Kalau HT/HTI itu identik dgn ISIS, NII, KHILMUS, JAMUS, LDII Kediri, dll. Mk sejak dulu sdh membai'at amirnya menjadi khalifah.
Faktanya, kenapa HT/HTI sampai sekarang masih belum mengangkat dan membai'at khalifah?
Karena yang sedang dan terus diperjuangkan dan didakwahkan oleh Hizbut Tahrir diseluruh dunia itu bukan khilafah macam ISIS/IS, Jamus, Khilmus, NII, LDII (Islam Jama'ah) dan semacamnya.
Tetapi khilafah ala minhajin nubuwwah yang nota bene adalah milik ummat islamiyyah di seluruh dunia, bukan milik Hizbut Tahrir semata. Dan sampai detik ini mayoritas ummat Islam masih belum mau diajak bersama mendirikan dan menegakkannya.
Karenanya, Hizbut Tahrir masih terus berjuang dan berdakwah agar ummat paham, agar ummat menerima, agar ummat mau bersama menegakkan khilafah miliknya, agar ummat memilih, mengangkat dan membai'at seorang khalifah dari padanya.
Ketidakmauan ummat itu juga yang menjadi penyebab tertundanya nashrullah akan tegak berdirinya khilafah ala minhajin nubuwwah kedua yang dijanjikan-Nya.
Karena, Allah ta'ala tidak akan merubah nasib suatu kaum dari buruk menjadi baik, dari tidak punya khalifah menjadi punya khalifah, sampai mereka merubah pemikiran, pemahaman dan keyakinan yang ada di dalam otak dan hatinya, dari yang tidak paham dan anti khilafah sampai menjadi paham dan mendukung dakwah penegakkan khilafah.
Jadi Anda tahu kan kenapa Hizbut Tahrir masih belum punya khalifah, kenapa khilafah yang diperjuangkan dan didakwahkan Hizbut Tahrir (khilafah tahririyyah kata kaum liberal dan talafiy) masih belum berdiri?
Karena khilafah yang diperjuangkan dan didakwahkannya hanyalah khilafah ala minhajin nubuwwah yang kewajiban menegakkannya ditaklifkan atas seluruh ummat Islam di seluruh dunia.