KHILAFAH DALAM KITAB MAJMA'UZZAWAID WA MAMBAULFAWAID

*Bab al-Khilafah*

Dalam kitab Majma’ az-Zawaid wa Manba’ al-Fawaid ini, Bab al-Khilafah diletakkan oleh al-Hafidz al-Haitsami pada urutan ke-22, sebelum Kitab al-Jihad, Kitab al-Maghazi wa as-Siyar, dan Kitab Qital Ahli al-Baghyi wa Ahli ar-Riddah. Perlu dicatat, al-Hafidz al-Haitsami adalah penganut mazhab Syafii. Biasanya, kitab-kitab fiqih mazhab Syafii membahas pembahasan Khilafah dan Imamah di Bab Kitab Qital Ahli al-Baghyi wa Ahli ar-Riddah. Tetapi, di dalam kitabnya yang luar biasa ini, al-Hafidz al-Haitsami meletakkan dalam bab tersendiri, terpisah dengan yang lain, dan lebih dulu, ketimbang bab tentang jihad. 

Dalam kitab Majma’ az-Zawaid wa Manba’ al-Fawaid terbitan Dar al-Minhaj, Jeddah-KSA, cetakan I, 1436 H/2015 M, Bab al-Khilafah ada pada juz XII, mulai dari halaman 7 sampai 242. Jumlah total hadits yang dibahas ada 369 hadits. Mulai hadits no. 8974 sampai 9343. 

Pendek kata, hampir semua hadits yang membahas tentang Khilafah, Imamah, Khalifah dan Imam ada di sana. Mulai dari pembahasan tentang Khulafa’ Rasyidin, Imamah, Khilafah dan Mulk, larangan membai’at dua khalifah, sampai detail tengang sifat dan kriterianya, nyaris semuanya ada. 

Pertanyaannya kemudian, apakah hadits sebanyak 369 hadits itu belum cukup untuk membuktikan, bahwa Khilafah itu ajaran Islam? Khilafah itu merupakan warisan Nabi. Pendek kata, siapa yang mencari kebenaran Islam, dan langsung meneguk dari sumbernya, maka bacalah dengan hati dan pikiran yang sehat, kitab Majma’ az-Zawaid wa Manba’ al-Fawaid. Sebagaimana namanya, insya Allah, kita akan mendapatkan banyak faidah. 

Dulu, para sahabat Nabi hanya membutuhkan satu ayat, atau satu hadits untuk meyakinkan mereka, dan mendorong mereka untuk mengamalkannya. Mereka tidak perlu berpuluh, bahkan beratus ayat atau hadits. Cukup satu saja, maka mereka langsung laksanakan. Itulah keimanan para sahabat. Maka, mereka pun menjadi umat terbaik. 

Tetapi, jika hati dan akalnya sudah dipenuhi kebencian terhadap ajaran Islam, seberapapun ayat al-Qur’an dan hadits Nabi tak akan sanggup meyakinkannya. Karena di dalam hatinya tak ada lagi iman kepada Islam. (KH Hafidz Abdurrahman).
Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.