DAKWAH JAHILIYYAH MODEREN

Oleh : Abulwafa Romli 

Kita wajib ngerti, faham dan waspada terhadap dakwah jahiliyyah moderen. Yaitu dakwah kepada akidah sekularisme dan materialisme, dakwah kepada ideologi kapitalisme dan komunisme, dan dakwah kepada sistem pemerintahan demokrasi dan komunis-sosialis, juga dakwah kepada ide-ide HAM, pluralisme, sinkretisme, nasionalisme, liberalisme, moderatisme, Islam nusantara, dialog Atar agama, doa bersama lintas agama, kesetaraan gender, dan masih banyak lagi.

Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda:

 وأنا آمركُم بخمسٍ اللهُ أمرني بهنّ : بالجماعةِ ، والسمعِ ، والطاعةِ ، والهجْرةِ ، والجهادِ في سبيلِ اللهِ ، وإنه من خرجَ من الجماعةِ قيدَ شبرٍ ، فقد خلعَ ربقة الإسلامِ من عنقهِ إلا أن يراجعَ ، وَمَنْ دَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ فَهُوَ مِنْ جُثَا جَهَنَّمَ". قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَإِنْ صَامَ وَإِنْ صَلَّى ؟ قَالَ : "وَإِنْ صَامَ وَإِنْ صَلَّى وَزَعَمَ أَنَّهُ مُسْلِمٌ، فَادْعُوا الْمُسْلِمِينَ بِأَسْمَائِهِمْ بِمَا سَمَّاهُمُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الْمُسْلِمِينَ الْمُؤْمِنِينَ عِبَادَ اللَّهِ

"Aku menyuruh kalian dengan lima perkara sebagaimana Allah telah menyuruhku dengannya; dengan berjama'ah, mendengar (perkataan amir), taat (perintah amir), hijrah, dan jihad fisabilillah. Sesungguhnya siapa saja yang keluar dari jama'ah barang sejengkal, maka ia benar-benar telah mencabut tali Islam dari lehernya (halal dibunuh) kecuali jika ia kembali (kepada jama'ah). Dan siapa saja yang berdakwah dengan dakwah jahiliyyah, maka ia termasuk bahan bakar neraka jahanam". Sahabat bertanya; "Wahai Rasulullah, meskipun ia puasa dan meskipun ia shalat?", Rasulullah bersabda; "Meskipun ia puasa, meskipun ia shalat, dan meskipun ia mengklaim bahwa ia orang muslim. Panggilan orang-orang muslim dengan nama-nama mereka, sebagaimana Allah menyebut mereka dengan sebutan orang-orang muslim, orang-orang mukmin, dan hamba-hamba Allah". (HR Al-Baghowi dari Al-Harits bin Al-Harits Al-Asy'riy, Syarhus Sunnah, 5/304, Hadits Hasan Ghorib; dan Al-Albani, Shahih At-Tirmidzi, no.2863, Shahih).
Sumber ; https://dorar.net/hadith/sharh/68213

Imam Al-Mubarokfuri dalam kitab Syarah Tuhfatul Ahwadziy atas Sunan At-Tirmidzi, beliau berkata :

والمَعْنى مَن نادى فِي الإسْلامِ بِنِداءِ الجاهِلِيَّةِ، وهُوَ أنَّ الرَّجُلَ مِنهُمْ إذا غَلَبَ عَلَيْهِ خَصْمُهُ نادى بِأعْلى صَوْتِهِ قَوْمَهُ، يا آلَ فُلانٍ، فَيَبْتَدِرُونَ إلى نَصْرِهِ ظالِمًا كانَ، أوْ مَظْلُومًا، جَهْلًا مِنهُمْ وعَصَبِيَّةً

"Maknanya, barang siapa yang menyeru dalam Islam dengan seruan jahiliyah, yaitu bahwa seorang laki-laki dari jahiliyyah, ketika ia dikalahkan oleh musuhnya dalam perselisihan, maka ia menyeru kaumnya dengan suara keras, "Wahai keluarga si fulan...", lantas kaumnya segera menolongnya, baik dia yang zalim maupun ia terzalimi, karena kebodohan dan ashobiyah".

Hadits diatas adalah hadits politik. Karena Rasulullah menyuruh dengan lima perkara politik, yaitu; berjama'ah, mendengar, taat, hijrah, dan jihad fisabilillah. Berjama'ah dalam dakwah dan menjadi Jama'atul muslimiin setelah berdirinya daulah Nubuwwah dan khilafah. Mendengar dan taat kepada Rasulullah sebagai kepada daulah Nubuwwah dan kepada para khilafah, imam atau amir setelah Rasulullah wafat. Hijrah dari darul kufri ke darul Islam. Dan jihad fisabilillah, baik jihad defensif maupun jihad opensif, atau jihad futuhat. Rasulullah juga telah mengokohkan dengan sabdanya, bahwa "siapa saja yang keluar dari jama'ah barang sejengkal, maka ia benar-benar telah mencabut tali Islam dari lehernya (halal dibunuh) kecuali jika ia kembali (kepada jama'ah)." Maksudnya keluar dari taat kepada Rasulullah, Khalifah, Imam a'zhom atau amirul mukminiin dan para penguasa dan amir di bawahnya. Jadi semua kandungan hadits diatas adalah perkara politik. Sehingga dakwah jahiliyyah dalam hadits tersebut lebih tertuju kepada perkara politik. Yaitu dakwah kepada akidah sekularisme dan materialisme, dan dakwah kepada ideologi, sistem pemerintahan dan berbagai ide dan pemikiran yang lahir dari dua akidah diatas. Ini terkait dengan dakwah jahiliyyah moderen saat ini.

Dengan demikian, Jahiliyyah itu bukan hanya terkait adat istiadat, tetapi juga terkait ideologi dan sistem hukum. 

Maka dakwah kepada akidah sekularisme dan materialisme, dakwah kepada ideologi kapitalisme dan komunisme, dan dakwah kepada sistem pemerintahan demokrasi dan komunis-sosialis, semua itu adalah dakwah kepada penerapan sistem hukum jahiliyyah yang diharamkan oleh Islam. Allah subhanahu wata'ala berfirman :

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ 

"Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? Hukum siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?". (QS Al-Maidah ayat 50).

Imam Ibnu Katsir rohimahulloh dalam tafsirnya beliau menafsiri ayat diatas :

وقوله : "أفحكم الجاهلية يبغون ومن أحسن من الله حكما لقوم يوقنون" ينكر تعالى على من خرج عن حكم الله المحكم المشتمل على كل خير ، الناهي عن كل شر ، وعدل إلى ما سواه من الآراء والأهواء والاصطلاحات ، التي وضعها الرجال بلا مستند من شريعة الله

Firman Allah; "Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? Hukum siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?", Allah ta'ala mengingkari terhadap orang yang keluar dari hukum Allah yang muhkam yang mencakup setiap kebaikan, yang melarang dari setiap keburukan. Dan ia beralih kepada selain hukum Allah, yakni kepada ide-ide, hukum-hukum produk hawa nafsu, dan istilah-istilah yang dibuat oleh para tokoh dengan tanpa bersandar kepada syari'at Allah".

Wallahu A'lam bish Showwab 
Yahdikumulloh aamiin 
#Khilafah #KhilafahAjaranIslam #IstiqomahdiJalanDakwah #JanganPalsukanKhilafah

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.