ALHAMDULILLAH HIZBUT TAHRIR TELAH MENUNTUNKU IBADAH KEPADA ALLAH SECARA TOTALITAS

Oleh : Abulwafa Romli 

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim 
Allah 'azza wajalla berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku". (QS. Az-Zariyat [51] : 56).

Hidup ini tidak bebas dan gratis sehingga Kita bebas memilih dan melakukan apa saja semau dan sesuka Kita. Karenanya, dalam kehidupan, bermasyarakat dan bernegara, hamba Allah wajib terikat dengan perintah dan larangan Allah 'azza wajalla :

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ ۗ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ 

"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam". (Al-A'rof ayat 54).

AlQurthubi rh dalam tafsirnya berkata :
قوله تعالى ألا له الخلق والأمر فيه مسألتان
Firman Allah ta'ala; "Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah", mengandung dua masalah :
 الأولى : صدق الله في خبره ، فله الخلق وله الأمر ، خلقهم وأمرهم بما أحب. وهذا الأمر يقتضي النهي
Pertama : Maha benar Allah dalam beritaNya. Dia punya hak menciptakan dan punya hak memerintah. Dia menciptakan Makhluk dan memerintahnya dengan yang dicintaiNya. Perintah ini mengharuskan adanya larangan (artinya Allah memerintah dan melarang).

Kita sebagai manusia telah diciptakan oleh Allah lengkap dengan daya kehidupan berupa kebutuhan jasmani dan naluri, dimana keduanya wajib dilakukan sesuai perintah dan larangan Allah.

Kebutuhan jasmani seperti makan, minum, berpakaian dan bertempat, semuanya wajib sesuai perintah dan larangan Allah. 

Juga naluri yang jumlahnya ada tiga ; naluri beragama, naluri mempertahankan diri dan naluri melestarikan keturunan. Pertama, naluri beragama, Kita wajib mencari dan menemukan Tuhan (Robb dan Ilaah). Kemudian Kita wajib beribadah kepada Tuhan sesuai perintah dan larangan Tuhan. Kedua, naluri mempertahankan hidup, Kita wajib marah karena Allah, cinta karena Allah, membela diri karena Allah, berperang karena Allah, sampai matipun karena Allah sebagai Tuhan yang telah Kita temukan melalui naluri beragama. Ketiga, naluri melestarikan keturunan, Kita memandang, menyentuh dan meniduri wanita yang kita pilih dan kita cintai, semuanya wajib sesuai perintah dan larangan Allah. Juga kita menyintai wanita (istri-istri), anak-anak, cucu-cucu dan seterusnya wajib sesuai perintah dan larangan Allah.

Allah azza wajalla juga telah menciptakan Akal sebagai imam atas kebutuhan jasmani dan naluri supaya Kita berjalan diatas jalan yang lurus (Shirothol Mustaqim). Akal menuntun Kita bisa menemukan Tuhan lalu menyembah-Nya sesuai perintah dan larangan-Nya. Akal menuntun Kita bisa makan, minum, berpakaian dan bertempat sesuai perintah dan larangan Tuhan. Dan akal menuntun Kita menyintai, bergaul dan berkumpul dengan pasangan hidup dan anak cucu serta semua keluarga Kita. Juga akal menuntun Kita dalam mengarungi kehidupan, masyarakat dan negara. Sehingga dengan akal Kita bisa ibadah kepada Allah secara totalitas dan berada diatas jalan yang lurus sebagai obyek doa yang selalu Kita panjatkan disela-sela shalat sepanjang Kita hidup :
إيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْن
"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan". 
اِھْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَـقِيْمَ
"Tunjukilah kami jalan yang lurus",
صِرَاطَ الَّذِيۡنَ اَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ ۙ غَيۡرِ الۡمَغۡضُوۡبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا الضَّآلِّيۡنَ
"(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai (Yahudi), dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (Nasrani)".

ALHAMDULILLAH, Hizbut Tahrir melalui kitab Attafkiir (metode berfikir positif) dan lainnya, telah menuntun dan mengajarkan kepada Kita sehingga bisa memahami akal dan bagaimana cara mengoperasikannya.

Alhamdulillah, Hizbut Tahrir, melalui kitab Manhaj, Attakattul, Dukhul Mujtamak dan lainnya, telah mengajarkan kepada Kita bagaimana berkelompok, berjamaah dan berpolitik sesuai Sunnah Rasulullah SAW.

Alhamdulillah, Hizbut Tahrir melalui kitab Nizhomul Islam (sistem Islam), telah mengajarkan kepada Kita jalan menuju Iman dan bagaimana beraqidah Islam yang lurus yang terbebas dari falsafah Yunani. Bagaimana Kita bisa berqiyadah fikriyyah (berkepemimpinan Ideologi Islam) sampai penjelasan seperti apa gambaran UUD Daulah Khilafah. Jadi mulai dari masalah iman dan ideologi sampai masalah akhlak Kita mendapat bimbingan yang luar biasa sehingga bisa menjalani kehidupan Islami serta mengetahui jalan-jalan lain yang tidak Islami.

Alhamdulillah, Hizbut Tahrir melalui kitab Nizhomul Hukmi fil Islam, Ajhizatu Daulatil Khilafah dan lainnya telah mengenalkan kepada Kita tentang sistem pemerintahan Islam dari A sampai Z, sehingga Kita mengerti sistem-sistem pemerintahan selain Islam, dan sehingga Kita selamat dari pemikiran dan alat penjajah untuk melanggengkan penjajahannya.

Alhamdulillah, Hizbut Tahrir melalui kitab Nizhomul Ijtima'nya telah mengajarkan serta membimbing Kita bagaimana bisa hidup berkumpul dan bergaul dengan lawan jenis secara islami, juga bagaimana kaum wanita berbusana dan bersolek baik di kehidupan khusus maupun di kehidupan umum.

Alhamdulillah, Hizbut Tahrir melalui kitab Nizhomul Iqtishodi dan lainnya telah mengajarkan kepada Kita bagaimana bertransaksi dan bermuamalat secara Islam, baik dalam lingkup masyarakat maupun negara.

Alhamdulillah, Hizbut Tahrir melalui kitab Nizhomul 'Uqubatnya telah mengajarkan kepada Kita tentang semua jenis sanksi hukuman yang diterapkan oleh daulah Khilafah.

Masih terlalu banyak yang telah disediakan dan diberikan oleh Hizbut Tahrir kepada umat Islam, bahkan kepada seluruh umat manusia di dunia.

Wallahu A'lam bish showwab 
Semoga bermanfaat aamiin 

#KhilafahAjaranIslam
#IstiqomahdiJalanDakwah
#JanganPalsukanKhilafah

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.