KALAU KHILAFAH AKAN TEGAK DI PALESTINA, BUAT APA CAPAI-CAPAI DAKWAH DI SINI?

Oleh : Abulwafa Romli

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim 
Seorang pemuda bertanya :

===== M u l a i =====
"Ada pertanyaan dari teman ;
Apakah betul khilafah akan tegak di Syam (Palestina), kalau sudah pasti tegak dipalestina ngapain kita capek-capek berjuang di sini?
Satu-satunya yang menjadi patokan di akhir zaman Islam bisa bangkit itu ialah, dengan munculnya fase ke 5 yaitu tegaknya khilafah ala minhajin Nubuwwah.

Dan Juga perlu di pahami,
Khilafah tidak akan berkumandang di Indonesia, di Malaysia,
bahkan Arab Saudi sekalipun, karna hadist Rosululoh saw itu jelas, Khilafah kan berkumandang di Baitul Maqdis. Dan saat Askhelon ditaklukan mujahid-mujahid terbaik, ketika di saat negeri-negeri muslim lain sibuk dengan kursi jabatan."
Mohon pencerahannya kiyai, hapunteun.
===== J e d a =====

JAWABAN saya :

Pertama : 
Betul khilafah akan tegak di Syam (Palestina). Cukup banyak hadits-hadits yang menunjukkan hal itu. Diantaranya;
Rasulullah bersabda :

 عن عبد الله بن حوالة رضي الله عنه قال: بعثنا رسول الله صلى الله عليه وسلم حول المدينة على أقدامنا… الحديث، وفي آخره: ثم وضع يده على رأسي ـ أو على هامتي، ثم قال: “يا ابن حوالة إذا رأيت الخلافة قد نزلت الأرض المقدسة، فقد دنت الزلازل والبلايا والأمور العظام، والساعة يومئذ أقرب إلى الناس من يدي هذه من رأسك

Dari Abdullah bin Hawalah radhiyallahu ‘anhu katanya: Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengutus kami kepada penduduk sekitar Madinah dengan berjalan kaki,... di akhirnya (ia berkata:) Kemudian baginda meletakkan tangannya di kepalaku, kemudian beliau bersabda, “Ya Ibnu Hawalah, jika kamu melihat Khilafah telah turun di Bumi Muqoddas (Baitul Maqdis), maka sesungguhnya telah dekatlah gempa bumi, bala bencana, dan perkara-perkara besar, dan kiamat pada hari itu lebih dekat kepada manusia dibandingkan dengan tanganku ini dari kepalamu.” (HR Ahmad, Abu Dawud, dan Al-Hakim).

Hadits diatas jelas menunjukkan bahwa Khilafah akan tegak di Palestina. Tetapi Palestina adalah pusat terakhirnya khilafah, dimana sebelumnya khilafah tegak di Madinah seiring dibaiatnya AlMahdi di sisi Ka'bah atau tegak di tempat lain karena ada hadits yang menunjukkan bahwa sebelum AlMahdi sudah ada khilafah. Hadits-hadits di bawah menunjukkan hal itu ;

 عَنْ يُونُسَ بْنِ مَيْسَرَةَ بْنِ حَلْبَسٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” هَذَا الأَمْرُ كَائِنٌ بَعْدِي بِالْمَدِينَةِ ، ثُمَّ بِالشَّامِ ، ثُمَّ بِالْجَزِيرَةِ ، ثُمَّ بِالْعِرَاقِ ، ثُمَّ بِالْمَدِينَةِ ، ثُمَّ بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ ، فَإِذَا كَانَ بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ فَثَمَّ عُقْرُ دَارِهَا ، وَلَنْ يُخْرِجَهَا قَوْمٌ فَتَعُودَ إِلَيْهِمْ أَبَدًا ” . يَعْنِي بِقَوْلِهِ بِالْجَزِيرَةِ : أَمْرٌ مَرْوَانَ بْنَ مُحَمَّدٍ الْحَمَّارَ ، وَبِقَوْلِهِ بِالْمَدِينَةِ : بَعْدَ الْعِرَاقِ ، يَعْنِي بِهِ الْمَهْدِيَّ يَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ ، ثُمَّ يَنْتَقِلُ إِلَى بَيْتِ الْمَقْدِسِ وَبِهَا يُحَاصِرُهُ الدَّجَّالُ
 
Dari Yunus bin Maisaroh bin Halbas, ia berkata; Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Perkara ini (khilafah) akan ada sesudahku di Madinah (Yastrib), kemudian di Syam, kemudian di Jazirah, kemudian di Iraq, kemudian di Madinah, kemudian di Al-Quds (Baitul Maqdis). Jika ia ada di al-Quds, pusat negerinya akan ada di sana. Dan tidaklah suatu kaum mengeluarkan khilafah (dari al-Quds), ia tak akan kembali ke mereka selamanya.”
(Ibnu Asakir berkata :)
Maksud sabda Rasulullah Jaziroh adalah pemerintahan Marwan bin Muhammad al-Hammar. Dan maksud sabda Rasulullah Madinah setelah Iraq adalah adalah AlMahdi yang keluar di akhir zaman (di Madinah dimana dibaiat di sisi Ka'bah) kemudian pindah ke Baitul Maqdis dan disana AlMahdi dikepung oleh Dajjal".
(Hadits ini dikeluarkan oleh Ibnu Asakir dalam kitab tarikhnya, Tarikh Dimasyqi, 1/185).

Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda:

ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻳﻘﺘﺘﻞ ﻋﻨﺪ ﻛﻨﺰﻛﻢ ﺛﻼﺛﺔ ﻛﻠﻬﻢ ﺍﺑﻦ ﺧﻠﻴﻔﺔ ﺛﻢ ﻻ ﻳﺼﻴﺮ ﺇﻟﻰ ﻭﺍﺣﺪ ﻣﻨﻬﻢ ﺛﻢ ﺗﻄﻠﻊ ﺍﻟﺮﺍﻳﺎﺕ ﺍﻟﺴﻮﺩ ﻣﻦ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﻤﺸﺮﻕ ﻓﻴﻘﺘﺘﻠﻮﻧﻜﻢ ﻗﺘﻼ ﻟﻢ ﻳﻘﺘﻠﻪ ﻗﻮﻡ ." ﺛﻢ ﺫﻛﺮ ﺷﻴﺌﺎ ﻻ ﺃﺣﻔﻈﻪ ﻓﻘﺎﻝ : " ﻓﺈﺫﺍ ﺭﺃﻳﺘﻤﻮﻩ ﻓﺒﺎﻳﻌﻮﻩ ﻭﻟﻮ ﺣﺒﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺜﻠﺞ ﻓﺈﻧﻪ ﺧﻠﻴﻔﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻤﻬﺪﻱ ." ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺍﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ ﻭ ﺍﻟﺤﺎﻛﻢ ﻋﻦ ﺛﻮﺑﺎﻥ ﻭ ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺃﺣﻤﺪ ﻋﻦ ﻋﻠﻲ ﺑﻦ ﺯﻳﺪ ، ﻭ ﺍﻟﺤﺎﻛﻢ ﺃﻳﻀﺎ ﻣﻦ ﻃﺮﻳﻖ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ ﺑﻦ ﻋﻄﺎﺀ ﻋﻦ ﺧﺎﻟﺪ ﺍﻟﺤﺬﺍﺀ ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻗﻼﺑﺔ .

Rasulullah SAW bersabda: “Akan berperang di samping simpanan harta kalian tiga orang di mana semuanya adalah anak khalifah, kemudian harta itu tidak dimiliki oleh salah seorang dari mereka. Kemudian muncul panji-panji hitam dari Timur, lalu mereka (bersama Imam Mahdi) memerangi kalian dengan perang yang tidak pernah dilakukan oleh suatu kaum”. Kemudian Nabi menuturkan sesuatu yang aku tidak menghapalnya, lalu Nabi bersabda: “Apabila kalian melihatnya (Imam Mahdi), maka berbaiatlah kepadanya walaupun dengan merangkak di atas salju, karena dia adalah khalifah Allah al-Mahdi”.

Imam Ibnu Katsir berkata: “Yang dikehendaki dengan harta tersebut adalah harta yang tersimpan di dalam Ka’bah di mana tiga orang dari anak khalifah berperang untuk mengambilnya. Sehingga pada akhir zaman itu keluarlah Imam Mahdi dari negeri Timur ….. Allah mengokohkan Imam Mahdi dengan manusia dari negeri Timur, mereka menolongnya, menegakkan kekuasaannya, dan mengokohkan tiang-tiangnya. Dan panji-panji mereka adalah hitam, karena panji Rasulullah SAW yang bernama Rayatul ‘Uqab adalah hitam ….. Sesungguhnya Imam Mahdi yang keberadaannya dijanjikan pada akhir zaman itu akan keluar dari negeri Timur dan akan dibaiat disisi Ka’bah sebagaimana ditunjukkan oleh banyak hadits”. (Imam Ibnu Katsir, an-Nihayah fil Fitan wa al-Malahim, juz 1, hal. 55-56).

Kedua :
Meskipun khilafah akan tegak di Madinan dan berpindah berpusat di Baitul Maqdis Palestina, tetapi dakwah iqomatul khilafah itu harus memiliki 3 karakter sekaligus :

1. Dakwah yang bersifat global / mendunia. Karena wilayah khilafah itu sedunia, bukan hanya di Baitul Maqdis. Karena bagaimana bisa kaum muslimin sedunia serentak mau menerima dan membaiat seseorang sebagai Khalifah, ketika mereka belum tersentuh oleh dakwah yang mendunia. Dan dengan dakwah global ini akan memudahkan khalifah nanti dalam menggabungkan negara-negara dunia kepada khilafah. Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda:

عن تميم الداري عن النبي صلى الله عليه وسلم : ليبلغن هذا الأمر ما بلغ الليل والنهار، ولا يترك الله بيت مدر ولا وبر إلا أدخله الله هذا الدين بعز عزيز أو بذل ذليل، عزاً يعز الله به الإسلام، وذلاً يذل به الكفر. قال الألباني: رواه جماعة منهم الإمام أحمد وابن حبان والحاكم وصححه

Dari Tamim Addaariy, dari Nabi SAW bersabda : "Sungguh urusan (pemerintahan Islam / khilafah) ini akan sampai ke seluruh dunia, sebagaimana sampainya siang dan malam (keseluruhan dunia). Allah tidak akan membiarkan satu rumah cadas (rumah gedung punya orang kota) pun, dan tidak membiarkan satu rumah bulu (rumahnya orang pedalaman atau kampung) pun, kecuali Allah memasukkan ke dalamnya agama ini, dengan kemuliaan bagi orang yang mulia atau kehinaan bagi orang yang hina, kemuliaan yang Allah memuliakan Islam dengannya, dan kehinaan yang Allah menghinakan kekufuran dengannya". (Al Albani berkata: HR Jama'ah diantaranya Imam Ahmad, Ibnu Hibban dan Hakim dan Ia menshahihkannya).

2. Dakwah yang melawan dan menandingi ideologi global. Yaitu ideologi kapitalisme yang menyelimuti dunia dengan kedzalimannya sehingga ideologi komunisme / sosialisme pun di kangkanginya. Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda :

بَادِرُوْا بِالْأَعْمَالِ فِتَناً كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيْعُ أَحَدُهُمْ دِيْنَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا قَلِيْلٍ. رواه أحمد ومسلم والترميذي عن أبي هريرة رضي الله عنه.

“Bersegeralah kalian beraktifitas untuk mengatasi fitnah-fitnah yang laksana potongan-potongan malam yang gelap gulita, dimana seorang laki-laki mukmin di pagi hari dan kafir di sore hari, mukmin di sore hari dan kafir di pagi hari. Salah seorang dari mereka menjual agamanya dengan materi dunia yang sedikit”. (HR Ahmad, Muslim dan Tirmidzi dari Abu Hurairah ra.)

Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam telah menyuruh umat Islam agar beraktifitas untuk mengatasi fitnah-fitnah yang laksana potongan-potongan malam yang gelap gulita. Fitnah dengan kriteria ini adalah fitnah yang menyelimuti semua sendi dan lini kehidupan, baik kehidupan keluarga, masyarakat, maupun kehidupan bernegara. Fitnah dengan kriteria seperti ini dan saat ini tidak ada lain, selain fitnah ideologi kapitalisme yang sedang menyelimuti dunia dengan kezalimannya yang laksana potongan-potongan malam. Karena dari ideologi kapitalisme telah lahir berbagai kebebasan sebagai pangkal segala fitnah terhadap manusia secara umum, dan terhadap umat Islam secara khusus. Ideologi kapitalisme juga telah melahirkan berbagai ide, pemikiran dan sistem yang rusak dan merusak, seperti HAM, demokrasi, pluralisme, singkretisme, dialog antar agama dan doa bersama lintas agama, sampai ide Islam Nusantaranya.

3. Dakwah yang fokus mengembalikan pemerintahan Islam, khilafah, dari tiada menjadi ada. Karena dengan tegaknya khilafah semua syariat Islam yang telah lepas bisa kembali lagi. Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda:

عن أبي أمامة الباهلي رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال :
لَتُنْقَضَنَّ عُرى الإسلامِ عُروةً عُروةً، فكُلَّما انتَقَضَت عُروةٌ تَشَبَّث النَّاسُ بالتي تليها، فأَوَّلُهنَّ نَقضًا الحُكمُ، وآخِرُهنَّ الصَّلاةُ.  رواه أحمد وغيره وصححه الحاكم وقال الهيثمي في مجمع الزوائد : رجاله رجال الصحيح . وصححه الألباني في صحيح الترغيب والترهيب 

Dari Abu Umamah Albahily RA dari Annabi shollallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda : "Sungguh, pasti akan terlepas tali-tali (syariat) Islam satu demi satu. Ketika telah terlepas satu tali, maka orang-orang berpegang dengan tali berikutnya. Tali yang pertama kali lepas adalah (sistem) pemerintahan (khilafah ala Minhajin Nubuwwah). Sedang yang terakhir lepas adalah shalat". Sudah cukup jelas. 

===== lanjut =====
Syeh Singkili abad 17 awal menyampaikan, bahwa di awal abad 21 umat Islam Nusantara terbagi jadi 3 bagian ;
1. budak kapitalis atau pengikut partai-partai kiblat AS.
2. budak komonis atau pengikut partai-partai China dan Rusia.
3. Aswaja.

Dan juga, dalam kontek ke Khilafahan, kita gak akan lagi bicara tentang ideologi, tapi syariat Allah.
Tapi Kalau masih demokrasi kita bicara ideologi.
Maka yang bisa ikuti tuk imbangi ideologi demokrasi adalah kembalikan ideologi Pancasila yaitu ideologi yang pernah ada di piagam jakarta yang pernah di tolak dan dihapuskan para penguasa liberal sejak dulu".
Mohon pencerahanya ya kiyai
===== S e l e s a i =====


JAWABAN saya :

Pertama :
Betul, dan kelompok Aswaja (Ahlussunah Waljama'ah) adalah mereka yang selama ini  berdakwah untuk melanjutkan kehidupan Islam melalui tegaknya khilafah. Yaitu kelompok yang sedang terlibat dalam perang pemikiran dengan ideologi kapitalisme dan ideologi komunisme. Kelompok itu adalah Hizbut Tahrir bersama umat Islam di seluruh dunia. Mereka tidak mau menghamba kepada negara-negara penganut kedua ideologi diatas.

Kedua :
Islam dengan akidah aqliyyah (rasional)nya itu memenuhi kriteria sebagai ideologi. Karena definisi ideologi adalah fikrotun kulliyyatun yanbasiqu 'anhaa nizhoom (fikroh global yang melahirkan sistem) dan definisi ideologi ini sama dengan definisi akidah secara global juga dan Islam jelas memilikinya. Sebagaimana sistem pemerintahan Islam, sistem ekonomi Islam dan seterusnya. Maksudnya, semuanya adalah ajaran Islam, bukan Islam itu sendiri. Dan Pancasila itu tidak memenuhi syarat sebagai ideologi karena bukan fikroh global dan tidak melahirkan sistem. Lebih detilnya buka dan baca link berikut ;

1. Islam adalah ideologi 
https://abulwafaromli.blogspot.com/2019/01/islam-adalah-ideologi.html?m=1
2. Betulkah Pancasila itu ideologi? 
https://abulwafaromli.blogspot.com/2023/07/betulkah-pancasila-itu-ideologi.html?m=1
https://abulwafaromli.blogspot.com/2023/07/betulkah-pancasila-itu-ideologi_22.html?m=1

Cukup. 
Wallahu A'lam bish showwab 
Semoga bermanfaat aamiin 

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.