HAKEKAT FIRQAH MUKTAZILAH (6)

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Untuk mengetahui hakekat Muktazilah, terlebih dahulu harus mengetahui manhaj mereka dalam permasalahan akidah maupun syariah, yaitu:


تقديم العقل على النقل وجعله حاكما على نصوص الشريعة

Taqdîmul 'Aqli 'Alan Naqli Wa Ja'luhû Hâkiman 'Alâ Nushûshisy Syar'iyyati

"Mendahulukan Akal atas Naqel, dan Menjadikan Akal Sebagai Hâkim atas Nash-Nash Syariah".


Dua karakter rang-orang yang mengagungkan akal serta menolak syariah dengan akalnya :


1- Mereka menyerupai Iblis yang telah dilaknat Allah SWT, dimana Iblis ketika Allah Swt berfirman kepadanya : "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?. Iblis menjawab:

 
أنا خير منه خلقتني من نار وخلقته من طين

Ana khoirun minhu kholaqtani min nârin wa kholaqtahû min thînin


"Aku lebih baik dari Adam, Engkau telah menciptakan aku dari api, dan telah menciptakan Adam dari tanah liat". (QS al A'rôf : 12).


Iblis mengoreksi Allâh dan merendahkan Adam. Maka akibatnya, Iblis dijauhkan dari rahmat Allâh dan abadi di neraka.


2- Mereka menyerupai kaum kuffar dalam menolak syariah. Mengenai mereka,  Allâh SWT berfirman :


وقالوا لولا نزل هذا القرآن على رجل من القريتين عظيم

Wa qôlû lawlâ nuzzila 'alâ rojulim minal qoryatayni 'adzîm


"Dan mereka berkata: "Mengapa Alqur’an ini tidak diturunkan kepada seorang lelaki besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Thaif) ini". (QS Azzukhruf : 31).


Mereka mengingkari wahyu dan kenabian Muhammad SAW, karena menuruti akal mereka, bahwa seorang yang diutus menjadi Rasul itu hendaklah seorang yang kaya raya dan berpengaruh.


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rh berkata :


والداعون إلى تمجيد العقل إنماهم في الحقيقة يدعون إلى تمجيد صنم سموه عقلا وماكان العقل وحده كافيا في الهداية والإرشاد وإلا لما أرسل الله الرسل .

"Orang-orang yang mengajak mengagungkan akal, hakekatnya, mereka hanyalah mengajak mengagungkan berhala yang mereka beri nama akal. Sedang akal semata tidaklah cukup didalam hidayah dan memberi petunjuk. Sebab kalau tidak demikian, pastilah Allâh tidak mengutus para rosul". (Ibnu Taimiyyah, Muwâfaqotu Shohîhil Manqûl li Shorîhil 'Uqûl, 1/21, Dârul Kutubil 'Ilmiyyah, Berut, 1405 H/ 1985 M).


3- Mereka mengikuti hawa nafsu. Ibn Qayyim rh berkata:


وكل من له مسكة عقل يعلم أن فساد العالم وخرابه إنما ينشأ من تقديم الرأي على الوحي والهوى على العقل ومااستحكم هذان الأصلان الفاسدان في قلب إلا استحكم هلاكه وفي أمة إلا فسد أمرها أتم فساد...

"Setiap orang yang memiliki ketajaman akal mengerti bahwa rusak dan hancurnya alam itu hanya berawal dari mendahulukan pendapat atas wahyu, dan hawa atas akal. Dan tidaklah kuat dua pangkal yang rusak ini di dalam hati, kecuali kuat kerusakannya, dan di dalam ummat, kecuali rusak perkaranya dengan serusak-rusaknya... ". (Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah, A'laamul Muuqiniin, tahqiiq Abdurrahman Alwakiil, Daarul Kutuubil Hadiitsah, mathba'ah Assa'aadah, Cairo, 1979 M).


Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.