FITNAH YANG LAKSANA POTONGAN-POTONGAN MALAM YANG GELAP GULITA

FITNAH YANG LAKSANA POTONGAN-POTONGAN MALAM YANG GELAP GULITA
ADALAH FITNAH IDEOLOGI KAPITALISME

Bismillaahir Rohmaanir Rohiem

Mari kita telaah sabda Rasulullah saw berikut:
ﺑَﺎﺩِﺭُﻭْﺍ ﺑِﺎﻟْﺄَﻋْﻤَﺎﻝِ ﻓِﺘَﻨﺎً ﻛَﻘِﻄَﻊِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﺍﻟْﻤُﻈْﻠِﻢِ ﻳُﺼْﺒِﺢُ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﻣُﺆْﻣِﻨًﺎ ﻭَﻳُﻤْﺴِﻲ ﻛَﺎﻓِﺮًﺍ ﻭَﻳُﻤْﺴِﻲ ﻣُﺆْﻣِﻨًﺎ ﻭَﻳُﺼْﺒِﺢُ ﻛَﺎﻓِﺮًﺍ ﻳَﺒِﻴْﻊُ ﺃَﺣَﺪُﻫُﻢْ ﺩِﻳْﻨَﻪُ ﺑِﻌَﺮَﺽٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻗَﻠِﻴْﻞٍ. ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺣﻤﺪ ﻭﻣﺴﻠﻢ ﻭﺍﻟﺘﺮﻣﻴﺬﻱ ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ.
“Bersegeralah kalian beraktifitas untuk mengatasi fitnah-fitnah yang seperti potongan-potongan malam yang gelap gulita, dimana seorang laki-laki mukmin di pagi hari dan kafir di sore hari, mukmin di sore hari dan kafir di pagi hari. Salah seorang dari mereka menjual agamanya dengan
materi dunia yang sedikit”. (HR Ahmad, Muslim dan Tirmidzi dari Abu Hurairah ra., Assuyuthi, Aljamie' Ashshaghier, topik hadis "baadiruu...").

Annabi Saw telah menyuruh kaum muslim, agar mereka beraktifitas untuk mengatasi fitnah-fitnah yang laksana potongan-potongan malam yang gelap gulita. Fitnah yang laksana potongan-potongan malam yang gelap gulita adalah fitnah yang menyelimuti seluruh sudut, sendi dan lini kehidupan, baik kehidupan pribadi,  keluarga, masyarakat maupun bernegara. Dari pedukuhan, perkampungan, pedesaan hingga perkotaan.

Fitnah dengan kriteria seperti itu saat ini tidak ada yang lainnya, selain fitnah ideologi yang melahirkan bermacam kemaksiatan, kemunkaran dan kemaksadatan. Dan saat ini hanya ideologi kapitalisme yang sedang menyelimuti dunia dengan kegelapannya.

Karena dari ideologi kapitalisme telah memancar berbagai kebebasan yang menjadi pangkal fitnah terhadap umat manusia secara umum, dan terhadap umat Islam secara khusus.

Ideologi kapitalisme juga telah memancarkan berbagai ide, pemikiran dan sistem, seperti HAM, demokrasi, pluralisme, singkretisme, dialog antar agama dan doa bersama lintas agama.

Saat ini, sebagaimana telah disabdakan oleh Annabi Saw, dgn mudahnya seorang mukmin menjadi kafir hanya karena diimingi materi dunia yg sedikit. Sebut saja salah satu partai politik yg pada awalnya sangat getol memperjuangkan tegaknya syariat Islam, belum lama ini dengan beraninya dan tanpa malu-malu salah seorang pentolannya menolak syariat dan diamini oleh yang lainnya. Lalu bagaimana dengan partai politik yang sejak awal sudah anti formalisasi syariat?

Belum lagi terkait sejumlah individu dari para tokoh organisasi Islam, mereka dengan mudahnya menjadi corong-corong peradaban Barat yang kapitalis dan menolak formalisasi syariat dan khilafah, padahal organisasinya mengklaim paling Aswaja, lagi-lagi hanya karena diimingi materi dunia yang sedikit.

Oleh karena itu, aktifitas yang diperintahkan oleh Annabi Saw dan yang dibutuhkan saat ini, adalah aktifitas menegakkan ideologi Islam, yaitu menegakkan Khilafah Rosyidah Mahdiyyah yang akan menerapkan Islam secara total, karena ideologi Islam itu laksana siang yang terang benderang, dimana dalam satu riwayat, Annabi Saw pernah bersabda: “Taroktukum ‘ala al-baidlaa’ allati lailuhaa kanahaarihaa” (Aku tinggalkan kalian di atas agama yang terang benderang dimana malam harinya seperti siang harinya).

Jadi gelapnya ideologi kapitalisme itu harus dilawan dengan terangnya ideologi Islam. Tidak dengan aktifitas yang kecil-kecil yang laksana menyalakan lilin-lilin dan lampu-lampu di malam yang gelap gulita, seperti mendirikan berbagai jam’iyyah istighatsah, amar-makruf dan nahi-munkar secara terbatas, dan organisasi keagamaan yang lain, karena semuanya tidak akan dapat mengalahkan fitnah ideologi kapitalisme yang saat ini sedang menyelimuti dunia seluruhnya.

Saya tidak menyalahkan aktifitas berbagai jam’iyyah dan organisasi lilin dan lampu di atas. Akan tetapi kesalahannya adalah ketika mereka berhenti ditempatnya. Artinya aktifitas itu menjadi puncak tujuannya, sehingga tidak mau nyambung dengan aktifitas ideologis yang besar. Dan lebih salah lagi, ketika mereka justru menolak penerapan ideologi Islam melalui penegakkan khilafah. Jadi mereka lebih senang hidup di malam yang gelap dan enggan, bahkan menolak hidup di siang hari yang terang benderang. Itulah letak kesalahannya.

Ringkas kata, sesungguhnya konteks (mafhum) hadis di atas adalah menyuruh kaum muslim agar beraktifitas menerapkan ideologi Islam, yaitu melalui penegakkan kembali daulah khilafah rasyidah mahdiyyah, sebagai doktrin dan institusi politik Ahlussunnah Waljama'ah.
Wallahu a’lam bi al-shawaab…

@KhilafahAjaranIslam
@DemokrasiWarisanPenjajah

Anda setuju, tinggalkan jejak dan sebarluaskan!

Tags

Posting Komentar

1 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
  1. Terkadang ada ahlussunnah yang menolak sunnah.
    Itu yang agak lucu. Benar-benar sebuah fenomena.

    Bisa dibilang, mereka itu adalah duri dalam daging.
    Karena labelnya Islam, tapi menolak penerapan Islam secara menyeluruh.

    Mereka mengira bahwa Islam itu hanya sholat, sholawat, haji/umroh, dzikir, & baca al-Qur'an saja.

    Maka jadilah Islam yang dikehendaki oleh musuh Islam & setan. Yaitu Islam yang hanya sebatas ritual, & Allah hanya ada di masjid saja. Di masjid/pesantren menjadi ahlussunnah, tapi di luar (termasuk parlemen menjadi mu'tazilah yang mendewakan akal & mengikuti nafsu belaka, bukan mengikuti petunjuk & wahyu dari Allah.

    Dengan begitu mereka jadi umat Muslim yang seperti buih. Tidak berpengaruh & mudah dikendalikan.

    BalasHapus