Oleh Abulwafa Romli
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Alhamdulillah Kita menjadi pengemban dakwah syariah dan khilafah bersama Hizbut Tahrir Global yang telah memiliki pemikiran yang khas berupa tsaqofah tentang fikroh Islam serta thoriqoh untuk menerapkannya. Kita bangga karena Kita memiliki pemikiran khas itu, bukan karena punya sederet gelar, titel dan lulusan universitas ternama. Yaitu pemikiran hasil ijtihad seorang ulama pemikir, politukus, mujtahid, mujaddid. Sehingga Kita telah menemukan Islam yang benar. Yaitu Islam yang diridhai oleh Allah, Islam yang datang apa adanya, Islam yang sempurna sehingga tidak boleh dikurangi dan tidak pula ditambahi, Islam yang kaffah dan yang rahmatan lil 'aalamiin. Bukan Islam yang diridhai oleh Barat kapitalis dan Timur komunis-sosialis serta antek-antek keduanya.
•INILAH ISLAM YANG SESUNGGUHNYA
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَام
"Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. ." (QS Ali Imron [3]: 19).
Allah berfirman :
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
"Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Al-Maaidah: 3).
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
"Hai orang-orang yang beriman masuklah kalian ke dalam agama Islam secara kaffah (total). Janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan itu musuh nyata bagi kalian". (Albaqoroh : 208).
Dan firmanNya;
وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَٰلَمِينَ
"Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam". (QS Al-Anbiya Ayat 107).
•KEBENARAN ITU DARI ALLAH
Karenanya, tidak ada kebaikan bagi siapa saja yang menolak kebenaran. Allah subhanahu wata'ala berfirman;
ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُمْتَرِينَ
"Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu". (QS Al-Baqarah Ayat 147).
Meragukan kebenaran saja Allah melarangnya, apalagi menolaknya.
Imam Syafi'i (w.204 H) berkata:
إعرف الحق لذي الحق إذا حق له الحق
لا خير فيمن ينكر الحق إذا حق له الحق
"Kenalilah kebenaran bagi pemilik kebenaran, jika benar baginya kebenaran.
Tidak ada kebaikan pada orang yang mengingkari kebenaran, jika benar baginya kebenaran". (Al-Wa'ie, hal. 24, Rajab, 1-31 Maret 2021)
Abu Abdillah Syamsuddin Muhammad bin Muflih bin Muhammad Mufrij Al-Maqdisiy (708 - 763 H) menyatakan:
لما استخلف أبو بكر عمر رضي الله تعالى عنهما قال لمعيقيب الدوسي ما يقول الناس في استخلافي عمر قال : كرهه قوم ، ورضيه قوم آخرون قال فالذين كرهوه أكثر أم الذين رضوه ؟ قال : بل الذين كرهوه قال : إن الحق يبدو كرها وله تكون العاقبة { والعاقبة للتقوى } وقال : الحكمة تدعو إلى الحق ، والجهل يدعو إلى السفه ، كما أن الحجة تدعو إلى المذهب الصحيح ، والتشبيه يدعو إلى المذهب الباطل
"Ketika Abu Bakar ra mencalonkan Umar sebagai khilafah, maka beliau berkata kepada Mu'aiqib Addausy; "Apa yang dikatakan oleh orang-orang tentang pencalonan khalifahku kepada Umar?", Mu'aiqib berkata; "Suatu kaum membencinya dan kaum yang lain meridhainya". Abu Bakar berkata; "Mereka yang membencinya apakah lebih banyak atau mereka yang meridhainya?", Mu'aiqib berkata; "Mereka yang membencinya lebih banyak". Abu Bakar berkata; "Sesungguhnya kebenaran itu pertama kali nampak dibenci, sedang aqibat yang baik itu jatuh pada kebenaran. (Kesudahan yang baik di dunia dan akhirat itu bagi orang-orang yang takwa)". Dan Abu Bakar berkata; "Hikmah itu mengajak kepada kebenaran, sedang bodoh mengajak kepada kedunguan. Sebagaimana hujjah itu mengajak kepada madzhab yang benar, sedang tasybih mengajak kepada madzhab yang batil". (Ibnu Muflih, Al-Aadab Asy-Syar'iyyah wa Al-Minah Al-Mar'iyyah, 1/42).
Imam Al Ghazali rohimahulloh telah menjelaskan suatu cara bagaimana mengenali dan mengerti kebenaran. Beliau berkata :
اعلم أن من عرف الحق بالرجال حار في متاهات الضلال فاعرف الحق تعرف أهله إن كنت سالكاً طريق الحق وإن قنعت بالتقليد والنظر إلى ما اشتهر من درجات الفضل بين الناس فلا تغفل عن الصحابة وعلو منصبهم
"Ketahuilah bahwa siapa yang mengenal kebenaran melalui ketokohan para tokoh, maka ia bisa tersesat dalam lembah-lembah kesesatan. Karenanya, kenalilah kebenaran, maka kamu akan tahu siapa ahli kebenaran, jika kamu meniti jalan kebenaran. Tapi jika kamu merasa puas dengan ikut-ikutan dan melihat tren ketokohan manusia, maka jangan lupa tentang shahabat dan ketinggian derajat mereka." (Ihya Ulumiddin, 1/173).
Sederet gelar, titel, dan lulusan dalam memandang kebenaran tidak bisa dijadikan standar ukuran. Karena betapa banyak orang yang bergelar prof, doktor, lulusan timur tengah, dan sebagainya, tetapi bukan pengemban kebenaran. Mereka hanyalah maktabah yang berjalan. Karena gelar, titel, lulusan serta segudang ilmunya digunakan untuk mendukung kebatilan. Bukan untuk menyampaikan dan memperjuangkan kebenaran.
Banyak orang salah menilai para pengemban dakwah syariah dan khilafah, hanya dengan melihat pribadi-pribadi orangnya. Padahal yang diemban oleh mereka adalah pemikiran (tsaqofah, fikroh dan thoriqoh untuk menerapkan fikroh) yang dihasilkan oleh seorang ulama pemikir, politukus, mujtahid dan mujaddid.
Jadi, yang disampaikan oleh para pengemban dakwah bukanlah pemikiran yang dihasilkan oleh mereka sendiri, tetapi pemikiran yang dihasilkan oleh ulama pemikir, mujtahid dan mujaddid. Jadi, mana yang lebih hebat, pemikiran kaum sekuler, leberal, moderat, pluralis dan sinkretis atau pemikiran pengemban dakwah? Pasti pemikiran pengemban dakwah. Meskipun mereka tidak punya sederet gelar dan titel akademik dan bukan lulusan Universitas Madinah, Universitas al-Azhar Mesir dan lain-lain, tetapi pemikirannya mengalahkan pemikiran kaum sekuler, liberal, moderat, pluralis dan sinkretis. Karena mereka mengemban pemikiran ulama mujtahid dan mujaddid.
Beliau, Al-'Allamah al-Qadhi Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani telah mengkhatamkan 20,000 kitab tahun 1960-an, menurut sahabat karibnya. Bahkan, menurut putranya, Syaikh Ibrahim, beliau telah mengkhatamkan 25,000 kitab. Hasil telaah beliau yang mendalam itu kemudian disajikan kepada anggota Hizbut Tahrir khususnya, dan umat Islam pada umumnya, untuk memahami seperti apa seharusnya master plan peradaban Islam, dan bagaimana road map untuk mewujudkannya. Bandingkan, kalau kita baca sendiri, atau kita mengkaji pada ulama' lain, belum tentu mempunyai bentuk dan kerangka yang jelas. Akibatnya, banyak ilmu (tsaqafah) tetapi tidak mempunyai sikap. Ini yang membedakan antara pengemban dakwah syariah dan khilafah dari para syabab dan anggota Hizbut Tahrir dengan yang lain.
Alhamdulillah, 'ala kulli hal, Kita beruntung telah menemukan Islam yang diridhai oleh Allah SWT, bukan Islam yang diridhai oleh Barat kapitalis dan Timur sosialis-komunis beserta antek-antek keduanya.
Wallahu A'lam bish Showwab
Yahdikumulloh
Semoga bermanfaat aamiin
#Khilafah #KhilafahAjaranIslam #IstiqomahdiJalanDakwah #JanganPalsukanKhilafah