Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Sebelum membicarakan perihal dayyûts sebagai laki-laki yang diharamkan masuk surga, dan penegakkan khilafah sebagai solusi tuntasnya, sangat penting mengetahui bahwa Allah Yang Maha Kuasa telah menyuruh orang-orang beriman agar selalu menjaga diri dan keluarganya dari jilatan api neraka.
Allah SWT berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu ; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS Attahrîm/ 66 : 6).
Siapakah Dayyûts Itu ?
Dayyûts terbagi menjadi dua jenis :
Sebelum membicarakan perihal dayyûts sebagai laki-laki yang diharamkan masuk surga, dan penegakkan khilafah sebagai solusi tuntasnya, sangat penting mengetahui bahwa Allah Yang Maha Kuasa telah menyuruh orang-orang beriman agar selalu menjaga diri dan keluarganya dari jilatan api neraka.
Allah SWT berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu ; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS Attahrîm/ 66 : 6).
Siapakah Dayyûts Itu ?
Dayyûts terbagi menjadi dua jenis :
Pertama : Dayyûts Umum. Yaitu lelaki yang membiarkan keburukan, terkait aurat dan kehormatan, terjadi pada keluarga perempuannya, yang berada dalam kekuasaannya, seperti istri, anak perempuan, saudara perempuan, dan lainnya. Sama saja keburukan itu berupa zina atau sarana menuju zina, seperti membuka aurat di depan laki-laki asing, berkhalwat dengannya, memakai wewangian ketika keluar rumah dan sesamanya, dari perkara yang bisa membangkitkan fitnah dan merangsang perzinaan.
Terkait dayyûts jenis pertama, Rasulullah SAW bersabda :
ثلاثة قد حرم الله تبارك وتعالى عليهم الجنة: مدمن الخمر، والعاق، والديوث الذي يقر في أهله الخبث
"Tiga laki-laki yang Allah tabâroka wa ta'âlâ benar-benar telah mengharamkan surga atas mereka : 1) lelaki yang terus menerus meminum khomer, 2) lelaki yang menyakiti kedua orang tuanya, dan 3) dayyûts, yaitu lelaki yang membiarkan keburukan terjadi pada keluarganya". (HR Ahmad dari Ibnu Umar ra).
Pada hadits diatas, Nabi tidak hanya menyebut dayyûts yang diharamkan masuk surga, tetapi pertama lelaki yang selalu minum khomer, kedua lelaki yang menyakiti kedua orang tuanya, dan ketiga dayyûts, dimana semuanya telah diharamkan masuk surga. Karena semuanya bisa saling terkait, sesuai urutan pada hadits, yaitu bermula dari kebiasaan minum khomer, lalu menyakiti orang tua (apalagi orang lain), lalu menjadi dayyûts yang sudah kehilangan rasa malu dan cemburu, akibat kebiasaan minum khomer induk segala yang buruk. Maka hindari dan jauhkan khomer itu. Sejauh tempat tertuju.
Kedua : Dayyûts Khusus. Yaitu lelaki yang membiarkan keluarga perempuan yang ada dalam kekuasaannya, seperti istri, anak perempuan, dan saudara perempuannya dimasuki (disetubuhi) oleh laki-laki asing.
Terkait jenis dayyûts ini, Rasulullah SAW bersabda :
ثلاثة لا يدخلون الجنة أبدًا: الديوث، والرجُلَة من النساء، والمدمن الخمر، قالوا: يا رسول الله: أما المدمن الخمر فقد عرفناه، فما الديوث؟ قال: الذي لا يبالي من دخل على أهله، قلنا: فما الرجُلَة؟ قال: التي تتشبه بالرجال
"Tiga laki-laki tidak masuk surga selamanya; 1) dayyûts, 2) banci/ wandu, dan 3) lelaki yang selalu minum khomer". Sahabat bertanya : "Wahai Rasulullah, adapun lelaki yang selalu minum khomer, kami mengerti, lalu siapakah dayyûts ?". Arrosûl bersabda : "Lelaki yang tidak peduli dengan laki-laki asing yang masuk kepada keluarga perempuannya". Kami bertanya : "Lalu siapakah banci itu ?". Arrosûl bersabda : "Perempuan yang berserupa dengan laki-laki". (HR Thobroni dari Amar bin Yasir ra).
Dan Rasulullah SAW bersabda :
لا يقبل الله من الصقور يوم القيامة صرفًا ولا عدلاً، قلنا: يا رسول الله: وما الصقور؟ قال: الذي يدخل على أهله الرجال
"Pada hari kiamat Allah tidak menerima ibadah wajib dan ibadah sunnah dari shoqqûr (nama lain dari dayyûts)". Kami bertanya : "Wahai Rasulullah, siapakah shoqqûr itu ?". Arrosûl bersabda : "Lelaki yang memasukkan laki-laki asing kepada keluarganya". (HR Bazzâr dan Thobroni dari Malik bin Uhaimir ra).
Sebenarnya, diamnya seorang muslim dari keburukan yang terjadi di hadapannya adalah haram, sama saja dilakukan terhadap keluarganya atau selain selain keluarganya. Akan tetapi, diamnya seorang muslim terhadap keburukan yang terjadi pada keluarganya, yang ada dalam kekuasaannya, adalah lebih berat dan lebih besar munkar dan dosanya.
Karena itu, seorang muslim yang membiarkan keburukan terjadi pada keluarganya dinamai dayyûts, yang kehilangan rasa malu dan cemburu, yang terjun jauh dari derajat manusia yang beriman dan bernaluri, ke derajat hewan yang tidak punya malu dan cemburu, karena malu itu dari iman dan cemburu dari naluri, sehingga diharamkan masuk surga.
Adakah Solusi Praktis Untuk Mengatasi Problem Dayyûts ?
Ketika kita mau menerima dan menerapkan syariah Islam secara sempurna, maka tidak ada satu problem pun di dunia ini yang tidak bisa diatasi dan dipecahkan. Karena justru semua problem yang menimpa umat manusia saat ini, terutama kaum Muslim, itu bermula dari meninggalkan hukum Allah terkait kehidupan, bermasyarakat dan bernegara.
Dan mewabahnya problem dayyûts itu dikarenakan tidak diterapkannya hukum-hukum Allah terkait sistem pendidikan yang mendidik manusia tentang perbuatan dan halal haram, sistem pergaulan yang mengatur interaksi antara laki-laki dan perempuan, dan sistem uqûbat sanksi hukum yang dijatuhkan terhadap pelanggar sistem pergaulan. Karena tidak ada institusi yang menerapkannya, institusi yang tidak keluar dari hukum-hukum Allah, yaitu Khilafah Rosyidah, yang bisa memaksa umat manusia masuk surga. Karena mewabahnya problem dayyûts itu akibat diterapkannya sistem kufur atau syirik yang tidak datang dari hukum-hukum Allah, demokrasi atau komunis, yang memaksa umat manusia masuk ke neraka.
Maka dari sinilah pentingnya dakwah kepada formalisasi Syariah dan penegakkan Khilafah Rosyidah Mahdiyyah.
Wallohu A’lamu Bishshawâb ...
Terkait dayyûts jenis pertama, Rasulullah SAW bersabda :
ثلاثة قد حرم الله تبارك وتعالى عليهم الجنة: مدمن الخمر، والعاق، والديوث الذي يقر في أهله الخبث
"Tiga laki-laki yang Allah tabâroka wa ta'âlâ benar-benar telah mengharamkan surga atas mereka : 1) lelaki yang terus menerus meminum khomer, 2) lelaki yang menyakiti kedua orang tuanya, dan 3) dayyûts, yaitu lelaki yang membiarkan keburukan terjadi pada keluarganya". (HR Ahmad dari Ibnu Umar ra).
Pada hadits diatas, Nabi tidak hanya menyebut dayyûts yang diharamkan masuk surga, tetapi pertama lelaki yang selalu minum khomer, kedua lelaki yang menyakiti kedua orang tuanya, dan ketiga dayyûts, dimana semuanya telah diharamkan masuk surga. Karena semuanya bisa saling terkait, sesuai urutan pada hadits, yaitu bermula dari kebiasaan minum khomer, lalu menyakiti orang tua (apalagi orang lain), lalu menjadi dayyûts yang sudah kehilangan rasa malu dan cemburu, akibat kebiasaan minum khomer induk segala yang buruk. Maka hindari dan jauhkan khomer itu. Sejauh tempat tertuju.
Kedua : Dayyûts Khusus. Yaitu lelaki yang membiarkan keluarga perempuan yang ada dalam kekuasaannya, seperti istri, anak perempuan, dan saudara perempuannya dimasuki (disetubuhi) oleh laki-laki asing.
Terkait jenis dayyûts ini, Rasulullah SAW bersabda :
ثلاثة لا يدخلون الجنة أبدًا: الديوث، والرجُلَة من النساء، والمدمن الخمر، قالوا: يا رسول الله: أما المدمن الخمر فقد عرفناه، فما الديوث؟ قال: الذي لا يبالي من دخل على أهله، قلنا: فما الرجُلَة؟ قال: التي تتشبه بالرجال
"Tiga laki-laki tidak masuk surga selamanya; 1) dayyûts, 2) banci/ wandu, dan 3) lelaki yang selalu minum khomer". Sahabat bertanya : "Wahai Rasulullah, adapun lelaki yang selalu minum khomer, kami mengerti, lalu siapakah dayyûts ?". Arrosûl bersabda : "Lelaki yang tidak peduli dengan laki-laki asing yang masuk kepada keluarga perempuannya". Kami bertanya : "Lalu siapakah banci itu ?". Arrosûl bersabda : "Perempuan yang berserupa dengan laki-laki". (HR Thobroni dari Amar bin Yasir ra).
Dan Rasulullah SAW bersabda :
لا يقبل الله من الصقور يوم القيامة صرفًا ولا عدلاً، قلنا: يا رسول الله: وما الصقور؟ قال: الذي يدخل على أهله الرجال
"Pada hari kiamat Allah tidak menerima ibadah wajib dan ibadah sunnah dari shoqqûr (nama lain dari dayyûts)". Kami bertanya : "Wahai Rasulullah, siapakah shoqqûr itu ?". Arrosûl bersabda : "Lelaki yang memasukkan laki-laki asing kepada keluarganya". (HR Bazzâr dan Thobroni dari Malik bin Uhaimir ra).
Sebenarnya, diamnya seorang muslim dari keburukan yang terjadi di hadapannya adalah haram, sama saja dilakukan terhadap keluarganya atau selain selain keluarganya. Akan tetapi, diamnya seorang muslim terhadap keburukan yang terjadi pada keluarganya, yang ada dalam kekuasaannya, adalah lebih berat dan lebih besar munkar dan dosanya.
Karena itu, seorang muslim yang membiarkan keburukan terjadi pada keluarganya dinamai dayyûts, yang kehilangan rasa malu dan cemburu, yang terjun jauh dari derajat manusia yang beriman dan bernaluri, ke derajat hewan yang tidak punya malu dan cemburu, karena malu itu dari iman dan cemburu dari naluri, sehingga diharamkan masuk surga.
Adakah Solusi Praktis Untuk Mengatasi Problem Dayyûts ?
Ketika kita mau menerima dan menerapkan syariah Islam secara sempurna, maka tidak ada satu problem pun di dunia ini yang tidak bisa diatasi dan dipecahkan. Karena justru semua problem yang menimpa umat manusia saat ini, terutama kaum Muslim, itu bermula dari meninggalkan hukum Allah terkait kehidupan, bermasyarakat dan bernegara.
Dan mewabahnya problem dayyûts itu dikarenakan tidak diterapkannya hukum-hukum Allah terkait sistem pendidikan yang mendidik manusia tentang perbuatan dan halal haram, sistem pergaulan yang mengatur interaksi antara laki-laki dan perempuan, dan sistem uqûbat sanksi hukum yang dijatuhkan terhadap pelanggar sistem pergaulan. Karena tidak ada institusi yang menerapkannya, institusi yang tidak keluar dari hukum-hukum Allah, yaitu Khilafah Rosyidah, yang bisa memaksa umat manusia masuk surga. Karena mewabahnya problem dayyûts itu akibat diterapkannya sistem kufur atau syirik yang tidak datang dari hukum-hukum Allah, demokrasi atau komunis, yang memaksa umat manusia masuk ke neraka.
Maka dari sinilah pentingnya dakwah kepada formalisasi Syariah dan penegakkan Khilafah Rosyidah Mahdiyyah.
Wallohu A’lamu Bishshawâb ...
