Oleh : Abul wafa Romli
Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Allah swt berfirman :
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Wa iż ta`ażżana rabbukum la`in syakartum la`azīdannakum wa la`ing kafartum inna 'ażābī lasyadīd
"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS Ibrahim : 14/ 7).
Setiap kali saya menghisap rokok, saya selalu berpikir, apakah saya sedang bersyukur sehingga Allah berjanji akan menambahkan nikmatNya kepada saya, ataukah saya sedang berkufur sehingga Allah berjanji akan menimpakan azabNya kepada saya, yaitu berupa kekurangan rezeki harta dan kesehatan juga dibenci oleh Allah, Rasulullah dan oleh sesama manusia.
Hasilnya tetap sama, yaitu saya sedang berkufur kepada nikmat rezeki dari Allah dan saya sedang bersiap menerima azab dariNya. Meskipun berulang kali saya paksakan bahwa saya sedang bersyukur, tetapi tetap tidak bisa. Karena bagaimana bisa bersyukur dengan membakar uang (rokok) yang seharusnya disedekahkan kepada orang yang butuh atau untuk mencukupi dan melengkapi kebutuhan dapur dan lain-lain. Bagaimana bisa bersyukur dengan mengasapi dan menyakiti sesama manusia di sekitar saya. Dan bagaimana bisa bersyukur dengan melakukan tabdzir dan isrof dengan rizki dariNya?
Malah sebaliknya, bersyukur itu ketika saya berhenti dari merokok dan uang jatah rokoknya saya kumpulkan lalu saya sedekahkan dan saya infaqkan kepada sesama yang membutuhkan, atau untuk kebaikan yang lainnya, bukan dengan hal-hal buruk dan merusak.
Lebih dari itu, merokok mengandung keburukan sebagaimana dijelaskan oleh para ahli kesehatan.
Semoga Bermanfa'at Aamiin