FUQOHA MUSUH ALMAHDI

Oleh : Abulwafa Romli 

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim 

Ibnu Arobi rh (Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Abdullah al-Hatimi at-Tha'i al-Andalusi, 558-638 M) dalam kitabnya AlFutuhat AlMakkiyyah , bab ke 367, beliau telah membicarakan perihal AlMahdi dan
berkata:

إذا خرج هذا الإمام المهدي فليس له عدو مبين إلا الفقهاء خاصة

"Ketika Imam Mahdi keluar, maka ia tidak memiliki musuh yang nyata, kecuali FUQOHA secara khusus".

Pernyataan Ibnu Arobi di atas oleh para propagandis kemahdian Muhammad Qosim bin Abdul Karim (selanjutnya saya sebut MQ) dipakai untuk menghantam para ustadz atau ulama yang menolak atas klaim kemahdian MQ. Sehingga para ustadz atau ulama tersebut sekan telah menjadi musuh AlMahdi yang nyata.

Maka siapakah yang dimaksud dengan FUQOHA tersebut?

UNTUK memahami siapa FUQOHA yang akan menjadi musuh AlMahdi Kita baca secara lengkap dan secukupnya pernyataan Ibnu Arobi dalam kitabnya :

يفتح المدينة الرومية بالتكبير في سبعين ألفا من المسلمين من ولد إسحاق يشهد الملحمة العظمى مأدبة الله بمرج عكا يبيد الظلم وأهله يقيم الدين ينفخ الروح في الإسلام يعز الإسلام به بعد ذله ويحيا بعد موته يضع الجزية ويدعو إلى الله بالسيف فمن أبي قتل ومن نازعه خذل يظهر من الدين ما هو الدين عليه في نفسه ما لو كان رسول الله ص لحكم به يرفع المذاهب من الأرض فلا يبقى إلا الدين الخالص أعداؤه مقلدة العلماء أهل الاجتهاد لما يرونه من الحكم بخلاف ما ذهبت إليه أئمتهم فيدخلون كرها تحت حكمه خوفا من سيفه وسطوته ورغبة فيما لديه

AlMahdi akan menaklukkan kota Roma dengan gema takbir membawa tujuh puluh ribu kaum muslimin keturunan Ishaq. Ia akan ikut dalam perang besar perjamuan Allah di padang Akka (kota di Palestina, sekarang masuk wilayah utara Israel). Ia menghancurkan kezaliman dan orang-orang zalim, menegakkan agama, meniupkan semangat keislaman untuk memuliakan Islam setelah terhinanya dan menghidupkannya setelah matinya dan meletakkan pajak. Ia menyeru kepada Allah dengan pedang. Siapa saja yang membangkang, maka ia membunuhnya. Siapa saja yang menyainginya, maka ia menghinakannya. Ia menampakkan dari agama, apa-apa bagian agama yang sebenarnya, dan memutuskan perkara sebagaimana Rasulullah SAW memutuskan perkara. Ia akan menghilangkan madzhab-madzhab dari Bumi, sehingga tidak akan ada selain agama yang murni. MUSUH-MUSUH ALMAHDI ADALAH PARA PENGIKUT ULAMA MUJTAHID karena hukum yang dipandangnya tidak sesuai madzhab imam-imam mereka. Sehingga mereka masuk ke dalam kekuasaannya secara terpaksa karena takut pedang dan terkamannya dan karena senang pada hartanya". (AlFutuhat AlMakkiyyah, 3/327).

وهي حالة فقهاء الزمان الراغبين في المناصب من قضاء وشهادة وحسبة وتدريس وأما المتنمسون منهم بالدين فيجمعون أكتافهم وينظرون إلى الناس من طرف خفي نظر الخاشع ويحركون شفاههم بالذكر ليعلم الناظر إليهم أنهم ذاكرون ويتعجمون في كلامهم ويتشدقون. ويغلب عليهم رعونات النفس وقلوبهم قلوب الذئاب لا ينظر الله إليهم هذا حال المتدين منهم لا الذين هم قرناء الشيطان لا حاجة لله بهم لبسوا للناس جلود الضأن من اللين إخوان العلانية أعداء السريرة فالله يراجع بهم ويأخذ بنواصيهم إلى ما فيه سعادتهم

Tersebut adalah kondisi FUQOHA zaman yang cinta kedudukan seperti peradilan, kesaksian, hisbah (qadhi muhtasib) dan mengajar. Sedang dari golongan mereka yang bersembunyi di balik agama, maka mereka mengumpulkan pundak-pundaknya memandang manusia dari sudut yang samar layaknya seorang yang khusyuk. Mereka menggerak-gerakkan bibirnya dengan dzikir agar orang yang memandang mereka mengerti bahwa mereka sedang berdzikir. Mereka mengasingkan dan memasih-masihkan tutur katanya dan mereka sangat ceroboh. Hati mereka laksana hati serigala dimana Allah tidak memandang mereka (dengan pandangan rahmat). Inilah kondisi mereka yang masih punya agama. Bukan mereka yang menjadi teman-teman setan. Allah tidak butuh mereka. Mereka memakai kulit-kulit domba yang lembut untuk menipu manusia. Lahir mereka laksana saudara, tetapi batin mereka adalah musuh-musuh. Semoga Allah mengembalikan mereka dan memegang ubun-ubun mereka kepada sesuatu yang mengandung kebahagiaan bagi mereka.

وإذا خرج هذا الإمام المهدي فليس له عدو مبين إلا الفقهاء خاصة

"Dan ketika Imam Mahdi keluar, maka ia tidak memiliki musuh yang nyata, kecuali FUQOHA secara khusus (ulama su-u)"

فمثل هؤلاء لولا قهر الإمام المهدي بالسيف ما سمعوا له ولا أطاعوه بظواهرهم كما أنهم لا يطيعونه بقلوبهم بل يعتقدون فيه أنه إذا حكم فيهم بغير مذهبهم أنه على ضلالة في ذلك الحكم لأنهم يعتقدون أن زمان أهل الاجتهاد قد انقطع وما بقي مجتهد في العالم وأن الله لا يوجد بعد أئمتهم أحدا له درجة الاجتهاد 
وأما من يدعي التعريف الإلهي بالأحكام الشرعية فهو عندهم مجنون مفسود الخيال لا يلتفتون إليه فإن كان ذا مال وسلطان انقادوا في الظاهر إليه رغبة في ماله وخوفا من سلطانه وهم ببواطنهم كافرون به.

Sehingga orang-orang seperti mereka, seandainya Imam Mahdi tidak memaksanya dengan pedang, maka mereka tidak akan mendengar dan taat kepada AlMahdi dengan lahirnya, sebagaimana mereka tidak taat dengan hatinya. Tetapi mereka meyakini tentang AlMahdi, bahwa ketika AlMahdi memutuskan perkara pada mereka dengan selain madzhab mereka, maka AlMahdi diatas kesesatan dalam putusannya itu. Karena mereka meyakini; bahwa masa para mujtahid benar-benar telah terputus dan sudah tidak ada seorangpun mujtahid di seluruh dunia. Dan bahwa Allah tidak mewujudkan setelah imam-imam mereka seorangpun yang memiliki derajat ijtihad.
Adapun orang yang mengaku mendapat pemberitahuan dari tuhan dengan hukum-hukum syara', maka bagi mereka dia adalah orang gila yang rusak daya imajinasinya dan mereka tidak akan memperhatikannya. Tetapi apabila dia itu punya harta dan kekuasaan, maka lahir mereka tunduk kepadanya karena cinta pada hartanya dan takut pada kekuasaannya. Sedang batin-batin mereka tetap kafir dengannya". (AkFutuhat AlMakkiyyah, 3/334-336).

Dari Pernyataan Ibnu Arobi di atas Kita tahu bahwa yang dimaksud Fuqoha musuh AlMahdi adalah PARA PENGIKUT ULAMA MUJTAHID karena hukum yang dipandang oleh mereka tidak sesuai madzhab imam-imam mereka.

Dan dari sifat-sifat fuqoha dan ulama musuh AlMahdi yang dijelaskan oleh Ibnu Arobi diatas adalah sifat-sifat ulama dunia atau ulama su-u atau ulama salathin. Dan lebih jelasnya inilah sifat-sifat mereka :

SIFAT-SIFAT ULAMA DUNIA

PERTAMA : Ulama dunia adalah ulama suu’ (ulama yang buruk), atau ulama salathin (ulama pro pemerintah yang fasik, zalim atau kafir). Tentang mereka Rasulullah saw bersabda:

اَلْعُلَمَاءُ أُمَنَاءُ الرُّسُلِ مَالَمْ يُخَالِطُوا السُّلْطَانَ وَيُدَاخِلُوا الدُّنْيَا، فَإِذَا خَالَطُوا السُّلْطَانَ وَدَاخَلُوا الدُنْيَا فَقَدْ خَانُوا الرُّسُلَ فَاحْذَرُوْهُمْ . أخرجه الحسن ابن سفيان والعقيلي فى الضعفاء عن أنس رضي الله عنه

“Ulama adalah kepercayaan para rasul selama mereka tidak berinteraksi dengan pemerintah dan tidak mencampuri urusan dunia. Lalu ketika mereka telah berinteraksi dengan pemerintah dan telah mencampuri urusan dunia, berarti mereka telah berkhianat kepada para rasul, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka”. (HR al-Hasan ibnu Sufyan dan al-Uqayli dari Anas ra.).

Dan Nabi saw bersabda:

إِذَا رَأَيْتَ الْعَالِمَ يُخَالِطُ السُّلْطَانَ مُخَالَطَةً كَثِيْرَةً فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَصٌّ . أخرجه الديلمي فى مسند الفردوس عن أبي هريرة رضي الله عنه

“Ketika kamu melihat ada orang alim banyak berinteraksi dengan pemerinrah, maka ketahuilah bahwa dia adalah maling (pencuri)”. (HR al-Daylami dari Anas ra.)

Terkait ulama dunia, Yahya bin Mu’adz sebagai perawi hadits diatas berkata:

يَا أَصْحَابَ الْعِلْمِ قُصُوْرُكُمْ قَيْصَرِيَّةٌ، وَبُيُوْتُكُمْ كِسْرَوِيَّةٌ، وَأَثْوَابُهُمْ ظَاهِرِيَّةٌ، وَأَخْفَافُكُمْ جَالُوْطِيَّةٌ، وَمَرَاكِبُكُمْ قَارُوْنِيَّةٌ، وَأَوَانِيُكُمْ فِرْعَوْنِيَّةٌ، وَمَآثِمُكُمْ جَاهِلِيَّةٌ، وَمَذَاهِبُكُمْ شَيْطَانِيَّةٌ، فَأَيْنَ الشَّرِيْعَةُ الْمُحَمَّدِيَّةُ ؟!

“Wahai ulama, istana kalian adalah istana kaisar, rumah kalian adalah rumah kisro, pakaian kalian adalah pakaian zhahiri, sepatu (sandal) kalian adalah sepatu Jalut, kendaraan kalian adalah kendaraan Qarun, bejana kalian adalah bejana Fir’aun, dosa kalian adalah dosa jahiliah, dan madzhab kalian adalah madzhab syetan. Lalu dimanakah syariat Nabi Muhammad saw?”.

KEDUA : Ulama dunia adalah tukang fitnah. Tentang mereka Rasulullah saw bersabda :

عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : يوشك أن يأتي على الناس زمان لا يبقى من الإسلام إلا اسمه ولا يبقى من القرآن إلا رسمه مساجدهم عامرة وهي خراب من الهدى علماءهم شر من تحت أديم السماء من عندهم تخرج الفتنة وفيهم تعود . رواه البيهقي في شعب الإيمان

"Hampir-hampir akan datang kepada manusia suatu zaman dimana tidak tersisa dari Islam kecuali namanya, dan tidak tersisa dari Alqur'an kecuali tulisannya. Masjid-masjid mereka ramai dan megah, tetapi kosong dari petunjuk. Dan ulama mereka seburuk-buruk makhluk di bawah kolong langit. Dari (mulut-mulut) ulama-lah akan keluarnya fitnah, dan kepada ulama-lah akan kembalinya (bahaya) fitnah". (HR Imam Baihaqi, Syu'ubul Iman, 4/424, Syamilah).

KETIGA : Ulama dunia adalah ulama munafik yang sangat kentara dalam menolak dakwah kepada penerapan syariah dan khilafah.
Mereka ulama dunia (seperti dagambarkan oleh Nabi saw diatas) justru berinteraksi dengan penguasa yang fasik, zalim atau kafir, karena tidak menerapkan hukum-hukum syariat Islam dalam pemerintahannya. Dan terlibat dalam pemilihan serta pengangkatan para penguasa tersebut. Ujung-ujungnya ya untuk menarik duit. Oleh karena itu, tidak berlebihan kalau Nabi saw menyebut mereka sebagai maling, karena uang pemerintah itu adalah dari rakyat atau uang rakyat, lalu para ulama dunia itu mengambilnya tanpa seizin dari rakyat.
Lebih parah lagi, sebagian ulama dunia justru bekerjasama dengan musuh-musuh Allah dan musuh-musuh kaum muslim dalam menghalangi dakwah menuju penerapan Islam secara total melalui penegakkan khilafah rasyidah mahdiyyah. Mereka menjadi agen-agen Barat yang kafir dalam menolak tegaknya syariat Islam dengan berbagai cara, dan dalam mendakwahkan akidah kafir seperti sekularisme, syariat kafir seperti demokrasi, dan akhlak kafir seperti HAM, pluralisme, sinkretisme dll. juga dengan berbagai cara. Bahkan akhir-akhir ini mereka telah berani mengganti dalil-dalil syariat yang telah disepakati oleh semua ulama ASWAJA, yaitu al-Qur’an, al-Hadits, al-Ijmak dan al-Qiyas, diganti dengan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Jadi empat dalil syariat diganti dengan empat pilar kebangsaan. Keterlaluan. Akal-akalan. Ujung-ujungnya juga ya demi menarik uang haram dengan cara haram.

Walhashil :

Calon musuh nyata AlMahdi sebelum datangnya Dajjal itu sudah ada dari sekarang. Yaitu para fuqoha dan para ulama muqollid kepada para Imam Madzhab. Mereka menolak dan menghalangi dakwah Syariah dan Khilafah oleh Hizbut Tahrir bersama umat. Mereka mengatakan bahwa yang ditolak itu Khilafah ala Hizbut Tahrir, bukan Khilafah AlMahdi. Bahkan AlMahdi, kata seseorang dari mereka, tidak akan merubah NKRI dan Pancasila dan AlMahdi akan mengokohkannya. Mereka tidak paham bahwa AlMahdi adalah Khalifah dan pasti di dalam sistem Khilafah ala Minhajin Nubuwwah sebagaimana khilafahnya Alkhulafa Arrosyidiin Almahdiyyiin dahulu.

Dan termasuk yang akan menjadi musuhnya AlMahdi ialah para propagandis kemahdian MQ. Mereka tidak terima ketika yang menjadi AlMahdi itu bukan MQ.

Wallahu A'lam bish showwab 
Semoga bermanfaat aamiin 
#KhilafahAjaranIslam
#KhilafahAjaranAswaja
#KhilafahAjaranAhlussunnah
Tags

Posting Komentar

1 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
  1. Jangan merasa paling benar,paoalkng suci diantara golongan2 islam lainnya.semoga kita semua bila usia kita sampe pada zaman itu kelak.menjadi golongan pengikut Almahdi.

    BalasHapus