan. Jangankan Pancasila, akidah Islam, rukun Iman yg enam itu tdk terlihat, baik menjadi asas individu atau asas negara.
HTI itu kan menjadikan akidah Islam untuk asas individu, organisasi dan negara? Artinya Pancasila hilang.
Kalau Pancasila itu benar digali dari nilai-nilai Islam atau sdh Islami, seperti kata pengusungnya, mk jangan khawatir, krn Pancasila sdh tercakup di dalam Islam dan tdk akan pernah hilang. Masalahnya hanya terletak pada MEMPERBESAR ASAS DAN MENGOKOHKANNYA. Pancasila itu ibaratnya asas yg kecil dan lemah tdk kuat untuk menyangga bangunan negara Indonesia yg besar dan kokoh, sehingga bangunan itu tdk roboh. Maka asas itu harus diperbesar dan dikokohkan, Pancasila harus ditambah, dimasukkan dan dilebur ke dalam asas akidah Islam. Maka hasilnya bangunan negara Indonesia akan menjadi kuat, kokoh dan membesar bisa merangkul dan menggabungkan negara-negara tetangga.
Wallahu A'lam
=================
Siapakah Ayik Heriansyah?
SANGAT TEPAT
Oleh : Abulwafa Romli
Sangat tepat HTI memecat orang ini (Ayik Heriansyah) secara tidak hormat. Kenapa?
Karena :
1. Setelah dipecat orang ini selalu membuat tulisan kontra dakwah syariah & khilafah, kontra dakwah HTI.
Seandainya saja dia masih pro dakwah syariah & khilafah, maka bisa saja bertanya kepada HTI, kenapa harus memecatnya?
2. Dia selalu berbohong dan memitnah HTI dengan memenggal-menggal tulisan kitab HTI lalu penggalannya itu ditafsiri seenak wudelnya sendiri, lalu tafsirnya dinisbatkan kepada HTI, padahal pemikiran dia sendiri yang salah dan sesat, tapi seakan-akan HTI yang salah dan sesat.
Seandainya saja dia jujur menyebarkan pemikiran HTI, maka sy bisa saja bertanya kepada HTI, kenapa harus memecatnya?
3. Ada dua mantan pimpinan pusat HTI yang sdh diluar HTI, keduanya lebih paham dengan pemikiran HTI, keduanya lebih alim dan lebih makrifat, dan keduanya lebih tinggi derajatnya ketika ada di dalam HTI, tapi beliau berdua tidak berdusta, tidak memitnah, tidak menyalahkan dan tidak menyesatkan HTI dengan pemikirannya.
Andai saja dia seperti beliau berdua, maka sy bisa bertanya kepada HTI, kenapa harus memecatnya secara tidak terhormat?
Jadi sangat tepat HTI memecatnya secara tidak terhormat. Dan sy tidak perlu menyimpan pertanyaan, kenapa HTI memecatnya?
Lebih dari itu, bisa saja HTI telah mendeteksi keberadaannya sebagai bagian dari orang-orang yang telah disusupkan kedalam tubuh HTI untuk menghancurkan HTI dari dalam, HTI mendeteksi seperti ini, lalu HTI memecatnya. Bisa saja begitu. Indikasinya setelah dipecat, dia membabi buta, sampai membabi ngepet, menyerang dan mencuri pemikiran HTI, tapi yang diserang sangat kokoh tidak bergerak sedikitpun, dan yang dicuri sedikit sekali tidak menjadikan HTI melarat dan bengkrut. Apalagi ternyata yang dicuri itu bukan milik HTI, cuma miliknya yg ketinggalan ketika berada di rumah HTI.
Anda boleh marah, boleh tersenyum dan boleh tertawa terbahak-bahak seperti gaya tertawa syabab Bangil, setelah membaca tulisan ini....
>>>>>>>>>>>>>>>>
AYIK ITU SAMPAH
Oleh : Abulwafa Romli
Ayik Heriansyah itu sampah HTI yg telah dibuang di tong sampah dan sdh dikerumuni lalat2 dunia. Maka betapa rendah dan memalukannya orang atau kelompok yg memulung sampah itu.
Ayik itu benalu yang nempel di HTI, lalu HTI memangkasnya dan membuangnya. Ayik juga benalu di NU dan NU akan memangkasnya dan membuangnya. Ayik itu benalu di PDIP dan PDIP akan memangkasnya dan membuangnya. Maka pada akhirnya Ayik akan terhina dina mengering lalu hancur di tempat pembuangan sampah dan tidak ada yang memungutnya lagi.
Tidak lama lagi, InSyaaAllah, Ayik Heriansyah akan dihinakan dgn sehina2nya. Kalau gak percaya tunggu saja episode kehinaannya.
>>>>>>
PARA MANTAN YANG DEPRESI
Oleh: Sulthan Maluku
Sebenarnya pengen Fokus menghantam para Mantan Pengkhianat seperti Ayik Heriansyah (yang cacat adab & akhlak ke orangtua), Ainur Rofiq (yang syiah), Ruslan Sobara (pengusaha penipu), dll yang intinya karna melanggar Syariah & Idari maka dikeluarkan dari jama'ah dakwah pejuang Khilafah.
Karna dakwah ini tak pantas diusung oleh orang-orang yang kotor qolbu dan tak taat pada Idari juga qiyadah dan syariah maka ibarat menggoyang pohon untuk menggugurkan daun yang tidak berguna, maka mereka yang memang sudah rusak ini harus sadar diri dan dibikin sadar agar bertaubat serta berubah jadi lebih baik dengan dikeluarkan.
Alih-alih sadar layaknya orang dewasa, mereka malah mengambek dan mengambil posisi di barisan sakit hati dan rusak qolbu, seperti anak kecil yang menunjukkan rasa kecewanya. Ibarat teko hanya mengeluarkan isi yang masuk di dalamnya, itulah gambaran bahasa mereka, yang rusak adab, rusak aqidah hingga rusak pemahaman.
Ternyata memang sampah yang menumpuk tak lagi mampu ditampung hingga bau busukpun menyebar kemana-mana, itulah muntahan dari kata-kata mereka baik lisan maupun tulisan. Berbagai dalil dan dalih mereka cari untuk memperkuat argumen yang lahir dari sakit hati dan rusak qalbu mereka.
Akhirnya pahala dakwah selama ini yang mereka lakukan ibarat sirna ditelan angin bahkan dialihkan menjadi dosa investasi. Busuk, cacat, rusak, dan menyesatkan. Berusaha ilmiah namun lebih pada fitnah dan serangan brutal yang kosong, hingga yang membuat mereka larut adalah sorak sorai dari para munafiq dan orang yang keliru paham.
Merasa mendapat dukungan atas kesesatan dan penyesatan mereka, semakin membuat mereka makin larut dan tenggelam dalam perbuatan investasi dosa menebar fitnah pada pejuang syariah dan khilafah. Mereka berusaha mencitra dirikan sebagai orang berilmu yang memilih keluar dari barisan dakwah, padahal sejatinya mereka yang dikeluarkan karna pohon dakwah telah digoyang untuk menggugurkan daun yang tak berguna. Mereka termasuk.
Siapapun tau, Uni Sovyet yang Komunis, Uni Eropa hingga UK & USA yang Kapitalis/Sekuleris saja bisa terbentuk berkat ide dan perjuangan, padahal tanpa dalil. Apalagi Khilafah Islam yang sudah begitu banyak dalil hingga penjelasan ulama-ulama besar. Ingat, Muhammad Al-Fatih hanya butuh 1 hadits untuk menyambut bisyarah Rasulullah dan janji Allah akan penaklukkan konstantinopel.
Begitu juga dengan kita, cukup satu dalil saja, apalagi begitu banyak dalil tentang akan kembalinya Khilafah Rasyidah kedua yang mengikuti manhaj kenabian. Maka tak butuh banyak, sekalipun para pembenci dan pembual bersatu untuk menghalangi. Tak pantas bagi Singa untuk meladeni Anjing-Anjing yang suka menggonggong.
Maka maksud hati menghajar mereka, tapi setelah berfikir lagi, nampaknya hanya membuang waktu dan tidak maqom untuk meladeni pengkhianat. Tapi kalau pakai bahasa Maluku: "Beta mo liat, kalo Khilafah tegak, dong pu sikap bagaimana nanti dan mo lari Pi mana? Katong cari sampe dapat!"[]