(Khilafah Palsu)
Oleh : Abulwafa Romli
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
عَنْ أَبِيْ رُقَيَّةَ تَمِيْم بْنِ أَوْسٍ الدَّارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ قُلْنَا: لِمَنْ؟ قَالَ: للهِ، وَلِكِتَابِهِ، ولِرَسُوْلِهِ، وَلأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ، وَعَامَّتِهِمْ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad Dari radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Agama itu nasihat.” Kami bertanya: ”Untuk siapa?” Beliau menjawab: ”Untuk Allah, untuk kitab-Nya, untuk Rasul-Nya, untuk pemimpin kaum muslimin dan seluruh kaum muslimin.” (HR Muslim dan Bukhari, hadits Arba'in Nawawi)
CARI, pahami, terima dan ikuti petunjuk dan peringatan dari Allah subhanahu wata'ala supaya kalian tidak tersesat dan hidup dalam KESEMPITAN!
Allah subhanahu wata’ala berfirman :
فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ
"Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, (ketahuilah bahwa) siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka". (QS Thoha ayat 23)
Jadi siapa saja yang mengikuti petunjuk Allah, maka tidak akan sesat dan cilaka.
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ
"Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit. Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS Thoha ayat 24).
Jadi siapa saja yang berpaling dari peringatan Allah, baik langsung dari Al-Qur'an dan As-Sunnah maupun melalui hamba-hambaNya, maka akan mendapat kehidupan yang sempit dari dunia sampai akhirat.
قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِيْۤ اَعْمٰى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيْرًا
"Dia berkata, "Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?" (QS Thoha ayat 125)
قَالَ كَذٰلِكَ اَتَـتْكَ اٰيٰتُنَا فَنَسِيْتَهَا ۚ وَكَذٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسٰى
"Dia (Allah) berfirman, "Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan." (QS Thoha ayat 126)
*Maka Solusi Hidup Selamat dan Barokah adalah Iman dan Taqwa. Sedang taqwa adalah amal sholih, yaitu melaksanakan perintah-perintah Allah ta'ala serta menjauhi larangan-laranganNya. Allah subhanahu wata'ala berfirman :*
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
"Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan". (QS Al-A`rof ayat 96).
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اُولٰۤىِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِۗ، جَزَاۤؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗرَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهٗ
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih , mereka itulah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhannya adalah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya." (QS Al-Bayyinat ayat 7-8).
•Terkait AHMADIYYAH, Maka Bertanyalah Kepada Ulama. Faktanya Ulama Seluruh Dunia Talah Berfatwa, Bahwa Ahmadiyyah adalah Firqoh Sesat dan Menyesatkan, bahkan Bukan Golongan Islam. Dan Fatwa Ulama itu setelah meneliti Ahmadiyyah sejak awal kemunculannya, dari semua kitab-kitabnya, dan dari A sampai Z, tidak dari ceramah sepotong-potong, juga tidak dari vidio-vidio propaganda Ahmadiyyah. Dan jangan bertanya kepada Ahmadiyyahnya supaya tidak ditipu dan disesatkan, bahkan dikafirkan. Na'uudzu billaah min dzalik, tsumma na'uudzu billaah..
*FATWA ULAMA NASIONAL DAN INTERNASIONAL TERKAIT AHMADIYAH*
1. Pemerintah Isyaratkan Larang Ahmadiyah
https://kemenag.go.id/nasional/pemerintah-isyaratkan-larang-ahmadiyah-526idn
2. MUI jelaskan fatwa pluralisme dan Ahmadiyah https://www.nu.or.id/amp/warta/mui-jelaskan-fatwa-soal-pluralisme-dan-ahmadiyah-kepada-dpr-nijrt
3. MUI kembali tegaskan Ahmadiyah aliran sesat
https://www.hukumonline.com/berita/a/mui-kembali-tegaskan-ahmadiyah-aliran-sesat-hol13287/
4. Fatwa MUI tentang Ahmadiyah, pdf 18 halaman.
https://fatwamui.com/storage/225/AHMADIYAH.pdf
5. Ahmadiyah sesat karena anggap ada nabi setelah Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam https://www.nu.or.id/amp/warta/ahmadiyah-sesat-karena-anggap-ada-nabi-setelah-muhammad-hUMxh
6. Ahmadiyah melawan SKB 3 Mentri dan fatwa MUI http://pphd.hukum.ub.ac.id/2015/12/03/ahmadiyah-melawan-skb-3-menteri-dan-fatwa-mui/
7. Para ulama di negara-negara Arab dan benua India sepakat mengkafirkan aliran Ahmadiyah Qodiyan
https://www.islamweb.net/amp/ar/fatwa/105675/
8. Fatwa bahwa Ahmadiyah bukan bagian dari Islam
https://aliftaa.jo/fatwa/341/
9. Ulama sedunia sepakat bahwa Mirza Ghulam Ahmad benar-benar dalam kesesatan.!!
https://news.republika.co.id/berita/165062/fatwa-ulama-sedunia-tentang-kesesatan-ahmadiyah
InsyaaAllah link-link diatas sudah mencukupi.
*Allah memerintah kita agar bertanya kepada ahlinya apabila kita tidak tahu. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman;*
فَسَۡٔلُوٓاْ أَهۡلَ ٱلذِّكۡرِ إِن كُنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ
“… maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan (ulama) jika kalian tidak mengetahui.” (an-Nahl: 43).
Ayat ini berlaku umum dalam segala urusan, baik urusan dunia maupun urusan agama. Kita harus mengetahui perbedaan antara urusan agama dan urusan dunia. Lalu, kepada siapa kita harus bertanya? Ayat di atas sudah menjawab pertanyaan tersebut. Urusan agama ditanyakan kepada ulama (orang yang berilmu dalam hal agama), dan urusan dunia ditanyakan kepada ahlinya.
Dari penjelasan di atas, kita dapat menarik kesimpulan hukum haramnya bertanya tentang urusan agama kepada orang yang tidak mengetahui urusan agama. Demikian juga urusan dunia, jika kita tidak bertanya kepada ahlinya, maka akibatnya akan mendatangkan kerugian.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda ;
إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا مِنَ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُؤُوسًا جُهَلَاءَ، فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ الْعِلْمِ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا
“Sesungguhnya, Allah tidaklah mencabut ilmu dengan sekali cabut dari hamba-Nya. Akan tetapi, Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan ulama. Sampai apabila Allah tidak menyisakan seorang ulama pun, manusia pun mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh. Mereka ditanya lalu berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan.”(HR. al-Bukhari)
Ayat dan hadits di atas sejatinya mengingatkan kita agar tidak sok tahu, merasa sudah pintar dalam segala urusan. Juga larangan untuk latah, mengomentari segala hal, dan menganggap pandangan kitalah yang paling benar. Jadi, jika tidak tahu maka bertanyalah pada yang lebih ahli, yaitu ulama terkait urusan agama, dan ahlinya terkait urusan dunia.
*Berhati-hatilah memilih teman, guru dan kelompok jama'ah. Jangan sampai mereka menyesatkan kita dari jalan yang lurus.*
Wallahu A'lam bish Showwab
Semoga bermanfaat aamiin