Oleh Abulwafa Romli
Hari gini masih ada ulama Aswaja (Ahlussunah Waljamaah) garis lurus yang faham serta fikirnya terhadap demokrasi dan khilafah masih semrawut. Lalu bagaimana dengan Aswaja yang bukan garis lurus. Munkin semua itu karena sifat angkuh, sombong dan sok-sokkannya dengan arti menolak haq serta meremehkan pembawa haqnya, dimana diaplikasikan dengan menutup, menghapus serta memblokir kolom komentar, komentar dan orang yang kritis dalam komentar dengan tuduhan penghujat.
•Kyai Luthfi Bashori: "Sistem pemerintahan di sebuah negara manapun itu, tidak pernah dilarang oleh syariat, walaupun dengan model apapun sistem tersebut. Demokrasi, Presidentil, Kesultanan, Kerajaan & Khilafah".
Komentar saya; Bengkoknya sangat parah. Karena sistem pemerintahan itu sangat menentukan bisa atau tidaknya menerapkan syari'at Islam secara kaffah. Sedang sistem demokrasi sangat jelas kekufuran dan kesyirikannya. Mustahil syariat Islam Kaffah bisa diterapkan dalam sistem demokrasi.
•Kyai Luthfi Bashori: "Alhamdulillah saya tidak pernah sepakat dengan HTI".
Komentar saya; Apa termasuk tidak pernah sepakat dengan dakwah penerapan syari'at Islam secara kaffah melalui penegakkan khilafah? Apakah tidak sepakat dengan HTl dalam dakwah mengikuti Sunnah Al-Khulafa' Ar-Rosyidiin Al-Mahdiyyiin?
Dari Irbadh bin Sariyah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
فإنَّه مَن يَعِشْ منكم فسيَرَى اختِلافًا كثيرًا، فعليكم بسُنَّتي وسُنَّةِ الخُلَفاءِ الرَّاشِدينَ المَهْدِيِّينَ، عَضُّوا عليها بالنَّواجِذِ، وإيَّاكم ومُحدَثاتِ الأُمورِ؛ فإنَّ كُلَّ بِدعةٍ ضَلالةٌ
"Maka sesungguhnya siapa saja yang masih hidup diantara kalian maka ia akan melihat banyak perselisihan. Karenanya, kalian harus berpegang teguh dengan Sunnahku dan Sunnah Al-Khulafa' Ar-Rosyidiin Al-Mahdiyyiin. Gigitlah Sunnah itu dengan gigi-gigi geraham. Dan kalian harus menjauhi perkara-perkara terbaru. Karena setiap bid'ah adalah sesat". (HR Abu Daud [4607], Tirmidzi [2676], Ibnu Majah [44], Ahmad [17144], dan Ibnu Abdulbarri, Jaami' Bayanil 'Ilmi wa Fadhlihi [2305]).
•Kyai Luthfi Bashori: "Di jaman hidupnya para Imam 4 Mujtahid Madzhab fiqih, sistem yang berlaku saat itu adalah sistem kesultanan/kerajaan, yaitu sistem pemerintahan ala Dinasti Umayyah & Dinasti Abbasiyah."
Komentar saya; Kyai Aswaja ini munkin belum membaca kitab Tarikhul Khulafa' karya As-Suyuthi kayaknya. Bahwa para Khalifah dari Bani Umawiyyah dan Bani Abbas itu dalam sistem pemerintahan Khilafah, bukan dalam sistem demokrasi atau kerajaan yang sesungguhnya. Dan mereka masih menerapkan syari'at Islam secara kaffah, meskipun dalam prakteknya terselip banyak kekurangan. Karena penerapan (tathbiq) syari'at Islam itu harus secara kaffah dan sekaligus, sedang pelaksanaan(tanfidz)nya bisa bertahap atau gradual.
•Kyai Luthfi Bashori: "Komentar menghujat & menyalahkan, sudah saya hapus", "Karena sudah ada yang mulai komentar menghujat, saya tutup diskusi sistem negara".
Komentar saya; Ternyata Kyai Aswaja ini bukan hanya bengkok, tapi penakut. Dan termasuk sosok yang sombong dan angkuh. Tidak suka kesalahan dan kesesatannya diluruskan. Suka main blokir dan hapus. Dan membatasi orang yang kritis untuk komentar di postingannya. Sukanya disetujui dan dipuji, tidak memandang salah benarnya.
INILAH karakter Aswaja garis lurus; tidak takut celaan orang yang mencela, ketika berada diatas alhaq. Tidak takut kesalahan dan kesesatannya ada yang mengkritik dan meluruskan, kalau memang benar salah dan sesat. Tidak main hapus, tutup kolom komentar dan blokir, karena takut dan malu kesalahan dan kesesatannya dibongkar dan diluruskan. Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَنْ يَّرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهٖ فَسَوْفَ يَأْتِى اللّٰهُ بِقَوْمٍ يُّحِبُّهُمْ وَيُحِبُّوْنَهٗٓۙ اَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اَعِزَّةٍ عَلَى الْكٰفِرِيْنَۖ يُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَخَافُوْنَ لَوْمَةَ لَاۤىِٕمٍۗ ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
"Wahai orang-orang yang beriman, siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin dan bersikap tegas terhadap orang-orang kafir. Mereka berjihad di jalan Allah dan tidak takut pada celaan orang yang mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui". (QS Al-Maidah ayat 54).
Dari Ubadah bin Ash-Shamit Ra, ia berkata;
بَايَعْنَا رَسولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ علَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ في العُسْرِ وَالْيُسْرِ، وَالْمَنْشَطِ وَالْمَكْرَهِ، وعلَى أَثَرَةٍ عَلَيْنَا، وعلَى أَنْ لا نُنَازِعَ الأمْرَ أَهْلَهُ، وعلَى أَنْ نَقُولَ بالحَقِّ أَيْنَما كُنَّا، لا نَخَافُ في اللهِ لَوْمَةَ لَائِمٍ.
"Kami telah berbaiat kepada Rasulullah SAW atas dasar mendengar dan taat dalam kondisi sulit dan mudah, senang dan benci, dan ada monopoli atas kami; atas dasar tidak merebut kekuasaan dari ahlinya; dan atas dasar mengatakan yang haq dimanapun kami berada. Dan dalam menolong agama Allah, kami tidak boleh takut terhadap celaan orang yang mencela". (HR Muslim [1709] dan Bukhari [7199, 7200]).
Wallahu A'lam bish Showaab
Semoga bermanfaat aamiin
#KhilafahAjaranIslam #DemokrasiSistemKufur