Oleh: Abulwafa Romli
Sesungguhnya buruk sangka kepada orang-orang sholih (orang baik) seperti kepada para pengemban dakwah syariah dan khilafah adalah dosa karena zalim, yaitu menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Seharusnya buruk sangka itu ditujukan kepada orang-orang tholih (orang buruk), sedang berbaik sangka ditujukan kepada orang-orang sholih. Pernyataan di bawah adalah sebagai contohnya:
=====mulai=====
Abu Yahya (akun Facebook) berkata:
"Pendakwah khilafah hanyalah jorgan untuk mengambil simpati untuk dapat massa saja. Tapi hakekatnya adalah dakwah hisbiyyah (hizbiyyah,pen.) pemecah belah ummat Islam, cara-cara dakwah yang dilakukan persis seperti pendahulunya yaitu cara-cara khawarij.
Anti demokrasi tapi cara dakwahnya pakai demontrasi produk demokrasi."
=====selesai=====
Jawaban saya :
Pertama: Pernyataan ini termasuk buruk sangka yang salah tempat alias zalim. Seharusnya buruk sangka itu ditempatkan kepada orang-orang yang menolak dakwah Khilafah, sedang baik sangka ditempatkan kepada orang-orang yang dakwah khilafah. Sebagaimana buruk sangka harus ditempatkan kepada orang-orang yang tidak shalat, sedang baik sangka ditempatkan kepada orang-orang yang shalat. Karena buruk sangka itu lawan dari baik sangka, dimana ketika kita buruk sangka kepada pengemban dakwah syariah dan khilafah, artinya kita baik sangka kepada para penentang dan anti dakwah. Ketika kita buruk sangka kepada orang-orang yang shalat, artinya kita baik sangka kepada orang-orang yang tidak shalat. Inilah rasio dan logika kebalik.
Allah subhanahu wata'ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa." (QS Al-Hujurat (49:12).
Imam Jalaluddin Suyuthi rohimahullahu dalam tafsir Al-Jalaalainnya berkata :
ياأيها الذين آمنوا اجتنبوا كثيرا من الظن إن بعض الظن إثم» أي مؤثم وهو كثير كظن السوء بأهل الخير من المؤمنين وهم كثير بخلافه بالفساق منهم فلا إثم فيه في نحو ما يظهر منهم
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa". Yakni menjatuhkan kepada dosa dan ini banyak terjadi seperti buruk sangka kepada ahli kebaikan dari kaum mukmin dan mereka banyak sekali. Berbeda dengan buruk sangka dengan orang-orang fasik dari kaum mukmin dimana tidak ada dosa padanya dalam keburukan yang nampak dari mereka".
Jadi menurut Imam Suyuthi rohimahullahu buruk sangka kepada orang-orang fasik yang menampakkan keburukannya itu tidak berdosa.
Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallam bersabda:
اِجْتَنِبُوا الظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ
“Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dustanya perkataan.” (HR Bukhari dan Muslim). Maksudnya buruk sangka kepada orang-orang mukmin yang menampakkan kebaikan.
Bahkan orang yang melakukan kebatilan itu lebih layak dijauhkan dari kebenaran, maksudnya jangan baik sangka kepadanya, tapi lebih layak buruk sangka kepadanya. Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata :
مَنْ دَخَلَ فِي شَيْءٍ مِنَ الْبَاطِلِ كَانَ أَوْلَى بِالبُعْدِ مِنَ الْحَقِّ
“Barangsiapa yang masuk dalam sesuatu yang batil, maka dia lebih layak untuk dijauhkan dari kebenaran."
Kedua: Menuduh dakwah Khilafah yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir sebagai dakwah hizbiyyah yang memecah belah umat adalah kegagalan dalam memahami hakekat Hizb (partai) dan menyamakannya dengan hizb-hizb sekuler dalam demokrasi. Padahal diantara keduanya ada jurang perbedaan yang sangat lebar.
Hizb yang berdakwah kepada penerapan syari'at Islam Kaffah dan khilafah, dan melakukan amar makruf dan nahi mungkar, hakekatnya adalah jama'ah yang menyatukan, bukan firqoh yang pecahan dan memecah belah. Dan pendiriannya diperintahkan Allah SWT :
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung". (QS Ali `Imron : 104).
Pada ayat setelahnya terkait Hizb sebagai firqoh Allah SWT berfirman:
وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ تَفَرَّقُوْا وَاخْتَلَفُوْا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْبَيِّنٰتُۗ وَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌۙ
"Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang sangat berat". (QS Ali `Imron : 105).
Jadi Hizb sebagai Jama'ah itu lawan dari Hizb sebagai Firqoh. Jama'ah itu berdakwah kepada Islam Kaffah, Islam Rahmatan Lil'aalamiin, khilafah dan Ukhuwwah islamiyyah. Sedang Firqoh itu berdakwah kepada sekularisme, nasionalisme, negara nasional dan perpecahan umat Islam yang saling panatik kesukuan dan negara nasionalnya masing-masing.
Dan terkait bahwa Hizb itu ada dua macam, Jama'ah dan Firqoh, yakni Hizb yang baik dan Hizb yang buruk, Allah SWT berfirman:
وَمَن يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ
"Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya hizb (pengikut agama) Allah itulah yang pasti menang". QS Maidah ayat 56)
Dan Allah SWT berfirman:
اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ
"Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah Hizb (golongan) syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Hizb syaitan itulah orang-orang yang merugi". (QS Mujadilah ayat 19).
Karena itu, janganlah melecehkan term Hizb, karena Allah juga memakainya dan memuji Hizb yang baik, bahkan menyandarkannya kepada Diri-Nya, yaitu Hizbulloh.
Ketiga: Terkait tuduhan khawarij, buka dan baca di link-link berikut;
1.Hakekat Khawarij
https://romliabulwafa.blogspot.com/2019/02/hakekat-khawarij.html?m=1
2.Membongkar penyesatan khawarij moderen
https://romliabulwafa.blogspot.com/2022/07/membongkar-penyesatan-khawarij-moderen.html?m=1
3.Hizbut Tahrir Khawarij?
https://romliabulwafa.blogspot.com/2019/09/hizbut-tahrir-khawarij.html?m=1
4.Khawarij sejati https://romliabulwafa.blogspot.com/2021/05/khowarij-sejati.html?m=1
5.Memakai dan menakwil ayat-ayat mutasyabihat adalah karakter firqoh khawarij https://romliabulwafa.blogspot.com/2022/09/memakai-dan-menakwil-ayat-ayat.html?m=1
6.Mereka layak disebut pengikut ideologi khawarij dan Muktazilah https://romliabulwafa.blogspot.com/2017/09/mereka-yang-layak-disebut-pengikut.html?m=1
7.Khawarij teriak khawarij https://romliabulwafa.blogspot.com/2024/05/khawarij-teriak-khawarij.html?m=1
Keempat: Demontrasi itu termasuk karakter makhluk komunal. Semut, lebah dan hewan lainnya pun suka dan biasa berdemonstrasi. Apalagi Kita sebagai manusia, manusia manapun, lintas agama, lintas ideologi semuanya suka dan biasa berdemonstrasi. Jadi mengkhususkan demontrasi itu milik demokrasi saja, dan menuduh Hizbut Tahrir mengikuti cara demokrasi adalah kejahilan yang amat akut, ya karena tuduhan itu terus diulang-ulang meskipun telah diluruskan. Dan karena sipenuduh tidak bisa membedakan antara manusia dan monyet hanya karena ada kemiripan diantara keduanya seperti tangan dan kaki berjari, dua mata, dan suka makan pisangnya.
Semoga bermanfaat aamiin
#khilafahajaranIslam #KhilafahJanjiAllah #KhilafahBusyroRasulullah #IstiqomahdiJalanDakwah #JanganPalsukanKhilafah