KHILAFAH SISTEM TERBAIK WAJIB DIAMBIL DAN DITERAPKAN

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Maaf kalau saya keliru, bahwa mereka yang menolak Khilafah dalil-hujjahnya hanya mentok sampai kepada "SAMPAH PERKATAAN" yang "HUWA QÔILUHÂ", bahwa Khilafah betentangan dengan kesepakatan bangsa, bahwa Khilafah betentangan dengan Pancasila, bahwa Khilafah mengkhianati kesepakatan / janji para pendahulu bangsa, dan sejenisnya.

Selanjutnya dikait-kaitkan dengan kewajiban menepati janji. Ciri-ciri munafik salah satunya adalah ingkar janji atau merusak janji para pendahulu bangsa yang bagi mereka adalah USWATUN HASANAH mengalahkan Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Miris memang.

Apakah mereka masih belum sadar, bahwa sistem pemerintahan yang katanya telah dibangun diatas EMPAT PILAR KEBANGSAAN dan yang katanya berdasarkan Pancasila ... adalah sistem kufur demokrasi, sistem yang tidak sesuai dengan Empat Pilar Kebangsaan, sistem yang membuang syariat Tuhan Yang Maha Esa, sistem yang telah dan akan terus menebarkan kerusakan alam dan moral, sistem yang sudah tidak relevan dan sudah kedaluwarsa sejak puluhan tahun, karena ibarat rumah sudah tidak lagi bisa menjadi pelindung dari penghuni dan isi rumah, dimana maling, garong dan rampok dengan sangat mudahnya memasuki rumah itu, melecehkan, memperkosa, dan menjarah semua yang ada di dalamnya. Kita butuh inovasi untuk merenovasi rumah kita dengan yang terbaik sehingga terpenuhi keamanan, ketenangan dan keselamatan ...

Sejatinya slogan itu telah terpatri di dalam khazanahnya dan dikumandangkan terus menerus dari pendahulu sampai penerusnya. Simak baik-baik lantunannya :

Almuhaafazhah ...
المحافظة على القديم الصالح والأخذ بالجديد الأصلح
Almuhaafazhatu 'alal qodîmish shôlihi wal akhdzu bil jadîdil ashlahi

"MELESTARIKAN YANG LAMA YANG BAIK, DAN MENGAMBIL YANG BARU YANG LEBIH BAIK"

Terkait sistem pemerintahan, maka khilafah bisa masuk kepada YANG LAMA YANG BAIK, juga bisa masuk kepada YANG BARU YANG LEBIH BAIK. Khilafah sudah ada jauh-jauh sebelum NKRI ada, maka Khilafah adalah yang lama yang baik yang harus dilestarikan, ya dilestarikan. Kemudian setelah NKRI ada, maka khilafah bisa mengganti NKRI yang pada awalnya dianggap baik, sehingga Khilafah menjadi yang baru yang lebih baik yang harus diambil dan diterapkan. Jadi mafhum slogan itu juga butuh diinovasi agar mudah untuk menginovasi. Mudahkan?

Mengingatkan saya, ketika pertama kali saya memasuki Pondok Pesantren Asrorul Kholil Bangkalan Madura (1994 M), di papan pintu gerbangnya tertulis syair ini :

Asysyaa'ir ...
الشاعر المتوكل الكناني القائل :
إنا وإن كرمت أوائلنا ... لسنا على الأحساب نتكل
نبني كما كانت أوائلنا ... تبني ونفعل مثل ما فعلوا

Sang Penyair Almutawakkil Alkinaniy bersyair :

Innâ wa in karumat awâilunâ

"Sesungguhnya kami, meskipun para pendahulu kami tokoh-tokoh mulia

Lasnâ 'alal ahsâbi nattakilû

Sama sekali kami tidak bersandar kepada garis keturunan

Nabniy kamâ kânat awâilunâ

Kami membangun sebagaimana para pendahulu kami

Tabniy wa naf'alu mitsla mâ fa'alû

membangun dan kami berbuat seperti mereka berbuat".


INGAT DAN INGAT

Para pendahulu bagi kita kaum Muslim, kaum Mukmin, kaum Muhsin dan Ahlussunnah Waljama’ah adalah Rasulullah SAW, Para Sahabatnya, Para Tabi'in dan Tabi'it Tabi'in. Merekalah Qurun terbaik yang bergelar Assalaf Ashshalih, PENDAHULU KITA YANG BAIK.

Wallohu A’lamu Bishshawâb

#KhilafahAjaranIslam #ReturnTheKhilafah
Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.