"Para pengusung khilafah di NKRI saat ini adalah manusia manusia kufur ni'mat dan ingin menentang takdir Allah." (Hendra Badruzzaman).
Komentar Saya :
Bagi seorang Muslim, Mu'min dan Muhsin, Mushlih, Alim dan Arif :
Mensyukuri nikmat bumi Nusantara itu dengan menerapkan syariah yang datang dari Allah Pencipta bumi Nusantara.
Sedang mengkufuri nikmat bumi Nusantara itu dengan menolak, membuang dan mengganti syariah yang datang dari Allah Pencipta bumi Nusantara.
Berbeda bagi seorang yang Kafir, Musyrik, Munafik, Mufsid dan Jihil : adalah sebaliknya, mensyukuri dianggap pengkufuri, sedang mengkufuri dianggap mensyukuri. Otaknya serba kebalik, yang baik dianggap buruk, dan yang buruk dianggap baik.
Padahal syukur dan kufur itu harus dimaknai dengan benar dan tepat karena berkaitan dengan ayat-ayat Alqur'an, diantaranya;
Allah swt berfirman :
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Wa iż ta`ażżana rabbukum la`in syakartum la`azīdannakum wa la`ing kafartum inna 'ażābī lasyadīd
"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS Ibrahim : 14/ 7)
Benar atau salah dalam memaknai dan memahami makna syukur dan kufur dapat menentukan nasib manusia, muslim maupun kafir, yang hidup di bumi Nusantara, karena benar atau salahnya pengelolaan bumi Nusantara oleh negaranya atau pemerintahnya.
Terkait takdir, justru menerapkan hukum-hukum Allah untuk mengatur bumi Allah adalah bagian dari takdir dan kehendak Allah, bukan takdir dan kehendak Thaghut tandingan Allah :
Allah SWT berfirman :
اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ ۗ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
"Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah Thaghut (syaitan), yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya."
(QS. Al Baqarah (2) ayat 257).
Menerapkan hukum-hukum Allah untuk mengatur bumi Allah adalah bagian dari cahaya iman. Sedang menerapkan hukum-hukum kufur (Thaghut) terhadap bumi Allah adalah bagian dari kegelapan kekafiran.
Wallahu A'lam bish shawab
Semoga bermanfaat aamiin
#istiqomahdijalandakwah
#janganpalsukankhilafah
#KhilafahAjaranIslam
#janganpalsukanajaranislam
#IslamRahmatanLilAlamin
#DemokrasiSistemKufur
#DemokrasiWarisanPenjajah