GAMPANG-GAMPANG ANGEL

 Oleh : Abulwafa Romli 

Ingat, bahwa yang sedang didakwahkan dan diperjuangkan oleh HT Global bersama umat adalah Khilafah ala Minhajin Nubuwwah, maka dimana dan kapan waktu berdiri tegaknya adalah hak prerogatif Allah SWT. Jadi gampang-gampang angel, seperti halnya jodoh dan mencari jodoh. Sedang yang wajib kita lakukan hanyalah berdakwah dan berjuang sesuai Sunnah Rasulullah shalallahu alayhi wasallam dalam dakwah dan perjuangannya untuk menegakkan daulah nubuwwah, yaitu Sunnah dakwahnya di fase Mekkah. 

Beda dengan khilafah-khilafah palsu dimana kapan dan dimana mendirikannya sesuka dan sesuai syahwat orang-orang yang memalsukannya.

Rasulullah shalallahu alayhi wasallam bersabda :

يَرْفَعَهَا الله إِذَا شَاء أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّة فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ، ثُمَّ يَرْفَعَهَا الله إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكًا عَاضًا فَيَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَكُوْنَ، ثُمَّ يَرْفَعَهَا إِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُم تَكُوْنُ مُلْكًا جَبَرِيَّةً فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ، ثُمَّ يَرْفَعَهَا اللهُ إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ، ثُمَّ سَكَت
 
"Sedang ada (daulah) nubuwwah di tengah kalian, dengan kehendak Allah ia akan tetap ada, kemudian Allah mengangkatnya ketika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah ala minhajin nubuwwah, dengan kehendak Allah ia akan tetap ada, kemudian Allah mengangkatnya ketika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada mulkan 'adhdhon (kekuasaan yang zalim / khilafah umawiyyah, abbasiyyah dan 'utsmaniyah), dengan kehendak Allah ia akan tetap ada, kemudian Allah mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada mulkan jabriyyah (kekuasaan yang diktator / sejak berakhirnya khilafah 'utsmaniyah, 3 Maret 1924), dengan kehendak Allah ia pun akan tetap ada, kemudian, Allah mengangkatnya ketika Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah ala minhajin nubuwwah". Kemudian Nabi pun diam". (HR Ahmad).

Alhaitsamy berkata: “HR Ahmad, Bazar dan Thabrani dalam Al-Awsath, dan Rijalnya adalah Tsiqat”. (Aly bin Abu Bakar Alhaitsamy, Majma’uz Zawaaid wa Mamba’ul Fawaaid, Daar arroyaan litturaats, Daar alkitaabil ‘Araabi, Alqahiroh, berut, 1403 H, 5/189).

Pada hadits di atas kata tsumma (kemudian) diulang tujuh kali. Ini artinya pergantian kepemimpinan itu terjadi setelah kepemimpinan sebelumnya diangkat oleh Allah. Sehingga tidak akan berdiri Khilafah ala Minhajin Nubuwwah sebelum kepemimpinan Mulkan Jabriyyah diangkat oleh Allah. Artinya juga selagi penduduk suatu negeri atau suatu negara masih berpegang teguh dengan ide nasionalisme, dengan negara nasional dan dengan bendera nasionalisme, maka jangan berharap daulah Khilafah ala Minhajin Nubuwwah bisa berdiri tegak di negeri atau negara tersebut.

Bagi yang mau membuktikan bahwa yang sedang didakwahkan oleh HT Global adalah khilafah ala minhajin nubuwwah, maka cukup ngaji serta mengkaji tiga kitab; Takrif Hizbit Tahrir, Nizhamul Hukmi fil Islam (serta kitab Ajhizatut Daulatil Khilafah), dan Muqoddimatud Dustuur... Insyaallah saya melayani ngaji kitab-kitab tersebut. Silakan datang ke tempat saya untuk takhoshshush... Insyaallah dalam waktu setahun dua tahun bisa khatam semua. Tergantung waktu yang tersedia.

Semoga bermanfaat aamiin 
#khilafahajaranIslam
Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.