SUARA SUMBANG PENIKMAT DEMOKRASI

Oleh : Ahmad Khozinudin
Sastrawan Politik

Kalau umat Islam tidak memilih, nanti orang kafir yang jadi pemimpin. Kalau umat Islam tidak memilih, DPR akan dikuasai orang Kafir. Kalau Umat Islam tidak memilih, nanti presidennya tidak pro pada kepentingan Umat Islam.

Paragraf di atas, adalah secuil dari banyaknya mantra syirik demokrasi, yang menyihir umat Islam seperti kerbau dicucuk hidungnya masuk bilik persegi menggunakan hak suaranya. Seolah-olah, solusi dari berbagai persoalan umat ini akan selesai dan tuntas, jika umat ikut demokrasi dan memberikan hak suara.

Padahal, sejak republik berdiri hingga saat ini belum ada satupun presiden kafir, semuanya beragama Islam. Sejak republik berdiri hingga saat ini, mayoritas DPR RI dikuasai anggota beragama Islam. Tapi apakah mereka membela Islam ?

Presiden dan anggota DPR yang terpilih hanya ber KTP Islam, tapi tak punya komitmen menegakkan syariat Islam. Konstitusi yang dirancang juga bukan untuk menerapkan hukum Islam, tetapi menerapkan hukum sekuler.

Kalau sudah demikian, hingga pemilu menjelang hari kiamat pun, tak akan mungkin ada peluang untuk menegakkan hukum Allah SWT. Buktinya, selama ini suara umat Islam hanya digunakan untuk mendongkrak elektabilitas, sementara amanat umat Islam ditelantarkan.

Sebenarnya, jika logikanya dibalik malah semakin menantang dan berpeluang terjadi perubahan. Jika, semua umat Islam tidak ikut Pemilu, Pilpres atau Pilkada, bisakah para penguasa itu berkuasa ? Kalau mereka memaksakan berkuasa, apakah mereka memiliki legitimasi ? Kalau akhirnya, mimbar Kekuasaan mereka terjungkal, kekuasaan sekuler jatuh, bukankah justru ini peluang bagi Dakwah Islam ?

Berjuang melalui dakwah Islam, akan lepas dari belenggu Sekulerisme dan jebakan sistem demokrasi. Dengan dakwah, kita tak butuh SK Menkumham untuk ikut Pemilu. Sehingga, dakwah tetap Istiqomah dan tak akan mampu ditundukkan. 

Perjuangan melalui dakwah fokusnya hanya pada Umat, tak perlu ikut terikat elektoral Threshold, tidak terikat dengan aturan rezim, dan yang penting tak akan bisa DICURANGI DAN DIKHIANATI DEMOKRASI. Dakwah adalah misi mulia sebagaimana risalah yang diemban para Rasul dan ambiya. Dakwah, tak butuh SK Menkumham, tak terikat dengan koalisi batil, bisa bersikap independen dan fokus pada perjuangan.

Seruan dakwah hanya menyeru pada Islam, tak perlu umbar janji pilih saya maka saya akan demikian demikian. Dakwah tak butuh alat peraga, tak butuh atribut Pemilu atau Pilpres, tak perlu membangun koalisi dan selalu dikhianati.

Dakwah hanya menjalankan perintah Allah SWT, sebagaimana IBRAHIM AS menyeru Namrud agar menyembah Allah SWT. Dakwah, akan mendapatkan pertolongan dan kemenangan, sebagaimana dahulu Rasulullah SAW ditolong dan dimenangkan.

Biarlah para penghamba dunia menikmati demokrasi, membentuk partai politik, ikut Pemilu, Pilpres maupun Pilkada. kita Umat Islam, tetap fokus pada dakwah saja, fokus pada misi penerapan syariat Islam secara kaffah dalam naungan Daulah Khilafah. [].

#istiqomahdijalandakwah
#janganpalsukankhilafah
#KhilafahAjaranIslam
#janganpalsukanajaranislam
#IslamRahmatanLilAlamin
#DemokrasiSistemKufur
#DemokrasiWarisanPenjajah
#WaspadaImamMahdiPalsu
Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.